My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 21 : membentuk sebuah tim dan pertandingan persahabatan



~~ sudut pandang yuuta ~~


Aku membuka mata ku lalu mengedarkan pandanganku ke sekitar mendapati hari sudah


pagi dan saat ini diriku sudah terbaring di atas kasur, dengan sedikit kebingungan aku bangun dan memegangi kepala ku yang masih terasa sedikit sakit dan menghela nafas panjang.


“yuuta kau akhirnya sadar juga”kata luchifer dengan lega.


Aku menoleh dan menatap luchifer yang duduk di samping kasur ku sambil menatap ku dengan lega.


“luchifer, apa yang terjadi dengan ku?”tanya ku.


“saat aku datang ke kamar mu aku menemukan mu tergeletak kesakitan di lantai lalu setelah itu kau tidak sadarkan diri”kata luchifer.


“begitu ya, maaf karena harus merepotkan mu”kata ku sambil menghela nafas.


“kau tidak perlu memikirkan tentang itu, yang lebih penting kau sekarang baik-baik saja”kata luchifer.


“yah kalau di pikir-pikir kau benar juga”kata ku.


Mendengar itu aku kemudian menghela nafas dan menatap langit-langit kamar ku, tiba-tiba saja pintu terbuka dan terlihat sasha yang berjalan masuk sambil membawa nampan berisi semangkok sup hangat.


“kau akhirnya sadar juga yuuta”kata sasha setelah meletakan nampan nya di meja.


“sasha sedang apa kau kesini?”tanya ku.


“hmph tentu saja untuk melihat keadaan mu dasar bodoh”kata sasha sambil memalingkan wajah nya.


Dengan wajah datar sasha kemudian mengambil mangkok sup itu lalu duduk di samping luchifer, setelah itu ia menyendok sup itu dan menyodorkan nya kearah ku.


“umm m-makan lah, kau pasti sudah lapar”kata sasha sambil memalingkan wajah nya dariku.


“sasha ku pikir kau tidak suka melakukan hal seperti ini”kata ku.


“sudah lah, cepat makan saja dasar bodoh”kata sasha dengan sedikit kesal.


Aku menghela nafas lalu mengikuti apa yang di ingin kan oleh sasha, setelah menghabiskan sup itu aku kemudian memegangi kepala ku.


“apa kepala mu masih terasa sakit?”tanya luchifer.


“hanya sedikit sakit saja, entah kenapa tiba-tiba saja kepala ku terasa sangat sakit waktu itu”kata ku.


“mungkin saja kau kelelahan waktu itu, kau tahu pagi ini maria terlihat lebih semangat dan senang dari biasa nya”kata sasha.


“sepertinya terjadi banyak hal semalam”kata luchifer.


Setelah mendengar itu aku hanya tersenyum kecut, kurasa sepertinya mereka semua tahu apa yang aku dan maria lakukan di halaman belakang penginapan, sasha kemudian mengambil sebuah jam dari saku seragam nya lalu menatap nya.


“hei yuuta hari ini sebaiknya kau tidak ikut latihan bersama saja”kata sasha.


“huh memang nya kenapa?”tanya ku dengan terkejut.


“apa kau tidak ingat dengan apa yang terjadi dengan mu tadi malam, sebaiknya kau tidak memaksakan diri mu untuk ikut demi kebaikan mu sendiri”kata luchifer.


“apa yang di katakan oleh luchifer itu benar, apa kau tidak ingat soal anak-anak bangsawan yang masih menyimpan dendam kepada mu”kata sasha.


“aku akan tetap ikut kalian tak perlu khawatir dengan ku aku akan baik-baik saja.”kata ku.


“yuuta ini demi kebaikan mu sendiri, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada


mu lagi”kata luchifer.


Aku menghela nafas lalu beranjak berdiri dari atas kasur lalu menatap luchifer dan sasha untuk meyakinkan mereka berdua bahwa aku baik-baik saja.


“aku saat ini sudah lebih baik jadi aku akan ikut”kata ku.


Aku kemudian mengambil seragam ku lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah berpakaian seperti biasa aku kemudian keluar dari kamar mandi lalu menatap luchifer dan sasha.


“yuuta apa kau yakin akan baik-baik saja kalau tetap ikut latihan bersama?”tanya luchifer.


“aku yakin 1000% diriku akan baik-baik saja”kata ku dengan sangat yakin.


Aku kemudian mengambil ponsel ku yang tergeletak di atas meja dan pedang katana ku yang ku sandarkan di samping kasur ku, tidak lupa juga aku mengambil topeng kitsune milik ku dan memasukan nya kedalam magic bag milik ku.


