
~~ sudut pandang yuuta ~~
“hoams”
Aku bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka ku dan mandi, setelah beberapa menit di kamar mandi aku kemudian keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai seragam ku lalu turun untuk sarapan, di bawah tuan sean sudah menunggu ku untuk sarapan pagi ini.
“selamat pagi tuan yuuta”sapa tuan sean.
“selamat pagi tuan sean”sapa ku balik.
Kemudian aku bersama tuan sean berjalan ke ruang makan dan sarapan pagi di sana dengan tenang, setelah sarapan aku berpamitan kepada tuan sean untuk berangkat sekolah.
Aku keluar dari gerbang depan dan berjalan dengan santai sambil menikmati udara pagi yang cukup sejuk, semalam aku baru tahu kalau aku berada di sebuah kota bernama artesia yang berada di utara kerajaan arsenia, semalam juga aku tak percaya di undang oleh keluarga salah satu bangsawan paling berpengaruh di kota ini, sambil mengacak acak rambut ku aku menghela nafas panjang.
“yuuta!!!”
Aku berbalik dan menatap luchifer yang berlari ke arah ku, ia terlihat lebih berbeda dari biasanya dan juga aku terkejut karena ia merias diri nya , riasanya tak terlalu mencolok namun aku hanya bisa terdiam melihat luchifer yang sepertinya sifat nya berubah 180o dari sifat nya yang biasa nya.
“pagi yuuta”sapa luchifer.
“pagi juga luchifer kau terlihat berbeda hari ini”kata ku.
“apa kau suka?”tanya luchifer.
“ya aku menyukai nya dan ayo kita berangkat”kata ku.
Aku dan luchifer kemudian berjalan bersama menuju ke akademi bersama-sama, beberapa anak dengan seragam akademi yang sama seperti ku menatap ku yang berjalan bersama dengan luchifer berdua.
“tumben sekali kau merias dirimu”kata ku.
“eh kau mengetahui nya?”tanya luchifer dengan terkejut.
“aku tahu karena tak biasanya kau berpenampilan seperti hari ini”kata ku.
“begitu ya kata ibuku aku sesekali harus merias diriku walau mungkin tak mencolok tapi setidak nya itu membuat ku sedikit berbeda”kata luchifer.
“apa kau tak pernah berpikir untuk merias dirimu sebelum nya?”tanya ku.
“aku tak pernah berpikir melakukan itu sebelum nya, baru kali ini aku melakukan nya”kata luchifer.
“berarti ini pengalaman pertama mu”kata ku.
“ya bisa di bilang begitu”kata luchifer.
Aku berjalan sambil memasukan kedua tangan ku di saku celana ku dan menarik nafas panjang, kemudian aku memejamkan mata ku dan tersenyum membayangkan luchifer yang pasti nya kesulitan merias dirinya.
“ada apa yuuta, apa ada sesuatu yang kau pikirkan?”tanya luchifer.
“tidak ada hanya mencoba tersenyum saja”kata ku.
“bohong”kata luchifer.
Aku tertawa pelan dan terus berjalan di samping luchifer hingga kami tiba di depan gerbang akademi dan memasuki halaman akademi, beberapa murid mengamati ku dan luchifer yang berjalan bersama.
“mereka terlihat sangat dekat”
“apa mereka pacaran?”
“mungkinkah mereka nge date?”
“kampret pagi pagi udah berduaan”
Aku tak menanggapi bisikan mereka yang jelas jelas salah menangkap makna apa yang mereka lihat, sedangkan luchifer hanya bisa menahan dirinya dengan wajah memerah karena malu.
“sudah jangan ladeni mereka, bukan kah kau sendiri bilang begitu pada ku waktu itu”kata ku.
“ya tapi implementasi nya sedikit berbeda tau”kata luchifer sambil memukul pundak ku.
Aku tertawa dan terus berjalan masuk ke dalam akademi untuk menuju ke kelas kami, sesampai nya di kelas aku dan luchifer segera duduk di bangku kami masing masing dan menunggu bel masuk berbunyi.
Sambil mengamati kelas aku menghela nafas dan melirik luchifer yang sedang membaca sebuah buku catatan kecil di tangan nya, aku tak tahu apa isinya tapi luchifer menatap isi buku itu sambil tersenyum sendiri, tak lama kemudian pintu terbuka dan sasha bersama kelompok nya masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku mereka.
“pagi yuuta”sapa sasha.
“yo pagi juga sasha”balas ku dengan santai.
Semua murid menatap ku karena baru kali ini sasha menyapa seseorang di kelas, sambil duduk aku merenggangkan tubuh ku dan menatap langit langit kelas dan mulai memikirkan beberapa hal.
