
~~ sudut pandang yuuta ~~
Dengan menggunakan portal aku dan yang lain nya berhasil kembali ke ke penginapan tempat ku menginap, kazuki dan teman-teman ku mengamati tempat ini dengan kebingungan.
“dimana kita sekarang?”tanya kazuki.
“kita sekarang ada di dunia lain”jawab ku dengan santai.
Teman-teman ku menatap ku dengan tidak percaya dengan apa yang barusaja ku katakan kepada mereka.
“yuuta kau bercanda bukan?”tanya william tidak percaya.
“aku tidak bercanda, saat ini kita ada di dunia lain”jawab ku untuk meyakinkan mereka.
Mereka berenam saling menatap satu sama lain lalu secara bersamaan mereka mencubit kulit mereka dengan cukup keras hingga kesakitan, aku menghela nafas lalu menggelengkan kepala nya melihat kelakuan teman-temanku.
“apa kakek tidak memberitahu alasan nya mengajak kalian ke sini?”tanya ku kepada mereka berenam.
“kakek mu hanya bilang mengajak kami untuk pergi ke suatu tempat dengan nya”jawab william.
“sigh dasar kakek”ucap ku sambil menghela nafas.
Dari dulu kakek memang masih tidak berubah sedikit pun, di saat itu juga tuan sean datang menghampiri ku dan yang lain nya.
“selamat datang kembali tuan yuuta”sambut tuan sean.
“aku kembali, ngomong-ngomong dimana tuan wilhelm dan yang lain nya?”tanya ku sambil mengamati sekeliling.
“maafkan aku tuan mereka sudah berangkat lebih dahulu tadi, beberapa murid bangsawan memaksa untuk berangkat lebih dahulu”kata tuan sean.
Mendengar apa yang di katakan oleh tuan sean aku hanya bisa menghela nafas panjang, aku tidak percaya kalau para murid bangsawan itu masih sangat keras kepala dan egois.
“sigh kurasa naik mobil tidak masalah untuk menyusul mereka, aku yakin mereka masih belum berjalan terlalu jauh”gumam ku.
Aku kemudian menghampiri luchifer dan yang lain nya untuk menjelaskan tentang situasi saat ini, awal nya maria, dan sasha merasa kesal karena ditinggalkan begitu saja sampai-sampai kekuatan sihir mereka berdua bocor dan membuat semua orang di penginapan ketakutan namun mereka secara perlahan mulai tenang saat aku mengatakan akan pergi menggunakan mobil ku seperti kemarin.
“hei yuuta ku pikir di dunia ini masih belum ada mobil deh”ucap kazuki dengan heran sambil ikut berjalan menuju ke gerbang kota.
“soal itu kalian lihat saja nanti”ucap ku sambil tersenyum.
Setelah berjalan selama beberapa menit pada akhirnya kami semua sampai di luar gerbang kota, dengan santai aku kemudian mengarahkan tangan ku ke depan untuk membuka magic bag milik ku.
Dari dalam lingkaran sihir yang cukup besar mobil jeep yang kemarin ku kendarai untuk kembali ke kota keluar, kazuki dan yang lain nya hanya bisa melongo menatap mobil jeep milik ku yang keluar dari magic bag ku.
“kurasa sekarang kalian paham dengan ucapan ku tadi”ucap ku sambil menatap kazuki.
“uhhhh... ya aku paham sekarang”kata kazuki sambil mengangguk.
“oh ya yuuta apa kita akan menggunakan satu mobil saja, kau tahu saat ini banyak orang yang ikut?”tanya luchifer.
“soal itu bisa di atur”kata ku santai.
Dengan santai aku kemudian menggunakan skill creation ku untuk membuat satu mobil jeep lagi, teman-teman ku terlihat keheranan dengan kekuatan yang aku miliki hingga bisa menciptakan sebuah mobil tanpa kesulitan.
“nah sekarang dengan begini kita semua bisa pergi, sekarang saatnya kita tentukan pembagian tempat duduk nya”kata ku sambil menatap semua teman-teman ku.
“kalau begitu para anak perempuan akan ikut dengan yuuta, sisanya akan naik mobil yang lain bersama ku dan yang lain nya”kata kazuki.
“aku ingin ikut dengan ayah”kata Aoi.
“uhh tapi mobil nya tidak cukup bila kau ikut”kata hiroto kepada Aoi.
“tidak apa-apa, aku akan bertukar tempat dengan Aoi”kata claudia dengan santai.
“tumben sekali kau mau mengalah, biasanya tidak mau”celetuk ryuu sambil menatap claudia.