“baiklah ayo kita berangkat”kata ku.


Dengan santai kami bertiga kemudian keluar dari kamar lalu berjalan menyusuri lorong dan menuruni tangga menuju ke tempat yang lain nya berkumpul, sambil berjalan aku menatap luchifer yang masih ragu mengizinkan ku tetap ikut.


“apa aku terlalu memaksakan diri ya?”tanya ku pada diri ku sendiri.


Aku terus berjalan mengikuti luchifer dan sasha sambil memikirkan seperti apa latihan bersama hari ini, aku kemudian memasukan kedua tangan ku kedalam saku jas ku lalu menghela nafas panjang.


~~ sudut pandang maria ~~


Aku saat ini sedang duduk di sebuah bangku yang ada di alun-alun kota sambil mengamati semua murid yang sudah berkumpul, hari ini akademi sihir dan akademi ksatria akan melakukan latihan bersama di lembah moonlight lake.


Sambil duduk aku memikirkan tentang apa yang terjadi tadi malam, setelah dua tahun tidak melihat nya akhirnya aku bertemu dengan nya kembali dan di malam itu ia memberi ku sebuah kalung yang saat ini ku pakai di leher ku.


Dengan santai aku kemudian bangkit dari bangku tempat ku duduk lalu berjalan menuju ke tempat marina, tuan wilhelm, ayah, bibi irene dan kepala sekolah berkumpul.


“dimana sasha, biasa nya kau bersama nya bukan?”tanya ku kepada marina.


“tadi dia bilang pergi bersama luchifer untuk melihat keadaan yuuta di kamar nya”kata marina.


“hmm begitu ya”kata ku.


Aku kemudian menoleh dan melihat tiga anak yang sangat di kenali yaitu luchifer, sasha, dan yuuta yang berjalan menuju ke tempat kami berada, entah kenapa saat aku melihat yuuta aku mulai teringat dengan Nora yang ku temui semalam.


“y-yuuta apa kau sudah sehat sekarang?”tanya marina saat mereka bertiga tiba di sini.


“tenang saja aku sudah jauh lebih baik sekarang”kata yuuta dengan santai.


“apa kau yakin ?”tanya kepala sekolah.


“aku yakin 1000% “kata yuuta dengan yakin.


Ayah dan tuan wilhelm hanya menggeleng-geleng kan kepala melihat yuuta yang terlihat sangat bersemangat, kemudian kepala sekolah mulai mengumpulkan semua murid yang sudah berada di sini.


“baiklah semua nya sebelum kita berangkat aku meminta kalian untuk membentuk sebuah tim berisi 5 orang dengan satu orang sebagai ketua, setiap kelompok bisa berisi 3 penyihir dan 2 ksatria atau sebalik nya”kata kepala sekolah.


“dan untuk itu pihak akademi sudah menentukan nya sesuai dengan kekuatan kalian masing-masing”kata tuan wilhelm.


“untuk lebih jelas nya kalian bisa melihat nya di papan pengumuman yang ada di sebelah guild petualang”kata kepala sekolah.


Setelah kepala sekolah mengatakan itu semua murid segera mengerumuni papan pengumuman


untuk melihat nya, ku lihat yuuta mengamati papan pengumuman dari kejauhan


dengan seksama.


“entah kenapa setiap melihat anak itu dia terlihat sangat mirip dengan Nora”gumam ku.


“ada apa maria, apa kau tidak berniat melihat papan pengumuman seperti teman-teman mu yang lain?”tanya kepala sekolah.


“kurasa tidak sekarang, aku menunggu agak sepi saja, sangat merepotkan bila harus berdesak-desakan di sana”kata ku.


“begitu ya”kata kepala sekolah.


Setelah keadaan sekitar papan pengumuman terlihat sedikit sepi dengan santai aku berjalan menuju ke sana untuk melihat dengan siapa aku berkelompok, dengan santai aku menyusuri daftar kelompok dan mendapati diriku berada satu kelompok dengan marina dan ishghar bersaudara.


Namun aku kebingungan ketika melihat nama yuuta hibiki berada satu kelompok denganku, terlebih lagi anak bernama yuuta itu juga di pilih menjadi pemimpin kelompok ku, ku lihat luchifer,sasha, dan marina terlihat tidak masalah yuuta berada satu kelompok dan memimpin mereka.


“bila anak itu berada satu kelompok dengan ku, marina, sasha, dan luchifer bukan kah artinya timnya berisi 4 penyihir dan 1 ksatria”gumam ku.


Aku kemudian menatap yuuta yang terlihat sedang berbicara dengan ayah, tuan wilhelm, dan kepala sekolah, kurasa dia menyadari kalau komposisi tim nya tidak seimbang dan juga dia terlihat keberatan kalau dia yang memimpin tim.