“oh ya bagaimana kabar hanabi dan yang lain nya di sana ya?”tanya ku dalam hati.
Sambil menatap langit langit aku mencoba memikirkan hal hal yang terjadi pada hanabi dan teman teman ku di sana, tak lama kemudian bel berbunyi dan bu mira masuk ke kelas di ikuti oleh seorang gadis dengan seragam bangsawan, aku menatap anak itu dan terkejut.
“selamat pagi semua nya hari ini kita kedatangan murid baru, perkenalkan dirimu kepada yang lain nya”kata bu mira sambil menatap gadis itu.
“perkenalkan nama mu marina elinstone salam kenal”kata marina.
Aku hanya bisa terdiam menatap anak itu di sini, ia kemudian berjalan ke arah tempat duduk sasha yang berada di sebelah ku, setelah ia duduk bu mira mulai menjelaskan materi yang di pelajari hari ini.
“kenapa anak itu ada di sini?”tanya ku dalam hati sambil mengeluarkan buku pelajaran ku.
Aku kemudian menghela nafas dan segera memperhatikan penjelasan materi yang di sampai kan oleh bu mira, entah kenapa hari ini aku merasa akan menjadi sebuah hari yang sangat panjang untuk ku, sambil memperhatikan pelajaran sesekali aku mengamati anak itu dan mendapati dia sedang mengamati diriku yang duduk agak jauh.
“sepertinya ada yang salah hari ini”gumam ku.
Tanpa mempedulikan gadis itu aku terus memperhatikan pelajaran dan mencoba untuk tak memikirkan dirinya yang sedang mengamati ku, lama kelamaan aku mulai terganggu dengan tatapan gadis bernama marina itu dan tak bisa memperhatikan pelajaran dengan baik.
Setelah hampir satu jam setengah akhirnya bel istirahat berbunyi dan aku bergegas beranjak dari bangku ku untuk berjalan-jalan di sekitar akademi, sambil mengantongi kedua tangan ku di saku jas ku aku berjalan di koridor akademi yang agak ramai dengan anak anak yang sedang menikmati waktu istirahat, beberapa anak terlihat mengamati diriku yang sedang berjalan sendirian.
“sepertinya aku cukup terkenal di akademi ini”gumam ku.
Aku terus berjalan menyusuri koridor akademi dan pada akhirnya memutuskan untuk berkeliling akademi, setelah itu bersantai di taman yang ada di halaman depan akademi.
~~ sudut pandang sasha ~~
“marina apa kau yakin tak ingin ke kantin?”tanya ku kepada marina yang berdiri sambil menatap air mancur yang ada di halaman depan akademi.
“tidak aku hanya ingin di sini saja”kata marina.
Aku saat ini duduk di sebuah bangku taman dekat air mancur yang berada di halaman depan akademi, marina nampak menatap air mancur sambil termenung memikirkan sesuatu saat ini.
“sasha menurut mu yuuta suka dengan perempuan seperti apa?”tanya marina pada ku.
Aku sedikit terkejut karena tidak biasanya marina membahas hal semacam ini, berhubung karena aku tak ingin dia terus penasaran maka aku memikirkan tipe perempuan yang cocok dengan yuuta.
“mungkin orang sangat baik dan mau menerima nya apa ada nya”jawab ku setelah berpikir beberapa saat.
Marina nampak memikirkan kata kata yang barusan ku keluarkan dan menatap air mancur dengan wajah cemberut, tidak biasanya suasana hati nya menjadi buruk selain hari ini.
“apa kau menyukai yuuta?”tanya ku.
Marina segera tersadar dan dengan panik mencoba untuk menyangkal hal itu, tak biasanya melihat marina menampakan sifat nya yang pemalu, aku tertawa melihat marina yang nampak nya sedang salah tingkah.
Setelah aku puas tertawa aku diam sejenak dan merasakan luapan sihir yang besar di dekat tempat kami berdua berada, dengan seksama aku mengamati sekitar dan beberapa meter di hadapan ku terlihat seorang anak laki laki berdiri membelakangi gerbang akademi dan sedang merapal sebuah sihir di tangan nya.
“marina berlindung”teriak ku.
Tepat setelah aku meneriakan hal itu kepada marina tiba tiba sebuah bola api besar melesat kearah kami, dengan cepat aku berdiri di depan marina dan merapal sihir penghalang untuk mellindungi kami berdua dari sihir itu.
*dumshh
“marina kau tidak apa apa?”tanya ku.
“y..ya aku tidak apa apa, kau sendiri?”tanya marina balik kepada ku
“aku juga sama”jawab ku.
