My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 11 : menghadiri undangan pesta perayaan kelulusan dan masalah baru



~~ sudut pandang yuuta ~~


Aku berdiri di depan rumah keluarga isghar dengan mengenakan kemeja abu abu dengan sebuah jas abu abu berdasi hitam, keadaan di rumah keluarga isghar cukup ramai dengan para tamu yang di undang ke pesta ini, aku menghela nafas dan memutuskan untuk segera masuk ke dalam.


Saat berada di pintu masuk pelayan menatap ku dan dengan segera aku menunjukan undangan yang di kirim keluarga isghar dan undangan dari kepala sekolah untuk ku, kemudian pelayan itu mempersilahkan aku masuk ke dalam rumah aku hanya bisa terdiam melihat para tamu undangan yang hadir di pesta ini.


“hmm apa keputusan ku menghadiri undangan ini tepat ya?”tanya ku dalam hati.


Aku menghela nafas dan memutuskan untuk masuk lebih dalam, beberapa gadis yang mengenakan gaun menatap ku dan mulai berbisik-bisik tentang ku, aku tak mempedulikan mereka dan terus berjalan hingga akhirnya aku tiba di tempat makanan ringan di hidangkan, aku menatap semangkuk besar es jeruk yang ada di pucuk meja dan memutuskan untuk meminum es itu.


“lumayan juga es jeruk nya”kata ku.


Aku kemudian menyandarkan tubuh ku pada pilar pilar penyangga ruangan ini sambil meminum jus ku dan mengamati sekitar ku, namun saat aku sedang santai mengamati semua orang tiba tiba sebuah suara gaduh yang tak jauh dari ku terdengar, dengan penasaran aku menghampiri sumber suara itu dan menatap sasha yang mengenakan gaun merah menatap anak laki laki yang mencengkeram seorang gadis bergaun putih dengan sangat kasar.


“lepaskan dia, dia itu tidak mau bersama mu”kata sasha pada anak itu.


“diamlah kau gadis cerewet”kata anak itu.


Aku menghela nafas dan berdiri sambil menonton keributan itu, saat ini aku mencoba untuk tak masuk ke dalam jurang masalah seenak jidat ku anak perempuan itu menoleh dan menatap ku dengan sangat ketakutan, aku menatap wajah nya dan bisa melihat bulir air mata mulai menetes dari mata nya.


“lepaskan dia, dia itu tak mau bersama mu”kata sasha kepada anak itu lagi.


Anak itu melepaskan cengkeraman nya dan meraih sebuah belati dari pinggang nya, ia kemudian melesat menuju ke sasha sambil mengarahkan nya untuk menusuk sasha, sasha terkejut dan tak sempat mengubah posisi nya untuk menghindar dari belati itu hanya bisa menutup mata nya.


*grabb


Aku menahan belati itu dan menghela nafas sambil menatap anak laki laki itu, sasha menatap ku yang menahan belati yang mengarah pada nya dengan terkejut.


“yo sasha sepertinya kau dalam masalah”kata ku.


“nanti saja kau bertanya sekarang aku harus mengurus belati ini sebentar”tambah ku.


Aku menggenggam bilah belati itu dan menggenggamnya hingga kemudian belati itu pecah di hadapan ku dan anak laki laki itu, sasha menatap ku dengan tak percaya dengan yang ku lakukan pada belati itu.


“dimana kehormatan mu sebagai laki laki, pengecut sekali kau mengarahkan belati kepada seorang gadis yang tak salah apa apa pada mu”kata ku sambil menatap anak laki laki itu.


Anak itu terkejut dan menatap ku dengan terkejut, kemudian aku mengaktifkan sihir mata ku dan menatap anak itu dengan tajam.


“enyahlah”kata ku.


Anak itu segera berlari dari hadapan ku dengan sangat ketakutan, sasha segera menghampiri anak gadis bergaun putih dan membantu nya untuk bangkit, aku menghela nafas dan menatap mereka berdua dengan santai.


“kalian baik baik saja?”tanya ku kepada mereka berdua.


“kami tidak apa apa tapi mungkin anak itu akan kembali berulah lagi”kata sasha.


“hah dasar, anak yang semaunya sendiri”kata ku sambil mengingat tingkah anak itu.