“bacot”ucap claudia dengan kesal.
Singkat cerita kami semua sudah siap untuk berangkat menuju ke tempat latihan kemarin, karena hanya aku yang tahu jalan menuju ke sana jadi kazuki dan yang lain nya akan mengikuti di belakang.
“baiklah apa kalian yakin tidak ada yang tertinggal?”tanya ku kepada para anak perempuan yang berada satu mobil dengan ku.
“tidak ada, kami sudah yakin membawa semua yang di perlukan”jawab luchifer.
Setelah mendengar itu aku kemudian menyalakan perangkat radio komunikasi yang barusaja ku pasang, aku akan menggunakan perangkat radio komunikasi untuk mempermudah komunikasi dengan kazuki dan yang lainnya.
“hei kazuki apa kau mendengar ku?”ucapku untuk mencoba mengontak kazuki dan yang lain nya.
“aku bisa mendengarmu dengan cukup jelas di sini”balas kazuki.
“baiklah, katakan saja kalau kalian siap untuk berangkat”tanyaku melalui radio komunikasi.
“kami siap berangkat kapanpun yuuta”balas kazuki.
Tanpa berlama-lama aku kemudian mulai menyalakan mesin lalu dengan tenang menginjak pedal gas sambil mengganti transmisi, secara perlahan kami kemudian mulai melaju di jalan menuju ke tempat latihan.
”sigh... aku tidak menduga banyak orang yang akan ikut hari ini”kata ku sambil menghela nafas.
“oh ya yuuta apa tidak masalah mereka berenam berkendara sendiri?”tanya luchifer.
“tenang saja mereka semua bisa menyetir mobil seperti ku, jadi aku tidak perlu khawatir tentang mereka”jawab ku.
“mereka kelihatan nya sangat dekat dengan mu”kata maria.
“aku sudah menganggap mereka seperti saudaraku sendiri, kami sudah saling kenal semenjak sekolah dasar dan pertemanan kami terus berlanjut sampai sekarang”ucap ku sambil tersenyum.
“kau beruntung bertemu orang-orang seperti mereka, saat aku bertemu mereka aku sudah bisa melihat kalau mereka adalah orang yang baik”kata marina.
“sudah banyak hal yuuta dan teman-teman nya lalui, masuk akademi militer dan di kirim ke medan perang bersama-sama”kata haruka.
“a-akademi militer?”tanya maria terkejut.
“ah karena pemerintah saat itu membuat aturan baru tentang wajib militer untuk remaja berumur 14-18 tahun, maka mereka mengambil sampel 1000 remaja secara acak termasuk kami bertujuh sebagai bahan evaluasi”kataku dengan santai.
“bagaimana rasanya masuk akademi militer yuuta?”tanya maria.
“menjalani pendidikan militer disana sama saja seperti berada di neraka”jawab ku dengan sedikit merinding mengingat kembali masa-masa saat aku menjalani pendidikan militer dulu.
“kelihatan nya tempat itu sangat mengerikan”ucap maria.
Aku hanya tersenyum setelah mendengar kata-kata itu keluar dari mulut maria, karena aku merasa sedikit bosan dengan santai aku kemudian menyalakan pemutar musik dan memutar sebuah lagu agar suasanya di sini tidak membosankan.
Seperti biasa luchifer, sasha, marina, dan maria awal nya terkejut saat pertama kali mendengar musik yang baru saja kuputar namun lama-kelamaan pada akhirnya mereka bisa menikmatinya.
“oh ya ngomong-ngomong apa kepala sekolah dan yang lain nya tidak sadar kalau mereka meninggalkan kami semua ya?”gumam ku.
Aku menghela nafas lalu memikirkan tentang hal itu sambil menyetir mobilku, setelah berkendara selama beberapa menit pada akhirnya aku dan yang lainnya sampai di tempat kami latihan kemarin.
Dengan santai kami kemudian menghampiri murid-murid yang sedang bersama, kedatangan kami membuat semua orang yang ada di sini terkejut terlebih lagi kali ini keenam teman ku juga ikut.
“ah kalian pada akhirnya datang, sepertinya hari ini banyak orang yang ikut”ucap bibi irene saat kami menghampiri nya.
“kemana tuan karls dan yang lain nya?”tanyaku santai.
“dia bersama dengan kepala sekolah dan divisi ke-3 royal knight sedang pergi mengecek area sekitar danau, tadi salah satu penyihir kerajaan merasakan lonjakan kekuatan sihir yang besar muncul entah darimana”ucap bibi irene.
