My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Perpisahan 2



Acara perpisahan untuk kelas 6 kini sedang berjalan sesuai dengan susunan. Ada beberapa penampilan yang ditampilkan oleh adik adik kelas mereka di setiap kelasnya. Mereka kebanyakan menampilkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak anak di setiap kelasnya.


Beberapa penampilan yang telah ditampilkan oleh anak anak kebanyakan adalah seni tari secara berkelompok. Ada juga kelas yang menampilkan drama, baca puisi ataupun menyanyi yang dilakukan sendiri ataupun secara berkelompok.


Sebelumnya juga diberikan beberapa sambutan dari kepala sekolah, guru serta panitia pelaksana perpisahan. Sedangkan untuk anak anak kelas 6 semuanya hanya diperbolehkan duduk di bangku yang sudah disediakan oleh panitia. Duduk dengan tenang sambil menonton beberapa penampilan yang ditampilkan oleh adik adik kelas mereka.


Hingga beberapa penampilan sudah dilaksanakan dan masih banyak penampilan yang menunggu antrian untuk bisa tampil di atas panggung. Kini waktunya untuk memberikan penghargaan untuk setiap anak kelas 6 yang memiliki prestasi di sekolah mereka.


" Baiklah anak anak sebelum kita lanjutkan acaranya, sekarang kita akan umumkan terlebih dahulu beberapa anak anak berprestasi yang ada di setiap kelas kalian" suara pembaca acara menginterupsi suara suara yang awalnya berisik kini semua terdiam mendengarkan.


" Baiklah kita akan umumkan siapa siapa saja anak anak yang memiliki prestasi di kelas mereka" seru sang pembawa acara laki laki tersebut.


Pembawa acara akan langsung menyebutkan beberapa anak anak yang berprestasi di setiap kelasnya. Pertama yang diumumkan adalah kelas 6 A yang kebetulan adalah kelas milik Hanna dan Vanno.


Vanno juga termasuk anak yang pintar bahkan dulu dia selalu masuk ke dalam peringkat 3 besar di kelasnya. Meskipun dia anak yang dingin tapi kemampuan berpikirnya sangat bagus sepertinya diturunkan dari maminya yang pintar.


" Pertama akan saya sebutkan terlebih dahulu anak anak berprestasi di kelas 6A" beritahu sang pembawa acara. " Peringkat ketiga, untuk miris berprestasi di kelas 6 A adalah..... Alvanno Ferdiansyah Wijaya!" lanjutnya mulai mengumumkan.


Semua orang langsung bertepuk tangan sambil melihat ke arah Vanno yang sedang duduk dengan tenang di kursinya. Begitu juga dengan Hanna yang bertepuk tangan dan melihat ke arahnya.


" Selamat!" Hanna mengucapkan selamat meskipun tidak terdengar tapi Vanno bisa melihat dari bibirnya yang bergerak mengucapkan selamat padanya. Vanno hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis pada Hanna.


" Silakan nak Vanno maju ke depan naik ke atas panggung" suruh pembawa acara.


" Selamat Van!" Robert dan Dewa bergantian memberikan selamat pada sahabatnya tersebut. Begitu juga dengan sahabat cewek yang lainnya mereka juga ikut senang dan bangga.


" Makasih" sahut Vanno masih dengan sikap dingin dan cueknya. Lalu dia beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan ke depan untuk naik ke atas panggung.


Lalu pembawa acara mengumumkan lagi untuk peringkat kedua di kelas 6A dan ternyata diduduki oleh seorang cewek yang dulu sering mendapatkan peringkat satu.


" Baiklah saya akan umumkan untuk peringkat pertama di kelas 6A" kata pembawa acara lagi setelah cewek yang ada di peringkat 2 kini telah bergabung berdiri bersama Vanno. " Anak ini mendapatkan nilai yang hampir sempurna, dia merupakan anak pindahan, pasti kelas 6 A sudah tau semua siapa yang bapak guru maksud" lanjutnya dengan bibir tersenyum melihat pada seluruh tamu undangan yang hadir di sana.


Semua kelas 6 A sudah tau jawabannya karena mereka memang sudah mengetahui kepintaran anak tersebut dan prestasi yang dimilikinya.


" Baiklah langsung saja kita panggil peringkat pertama di kelas 6A, dia adalah Hanna Maira Olinda!" seru sang pembawa acara.


Semua anak anak kelas 6A langsung bertepuk tangan kembali sambil melihat ke arah tempat duduk Hanna. Dalam 2 tahun ini semua murid di kelas 6A sudah tau bahwa Hanna memang anak yang pintar.


Tidak hanya para murid, semua tamu undangan yang hadir ikut merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh Hanna. Terutama kedua orang tuanya yang pasti sangat bangga terhadap prestasi putri mereka.


" Selamat ya Han...kamu memang pantas mendapatkannya!" seru Dita yang langsung memeluk Hanna.


" Aku yakin kamulah yang terbaik Han!" gantian Viona yang memeluk Hanna dengan erat.


" Selamat Han" Robert dan Dewa bersamaan memberikan ucapan selamat. Hanna tersenyum pada keduanya dengan tulus.


Hanna langsung berjalan ke depan ke atas panggung bergabung dengan Vanno dan temannya yang mendapatkan peringkat kedua. Vanno tersenyum tipis saat melihat Hanna berjalan mendekat ke arahnya. Dia bangga bisa memiliki teman yang pintar seperti Hanna.


" Selamat" ucap Vanno dengan suara lirih dan dia berusaha menutupi bibirnya dan senyumannya dari orang lain dengan bertepuk tangan saat Hanna berjalan di depannya, sehingga hanya mereka berdua yang mengetahui.