Aku kemudian berjalan pergi dari sana karena aku telah menarik perhatian banyak orang di pesta ini, aku menghela nafas dan memutuskan untuk tak mempedulikan hal itu dan terus berjalan meninggalkan mereka berdua di sana.


“yah merepotkan juga”gumam ku.


~~ sudut pandang sasha ~~


“tadi itu merepotkan sekali”gumam ku.


Aku duduk di sebuah meja bundar sambil meminum segelas anggur, malam ini ayah ku merayakan pesta untuk merayakan kelulusan ku dan luchifer, sebenarnya aku tak ingin kelulusan ku di adakan pesta untuk merayakan nya namun karena masalah formalitas keluarga ku harus mengadakan pesta ini, Di hadapan ku adalah gadis bergaun putih terlihat masih ketakutan.


“tenang lah aku tahu dia akan kembali lagi tapi kali ini aku akan hajar wajah nya hingga babak belur bila berani mendekati mu”kata ku.


Gadis itu bernama marina elinstone putri dari duke elinstone yang adalah sahabat ayah ku, kami berkenalan sejak kecil dan selalu bersama bila bertemu dan juga berhubung marina tak terlalu berani memukul dan tak pandai mempertahankan diri ayah ku meminta ku untuk menemani nya,


“kau tak perlu begitu, dan sasha apa kau tahu soal anak laki laki itu?”tanya marina.


“huh memang kenapa dengan nya?”tanya ku.


“aku ingin berterimakasih pada nya secara langsung”kata marina.


“sebaiknya kau tak melakukan nya”kata ku.


“kenapa kan dia yang menolong ku??”tanya marina.


“asal kau tahu saja dia itu anak yang mengerikan”kata ku.


“huh mengerikan?”tanya marina dengan bingung.


“kau pasti sudah dengar murid yang dapat membunuh seorang manusia dengan sekali jentikan tangan bukan?tanya ku.


“ya memang kenapa?”tanya marina balik.


“padahal anak itu yang melakukan nya, dia mendapat julukan siswa ‘abnormal’ karena kekuatan nya yang melebihi siapa pun”kata ku.


Marina mematung mendengar penjelasan ku, ku lihat ia memikirkan sesuatu dan menatap ku dengan wajah semangat.


“aku tak peduli biar dia itu raja iblis atau apa pun aku tetap ingin berterimakasih pada anak itu”kata marina dengan sangat keras.


Aku terkejut karena baru pertama kali ini marina mengatakan sesuatu dengan sekencang dan seberani itu di hadapan ku, marina kemudian bangkit dari kursi nya dan berjalan pergi meninggalkan ku di meja sendirian.


“oi marina tunggu aku”kata ku sambil menyusul nya.


Baru kali ini aku melihat perubahan sikap marina yang dulu terlihat pemalu menjadi sangat percaya diri, aku mengusap kedua mata ku karena mungkin aku sedang berhalusinasi.


“ini bahkan sungguhan”gumam ku sambil menatap marina yang berjalan di depan ku dengan semangat.


Kami berjalan melewati banyak tamu untuk mencari yuuta yang tiba tiba ngilang, datang tak di diundang pulang tak di jemput begitu lah pemikiran ku tentang yuuta saat ini, marina terlihat tambah bersemangat sekali berbeda dari dirinya biasa nya.


“oi marina kau ini kenapa sih?”tanya ku.


“tidak kenapa-napa memang kenapa?”tanya marina balik.


Aku menghela nafas karena marina malah balik nanya padahal pertanyaan ku belum ia jawab.


“rasanya percuma menanyai nya, sebaiknya aku ikuti saja dia”kata ku dalam hati.


~~ sudut pandang yuuta ~~


aku berjalan di antara para tamu dengan sangat santai, tempat ini begitu luas hingga aku tak tahu diriku berada di ruangan mana.


“niat nya kabur untuk tidak menarik perhatian ujung ujung nya malah nyasar di rumah orang apesnya aku”kata ku sambil mendengus.


Aku terus berjalan dan sampai di meja makanan ringan setelah muter-muter di rumah ini, dengan santai aku berjalan hendak mengambil gelas namun saat aku hendak mendekati meja tiba tiba sesuatu menabrak ku, aku terkejut dan tetap berdiri sedangkan orang yang menabrak ku terjatuh di lantai aku menoleh dan mengamati orang itu dengan terkejut.


“kau bukan nya anak perempuan tadi”kata ku dengan terkejut.


