My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 22 : masa lalu yuuta



\~\~sudut pandang yuuta\~\~


Aku saat ini duduk di rerumputan sambil mengecek pedang katana ku, terlihat sasha


duduk di samping ku sambil membaca buku sihir yang baru ia beli kemarin sore saat jalan-jalan di kota.


“sepertinya buku sihir itu sangat menarik untuk mu”kata ku.


“buku sihir ini berisi mantra-mantra langka, ku pikir aku bisa menggunakan salah satu mantra yang ada di dalam buku sihir ini untuk pertandingan nanti”kata sasha.


“hmm begitu ya, jadi mantra di buku sihir itu sangat penting ya”kata ku.


“tentu saja, walau tidak semua mantra yang bisa kau kuasai tapi mantra itu akan sangat berguna untuk situasi mendesak”kata sasha.


“begitu ya”kata ku.


Aku kemudian memasukan pedang katana ku kemudian berbaring di rerumputan sambil menatap kearah langit, sambil menatap kearah langit aku mulai memikirkan bagaimana caranya untuk bisa membawa ibunya maria kembali.


“hei system apa kau punya ide untuk masalah ini?”tanya ku kepada system.


[aku punya sebuah ide, namun menurut ku itu adalah ide buruk]


“katakan saja tidak apa-apa”kata ku kepada system.


[anda harus membuka celah dimensi ruang dan waktu lalu masuk ke dalam untuk mencari ibunya nona maria, tapi itu tidak ada bedanya dengan bunuh diri]


“jadi intinya itu sama saja seperti misi bunuh diri ya, kurasa aku tidak masalah melakukan itu namun bagaimana aku bisa membuka celah dimensi ruang dan waktu?”tanya ku kepada system.


[aku tidak punya petunjuk soal siapa orang yang bisa melakukan itu, namun sebaiknya anda mengecek tentang tuan wilhelm, tuan karls, kepala sekolah, dan maria karena aku merasa ada yang aneh soal masalah ini]


“baiklah, aku mengerti terimakasih telah memberi tahu ku”kata ku kepada system.


Setelah memutuskan telepati ku dengan system aku kemudian memutuskan untuk mencari tahu detail kejadian tentang tragedi itu dan siapa saja yang terlibat dalam kejadian itu, dengan santai aku kemudian membuka ponsel ku lalu mengirim sebuah pesan kepada tuan sean untuk mencari tahu tentang tragedi dimensional space time


rift.


Setelah itu aku kemudian memasukan ponsel ku kembali lalu memejamkan mataku sambil menghela nafas panjang, saat tengah berbaring tiba-tiba saja sebuah buku menghantam wajah ku dan membuat ku terbangun dengan terkejut.


“apa barusan itu astaga?”tanya ku dengan terkejut.


“jadi kau sudah bangun”


Aku kemudian berbalik dan mendapati maria yang berdiri di belakang ku, aku kemudian menatap buku yang menghantam wajah ku dan terkejut karena itu adalah buku yang tadi ku berikan pada nya.


“k-kau sudah selesai membacanya?”tanya ku dengan santai.


“ya, terimakasih soal buku nya”kata maria.


Dengan santai aku kemudian mengambil buku itu lalu membuka nya dan membaca nya, saat aku tengah membaca dan mengamati isi buku itu aku mendapati sebuah bekas robekan dan beberapa halaman yang sudah hilang.


“sepertinya ada halaman yang hilang”batin ku.


[kalau tidak salah halaman buku itu memiliki penjelasan tentang lorong dimensi dan kemungkinan apa yang akan terjadi bila manusia tertelan kedalam nya]


Aku tersenyum setelah mendengar penjelasan dari system tentang halaman buku yang hilang, kemudian aku menatap maria yang duduk termenung sambil menatap kearah langit.


“kurasa aku tahu siapa yang melakukan nya”gumam ku sambil menatap maria.


Dengan santai aku kemudian menutup buku itu lalu mengembalikan nya ke dalam magic bag, setelah itu menatap luchifer dan marina yang sedang berjalan menghampiri kami bertiga.