Kemudian aku menatap anak laki laki itu dengan seksama dan sedikit terkejut karena orang yang mengarahkan sihir api itu kepada kami adalah anak bangsawan yang berada di pesta semalam, dia terlihat puas sekali melihat kami berdua yang saat ini tersungkur di tanah.
“a..anak itu dia juga masuk akademi ini?”tanya marina dengan ketakutan.
“kurasa iya, sebaiknya kau berlindung di belakang ku”kata ku.
Aku berdiri di depan marina sambil mengamati anak itu dengan seksama, dia menatap kami berdua dan tersenyum dengan sangat menjijikan kepada kami berdua.
“hebat juga berhasil bertahan dari sihir api itu”kata anak itu.
“apa yang kau ingin kan dari kami?”tanya ku.
“yang ku ingin kan, sudah pasti anak perempuan yang ada di belakang mu”kata anak itu.
“kau tak akan semudah itu membawa nya selagi aku masih berdiri di sini”kata ku.
“oh begitu ya”kata anak itu.
Anak itu menatap ku dan merapal sebuah mantra yang tak pernah ku lihat di buku sihir sebelum nya, dari tangan nya muncul tiga lingkaran sihir sekaligus dan sebuah percikan petir berwarna ungu yang terlihat membesar.
“cobalah untuk menahan serangan terbaik ku”kata anak itu.
Anak itu melepaskan petir aneh itu dan dengan sigap aku merapal sihir pelindung untuk ku, namun serangan itu menghancurkan pelindung ku dan membuat ku terpental dari tempat ku berdiri dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh ku, dengan agak lemah aku bangkit kembali sambil menatap anak itu
“s..sialan kau”kata ku dengan kesal.
“minor heal”
Marina merapal sihir penyembuh milik nya kepada ku dan membuat rasa sakit di sekujur tubuh ku menghilang, tak lama setelah itu sebuah sihir mengenai marina dan membuat nya terkapar di tanah dengan keadaan tubuh terluka, dengan panik aku hendak menghampiri nya namun di sekeliling ku terdapat sebuah penghalang yang membuat ku tak bisa mendekati marina.
“oi marina!!”teriak ku dengan panik.
Anak laki laki itu kemudian berjalan menghampiri marina dan setelah sampai di tempat marina ia menjambak rambut marina dengan kasar dan tersenyum kejam kepada nya, melihat itu aku berusaha keluar dari penghalang ini namun usaha ku sia-sia, anak itu kemudian tersenyum dan menatap wajah marina yang saat ini sedang kesakitan dan tertawa melihat marina.
“jangan sakiti dia”teriak ku dengan putus asa.
Anak itu kemudian mencengkeram leher marina dengan tangan kanan nya dan mencekik nya sambil tersenyum jahat, sesaat aku dapat melihat marina yang mulai kehilangan harapan dan melirik ku sambil tersenyum.
“ku mohon siapapun tolong aku”kata marina dengan suara lemah.
Mendengar itu aku kembali mencoba untuk menerobos penghalang yang mengurung ku untuk menolong nya, aku berusaha untuk menghancurkan penghalang ini namun hal yang aku lakukan tak berhasil dengan lemas aku terduduk dan putus asa melihat marina.
*sringg
*zrashh
Saat aku mulai putus asa tiba tiba tangan yang di gunakan oleh anak itu terpotong jadi dua karena sebab yang tak ia ketahui, aku menatap kejadian itu dengan terkejut dan menatap yuuta yang berdiri tak jauh dari tempat anak itu berdiri sambil memegang bahamut di tangan kanan nya, melihat tangan nya yang terpotong secara tiba tiba membuat anak itu kemudian mundur menjauh dan berteriak kesakitan sambil memegangi tangan kanan nya nya yang terpotong.
Seketika penghalang yang mengurung ku menghilang dan dengan segera aku menghampiri marina yang terjatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri, yuuta kemudian menggunakan gate untuk berpindah ke hadapan ku dan menoleh kepada ku.
“recovery”
Yuuta kemudian merapalkan sebuah mantra kepada ku dan marina, seketika luka di tubuh kami berdua menghilang, tak lama kemudian marina mulai sadarkan diri dan menatap yuuta yang saat ini berdiri di hadapan nya sambil memegang sebuah pedang hitam di tangan kanan nya.
“sepertinya tadi itu hampir saja”kata yuuta sambil menoleh ke arah kami.
Anak bangsawan yang menyerang kami tadi menatap yuuta sambil memegangi tangan kanan nya yang terpotong, anak itu kemudian terdiam melihat sebuah pedang hitam yang ada di tangan kanan yuuta.