Tentu saja aku yang mendengar itu sedikit terkejut, seingatku aku sudah menekan seluruh kekuatan ku saat menggunakan skill creation atau jangan-jangan ada entitas yang cukup kuat muncul di dekat sini.
“jadi firasat tidak enak ku benar huh”batinku.
Singkat cerita sasha, luchifer, marina, dan maria berlatih bersama sementara aku berdiri mengamati mereka berempat sambil memikirkan tentang apa yang di katakan bibi irene barusan, di saat itu tiba-tiba saja ponsel ku berdering dan aku langsung mengangkat panggilan yang masuk.
“halo ini yuuta”ucap ku sambil mendekatkan ponsel ku ke telinga.
“hei yuuta ini aku dewa, apa kau saat ini sibuk?”tanya kakek dewa.
“hmm tidak terlalu memang nya ada apa?”tanya ku balik.
“apa kau bisa menemuiku di sini, aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu”ucap kakek dewa.
“tidak masalah aku akan kesana”ucap ku santai.
Aku mematikan ponsel ku lalu menghampiri kak naomi untuk izin pergi sebentar, setelah itu aku membuka portal lalu masuk ke dalam meninggalkan luchifer dan yang lainnya.
~~ sudut pandang maria ~~
Aku berjalan menghampiri bibi irene dan kak naomi yang sedang duduk bersama dengan Aoi dan haruka.
“umm aku tidak melihat yuuta sedari tadi, apa kalian tahu kemana ia pergi?”tanya ku kepada bibi irene dan kak naomi.
“dia bilang harus pergi menemui seseorang tadi”ucap kak naomi.
“apa kalian tahu siapa orang yang di maksud?”tanya ku.
“entahlah tapi aku ingat tadi dia sempat mendapat sebuah panggilan telepon sebelum pergi”ucap bibi irene.
Aku diam sejenak dan berpikir mungkin yuuta pergi menemui kakek reiga untuk membicarakan sesuatu sekarang, dengan tenang aku kemudian duduk dengan bibi irene dan kak naomi untuk beristirahat.
“ngomong-ngomong kenapa ayah dan yang lain nya lama sekali perginya”ucap ku sambil duduk.
“mungkin saja mereka sedang dalam perjalanan kembali ke sini”ucap bibi irene.
“ledakan apa itu barusan?”tanya ku dengan terkejut.
Di saat yang bersamaan ayah dan royal knight barusaja datang dan langsung menghampiri kami semua dengan terkejut.
“aku melihat ledakan barusan, apa yang terjadi?”tanya ayah.
“kami juga tidak tahu, mungkin ada yang sedang bertarung didekat sini”ucap ku.
Ayah dan para pengajar kemudian menginstruksi kan para murid untuk berkumpul dan bersiaga dengan senjata milik mereka masing-masing, kebetulan saat itu ada sebuah party yang datang menghampiri kami.
“kami tadi mendengar suara ledakan dari kejauhan, apa yang terjadi?”tanya salah seorang anak laki-laki yang kelihatan nya adalah pemimpin mereka.
“apa kalian petualang dari kota?”tanya ayah kepada anak itu.
“ya itu benar, kami tadi kebetulan sedang berburu monster di dekat sini”jawab anak itu.
Anak laki-laki itu kemudian mengamati kak naomi dan terlihat terkejut saat melihat nya, tentu saja itu membuat ayah dan yang lain nya kebingungan melihat ekspresi anak laki-laki itu.
“m-maaf kalau aku lancang, apa kau berasal dari jepang?”tanya anak itu kepada kak naomi.
“i-itu benar, bagaimana kau tahu”jawab kak naomi.
“kenapa kau bisa ada di dunia ini, ku pikir hanya aku dan teman-temanku saja yang di panggil ke dunia ini”ucap anak laki-laki itu.
“siapa kau sebenarnya?”tanya ayah.
“namaku kazumaki kazuya, dan aku berasal dari jepang”ucap anak laki-laki bernama kazuya itu.
“jangan-jangan kau sama seperti kakek”ucap kak naomi.
Di saat yang bersamaan tiba-tiba saja seorang anak laki-laki mendarat di hadapan kami dengan luka di sekujur tubuhnya, anak laki-laki bernama kazuya itu nampak terkejut dengan kehadiran anak laki-laki itu dan segera menghampirinya.
“kurosaki apa yang terjadi padamu?”tanya kazuya.
“urghh tadi aku tidak sengaja bertemu dengan iblis, ku pikir dia adalah iblis biasa namun pikiran ku itu salah”ucap anak laki-laki itu.