“apa sudah waktunya kita berkumpul sekarang?”tanya ku kepada


luchifer.


“ya, kepala sekolah meminta kita berkumpul sekarang”kata luchifer.


Dengan santai aku kemudian bangkit berdiri lalu menatap sasha dan maria yang juga sudah berdiri, lalu kami semua kemudian berjalan menuju ke tempat murid-murid yang lain berkumpul.


Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya kami semua sampai di tempat murid-murid berkumpul, kami semua kemudian menatap kepala sekolah dan tuan karls yang sudah berdiri di hadapan kami semua untuk mengumumkan siapa yang akan bertanding.


“baiklah pihak sekolah sudah menentukan siapa yang akan bertanding hari ini jadi kami akan mengumumkan nya sekarang”kata kepala sekolah.


“untuk pertandingan pembuka hari ini yuuta hibiki akan bertarung melawan salah satu murid akademi ksatria yaitu albert cyleons”kata tuan karls.


Beberapa murid akademi ksatria terlihat bersorak setelah mendengar siapa lawan ku di pertandingan nanti, mungkin saja yang ku lawan di pertandingan persahabatan nanti adalah anak yang cukup terkenal di kalangan murid akademi ksatria.


Beberapa menit pun berlalu dan kami semua kemudian membubarkan diri setelah tuan karls memberitahu siapa saja yang akan bertanding di pertandingan persahabatan hari ini, dengan santai aku berjalan sambil memikirkan tentang anak yang akan menjadi lawan ku nanti.


“hei yuuta!”


Aku terkejut karena tiba-tiba saja luchifer mengagetkan ku dari belakang, dengan santai aku kemudian menoleh ke belakang dan menatap luchifer, sasha, marina, dan maria yang berjalan di belakang ku.


“ternyata itu kau ya, kau mengagetkan ku saja”kata ku.


“reaksi mu itu aneh sekali, apa kau sedang memikirkan sesuatu?”tanya luchifer.


“hanya memikirkan tentang pertandingan ku nanti”kata ku dengan santai.


“apa kau takut kalah di pertandingan nanti”kata sasha dengan nada mengejek.


“tidak juga, hanya kepikiran tentang apa yang telah ku lakukan waktu pertandingan persahabatan kemarin”kata ku dengan santai.


“begitu ya, oh ya yuuta apa kau mau ikut kami?”tanya luchifer.


“huh ikut ke mana?”tanya ku dengan penasaran.


“kau tahu, ke tempat ibu dan yang lain nya bersantai”kata luchifer.


“hmm bila kalian tidak keberatan tidak masalah, aku juga tidak tahu mau melakukan apa saat ini”kata ku.


Dengan santai aku kemudian berjalan mengikuti luchifer, sasha, marina, dan maria menuju ke tempat ibunya luchifer, tuan karls, tuan wilhelm, dan kepala sekolah berada.


Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya kami berlima tiba di tempat ibunya luchifer berada, di sana terlihat tuan karls, tuan wilhelm, dan kepala sekolah yang sedang bersantai.


“ah kalian berempat akhirnya datang, dan sepertinya kalian mengajak yuuta kesini”kata ibunya luchifer.


“tadi saat berjalan kesini kami bertemu dengan yuuta, jadi kami mengajak nya ikut kami kesini”kata luchifer.


“begitu ya, kebetulan sekali kalian membawa nya kemari ada sesuatu yang ingin ibu tanyakan kepada yuuta”kata ibunya luchifer.


“huh pertanyaan apa itu?”tanya ku dengan penasaran.


“ku lihat kau tinggal di sebuah mansion sendirian, apa kedua orang tua mu juga ikut tinggal bersama mu?”tanya ibunya luchifer.


Aku terkejut lalu terdiam setelah mendengar pertanyaan itu dari ibunya luchifer, dengan santai aku menghela nafas lalu tersenyum menatap ibunya luchifer sambil menggaruk kepala ku.


Semua nya terlihat tidak terkejut lagi setelah mendengar perkataan ku itu kecuali ibunya luchifer dan maria.


