
*di kereta kuda
\~\~sudut pandany yuuta\~\~
“ugh sakit sekali”ucap ku sambil memegangi kepala ku.
Dengan santai aku bangkit dan duduk sambil memegangi kepala ku, dengan santai aku mengamati sekitar dan
mendapati marina yang terlihat terkejut melihat ku lalu dengan cepat memeluk
ku.
“yuuta kau akhirnya bangun”kata marina.
“eh marina apa yang terjadi dengan ku ?”tanya ku.
“kau tadi pingsan setelah kejatuhan batu bata di gang kecil itu saat mengejar orang
yang mengikuti ku”kata marina.
setelah marina mengatakan itu aku mulai teringat apa yang terjadi pada ku sebelum nya, marina kemudian
melepaskan pelukan nya lalu menatap kepala ku yang di perban.
“apa kepala mu masih sakit?”tanya marina.
“masih terasa sedikit sakit tapi kau tak perlu cemas soal itu”kata ku kepada marina.
Aku menghela nafas sambil mengelus-elus kepala ku, di lihat dari kepala ku yang bahkan sampai di perban
membuat ku berpikir kalau batu bata itu memang sengaja di lempar kearah ku
dengan keras.
“oh ya apa hanya ada kau sendiri di sini?”tanya ku.
“umm tadi ada luchifer di sini tapi dia pergi bersama sasha untuk makan siang”kata
marina.
“hmm begitu ya”kata ku.
Aku menghela nafas panjang lalu membaringkan tubuh ku kembali sambil memejamkan mata ku, dari luar
terdengar langkah kaki yang sepertinya sedang menuju ke sini.
“kurasa itu luchifer”gumam ku.
Seketika terbesit sebuah niat untuk menjahili luchifer dengan berpura-pura hilang ingatan, Langkah kaki
itu semakin jelas hingga pada akhirnya berhenti dan nampak lah luchifer yang
berdiri dengan terkejut sambil menatap ku.
“yuuta akhirnya kau bangun”kata luchifer dengan senang.
“umm siapa kau?”tanya ku sambil berpura-pura tidak tahu.
Mendengar perkataan ku seketika luchifer terdiam, ekspresi senang luchifer seketika berubah menjadi
ekspresi terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang ia dengar dari ku.
“apa kau tidak tahu siapa aku?”tanya luchifer.
“umm aku tidak tahu siapa kau, apa kita pernah bertemu sebelum nya?”tanya ku sambil
pura-pura tidak mengingat dirinya.
Luchifer terdiam menatap ku dengan mata berkaca-kaca, perlahan air mata mulai mengalir dari mata nya dan
dengan cepat ia berlari pergi meninggalkan kereta sambil menangis.
“sepertinya aku terlalu berlebihan kepada nya”kata ku.
Tepat setelah mengatakan itu tiba-tiba sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi ku, orang yang
menampar ku tak lain adalah marina yang saat ini menatap ku dengan marah.
“apa kau tidak mengerti perasaan luchifer, dia sangat mencemaskan keadaan mu saat
kau masih tak sadarkan diri”kata marina.
Dengan merasa bersalah aku menundukan kepala ku dan memikirkan tentang apa yang ku lakukan tadi, selama
aku pingsan luchifer lah yang mencemaskan keadaan ku.
“aku akan mencari nya dan minta maaf kepada nya”kata ku kepada marina.
Dengan cepat aku bangkit berdiri lalu turun dari kereta kuda dan berjalan mencari luchifer, ia pasti
sangat terkejut karena mengira aku amnesia setelah pingsan di hantam batu bata.
*sementara itu di tempat sasha
\~\~sudut pandang sasha\~\~
“kenapa marina lama sekali?”tanya ku dengan heran.
“mungkin saja dia sedang berjalan menuju ke sini”kata kepala sekolah.
Aku menghela nafas panjang lalu mengambil buku sihir ku dan membaca nya sambil terus memikirkan marina, saat
tengah mempelajari mantra baru terdengar suara langkah kaki dan suara orang
terisak sedang menuju ke sini.