“i..itu kan alat pedang hitam suci b..bagaimana kau bisa memiliki nya?”tanya anak itu dengan tak percaya.
“kau tak perlu tahu soal itu”kata yuuta dengan dingin.
*sringg
Yuuta mengayunkan pedangnya kearah anak itu dan hempasan udara mengenai anak itu hingga ia terpental kebelakang, dari kejauhan aku melihat yuuta yang membuat anak itu terpental hanya dengan sekali ayunan pedang saja.
Yuuta menatap anak laki laki yang tadi hendak membunuh marina yang saat ini nampak kesulitan untuk bangkit berdiri.
~~ sudut pandang yuuta ~~
Aku menatap anak itu yang nampak kesulitan berdiri setelah ku hempaskan dengan ayunan bahamut, anak itu melemparkan tatapan tajam kepada ku namun aku balik menatap nya dengan tajam sambil mengeluarkan aura intimidasi ku sekaligus mata sihir ku, seketika tubuh anak itu menjadi lemas dan gemetar ketakutan melihat ku yang saat ini telah melepas aura intimidasi dan mata sihir di saat bersamaan.
“s....s.siapa kau sebenarnya?”tanya anak itu dengan ketakutan.
“kau tak perlu tahu soal itu”kata ku dengan sangat dingin kepada nya.
Aku kemudian mengangkat pedang ku berniat untuk menebas anak laki laki ini, dia nampak semakin ketakutan melihat ku yang mengangkat bahamut untuk menebas nya.
“bersama rasa takut mu ukirlah kata kata ini di tenggerokan mu”kata ku sambil tersenyum jahat kepada nya.
*sringg
Aku menebaskan pedang ku secara horizontal kearah anak itu dan seketika tubuhnya terbelah menjadi dua, dengan santai aku mendekati mayat anak itu dan menoleh menatap sasha dan marina yang nampak ketakutan melihat ku membunuh seseorang.
“ingall”
Aku merapal sihir yang pernah ku gunakan kepada anak bangsawan yang menjadi lawan ku di ujian praktek waktu itu kepada mayat anak ini, sebuah lingkaran sihir muncul di bawah mayat itu dan menelan nya dan dari dalam keluarlah anak bangsawan yang tadi ku tebas dari dalam lingkaran sihir dengan keadaan hidup.
“b..b..b..bagaimana bisa?”tanya anak itu dengan tak percaya.
“untung lah aku masih mengampuni mu, bila tidak kau sudah ada di neraka sekarang”kata ku kepada anak itu.
Aku menatap anak itu dan mencengkeram kerah baju nya dan mendekatkan mulut ku ke telinga nya untuk menyampaikan sesuatu kepada nya.
“bila kau masih ingin hidup, jangan pernah mengusik marina apa lagi menyakiti nya, bila kau melakukan dua hal itu bersiaplah untuk pergi ke neraka”bisik ku kepada anak itu.
Aku kemudian melepas kerah baju anak itu setelah itu aku berbalik dengan santai dan berjalan ke tempat marina dan sasha sambil menyarungkan bahamut kembali ke sarung pedang nya, setelah berjalan beberapa langkah aku tiba di tempat mereka berdua dan menatap marina yang nampak ketakutan.
“ada apa marina?”tanya ku dengan sikap seperti biasa.
“t..t..tadi kau membunuh nya bukan?”tanya marina.
“ya memang nya ada yang salah?”tanya ku balik.
Aku menatap marina yang nampaknya takut pada ku setelah dengan mudah nya membunuh seseorang dengan satu tebasan saja, kemudian aku tersenyum dan mengelus kepala nya dengan lembut.
“tenang saja aku tak akan menyakiti mu”kata ku sambil tersenyum.
Seketika marina hanya bisa mematung karena aku mengelus kepala nya dan tersenyum dengan lembut kepada nya, aku kemudian menatap sasha yang nampak hanya diam saja melihat marina ku elus kepala nya.
“ada apa sasha apa kau mau juga?”tanya ku.
“aku tidak sudi di elus oleh anak kampung seperti mu”kata sasha sambil memalingkan wajah nya dari ku.
Mendengar itu aku hanya bisa tertawa dan tak lama kemudian bel berbunyi menandakan jam istirahat sudah usai, dengan santai aku kemudian berjalan bergegas menuju ke kelas bersama marina dan sasha, sambil berjalan aku tak lupa untuk memasukan bahamut kedalam dimensional storage ku dan terus berjalan ke kelas bersama marina dan sasha untuk melanjutkan pelajaran hari ini.
_____
jangan lupa untuk meninggalkan jejak setelah membaca novel ini, akan ada chapter yang lebih seru ke depan nya jadi nantikan saja.