“a-a-ah maaf aku tidak tahu kalau mereka sudah tiada”kata ibunya luchifer dengan perasaan tidak enak.


“tidak apa-apa banyak orang juga yang pasti akan menanyakan tentang itu ketika bertemu dengan ku”kata ku.


“um y-yuuta maaf karena ibu bertanya tentang itu”kata luchifer.


“tenang saja aku sudah cukup terbiasa menjawab pertanyaan seperti itu”kata ku dengan santai.


Aku menghela nafas lalu mendongakan kepala ku menatap langit, aku masih ingat dengan jelas tragedi kecelakaan 11 tahun lalu yang merenggut nyawa ayah dan ibuku, saat aku mengingat tentang kejadian itu tanpa ku sadari air mata mulai menetes dari wajah ku.


“y-yuuta apa kau menangis?”tanya maria.


Aku terkejut karena maria menyadari kalau aku mulai menangis karena mengingat tentang kejadian itu, dengan santai aku mengusap air mata ku lalu menatap maria sambil tersenyum kepada nya.


“ah tidak, tadi mataku hanya kemasukan debu saja”kata ku dengan santai.


“aku melihat mu menangis tadi kau hanya menyangkal nya dengan alasan matamu kemasukan debu”kata maria.


Aku memalingkan wajah ku dari nya lalu menatap kearah langit sambil menghela nafas panjang.


“sekalipun sekarang aku menangis karena kejadian itu, mereka berdua tidak akan pernah kembali lagi untuk selamanya”kata ku.


Aku kemudian menatap maria yang terdiam mendengar perkataan ku barusan, saat aku hendak mengatakan sesuatu kepada maria tiba-tiba saja sepotong biskuit masuk ke dalam mulut ku ketika aku hendak membuka mulut ku.


“umm yuuta sebaiknya kau coba biskuit itu, rasanya tidak jauh berbeda dengan biskuit yang ku bawa waktu itu”kata luchifer.


Aku yang sedikit terkejut kemudian mengunyah biskuit itu pelan-pelan lalu menelan nya, ku lihat luchifer menatap ku dengan sedikit ragu-ragu karena ia tiba-tiba memasukan biskuit itu ke dalam mulut ku.


“b-bagaimana rasanya?”tanya luchifer dengan penasaran.


Aku memejamkan mata ku lalu mengacungkan jempol ku ke arah nya, luchifer terlihat lega melihat ku menyukai rasa biskuit yang ia masukan kedalam mulut ku tadi.


“syukurlah kau menyukai nya, rasa nya tidak jauh berbeda dengan biskuit yang ku bawa waktu itu untuk bekal makan siang karena resep nya sama dengan biskuit buatan ibu”kata luchifer.


“tunggu apa kau belajar membuat biskuit dari ibumu?”tanya ku dengan penasaran.


“ah i-itu benar, ku pikir tidak masalah mencoba membuat biskuit di rumah”kata luchifer.


“hmm jadi begitu ya, pantas saja rasanya tidak jauh berbeda”kata ku dengan santai.


Aku kemudian dengan santai duduk lalu mengeluarkan pedang katana ku, sambil duduk aku mengeluarkan beberapa barang dari magic bag ku seperti tombak dan busur panah yang ku dapatkan setelah mempelajari weapon skill book waktu itu.


“yuuta sejak kapan kau memiliki busur panah dan tombak itu?”tanya marina dan sasha.


“hmm setelah kalian bertiga mengajak ku pergi ke pasar untuk mencari hadiah untuk tuan putri waktu itu”kata ku.


“huh perasaan kau tidak membeli apa-apa waktu itu, lalu dari mana kau mendapatkan dua senjata itu?”tanya luchifer.


“itu rahasia”kata ku dengan santai.


Sasha kemudian mengambil tombak milik ku lalu mengamati nya sejenak, dia kemudian mengayunkan tombak itu beberapa kali setelah itu menancapkan nya di tanah sambil mengusap kepala nya dan menghela nafas.