“sepertinya ayah, tuan wilhelm, dan kepala sekolah mengetahui sesuatu tentang apa yang tidak semua murid ketahui tentang yuuta”batin ku.


“bila saja Nora ada di sini, mungkin aku akan meminta saran dari nya”gumam ku sambil menghela nafas.


Aku kemudian bergegas berjalan menuju ke tempat marina, sasha, dan luchifer


berkumpul menunggu yuuta.


~~ sudut pandang yuuta ~~


Aku menghela nafas sambil berjalan kembali ke tempat luchifer, marina dan sasha menunggu ku.


“kenapa harus aku yang memimpin tim ini bukan sasha atau maria saja”keluh ku


[jangan mengeluh seperti itu, justru itu adalah ide bagus]


“ide bagus mbah mu, apa kau tidak merasa terganggu dengan tatapan sinis dan iri dari semua anak laki-laki termasuk anak-anak bangsawan?” tanya ku kepada system.


[mereka iri karena merasa diri mereka lebih tinggi dari anda, padahal bila dari segi kekuatan dan wibawa anda jauh lebih tinggi dan bisa di sandingkan dengan para dewa]


Aku menghela nafas panjang lalu memutuskan untuk terus berjalan hingga akhirnya tiba di tempat sasha, marina, dan luchifer menungguku, ku lihat maria juga sudah berada di sini sejak tadi.


“jadi kau akan tetap jadi ketua tim ini?” tanya luchifer.


“ya, aku akan tetap menjadi ketua tim” kata ku sambil menghela nafas.


“kalau begitu apa akan kita lakukan sekarang?” tanya sasha.


“untuk sekarang kurasa kita ikut yang lainnya menuju ke lembah moonlight lake, pastikan kalian tidak terpisah karena itu akan sangat berbahaya kalian mengerti?” tanya ku.


“kami mengerti ”jawab mereka semua.


“kalau begitu ayo kita berangkat ”kata ku dengan santai.


kami semua kemudian berjalan mengikuti yang lain nya dengan aku yang berada paling depan, saat ini kami berjalan mengikuti jalan setapak yang menuju ke lembah moonlight lake.


“oh ya yuuta apa kau yakin baik-baik bila tetap ikut?” tanya luchifer.


“santai saja aku baik-baik saja, oh ya nanti apa yang akan kita lakukan di lembah moonlight lake?” tanya ku.


“aku dengar akan ada pertandingan persahabatan lagi di sana” kata sasha.


“hmm pertandingan persahabatan lagi ya” kata ku dengan santai.


“tapi katanya pertandingan persahabatan kali ini di lakukan secara acak, jadi kita tidak tahu siapa siapa lawan kita” kata maria.


“itu berarti kita tidak tahu siapa yang akan menjadi lawan kita itu merupakan murid dari akademi ksatria atau akademi sihir ya” kata ku dengan santai.


“ya itu benar, jadi sebaiknya kau bersiap-siap bila harus berhadapan dengan bangsawan” kata marina.


“ya-ya aku tahu itu” kata ku.


Kami semua terus berjalan hingga pada akhirnya tiba di sisi lain moonlight lake, dengan kagum aku menatap hamparan padang rumput yang luas dan hijau di hadapanku.


Semua murid juga terlihat kagum melihat pemandangan tempat ini, dengan santai kami semua kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat yang sudah di siapkan secara khusus untuk latihan bersama hari ini.


Terdapat beberapa guru dari akademi sihir dan ksatria yang sepertinya sudah bersiap-siap dan juga beberapa keluarga kerajaan yang datang untuk melihat perkembangan anak-anak mereka di akademi.


“baiklah, untuk pertandingan persahabatan kali ini lawan kalian akan di tentukan secara acak tidak terbatas pada asal sekolah, peringkat, dan juga status sosial kalian, apa kalian semua mengerti?”kata kepala sekolah.


“kami mengerti!!” jawab kami serempak.


Setelah itu kami semua membubarkan diri dan mulai sibuk mempersiapkan diri untuk pertandingan persahabatan, aku kemudian berjalan mendekati sebuah pohon lalu duduk di bawahnya untuk beristirahat dan memikirkan tentang rencana ku saat ini.


“saat ini aku harus bersiap bila saat pertandingan nanti akan melawan orang yang sangat kuat, memang kekuatan ku mungkin melebihi mereka tapi tetap saja aku harus menyembunyikannya dari semua orang” gumam ku sambil bersandar ke pohon.