" Makasih" jawab Hanna yang juga tersenyum dan mengangguk pelan lalu berdiri di sebelah temannya yang mendapatkan peringkat kedua.


Pembawa acara lanjut mengumumkan anak anak berprestasi di kelas lainnya. Hingga semuanya ikut bergabung bersama dengan yang lainnya di atas panggung.


" Baiklah, silakan untuk bapak kepala sekolah berserta wali kelas masing masing untuk maju ke depan dan memberikan hadiah untuk mereka semua" beritahu sang pembawa acara.


" Baiklah ini akan saya umumkan lagi untuk anak paling berprestasi yang mendapatkan nilai terbaik di sekolah kita" kata sang pembawa acara setelah semua kembali ke tempat mereka semula. " Bahkan dia juga mendapatkan nilai terbaik di kota Jakarta. Baiklah kita panggil untuk anak paling berprestasi dengan nilai terbaik di seluruh kota Jakarta, dia adalah Hanna Maira Olinda!" seru sang pembawa acara dengan wajah bangganya.


Suara riuh tepuk tangan langsung terdengar di dalam gedung tersebut. Sekali lagi Viona dan Dita memberikan selamat dan memeluk Hanna dengan erat. Kali ini Vanno tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan bangga terhadap Hanna sehingga dia ikut bertepuk tangan dengan kencang bahkan tersenyum cerah.


Hanna langsung ke depan lagi dan kini dia berdiri di panggung untuk yang kedua kalinya dengan wajah yang bahagia. Dan kepala sekolah langsung memberikan hadiah yang spesial yang sudah disediakan untuk Hanna.


Pembawa acara meminta pada Hanna untuk memberikan beberapa patah kata untuk semua orang yang hadir di sana.


" Terima kasih saya ucapkan terutama pada yang maha kuasa dan kedua orang tua saya serta terima kasih juga untuk teman-teman semuanya yang sudah mendukung saya selama ini" ucap Hanna penuh rasa syukur.


Doni dan Vita yang duduk di belakang sangat bahagia dengan keberhasilan putri semata wayang mereka. Vita sampai menangis bahagia di pelukan suaminya saking bahagianya dengan prestasi yang sudah diperoleh oleh putrinya tersebut.


Hingga acara demi acara telah selesai dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan susunan acara yang dibuat. Kini saatnya anak anak mengambil gambar bersama teman teman sekelas mereka serta para guru sebagai kenang kenangan.


" Yuk kita foto bareng!" ajak Viona yang sangat bahagia dan ingin mengambil gambar dirinya bersama Hanna dan Dita.


Mereka bertiga mengambil gambar dari kamera ponsel mereka sendiri ataupun meminta teman lainnya untuk mengambil gambar. Dan Vanno yang sedari tadi sudah membawa kamera DSLR ikut mengambil gambar mereka bertiga. Bahkan sesekali dia mencuri gambar Hanna secara tidak sengaja hingga hasilnya sangat bagus.


" Yuk sekarang kita foto berenam" kini Dita mengajak kelima sahabatnya untuk mengambil gambar bersamaan sebagai kenang kenangan.


Semua mengangguk setuju dan akhirnya mereka mengambil foto kebersamaan mereka berenam dengan berbagai pose. Mereka juga meminta tolong pada teman mereka yang lain agar mereka bisa berfoto bersama.


Sudah banyak gambar yang mereka ambil yang akan mereka gunakan sebagai kenang kenangan. " Sekarang giliran kedua teman berprestasi kita untuk foto bersama" suruh Dita pada Hanna dan Vanno dengan alasan teman teman berprestasi mereka.


" Sudahlah Dita, sudah banyak juga foto kita tadi di depan" Hanna menolak.


" Disini kan belum Hanna" Viona menimpali dan menyuruh mereka untuk berdiri berdua berdampingan.


Hanna dan Vanno hanya bisa pasrah tidak ingin membantah sahabat mereka. " Tunggu dulu... ini hadiahnya dibawa juga" Dewa memberikan hadiah Hanna dan Vanno yang tadi ada di kursi mereka.


Akhirnya mereka mengambil beberapa pose kebersamaan Hanna dan Vanno. Mereka berdua terlihat canggung jika disuruh berduaan seperti saat ini karena dilihat oleh semua orang.


Hingga mereka telah selesai mengambil gambar bersama teman teman mereka yang lainnya. Kini mereka bergantian mengambil gambar dengan kedua orang tua mereka yang sedari tadi menunggu mereka semua di kursi belakang.


" Selamat sayang... kamu memang putri mama yang hebat" Vita memberikan selamat untuk Hanna, lalu mencium dan memeluknya.


" Putri papa memang yang terbaik " Doni juga bergantian mencium kening Hanna dan memeluknya dengan erat.


" Terima kasih pa..ma... semua ini berkat doa kalian" ucapan Hanna dengan air mata bahagia mengalir di pipinya.


Mereka berpelukan bertiga lalu tidak lupa mengambil foto kebersamaan mereka dengan meminta bantuan juru kamera yang bertugas di sana.


Sementara itu Vanno yang juga menghampiri kedua orang tuanya sambil menggendong adiknya Keisha yang ikut bersama orang tuanya dan memberikan hadiah yang diterimanya pada Keisha.


" Kak Anno hebat" ucap Keisha dengan suara belepotan.


" Makasih sayang" balas Vanno sambil mencium pipi Keisha dengan gemas.


" Kamu pintar sayang....mami bangga sama kamu" kata Alya yang juga memeluk Vanno dari sebelah.


" Kamu hebat!" Ferdi juga ikut memuji putra sulungnya tersebut.


" Makasih.." Vanno berterima kasih dengan tersenyum tipis pada kedua orang tuanya yang juga telah mendukung dirinya terutama maminya yang terus mengingatkan dirinya untuk belajar.