Seorang gadis terduduk di lantai dan menatap ku setelah aku mengatakan hal itu, ia kemudian segera bangkit dan mengamati ku dengan seksama.


“ternyata ini sungguh kau akhirnya ketemu juga”kata gadis itu.


Aku tak paham dengan maksud nya dan heran melihat nya sangat lega karena menemukan ku, karena aku tak ingin terlibat sesuatu dengan anak ini aku bergegas berbalik untuk kabur namun seseorang mencengkram kerah jas ku dengan keras, aku menoleh dan menatap sasha yang terlihat ngos-ngosan karena lelah.


“jangan pikir kau bisa kabur dasar anak sialan”kata sasha dengan kesal.


Aku menghela nafas dan berbalik menatap gadis yang tadi ku tolong, aku mengamati nya dan menyimpulkan dia adalah bangsawan sama seperti sasha namun ku lihat dia terlihat seperti sedang kesulitan karena sesuatu.


“anu apa kau baik baik saja?”tanya ku.


“ah ya aku baik baik saja, tadi kau itu kuat sekali padahal aku menabrak mu dengan keras tapi kau masih berdiri dengan kokoh”kata anak perempuan itu.


“ah itu mungkin hanya faktor keberuntungan ku saja dapat tetap berdiri”kata ku.


Aku menatap sekitar dan merasa ada sesuatu yang salah, setelah mengamati sekitar ku lebih seksama aku terkejut dengan seorang anak laki laki yang mengarahkan pistol flintclock kearah gadis yang ku tolong, dengan reflek aku mendorong gadis itu ke samping.


*dor


Sebuah peluru mengenaiku dan aku jatuh tersungkur di lantai karena tak dapat menjaga ke seimbangan ku.


~~ sudut pandang sasha ~~


Aku terkejut karena tiba tiba yuuta mendorong marina dan ia terkena tembakan pistol di dada nya, ia jatuh tersungkur di lantai sambil memegangi dada nya, dengan cepat aku menghampiri marina yang terduduk di lantai dengan terkejut.


“sasha apa yang terjadi barusan?”tanya marina dengan panik.


“yuuta melindungi mu yang hendak tertembak”kata ku.


Marina menatap tubuh yuuta yang masih tersungkur di lantai dengan sangat ketakutan, aku menoleh dan menatap anak laki laki yang tadi hendak membawa paksa marina dengan sebuah pistol di tangan nya.


“sial kenapa anak itu yang kena bukan kau perempuan brengsek”kata anak itu dengan kesal.


Anak itu mengisi peluru pistol nya kembali dan mengarahkan nya kepada ku dan marina, aku menatap wajahnya yang tersenyum licik kepada ku dan marina dan bersiap menekan pelatuk pistol nya, melihat ittu aku hanya bisa menutup mata ku karena aku merasa kematian sudah berada di hadapan ku.


“siapapun tolong aku”jerit ku dalam hati.


“duh jas terbaikku jadi sedikit rusak karena peluru itu”


Aku membuka mata ku dan menatap yuuta dengan terkejut, ia sudah bangkit berdiri kemudian meraih sesuatu di dada kanan nya dan membersihkan jas nya yang terlihat agak kotor dan menatap anak laki laki yang tadi menembak nya dengan santai.


“b..bagaimana kau bisa masih hidup,padahal sudah ku tembak?”tanya anak itu dengan tak percaya.


“gampang saja aku mengenakan pakaian anti peluru, jadi pistol mainan mu itu tak akan bisa melukai ku”kata yuuta membuang peluru yang ia ambil dari jas nya.


Anak itu menatap yuuta dan menodongkan pistol nya kearah yuuta, aku hanya bisa terduduk lemas bersama marina menyaksikan yuuta yang dengan gegabahnya menghadapi anak itu, yuuta tersenyum dan meraih sesuatu dari dalam jas nya kemudian menodongkan nya kepada anak itu.


“perkenalkan pistol milik ku G2 elite”kata yuuta sambil menodongkan pistol nya ke arah anak itu.


“bagaimana kau bisa memiliki senapan itu, bukan kah kau bukan seorang bangsawan”kata anak itu dengan gemetar.


“asal kau tahu saja di tempat asal ku orang biasa bisa memiliki senjata ini”kata yuuta.