Aku menghela nafas lalu menatap luchifer, sasha, marina yang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk pertandingan persahabatan nanti, dengan sedikit penasaran aku mengamati sekitar karena tidak melihat maria berada bersama mereka.


“mungkinkah dia berlatih lagi sekarang?” tanya ku dalam hati.


aku memejamkan mata ku lalu menghela nafas, untuk ukuran seorang anak perempuan dia memiliki tekad yang sangat kuat untuk menjadi lebih baik.


“dia mengingatkan ku dengan diriku sendiri saat masih tinggal bersama kakek dulu” kata ku sambil terus memejamkan mata ku.


Di saat sedang bersantai tiba-tiba saja aku terpikir untuk mencoba menggunakan skill creation lagi, aku kemudian memejamkan mata ku lalu mencoba memikirkan sesuatu yang inginku ciptakan.


“hmm kurasa menciptakan permen menggunakan skill creation tidak masalah” batin ku.


Dengan santai aku membuka telapak tanganku lalu mulai bersiap untuk mengaktifkan skill creation milik ku.


“creation: permen”


Muncul sebuah lingkaran sihir di telapak tanganku dan dari lingkaran sihir itu keluarlah beberapa butir permen, dengan santai aku mengambil satu permen lalu membukanya dan memakannya.


“rasanya sesuai dengan yang kupikirkan” kata ku.


Sambil memakan permen di mulutku aku mulai memikirkan tentang maria, di saat bersamaan tak jauh dari tempatku duduk terlihat maria yang berjalan menghampiriku sambil membawa sebuah pedang di tangan nya.


“apa aku boleh duduk di sini?” tanya maria dengan raut wajah dingin.


“a-ah tentu saja” kata ku sambil sedikit bergeser dari tempat duduk awal ku.


Maria kemudian duduk tepat di samping ku dan meletakan pedang yang ia bawa di sampingnya, dengan santai aku kemudian menyodorkan permen yang ada di tangan ku kepadanya.


“makan lah” kata ku.


Maria terlihat terkejut melihat ku menyodorkan beberapa butir permen kepadanya, ia dengan sedikit malu kemudian mengambil satu permen yang ku tawarkan kepada nya.


“t-terimakasih” kata maria dengan sedikit malu.


Maria mengamati permen itu sejenak lalu dengan santai ia membuka bungkus permen itu dan memakan nya, aku kemudian menatap maria yang sedang duduk termenung di samping ku.


“semenjak ibu menghilang, maria berubah menjadi lebih sering termenung dan menangis setiap malam”


Aku teringat dengan apa yang di katakan marina saat kami bertiga sedang makan malam di penginapan, sepertinya ia terus-menerus di bayang-bayangi oleh kejadian dua tahun lalu hingga sekarang.


Aku bisa mengerti seperti apa perasaannya saat ini karena aku juga dulu pernah menjadi mengalami hal seperti ini sebelum nya, dengan santai aku kemudian bangkit berdiri dan menatap maria yang masih duduk termenung.


“kenapa kau terlihat termenung seperti itu, apa kau sedang memikirkan sesuatu?” tanya ku.


“aku tidak sedang memikirkan apa-apa, tidak usah pedulikan aku” kata maria sambil memalingkan wajah nya.


“kau itu cobalah sesekali menceritakan masalahmu kepada orang lain, tidak baik kau terus memendam nya sendiri” kata ku.


“memang nya akan ada yang mau mendengarkan ku?” tanya maria.


“aku mau ” kata ku.


Maria terkejut setelah aku mengatakan itu kepadanya, ia kemudian memalingkan wajahnya dariku lalu menghela nafas panjang.


“kenapa kau sangat peduli denganku?” tanya maria nada dingin.


“aku peduli kepadamu karena aku adalah temanmu, kau tidak bisa terus menerus menghindar dari semua orang dan menyimpan semua masalahmu hanya untuk dirimu sendiri seperti ini”kata ku.


Maria menundukan kepalanya karena ia paham kalau perkataan ku itu ada benar nya, aku


menghela nafas lalu mengeluarkan pedang katana ku lalu dengan santai memasang nya di pinggang ku dan tersenyum menatap maria.


“yah dari pada terus memikirkan tentang itu, lebih baik kita berkumpul dengan sasha dan yang lain nya”kata ku dengan santai.


Setelah mengatakan hal itu aku kemudian mengeluarkan sebuah buku dari dalam magic bag ku lalu melemparkan nya kepada maria, maria terkejut melihat buku yang ku lemparkan padanya.


“kupikir kau akan suka membaca buku itu, kalau begitu sampai ketemu di pertandingan persahabatan nanti ” kata ku sambil melambaikan tangan kepadanya lalu


berjalan meninggalkan nya di sana.