Dengan sedikit penasaran aku berbalik dan menatap luchifer yang sedang berjalan sambil mengusap mata nya, ia
kemudian duduk lalu menangis sambil merapatkan lutut nya.
“luchifer ada apa dengan mu?”tanya ku dengan bingung.
Aku menatap luchifer dengan bingung karena tidak biasa nya luchifer menangis seperti ini, ayah terlihat
bingung sedangkan ibu menatap luchifer sambil tersenyum kecil.
“ada apa luchifer?”tanya ibu.
“yuuta”kata luchifer sambil menangis.
“memang nya ada apa dengan yuuta?”tanya kepala sekolah.
Dengan sedikit bingung aku menatap luchifer yang masih menangis, dari kejauhan terlihat maria yang sedang
berjalan menghampiri kami semua sambil membawa kotak makan siang nya.
“ada apa dengan luchifer?”tanya maria dengan bingung.
“entahlah, dia tiba-tiba begini setelah kembali dari kereta kuda tempat yuuta dan
marina berada”kata ku kepada maria.
“luchifer katakan ada apa dengan yuuta”kata ibu sambil mendekati luchifer.
Luchifer mengangkat kepala nya lalu mengusap air matanya dan membenamkan wajah nya pada lutut nya.
“yuuta tadi sudah sadar saat aku tiba di kereta kuda tapi”kata luchifer dengan
terbata-bata.
“tapi kenapa?”tanya maria.
“dia hilang ingatan”kata luchifer.
Semua yang ada di sini seketika mematung mendengar apa yang di katakan oleh luchifer, maria terdiam
tidak percaya dengan perkataan luchifer tentang keadaan yuuta.
“k-ka-kau pasti bercanda bukan?”tanya maria dengan tak percaya.
“aku tidak bercanda, dia bahkan tidak mengingat ku saat ku temui”kata luchifer.
Mendengar itu ibu kemudian memeluk luchifer sambil menenangkan nya sedangkan maria menundukan kepalanya
sambil terduduk di tanah tak percaya dengan apa yang terjadi dengan yuuta.
“ini tidak mungkin, seharusnya dia hanya pingsan saja setelah di hantam oleh batu
bata itu”kata maria.
“tunggu sebentar maria apa kau tahu tentang apa yang terjadi dengan yuuta?”tanya ku.
Maria menundukan kepala nya sambil menggigit bibirnya, ia kemudian mengangkat kepala nya lalu menatap kami
dengan wajah bersalah.
“orang yang menjatuhkan batu bata itu kepada yuuta adalah aku”kata maria.
Kami semua terkejut mendengar pengakuan maria tentang apa yang telah ia lakukan kepada yuuta.
“tunggu jadi yang mengikuti marina di kota tadi itu adalah kau?”tanya luchifer.
“itu benar”jawab maria.
“oh jadi orang yang menjatuhkan batu bata hingga mengenai kepala ku itu kau
rupanya”
Dengan spontan kami semua mengangkat kepala kami dan menatap yuuta yang sedang bergelantungan di atas
pohon dengan terkejut.
“yuuta sejak kapan kau ada di atas sana?”tanya kepala sekolah dengan heran.
“sejak tadi”jawab yuuta dengan santai.
“apa kau mendengar nya tadi?”tanya maria dengan ketakutan.
“ah soal pengakuan mu itu ya, aku mendengar semua nya”kata yuuta.
Yuuta kemudian melompat turun dari atas pohon lalu berdiri menatap luchifer yang terlihat terkejut
melihat nya.
“santai saja aku hanya pura-pura hilang ingatan tadi”kata yuuta.
“tunggu jadi kau tidak hilang ingatan?”tanya ayah.
“tidak, aku baik-baik saja walau kepala ku masih sedikit sakit”kata yuuta sambil
mengusap kepala nya.
“t-tunggu jadi itu kau hanya pura-pura saja?”tanya luchifer.