Yuuta membidik kearah anak itu dan menembakan pistol itu di samping kepala nya, anak itu terdiam dengan sangat ketakutan karena tembakan tadi yang hampir mengenai nya.


“pistol ini berisi lima belas peluru, kau paham bukan artinya?”tanya yuuta sambil tersenyum jahat kepada anak itu.


Anak itu semakin ketakutan setelah yuuta mengatakan itu dan yuuta membidik pistol nya kearah anak itu, yuuta sempat mengamati anak itu dan menurunkan arah bidikan nya kearah pistol di tangan anak itu dan menembak nya, pistol itu terlontar agak jauh dari anak itu dan yuuta menatap anak itu sambil tersenyum jahat.


*dorr


Yuuta menembakan pistol nya kearah kepala anak itu, anak itu terkena tembakan dan terjatuh kebelakang dalam keadaan pingsan, yuuta menghela nafas dan menatap anak itu sambil menurunkan pistol nya


“tenang saja itu hanya peluru karet”kata yuuta.


Aku berdiri di samping marina masih dengan sangat tak percaya dengan apa yang ku dengan dan lihat, kemudian beberapa penjaga datang dan menodongkan tombak mereka kepada yuuta, sebelum aku meminta penjaga itu menurunkan senjata mereka tiba tiba marina berdiri di depan yuuta sambil mencoba melindungi nya.


“penjaga dia bukan orang jahat, dia barusaja menolong ku dari anak yang pingsan di lantai”kata marina.


“ada keributan apa di sini?”tanya ayah ku.


“tuan wilhelm baru saja anak yang pingsan di lantai itu hendak menembak ku dan sasha tapi pria ini menolong kami”kata marina kepada ayah ku.


Ayah menoleh ke arah yuuta dan mengamatinya sejenak, kemudian beliau tersenyum dan berjalan mendekati yuuta yang sudah memasukan pistol nya ke dalam jas nya.


“jadi ini anak terkuat di akademi, dia terlihat lebih gagah dari yang di ceritakan luchifer”kata ayahku.


Ayah kemudian menjabat tangan nya dengan yuuta dan mengajak nya masuk ke ruang tamu bersama ku dan marina, setelah kami sampai di ruang tamu ayah duduk di hadapan yuuta dan tersenyum sangat lebar.


“sebelum nya maaf karena melibatkan mu dalam masalah tadi”kata ayah.


“tak masalah itu juga terjadi karena aku ikut campur tadi”kata yuuta.


“oh ya maafkan aku terlambat memperkenalkan diri ku, namaku wilhelm isghar kepala keluarga dari keluarga isghar”kata ayah.


“yuuta hibiki salam kenal”kata yuuta.


Aku duduk bersama marina dan kepala sekolah menatap ayah dan yuuta yang duduk berhadap-hadapan, kemudian pintu terbuka dan kulihat luchifer yang berjalan menuju ke sofa untuk menghampiri ayah.


“ada apa ayah memanggil ku?”tanya luchifer.


“ah tidak ada apa apa, apa kau tak mau menyapa yuuta yang datang ke pesta kelulusan mu?”tanya ayah.


Luchifer kemudian menatap yuuta yang duduk di sofa dan seketika wajah nya memerah malu.


“ada apa dengan mu luchifer?”tanya yuuta dengan santai.


“t..tidak ada apa-apa dan bagaiamana kau bisa datang ke pesta ini?”tanya luchifer dengan suara pelan.


“aku datang karena undangan dari kepala sekolah dan juga surat yang datang ke rumah tadi”kata ku.


“tunggu rumah?”tanya ayah setelah mendengar kata kata yuuta.


Luchifer duduk di samping yuuta dan mulai menjelaskan soal yuuta, aku hanya bisa terdiam karena yuuta tinggal di mansion mewah yang dua bulan lalu di jual bersama pelayan setia nya, luchifer juga mengatakan dia sudah pernah bertamu ke rumah yuuta yang bisa di katakan cukup mewah.


“aku tak menyangka kalau kau pemilik rumah itu, bila begitu kau pasti seorang bangsawan sama seperti keluarga ku”kata ayah.


“tapi yuuta kenapa kau tak mengatakan kalau kau adalah bangsawan dengan begitu kau tak perlu memakai seragam putih di akademi”kata kepala sekolah.


“aku tak mengatakan nya karena aku tak terlalu suka di perlakukan secara khusus dan istimewa”kata yuuta.


