My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 13 : toko perlengkapan dan armor baru



~~ sudut pandang yuuta ~~


“yuuta dari mana saja kau?”tanya luchifer yang menatap ku duduk di samping nya.


“umm aku tadi hanya berkeliling akademi”kata ku.


“benarkah lalu kenapa kau kembali ke kelas bersama sasha dan marina?”tanya luchifer sambil menatap wajah ku dengan seksama.


“tadi kebetulan saat aku jalan jalan di taman yang ada di halaman depan akademi melihat mereka di ganggu oleh anak kelas lain”kata ku.


“eh apa mereka berdua baik-baik saja?”tanya luchifer dengan panik.


“tenang saja mereka baik baik saja, dan juga masalah nya sudah selesai tadi”kata ku.


“syukurlah kalau begitu”kata luchifer lega.


Setelah luchifer mengatakan itu kemudian pintu kelas terbuka dan bu mira berjalan masuk ke dalam, seluruh murid segera memperbaiki posisi duduk mereka dan menatap bu mira yang berdiri di depan kelas.


Bu mira kemudian melanjutkan pelajaran nya, dengan santai aku memperhatikan materi yang di sampaikan oleh bu mira di depan sambil mencatat nya di buku catatan kecil ku, sambil mencatat aku memikirkan apa yang bisa aku lakukan sepulang sekola nanti di rumah.


“hmm kurasa aku akan mencoba skill ku yang lain”batin ku.


Aku kemudian kembali memperhatikan materi yang di jelaskan bu mira dan terus mencatat, jam di dinding menunjukan bahwa sudah jam 1 siang dan tak lama kemudian bel pulang berbunyi dan bu mira mengakhiri pelajaran dan berjalan keluar dari kelas.


Aku bangkit dari bangku ku dan berjalan menuju ke pintu untuk keluar dari kelas, dengan santai aku berjalan di koridor sambil mengantongi kedua tangan ku di saku celana ku, beberapa anak bangsawan nampak menatap ku dengan tatapan tak suka mereka.


“mereka nampak tak menyukai ku”


Aku terus berjalan sambil mencoba untuk tak mempedulikan tatapan mereka pada ku, untung nya di dunia lama ku dulu aku sudah sering di tatap seperti ini jadi aku tak terlalu terganggu karena hal itu dan terus berjalan sambil mengabaikan mereka.


“yuuta”


Aku menghentikan langkah ku dan menoleh ke belakang dan mendapati luchifer berdiri di belakang ku, dengan santai aku berbalik dan menatap nya dengan heran.


“ah luchiferada apa?”tanya ku.


“tidak ada apa-apa hanya menyapa mu saja”kata luchifer.


“begitu ya”kata ku singkat.


Kemudian kami berdua berjalan di koridor dalam diam, aku melirik luchifer sejenak dan terus berjalan di samping nya dengan agak canggung, kami berdua terus berjalan hingga akhirnya aku yang mulai tak tahan dengan suasana canggung ini membuka mulut ku dan mencoba untuk mengobrol dengan nya.


“luchifer sesampainya di rumah kau biasanya ngapain?”tanya ku.


“hmm biasanya sih membersihkan kamar, kadang juga aku berlatih pedang dan sihir di tempat latihan milik ayah”kata luchifer.


“begitu ya”kata ku sambil tersenyum kecut.


“sedangkan kau biasanya ngapain, jangan bilang kau hanya berdiam diri di rumah saja?”tanya luchifer.


“aku tersinggung lho dengan kata kata mu itu, bila aku sih biasanya mengurung diri ku di perpustakaan”kata ku


“mengurung dirimu di perpustakaan, memang apa yang kau lakukan disana?”tanya luchifer.


“tak ada hal istimewa disana hanya membaca buku yang ada saja”kata ku.


“baru kali ini aku mendengar seseorang mengurung dirinya hanya untuk membaca buku saja”kata luchifer.


“yah setidaknya itu lebih ada manfaat nya daripada mengurung diri di kamar”kata ku dengan datar.


Luchifer kemudian tertawa setelah mendengar kata kata ku tadi, aku menatap luchifer yang masih tertawa dan menghela nafas sambil terus berjalan, kami berdua saat ini sudah berada di alun-alun kota setelah berjalan beberapa menit keluar dari gerbang akademi sihir.


“yuuta apa hari ini kau memiliki waktu luang?”tanya luchifer.


“banyak, memang nya kenapa?”tanya ku.


“umm yuuta bisakah kau menemani ku pergi ke toko perlengkapan?”tanya luchifer dengan wajah semerah tomat matang.


“bisa saja sih, tapi apa yang kau lakukan disana?” tanya ku dengan penasaran.


“aku ingin membeli perlengkapan untuk berburu bersama sasha dan teman-teman nya, perlengkapan ku yang terakhir sudah hancur jadi aku ingin membeli yang baru”kata luchifer.


“begitu ya, baiklah aku akan menemani mu”kata ku.


“terimakasih yuuta, kalau begitu ayo”kata luchifer sambil menarik tangan ku dengan keras.


Aku hanya bisa menghela nafas dan mengikuti luchifer yang menarik tangan ku untuk pergi menuju ke toko perlengkapan.


“sekuat ini kah luchifer”batin ku.