“ya aku hanya pura-pura saja hehe”kata yuuta sambil menggaruk belakang kepala nya.
Mendengar itu luchifer menghela nafas lega lalu menatap yuuta dengan tatapan tajam dan marah.
“hmph lain kali kau jangan buat orang khawatir, apa kau pikir ini lucu hmph”kata
luchifer dengan marah.
“ah luchifer maafkan aku, aku hanya berniat bercanda saja”kata yuuta.
“hmph!”dengus luchifer sambil memalingkan wajah nya.
Yuuta menghela nafas lalu menatap maria yang saat ini sedang mematung menatap nya, maria nampak
kebingungan menatap yuuta yang berdiri di depan kami semua.
“yah aku mendengar pengakuan mu itu maria, santai saja sejauh ini kau tidak
meninggalkan satu petunjuk penting di sana”kata yuuta dengan santai.
“kecuali aroma parfume mawar yang kau pakai pagi tadi”lanjut yuuta sambil tersenyum.
Mendengar perkataan yuuta seketika wajah maria memerah malu karena sadar dengan apa yang di maksud oleh
yuuta, kami semua menatap yuuta dengan terkejut mendengar perkataan nya.
“b-ba-b-bagaimana kau bisa tahu aku memakai parfume aroma mawar?”tanya maria dengan tak percaya.
“hmmm mungkin karena indra penciuman ku yang masih tajam seperti dulu jadi aku masih
sangat peka terhadap bau yang ada di sekitar ku”kata yuuta.
takut.
“santai saja aku tidak marah soal batu bata itu, tapi yang membuat ku penasaran kenapa
kau mengikutiku dan yang lain nya saat berangkat tadi”kata yuuta sambil menatap
maria.
Maria nampak gugup dan kebingungan bagaimana ia harus menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh yuuta
kepada nya, saat tengah menunggu jawaban dari maria terlihat sebuah kapak
terbang ke arah yuuta.
“absolute impact divine shield”
Yuuta merapal sebuah sihir dan kubah pelindung berwarna emas muncul dan mengelilingi dirinya, kapak itu
kemudian mengenai pelindung itu dan terpental sangat jauh.
Aku dan yang lain nya terkejut melihat yuuta dapat menyadari bahwa ada sebuah kapak yang sedang
terbang kearah nya, dengan santai yuuta berbalik lalu menatap gerombolan murid
akademi ksatria yang sedang berkerumun tidak jauh dari tempat kami berada
sambil menghela nafas.
“sepertinya itu tadi hampir saja”kata yuuta.
“bagaimana kau bisa tahu kalau kapak itu terbang kearah mu, padahal kami tidak menyadari
nya?”tanya maria.
“entahlah, mungkin hanya insting dan intuisi ku saja”kata yuuta sambil mengangkat
kedua pundak nya.
“setelah melihat hal ini kurasa aku bisa paham kenapa yuuta tahu kalau maria adalah
orang yang mengikuti kami tadi”kata ku.
“aku tidak pernah melihat orang dengan insting dan intuisi setajam ini selain guru
di kerajaan”kata tuan karls.
“tunggu anda punya seorang guru?”tanya yuuta.
“ya
aku berguru pedang kepada nya, dia itu adalah seorang sword grandmaster di
akademi ksatria kerajaan”kata tuan karls.
“ehh di akademi ada sword grandmaster ya, aku baru tahu”Kata yuuta.
“sebenarnya di akademi sihir juga ada seorang grand archwizard, yah aku dan tuan wilhelm
dulu berguru pada nya”Kata kepala sekolah.
“aku terkejut mendengar nya, apa mereka sangat kuat?”tanya yuuta.
“tentu saja, mereka adalah para pahlawan yang masih hidup sampai saat ini”kata kepala
sekolah.
“jadi para pahlawan masih ada hingga sekarang ya, aku baru tahu tentang itu”kata
yuuta.
Aku menoleh dan menatap luchifer yang terlihat masih sangat kesal setelah di jahili oleh yuuta,
sedangkan ibu nampak tertawa kecil melihat luchifer.