“begitu ya pasti akan merepotkan bila orang orang menjauhi mu karena kau di anggap bangsawan”kata ayah.


“ya begitu lah”kata yuuta.


Aku terdiam mendengar alasan yuuta yang terlihat tak tertarik menjadi bangsawan, seorang anak laki laki berwajah datar dan dingin yang tak memiliki ambisi menjadi seorang bangsawan atau memiliki jabatan itulah gambaran yang pas untuk yuuta.


“oh ya nak aku ingin tanya satu hal kepada mu”kata ayah.


“apa itu?”tanya yuuta.


“apa yang kau lakukan ketika orang yang kau lindungi dan sayangi di sakiti oleh seseorang?”tanya ayah.


Yuuta diam beberapa saat setelah mendengar pertanyaan ayah ku kemudian ia menatap ayah dengan tatapan serius.


“akan ku bunuh”


Seketika jantung ku membeku mendengar jawaban yuuta, di lihat dari intonasi suara dan nada nya yuuta memang benar benar akan sungguhan melakukan apa yang ia katakan.


“walau pun orang itu bangsawan apa kau akan tetap melakukan nya?”tanya ayah.


“ya aku tak peduli mau ia bangsawan atau tidak aku akan tetap membunuh nya walau aku akan menjadi musuh di dunia ini”kata yuuta dengan nada serius.


Aku dan yang berada di sini terdiam mendengar kata kata yuuta yang terlihat tak takut sama sekali, ayah kemudian tersenyum dan menatap luchifer yang mematung di sebelah yuuta dengan wajah merah padam.


“luchifer ada apa?”tanya ayah.


“t..tidak ada apa apa, k..kalau begitu aku mau ke kamar dulu”kata luchifer yang bergegas beranjak dari sofa dan berlari keluar dari ruangan ini.


“oh ya yuuta apa kau saat ini punya pacar atau tunangan?”tanya ayah.


“aku tak punya pacar maupun tunangan, jujur saja diriku tak pernah memikirkan hal itu selama ini”kata yuuta dengan santai.


“begitu ya, biasanya anak seusia mu ini sudah punya pasangan lho aneh sekali”kata ayah.


Ayah kemudian meminum teh nya dan menatap yuuta dengan tatapan santai nya.


“maaf karena aku bertanya seperti ini, mungkin ini cukup pribadi untuk mu apa tak masalah?”tanya ayah.


“memang apa yang ingin anda tanya kan?”tanya yuuta.


“apa kau tinggal bersama keluarga besar mu saat ini?”tanya ayah.


Mendengar pertanyaan itu seketika yuuta terkejut dan memalingkan wajah nya dari ayah ku.


“kedua orang tua ku telah tiada sejak umur ku lima tahun”kata yuuta dengan sedikit berat.


Seketika ayah kehilangan kata kata mendengar hal itu, aku menatap mata yuuta dan ia terlihat sangat berat untuk mengatakan nya menandakan itu adalah sebuah kenyataan tentang dirinya.


“kenapa mereka tiada?”tanya marina.


“mereka mati karena melindungi ku”kata yuuta.


“melindungi mu?”tanya ku.


“saat itu aku bersama mereka dalam perjalanan pulang dari rumah nenek ku, tiba tiba sebuah kereta kuda melaju kencang dan menabrak kereta kuda yang ku tumpangi”kata yuuta.


“kereta yang ku tumpangi hancur dan aku tergeletak di tanah melihat ayah ibuku yang memeluk ku dengan keadaan bersimbah darah, di tubuh mereka sebuah serpihan kayu besar menancap di tubuh mereka dan mereka mati di depan mata ku”lanjut yuuta.


Ayah terdiam dan kepala sekolah menutup mulut nya karena tak bisa membayangkan hal yang di alami oleh yuuta, aku menoleh dan menatap marina yang mulai menangis karena membayangkan dirinya bila berada di posisi yuuta saat itu, mendengar itu aku hanya bisa diam dan menyadari apa yang di alami oleh yuuta sangat kelam.


“maafkan aku karena menanyakan hal itu”kata ayah dengan tak enak hati.


“tak apa apa banyak orang yang juga menanyakan soal itu juga”kata yuuta dengan santai.