Tepat setelah anak laki-laki itu mengatakan hal itu tiba-tiba saja aura iblis yang sangat kuat muncul, aura itu berasal dari dalam hutan yang berada di dekat kami.
“aura ini, jangan-jangan demon lord”ucap tuan wilhelm.
Semua murid terkejut dan langsung ketakutan setelah mendengar ucapan tuan wilhelm, tak lama kemudian terlihat seorang perempuan berjalan keluar dari hutan menuju ke tempat kami.
“informasi dari pengintai kurasa benar, jadi tempat ini di jadikan tempat latihan para murid akademi sihir dan akademi ksatria kerajaan”ucap perempuan itu saat melihat kami.
Kazuya langsung mengacungkan pedang milik nya kearah perempuan itu, perempuan itu menatap kazuya sejenak lalu menghela nafas panjang.
“aku tidak ada urusan denganmu, urusan ku hanya dengan anak laki-laki itu”ucap perempuan itu sambil menunjuk anak laki-laki bernama kurosaki.
Tentu saja kami semua terkejut mendengar ucapan perempuan itu, kazuya yang mendengar itu kemudian langsung berlari kearah perempuan itu sambil menghunuskan pedang miliknya.
“tak akan ku biarkan kau menyentuh teman ku”ucap kazuya.
“tunggu jangan gegabah”teriak tuan wilhelm.
Perempuan itu menatap kazuya sejenak lalu dengan santai mengarahkan telapak tangan nya kearah kazuya, saat itu juga sebuah mantra sihir muncul dan sebuah bola api raksasa melesat kearah kazuya.
*boom!!
Kazuya terpental kebelakang setelah terkena bola api yang di rapalkan oleh perempuan itu, kak naomi dan haruka langsung menghampiri kazuya yang terkapar di tanah dengan luka bakar di sekujur tubuh nya.
“sebenarnya aku tidak ingin melakukan nya, tapi kurasa kau tidak ada beda nya dengan dirinya”ucap perempuan itu sambil menatap kazuya.
Perempuan itu kemudian mengangkat tangan nya dan tiga buah mantra sihir api tingkat tinggi muncul di udara.
“dragon breath”
Melihat itu tuan wilhelm bersama dengan beberapa pengajar langsung merapalkan sihir pelindung untuk melindungi para murid, serangan itu cukup menguras mana tuan wilhelm dan para pengajar.
“ugh kekuatan seorang demon lord memang tidak bisa di remehkan”ucap tuan wilhelm dengan nafas tersengal-sengal.
Tentu saja kekuatan seorang demon lord tidak bisa di anggap remeh, satu demon lord saja mampu mengobrak-abrik sebuah kerajaan dan menghabisi ratusan ribu pasukan dalam hitungan detik.
“bila kita tetap disini bisa-bisa kita semua akan mati”gumam ku.
“maria bawa para murid dan yang lain nya pergi dari sini”perintah tuan wilhelm kepada ku.
“t-tunggu lalu bagaimana dengan kalian semua?”tanya luchifer.
“kami akan tetap disini untuk menahan perempuan itu, sangat beresiko kalau harus melibatkan kalian untuk melawan nya”jawab ayah.
Aku terkejut mendengar itu, tentu saja luchifer, sasha, dan marina tidak setuju dengan ide itu.
“aku tidak ingin pergi kemana pun, aku akan tetap disini”ucap luchifer.
“aku juga akan tetap disini”tambah sasha.
Sebenarnya aku juga tidak setuju dengan rencana ini namun sekali lagi di sini tidak hanya ada aku tapi para murid akademi, keluarga kakek reiga, dan teman-teman yuuta.
“aku sebenarnya tidak setuju dengan ini, namun kita juga tidak memiliki kemungkinan untuk menang sekalipun kita menyerang perempuan itu secara bersamaan”ucap ku dengan nada berat.
“aku juga setuju dengan maria, lebih baik mengungsikan para murid terlebih dahulu setelah itu memikirkan cara untuk mengalahkan nya”ucap kak naomi.
Keenam teman dekat yuuta juga setuju dengan apa yang ku ucapkan barusan, setelah berdebat selama beberapa saat pada akhirnya kami semua memutuskan untuk mengikuti rencana itu.
“haruka dan para anak perempuan yang lain berjalan di depan bersama dengan kak naomi, aku dan yang lainnya akan menjaga belakang”ucap william.
“baiklah”jawab haruka.