“oh ya sepertinya aku lupa untuk memperkenalkan diri kepada mu, nama ku irene ishghar
ibu nya sasha dan luchifer”kata ibu sambil memperkenalkan dirinya kepada yuuta.
“ah nama ku yuuta hibiki salam kenal”kata yuuta sambil membungkukan badan nya.
Setelah memperkenalkan dirinya ibu mengamati yuuta dan mengamati kedua mata yuuta yang memiliki warna
berbeda.
“warna mata mu terlihat sangat unik, apa warna mata mu memang seperti itu sejak
kecil?”tanya ibu.
“ah ya warna mata ku memang seperti ini sejak masih kecil”kata yuuta.
“ibu bukan kah tidak sopan menatap yuuta seperti itu”kata luchifer.
“maaf-maaf habisnya jarang sekali ada anak yang memiliki warna mata berbeda seperti
yuuta”kata ibu sambil tertawa kecil.
“oh ya yuuta apa marina masih ada dikereta kuda?”tanya tuan karls.
“ah dia masih di kereta, apa aku perlu memanggil nya kesini?”tanya yuuta.
“ya tolong minta dia datang ke sini”kata tuan karls.
“baiklah”kata yuuta.
Dengan santai yuuta berbalik lalu merapal mantra gate untuk kembali ke kereta kuda, ibu memejamkan mata nya
lalu menghela nafas panjang.
“sangat langka melihat anak laki-laki yang seperti dia”kata ibu.
“apa kau melihat sesuatu dari anak itu?”tanya kepala sekolah.
Ibu menghela nafas lalu mengambil sebuah kristal dari saku nya dan mengaktifkan nya, sebuah kabut
kemudian muncul dan menunjukan gambar seorang anak laki-laki yang sedang berlutut sambil bertumpu dengan sebuah pedang kayu di hadapan seorang laki-laki tua.
“tunggu siapa anak laki-laki itu?”tanya luchifer.
“luchifer apa kau tidak menyadari nya, itu yuuta”kata ibu.
Aku dan luchifer kemudian mengamati anak laki-laki itu dengan seksama dan menyadari kalau anak laki-laki
itu adalah yuuta, penampilan anak itu terlihat sangat kacau dan berantakan.
“kau terlalu lemah untuk belajar seni berpedang, kakek tak ingin membuat mu menyakiti dirimu sendiri jadi maaf kakek tidak bisa mengajari mu berpedang”kata laki-laki tua itu.
Setelah mengatakan itu terlihat laki-laki tua itu berbalik lalu berjalan meninggalkan yuuta yang
terdiam menatap kakek nya, setelah melihat itu kabut itu menghilang dan menyisakan kami semua yang masih terdiam setelah tahu tentang salah satu masa lalu yuuta.
Tak lama kemudian yuuta kembali ke sini bersama marina di samping nya, yuuta dan marina menatap kami
yang terdiam dengan sedikit heran dan bingung.
“ada apa dengan kalian semua?”tanya yuuta.
“ah tidak ada apa-apa hanya sedang memikirkan tentang kegiatan apa yang akan kita
semua lakukan di moonlight lake valley nanti”jawab kepala sekolah.
“oh begitu ya, kurasa sebaiknya kau makan siang marina”kata yuuta sambil menatap
marina.
“baiklah, lalu apa kau tidak makan siang juga?”tanya marina.
“ah nanti saja, aku ingin berjalan-jalan sebentar”kata yuuta.
“baiklah kalau begitu hati-hati, jangan sampai kau kena masalah lagi”kata marina.
“tenang saja kau tidak perlu khawatir soal itu, kalau begitu aku pergi dulu”kata yuuta sambil
berjalan pergi dari sini.
Dengan santai yuuta berbalik lalu berjalan pergi meninggalkan kami semua, marina kemudian duduk di samping
ku lalu menatap kami semua dengan sangat penasaran.
“ada apa dengan kalian semua?”tanya marina.