Ayah meminum teh nya kemudian menatap yuuta yang membenamkan tubuh nya di sofa sambil memejamkan sebelah mata nya dan menatap langit langit ruangan, aku berusaha menenangkan marina yang masih menangis setelah mendengar cerita yuuta.


“hei yuuta apa pendapat mu tentang luchifer?”tanya ayah memecah kesunyian.


“hmm luchifer itu anak perempuan yang baik”kata yuuta.


“begitu ya aku lega karena kau menyukai nya, dia itu sedikit kesulitan mendapatkan teman apa lagi teman laki laki”kata ayah.


Setelah ayah mengatakan hal itu kemudian pintu terbuka dan seorang laki laki dengan jas kerajaan berjalan menghampiri marina dengan cemas, itu adalah duke karls elinstone ayah nya marina.


“marina syukurlah kau baik baik saja, saat mendengar kau hendak di tembak aku segera kesini untuk mengecek keadaan mu syukurlah kau baik baik saja”kata tuan karls.


“ayah terlalu cemas kepada ku, anak laki laki di hadapan tuan wilhelm lah yang telah menolong ku, dia bahkan terkena tembakan tadi”kata marina.


Tuan karls menatap yuuta sejenak kemudian menjabat tangan nya sambil berterimakasih kepada yuuta.


“aku sangat berterimakasih kepada mu anak muda karena melindungi marina”kata tuan karls.


“ah anda tak perlu berterimakasih pada ku karena sudah sepantasnya seorang laki laki melindungi perempuan”kata yuuta.


“begitu kah ku lihat kau cukup pemberani dan kuat apa kau murid akademi ksatria?”tanya tuan karls.


“tidak saya murid akademi sihir”kata yuuta.


“begitu ya sayang sekali akademi ksatria tak mendapatkan orang seperti mu ini”kata tuan karls.


Kemudian tuan karls duduk di samping ayah sambil minum teh, yuuta duduk di sofa dan meraih sesuatu dari dalam jas nya, ayah menatap benda aneh itu dengan sangat penasaran.


“yuuta apa benda yang kau pegang itu?”tanya ayah.


“ah ini adalah smartphone ku, benda ini di kategorikan alat sihir yang hanya bisa di gunakan oleh ku”kata yuuta.


“begitu ya darimana kau mendapatkan nya?”tanya ayah.


“ah benda ini pemberian seseorang kepada ku”kata yuuta.


“siapa orang itu?”tanya tuan karls.


“ah dia adalah orang yang hebat itu saja”kata yuuta.


Ayah dan tuan karls mengangguk dan meminum teh mereka, yuuta menatap benda itu dan beranjak bangkit dari sofa.


“ada apa yuuta?”tanya ayah.


“maaf aku harus segera kembali ke rumah, sudah terlalu larut”kata yuuta.


“kau mau kembali sekarang tapi pesta nya belum selesai sebaiknya kau tetap di sini”kata tuan karls.


“ah saya juga berpikir begitu tapi sayang nya pelayan ku bilang ada sesuatu yang gawat di rumah”kata yuuta.


“begitu ya sayang sekali, kalau begitu sampai malam nak”kata ayah.


Yuuta membungkukan badan nya dan berjalan pergi sambil meletakan benda itu di telinga nya dan terlihat sedang berbicara dengan seseorang, setelah ia keluar ayah hanya bisa menghela nafas dan meminum teh nya.


Aku meminum teh ku dan memutuskan untuk ke ruang pesta bersama marina, sambil berjalan aku memikirkan soal masa lalu yuuta yang sangat kelam dan gelap, marina menarik gaun ku dan membuat ku tersadar dari lamunan ku.


“ada apa sasha?”tanya marina.


“ah tidak ada hanya melamun saja”kata ku


*di ruang tamu


Tuan wilhelm,tuan karls, dan kepala sekolah masih tetap duduk di sofa sambil meminum teh mereka.


“anak laki laki tadi sangat menarik sekali”kata tuan karls.


“dia itu memiliki pemikiran yang sangat berbeda dari anak seusia nya”kata kepala sekolah.


“ya aku berharap salah satu putri ku mendapatkan hati anak itu”kata tuan wilhelm.


“jangan terlalu tinggi berekspentasi, mungkin putri ku akan mendapatkan hatinya lebih dulu suatu hari nanti”kata tuan karls sambil tertawa.


“yah mari kita lihat saja apa yang akan terjadi kedepan nya”kata kepala sekolah.