Dengan berat hati aku memimpin para murid serta yang lain nya untuk pergi meninggalkan ayah dan yang lain nya disana.
“kita bisa memanfaatkan dua mobil jeep milik yuuta untuk memindahkan semua murid sedikit lebih cepat, sisanya akan berjalan kaki menuju ke kota selagi menunggu dua mobil itu kembali”ucap william menjelaskan rencana untuk pergi dari sini kepada semua orang.
Aku hanya diam sambil memperhatikan anak bernama william itu menjelaskan tentang rencana untuk pergi dari sini, melihat bagaimana dia bisa menjelaskan dan cara nya menghadapi masalah ini kurasa ucapan yuuta benar kalau dia dan teman-teman nya pernah masuk ke akademi militer.
“wakil komandan memang bisa di andalkan saat komandan mereka sedang tidak ada”ucap haruka sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.
Aku kemudian mengalihkan perhatian ku kepada ryuta, haruto ,hiroto , kazuki, dan ryuu yang sedang bersiap dengan senjata dan perlengkapan tempur seadanya, di saat yang bersamaan terjadi keributan antara para anak-anak bangsawan dengan william.
“ayolah biarkan kami pergi terlebih dahulu, kami ini anak-anak bangsawan tau kami berhak untuk di prioritaskan”ucap salah seorang anak laki-laki bangsawan kepada william.
Tepat setelah anak laki-laki bangsawan itu mengucapkan itu tiba-tiba saja sebuah tinjuan mendarat di wajah nya dan membuat nya jatuh tersungkur di tanah, william nampak terlihat kesal dan menatap anak laki-laki itu dengan tatapan tajam dan sangat mengintimidasi.
“di saat-saat seperti ini kalian masih sempat-sempat nya memikirkan diri kalian sendiri, untuk saat ini kita semua harus pergi dari sini”ucap william dengan suara lantang dan nada kesal.
Para anak-anak bangsawan tidak berani memaksakan kehendak mereka kepada william setelah melihat seperti apa dia ketika kesal, aku dan yang lain nya hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat sifat mereka.
“baiklah beberapa murid segera naik ke dalam mobil kita harus berangkat sekarang, sisanya kita berjalan bersama menuju ke kota selagi menunggu dua mobil yuuta kembali”ucap william sambil berdiri di depan.
Singkat cerita aku bersama sebagian besar murid-murid akademi berjalan bersama menuju ke kota, sementara william dan ketiga teman nya berjalan di depan memimpin kami.
“ini akan jadi perjalan yang cukup panjang semenjak kita tidak punya tumpangan”ucap sasha.
“kita tidak punya pilihan soal ini, ayah dan yang lain nya meminta kita segera pergi jadi mereka tidak sempat meminta seseorang untuk menjemput kita”ucap marina.
“kenapa di saat yuuta tidak ada malah ada saja masalah yang datang”keluh sasha.
Saat aku sedang mengobrol bersama dengan sasha dan marina tiba-tiba aku mendengar sebuah nyanyian dari barisan depan, nyanyian itu membuat ku dan beberapa murid penasaran
“He was just a rookie trooper and he surely shook with fright,
He checked all his equipment and made sure his pack was tight;
He had to sit and listen to those awful engines roar”
"You ain't gonna jump no more!"
“Gory, gory, what a hell of a way to die,
Gory, gory, what a hell of a way to die,
Gory, gory, what a hell of a way to die,
He ain't gonna jump no more!”
William, haruto ,hiroto , kazuki berjalan memimpin kami sambil bernyanyi di depan, kami semua tidak tahu lagu apa yang mereka nyanyikan namun entah kenapa beberapa murid mulai mengikuti nyanyian mereka berempat.
“aku lupa kalau mereka itu pernah masuk militer sebelum nya”ucap haruka sambil tersenyum kecut.
“setidaknya ini bisa membuat semua murid jadi jauh lebih tenang”ucap saaya.
Apa yang di katakan oleh saaya kalau di pikir-pikir ada benarnya, saat aku sedang memikirkan tentang itu tiba-tiba saja langit berubah menjadi gelap dan dari depan terdengar teriakan william dan yang lain nya.
“serangan musuh!!”teriak william.
Tentu saja teriakan itu membuat kami semua terkejut dan langsung bersiap dengan senjata kami masing-masing, rombongan kami tiba-tiba saja di sergap oleh gerombolan monster yang sepertinya di panggil oleh demon lord itu untuk mencegah kami kabur.
“tch kita sepertinya tidak punya pilihan lain selain bertarung”ucap ku sambil mencabut pedangku.