“hah tadi ibu ku baru saja menggunakan sihir rewind fate untuk melihat masa lalu
yuuta”kata ku.
“lalu ada apa dengan masa lalu nya yuuta?”tanya marina.
Ibu kemudian memperlihatkan masa lalu yuuta yang tadi telah kami lihat kepada marina, marina terlihat
terkejut dan sedih setelah melihat seperti apa sosok yuuta di masa lalu.
“jadi itu adalah yuuta di masa lalu ya”kata marina.
“kalau di lihat-lihat yuuta saat itu sepertinya masih berumur 5 tahun”kata ayah.
“sekecil itu sudah ingin belajar seni pedang kepada kakek nya, apa yang di pikirkan oleh
anak itu saat itu”kata kepala sekolah.
“kurasa melanjutkan nya sebentar tidak masalah kan?”tanya ibu sambil menatap kami
semua.
“kurasa itu tak masalah bila hanya sedikit saja”kata ayah.
Ibu kemudian mengeluarkan kristal sihir nya dan mengaktifkan rewind fate lagi untuk melihat masa lalu
yuuta yang lain, kabut tipis muncul dan memperlihatkan kami bayangan seorang anak laki-laki yang tak lain adalah yuuta yang sedang memukuli batang pohon yang keras di bawah hujan yang sangat deras.
Kedua tangan anak itu terlihat sudah menghitam karena terus-menerus memukuli dan batang pohon yang
ada di hadapan nya, setelah memukuli batang pohon itu kemudian secara tiba-tiba tubuh nya ambruk dan ia terbaring di tanah dengan nafas tersengal-sengal sambil mencoba untuk bangkit kembali.
“ini masih belum cukup, aku harus berlatih lagi”kata anak itu sambil mencoba untuk bangkit berdiri.
Anak itu mencoba bangkit dengan berpegangan pada batang pohon yang tadi dia pukuli, saat tengah mencoba
bangkit terlihat seorang anak perempuan yang umur nya lebih tua dari anak itu berjalan mendekat sambil membawa payung.
“sudah cukup yuuta sebaik nya kau berhenti berlatih,kau menyakiti dirimu sendiri" kata perempuan itu.
“aku tidak akan berhenti sebelum aku menjadi lebih kuat dari kakek” kata anak itu dengan nafas tersengal-sengal.
“yuuta kumohon hentikan ini semua” pinta perempuan itu.
“berhentilah mengganggu ku kakak, pergilah!!” kata anak itu dengan kesal tanpa memalingkan wajah nya sedikitpun.
Mendengar itu anak perempuan yang ia panggil kakak tertegun sejenak lalu berjalan cepat meninggalkan anak laki-laki itu yang mencoba memukul batang pohon lagi dengan sisa tenaga nya, di dalam rumah anak perempuan itu terlihat menangis sambil memeluk wanita tua yang saat ini sedang duduk menatap anak laki-laki itu dari
dalam.
Kemudian kabut itu menghilang dan kami semua terdiam setelah melihat seperti apa masa
lalu yuuta, ibu memasukan kristal sihir nya kembali lalu menghela nafas sambil
menatap maria yang masih tertegun setelah melihat seperti apa yuuta dulu.
“aku tidak percaya kalau yuuta berlatih sekeras itu sebelum nya”kata ayah sambil mengusap wajah nya dengan tak percaya.
“untuk ukuran anak berumur 5 tahun latihan seperti itu sudah sangat melebihi batas normal nya sendiri”kata tuan karls.
Luchifer terlihat menundukan kepala nya sambil memikirkan yuuta dulu, seorang anak yang
berlatih melebihi batasan nya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi lebih kuat dari siapapun.
“luchifer apa kau masih marah kepada yuuta setelah melihat semua itu?”tanya ibu.
“umm kurasa aku tak punya alasan untuk marah kepada nya lagi”kata luchifer.
“ya itu lebih baik, sekarang ayo kita berkemas-kemas karena kita akan melanjutkan perjalanan kita”kata tuan karls.
“baiklah”jawab kami berempat serempak