Aku bisa merasakan luchifer menggengam pergelangan tangan ku sangat erat seolah-olah tak membiarkan ku lepas dari nya, dengan penasaran aku menatap luchifer dan menggunakan skill appraisal kepada nya.


Nama: luchifer Isghar


Umur: 15 tahun


Title: -


Element: air, angin, api, cahaya.


Ras: manusia


Lvl: 79


HP: 829.500


MP: 1.224.500


STR: 36 VIT: 22 AGI: 26 INT: 31 DEX: 24 LUC: 20


Unique skill: astral knight, perfect elemental magic full control art, enchant armament.


Skill: sword art skill rookie, blink, concentration.


Aku mengamati daftar skill yang di miliki oleh luchifer dengan seksama, bisa ku katakan ia memiliki skill unik yang cukup bagus untuk bertarung dengan pedang dan sihir secara bersamaan.


“pantas saja genggaman nya kuat sekali, status STR nya sudah berada di angka 36”batin ku.


Aku menonaktifkan appraisal dan terus mengikuti kemana luchifer membawa ku pergi, setelah berjalan beberapa menit akhirnya luchifer berhenti di depan sebuah toko yang di kunjungi oleh banyak sekali petualang.


“tempat ini ramai juga”kata ku sambil menatap para petualang yanng keluar masuk toko itu.


“toko ini salah satu dari tiga toko perlengkapan dengan kualitas terbaik di kota”kata luchifer.


“begitu ya”kata ku.


Kemudian aku dan luchifer bergegas masuk ke dalam toko perlengkapan itu, di dalam banyak sekali petualang yang sedang mencari perlengkapan untuk berburu, perlengkapan yang di jual toko ini nampak sangat bervariasi mulai dari armor hingga potion.


Aku melihat-lihat perlengkapan yang di jual selagi luchifer sedang mencari perlengkapan yang dia ingin kan, dengan teliti aku mengamati equipment yang di jual satu persatu dan mata ku tertuju pada sebuah armor kulit yang di padukan dengan armor besi ringan, sarung tangan kulit, sepatu boot yang terbuat dari kulit dengan pelindung berbahan besi, semua equipment itu memiliki warna yang sama yaitu hitam legam dan nampak sangat menarik.


“hmm appraisal”


[Nama: black iron leather armor


Rarity: rare


Def: 20


Bonus abillity: iron body: meningkatkan pertahanan sebanyak 20%]


[nama: black leatherhand glove


Rarity: rare


Def: 10


Bonus abillity: weapon control: meningkatkan efisiensi dalam mengontrol senjata jenis apa pun]


[nama: reinforced black leather boots


Rarity: rare


Def: 15


Bonus abillity: swift: meningkatkan kecepatan gerak sebanyak 20%]


Aku menatap peralatan itu dan memikirkan keputusan ku untuk membeli equipment itu, saat tengah memikirkan keputusan ku tiba-tiba luchifer muncul di sebelah ku, dengan spontan aku kaget dan melompat ke samping setelah itu aku menatap luchifer yang nampak tertawa sambil membawa sebuah tas di tangan nya dan mendengus kesal.


“luchifer lain kali jangan muncul tiba-tiba seperti itu, bisa-bisa kena serangan jantung aku”kata ku.


“iya-iya maaf, sepertinya kau tertarik dengan armor kulit, sarung tangan, dan sepatu boots yang ada di sudut ini”kata luchifer sambil menatap ku.


“yah, peralatan itu memiliki pertahanan yang lumayan dan bonus abillity nya cukup bermanfaat untuk pengguna nya”kata ku sambil menggaruk kepala ku dan menatap tiga armor itu.


“kalau begitu kenapa tak kau beli saja”kata luchifer.


“tadinya juga aku berpikir begitu tau”kata ku dengan sedikit kesal.


Tanpa berlama-lama aku membawa tiga equipment itu ke meja kasir dan membayar nya, setelah itu aku menghampiri luchifer yang sedang berdiri menunggu ku di dekat pintu keluar.


“sudah selesai?”tanya luchifer.


“ya aku sudah selesai”kata ku sambil memperlihatkan tas berisi tiga equipment yang ku beli.


“kalau begitu ayo kita kembali sudah mau malam”kata luchifer.


“baiklah ayo”kata ku.


Kami berdua kemudian berjalan keluar dari toko itu untuk pulang ke rumah masing-masing, sambil berjalan luchifer menceritakan tentang pengalaman nya berburu bersama sasha dan teman-teman nya dengan sangat bersemangat, sedangkan aku hanya diam sambil mendengarkan cerita luchifer dengan tak tertarik.


“ini akan menjadi hari paling panjang dalam hidup ku”batin ku.


Aku menghela nafas dan terus mengutuk diriku yang memutuskan untuk ikut menemani luchifer, sesekali aku merasa ada yang sedang mengamati kami berdua dari jauh, namun aku memutuskan tak mempedulikan hal itu dan terus berjalan bersama luchifer.


[di sebuah tempat]


Nampak seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam sedang mengamati dua orang di jalanan kota, orang itu tersenyum dan segera pergi dari tempat itu menuju ke sebuah tempat.


“ini akan menjadi informasi awal yang bagus untuk teman-teman yang lain”kata laki-laki itu sebelum akhirnya ia menghilang dari tempat itu.