My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Cewek Keras Kepala



Pulang sekolah Vita sudah menunggu Hanna sedari tadi, dia memang sengaja datang lebih awal untuk menjemput putrinya. Karena dia masih bingung dengan jalan yang dia lalui sehingga menyebabkan dirinya terlambat sampai di sekolah anaknya.


Vita mengendarai sepeda matic dengan laju pelan karena dia masih takut dengan jalan raya Jakarta yang terbilang ramai padat. Dia mengendarai dengan pelan dan hati-hati agar dia bisa selamat sampai di sekolah Hanna.


Begitu sampai di sekolah Hanna, Vita langsung memarkirkan sepeda motornya di depan gerbang bersebelahan dengan beberapa mobil penjemput teman sekolah Hanna. Vita sangat kagum dengan indahnya tempat sekolah Hanna yang terlihat megah bahkan mungkin orang orang akan mengira bahwa itu adalah sekolah anak SMA ataupun kampus karena semua fasilitas di sana terlihat memadai.


Saat Vita sampai bel pulang belum berbunyi sehingga dia terpaksa menunggu dengan duduk di jok sepeda motornya. Dilihatnya beberapa mobil mulai terparkir di depan gerbang hingga mobilnya tertipu oleh beberapa mobil penjemput yang baru datang.


" Benarkan... semuanya pasti menjemput dengan mobil" ucap Vita sendiri dengan suara lirih. Dilihatnya ke sana kemari semua penjemput membawa mobil. " Mudah mudahan saja Hanna gak malu dan gak diejek sama temannya besok karena dijemput dengan sepeda motor" ucapnya lagi yang sebenarnya lebih mengkhawatirkan putri satu satunya bukan karena dirinya yang malu karena hanya membawa sepeda motor.


" Kelihatannya mereka juga penjemput, jadi aku ada temannya, ternyata tidka semuanya menjemput dengan mobil" dilihatnya beberapa bapak bapak dan ibu ibu yang memarkirkan sepeda motor mereka sedikit jauh dari sepeda motor Vita terparkir. " Syukurlah kalau begitu, Hanna pasti tidak akan diejek oleh teman temannya" katanya lagi sedikit merasa lega.


Vita menunggu Hanna sambil membalas pesan yang dikirim oleh suaminya yang mengingatkan dirinya untuk menjemput Hanna.


Tidak lama terlihat beberapa murid keluar dari halaman sekolah. Vita sesekali memperhatikan anak anak yang berlalu lalang untuk mencari keberadaan Hanna diantara banyaknya murid yang sekolah di sana. Tentu saja Vita sedikit kesulitan menemukan anaknya karena semua anak memakai seragam sama dan tinggi mereka rata rata hampir sama.


Tidak lama setelah anak anak yang berlalu lalang di halaman sekolah semakin berkurang, Vita melihat Hanna berjalan bersama dengan 2 teman ceweknya. Mereka terlihat sudah akrab dan bersenda gurau bersama. Vita tersenyum melihat keakraban putrinya dengan kedua teman barunya.


' Ternyata benar Hanna senang sekolah di sini dan tidak merasa terbebani, nyatanya dia sudah memiliki 2 teman yang akrab padahal dia baru 2 hari masuk di sekolah ini' gumam Vita dalam hati dengan bibir yang melengkung ke atas sambil melihat kearah ketiga cewek yang berjalan keluar gerbang.


" Hanna sayang..." panggil Vita dengan melambaikan tangannya saat Hanna berjalan mendekati keluar gerbang sekolah.


Mendengar suara mamanya yang memanggil namanya Hanna langsung mencari sumber suara dan terlihat mamanya ada di luar gerbang dengan tersenyum melihat ke arahnya.


Dia balas melambaikan tangannya pada mamanya untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah melihat keberadaan mamanya.


" Mamaku sudah jemput, aku pulang dulu ya" pamit Hanna pada Viona dan Dita.


" Papaku juga sudah jemput tuh.." ucap Dita sambil menunjuk papanya yang ada di luar gerbang sekolah dan tinggal Viona yang belum dijemput. "Kamu gak pa pa kita tinggal duluan?" tanya Dita pada Viona yang masih belum terlihat orang yang menjemputnya.


" Gak pa pa... kalian duluan aja, aku nunggu jemputan di pos satpam" kata Viona meyakinkan.


" Ya udah kita balik dulu ya, kamu hati hati" ucap Hanna menasehati Viona.


" Ok...sampai ketemu besok" sahut Viona yang langsung berjalan ke arah pos satpam bergabung dengan teman teman lainnya untuk menunggu jemputan.


Hanna dan Dita berjalan keluar gerbang bersama sama lalu setelah itu berpisah sendiri sendiri menuju tempat orang tua mereka berada.


" Mama..." panggil Hanna yang sudah berada di depan mamanya dan langsung mengambil tangan kanan Vita dan menciumnya.


Vita bergantian mencium kedua pipi Hanna dan kening Hanna. " Giman sekolahnya hari ini sayang?" tanya Vita.


" Baik mah semua teman Hanna baik semua sama Hanna" jawab Hanna mencoba menyembunyikan kejadiannya bersama Vanno tadi agar mamanya tidak mengkhawatirkan dirinya.


" Apa itu tadi teman baru kamu?" tanya Vita lagi.


" Iya mah itu teman baru Hanna, yang rambut panjang namanya Dita dan yang rambut pendek namanya Viona" sahut Hanna dan memberitahu Vita.