“sulit sekali untuk mengendalikan senjata ini, apa kau bisa menggunakan senjata ini yuuta?”tanya sasha.


“tentu saja, untuk apa aku membawa tombak bila aku tidak bisa menggunakan nya”kata ku dengan santai.


“apa kau berniat untuk menggunakan dua senjata itu nanti?”tanya marina.


“hmm mungkin saja, itu tergantung seperti apa lawan ku nanti”kata ku dengan santai.


Aku mengeluarkan sebuah buku dari dalam magic bag ku, setelah itu aku dengan santai memasukan tombak dan busur panah milik ku, setelah itu dengan santai aku membuka buku itu dan membaca nya.


“hey yuuta buku apa yang sedang kau baca sekarang?”tanya luchifer dengan heran di samping ku.


“ah ini hanya buku sihir biasa yang ku bawa dari rumah”jawab ku dengan santai.


“begitu ya, tapi ku nampak nya aku mengenali sampul buku itu”kata luchifer.


Luchifer mengamati buku itu lebih dekat dari balik pundak ku, ia kemudian terkejut ketika melihat isi buku yang ku baca saat ini lalu dengan cepat menarik kerah jas seragam ku.


“hoi bodoh itu bukan buku sihir, tapi itu novel tau”kata luchifer.


“a-apa kau tau novel ini?”tanya ku dengan sedikit terkejut.


“itu novel romance the crying princess and a mysterous prince volume ke-3, dari mana kau mendapatkan nya padahal volume terbaru novel itu masih belum terbit dikota?”tanya luchifer.


“uhmmm itu...... rahasia”kata ku sambil menggaruk kepala ku.


“ayolah jangan merahasiakan hal itu, novel itu sangat terkenal di kota apa lagi di kalangan para murid perempuan di akademi sihir dan akademi ksatria ”kata luchifer.


“kau tahu maria bahkan memiliki volume ke-1 dan ke-2 dari novel itu”kata marina.


Seketika aku terkejut mendengar hal itu dari marina, ku pikir maria tidak tertarik dengan


novel yang semacam ini.


“m-marina kenapa kau memberi tahu yuuta tentang itu?!?”tanya maria dengan wajah memerah.


Maria sibuk mencubit pipi marina karena memberi tahu sesuatu yang tidak ingin orang lain tahu tentang nya, melihat itu aku tersenyum lalu mengangkat kepala ku ke atas menatap langit biru.


“aku masih bertanya-tanya kenapa aku masih tetap hidup di dunia”kata ku dengan santai.


Seketika maria, marina, dan sasha terkejut mendengar perkataan ku barusan, perkataan ku barusan adalah pertanyaan ku tanyakan pada diriku sejak dulu, sampai sekarang aku masih mencoba mencari-cari jawaban tentang pertanyaan ku itu.


“yuuta apa sebelum nya kau ada niat untuk mengakhiri hidup ku sampai-sampai kau bertanya seperti itu?”Tanya ibu nya luchifer.


Aku diam sambil memejamkan mataku lalu menghela nafas sambil menoleh menatap ibu nya luchifer.


“aku sudah pernah mencoba nya sekali…. Tapi.... kakek ku mencegah ku“kata ku dengan nada datar.


Mereka semua terlihat terkejut mendengar perkataan ku barusan, di saat bersamaan beberapa pengajar menemui tuan karls dan kepala sekolah memberi tahu sebentar lagi pertandingan akan di mulai.


“sepertinya pertandingan nya akan di mulai”kata ku sambil menutup novel yang ku baca.


Aku mengambil pedang katana ku yang kuletakan di tanah lalu memasukan buku novel ku ke dalam magic bag, dengan santai aku hendak berjalan pergi menuju ke tempat ku bertanding namun tiba-tiba saja ada yang menahan ku.


“hei yuuta hati-hati”kata luchifer.


Aku berbalik dan menatap luchifer sambil tersenyum, setelah itu aku berjalan meninggalkan semua yang ada di sana menuju ke tempat ku bertanding hari ini.