Mereka langsung naik di atas jok motor dengan Hanna di belakang. Vita melajukan mobilnya sama seperti tadi dengan pelan dan hati hati.


Sementara itu Vanno yang dijemput oleh sopir langsung masuk ke dalam mobil di kursi belakang. Dan saat mobilnya melaju dilihatnya Hanna yang dibonceng oleh seorang wanita dengan menggunakan sepeda motor matic. Vanno terus mengawasi Hanna yang duduk di jok belakang sambil berpegangan pada wanita yang memboncengnya.


Tak disangka Vanno yang masih asyik mencuri pandang pada Hanna yang mana sepeda motornya berhenti di lampu merah, tepat berada di samping mobil yang ditumpangi oleh Vanno. Dan tindakan Vanno sama sekali tidak diketahui oleh Hanna karena kaca jendela mobil Vanno yang tertutup. Selain itu kaca jendela mobil Vanno gelap dari luar sehingga orang yang berad di luar mobilnya tidak akan bisa melihat di dalam mobil.


Vanno terus menatap keluar jendela dengan pandangan matanya tidak berkedip melihat wajah Hanna yang cantik dan lucu saat memakai helm. Dan tiba tiba Vanno tersenyum bahkan dia tertawa pelan melihat Hanna memeluk ibunya dengan erat dengan kepala disandarkan di punggung ibunya. Dan wajahnya menghadap ke mobil Vanno sehingga Vanno bisa melihat dengan jelas wajah Hanna.


" Dasar cewek keras kepala" ejek Vanno dengan suara pelan tapi masih bisa didengar oleh sopir yang duduk di depannya.


" Mas Vanno ngomong apa?" tanya pak sopir yang bernama Asep yang sedari tadi mengamati perilaku anak majikannya yang tersenyum sendiri, dan tiba tiba mendengar suara Vanno berbicara pelan sehingga dia tidak begitu jelas mendengar ucapan Vanno.


Vanno yang ditanya oleh sopirnya langsung bingung dengan tingkahnya sendiri. " Oh.. gak ada apa apa mang Asep" kepalanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.


Tidak lama lampu hijau menyala dan sepeda motor yang dinaiki Hanna langsung melaju meninggalkan mobil Vanno yang masih antri menunggu mobil di depannya melaju.


Akhirnya Vanno tidak bisa melihat Hanna lagi, dan terlihat sepeda motor Hanna melaju belok ke kiri, sedangkan mobil yang ditumpanginya harys terus melaju lurus. Vanno sekali lagi tersenyum dan menggeleng pelan mengingat kejadian mereka di sekolah tadi. Karena sedikit lelah dan perjalanan menuju rumahnya lumayan jauh akhirnya Vanno menutup matanya sejenak untuk beristirahat sebentar seperti biasanya jika dia sedang di dalam mobil.


" Mas Vanno" panggil sopir yang bernama Asep. " Mas kita sudah sampai di rumah" beritahu mang Asep sekali lagi sambil mematikan mesin mobilnya.


Vanno yang sayup sayup mendengar suara mang Asep memberitahunya dan merasakan mobilnya berhenti dan mesinnya mati. Vanno langsung membuka matanya dan terlihat rumah mewah yang ada di depan mobilnya dan ternyata benar mereka telah sampai di rumah.


Vanno segera turun dari mobil dengan badan lelahnya, dia menyeret tubuhnya yang lelah masuk ke dalam rumah mewah tersebut. "Aku pulang..." kata Vanno dengan suara sedikit keras pada penghuni rumah tersebut sambil berjalan terus masuk ke dalam rumahnya dengan tas yang dia jinjing di tangannya.


" Kak Anno...." teriak seorang gadis kecil berumur 2 tahunan berlari mendekati Vanno dan meminta Vanno menangkapnya.


Vanno langsung berjongkok dan menangkap gadis kecil cantik dan imut itu dan membawanya ke dalam pelukannya. " Adik kesayangannya Vanno!" seru Vanno dengan gemas mencium gadis cilik itu dengan lembut dan menggendongnya ke ruang bermain yang terdapat banyak mainan.


" Keisha main dulu ya, kak Vanno mau ganti baju dulu" suruh Vanno pada gadis yang bernama Keisha tersebut dan menurunkan Keisha di depan ruang bermain tersebut dengan seorang asisten rumah tangga.


Kalian benar Keisha adalah adik kecil Vanno yang sangat dia sayangi. Selain Keisha dia juga punya adik lagi laki bernama Rion saat ini Rion duduk di bangku taman kanak-kanak.


" Iya kak" Keisha sangat sayang sama kakaknya tersebut makanya dia selalu nurut sama Vanno beda lagi jika sama kakak keduanya Rion yang selalu menggodanya karena Rion memiliki sifat yang jail kepada siapa saja. Tapi meskipun begitu mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.


Vanno berjalan mencari maminya yang biasanya ada di dapur kalau jam segini. Dan benar saja dilihatnya sang mami sedang sibuk membuat makanan di dapur.


" Mami...." panggil Vanno dengan lembut.


Wanita dewasa tersebut langsung menoleh dengan bibir melengkung ke atas dan dilihat Vanno yang berdiri dibelakangnya. " Sudah pulang sayang" ucap wanita tersebut yang bernama Alya.


" Iya mam..." sahut Vanno lalu mendekati Alya dan langsung mencium tangan kanan Alya.


" Ya sudah langsung mandi sana" suruh Alya setelah mencium kening Vanno.


Vanno mengiyakan dan langsung berbalik keluar dari dapur dan langsung berjalan menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas bersebelahan dengan kamar Rion.