My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Dimana Korban Dirawat



Sebenarnya pak kepala sekolah masih merasa enggan untuk mengatakan masalah yang terjadi di sekolahannya kepada orang tua murid. Biasanya beliau dan para guru akan langsung mengatasi sendiri berbagai masalah yang dilakukan murid mereka yang terjadi di sekolahannya.


Tapi kali ini beliau harus mengatakan langsung pada orang tua Angel karena bisa dibilang ini masalah yang terjadi kali ini sudah berkaitan dengan hukum. Dan sebelum masalah ini Samapi bergulir ke meja kepolisian dirinya harus memberitahu terlebih dahulu pada orang tua yang ada kaitannya dengan kejadian yang terjadi saat ini.


Sekali lagi pak kepala sekolah menghirup udara dengan panjang dan mengeluarkannya dengan pelan. " Tadi dia datang dan mengatakan kalau Angel, putri bapak adalah pelaku penyekapan terhadap salah satu murid kami" ujar kepala sekolah.


" An.... Angel?!" terdengar suara pak Setyo yang terbata yang tidak percaya dengan ucapan kepala sekolah. Kemudian matanya beralih menatap ke arah putrinya yang juga sangat terkejut dengan ucapan pak kepala sekolah.


Tidak hanya pak Setyo yang terkejut, mamanya Angel juga tampak begitu syok saat mendengar perkataan kepala sekolah tentang putrinya. Begitu juga dengan Angel yang langsung terdiam bahkan seolah nafasnya langsung berhenti saat itu juga.


" Iya pak, Angel dicurigai oleh teman korban sebagai pelaku penyekapan terhadap korban" ujar kepala sekolah mengiyakan. " Tapi itu masih dugaan saja, tadi dia membawa beberapa bukti yang belum bisa saya terima karena menurut saya masih kurang. Lalu saya masih minta dia untuk membawa bukti yang pasti" lanjutnya.


Pak Setyo langsung menatap ke arah putrinya dengan mata nyalang dengan rahang yang mengeras. " Apa itu benar Angel!!!" teriak pak Setyo dengan penuh amarah mendengar tindakan putrinya meskipun masih belum pasti.


Angel tidak berani menatap ke arah papanya yang sangat marah saat itu, dia hanya bisa menundukkan kepalanya dengan punggung yang bergetar karena ketakutan. Angel juga tidak berani bersuara ataupun menjawab pertanyaan papanya.


Pak kepala sekolah juga terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan oleh pak Setyo. Dia tidak menyangka bahwa pria yang juga seorang pengusaha tersebut begitu tegas terhadap putrinya. Tadinya dia berfikir mengatakan hal ini agar pak Setyo bisa mencari jalan keluar sebelum hal buruk menimpa pada Angel. Rupanya reaksi pak Setyo berbanding terbalik dengan apa yang dia pikirkan sebelumnya.


" Jangan diam saja Angel!! katakan kalau kamu tidak terlibat!!" suara pak Setyo terus menggelegar memenuhi seluruh ruangan di rumah mewah milik pak Setyo.


Untungnya di rumah tersebut hanya ada mereka dan para pembantu yang ada di belakang rumah. Dan tentunya mereka tidak akan berani untuk mendekat ataupun menguping pembicaraan mereka.


Angel masih diam tidak menjawab pertanyaan papanya, punggungnya terlihat terus bergetar bahkan saat itu langsung terdengar suara tangis Angel yang sudah sesenggukan.


Mamanya yang duduk di sebelahnya merasa iba dan dia langsung mendekati tubuh putrinya. Dielusnya punggung Angel dengan lembut untuk menenangkan karena dia tau putrinya saat ini sedang ketakutan dengan amarah suaminya. Dia sebagai seorang istri tau betul bagaimana watak suaminya yang akan tidak segan memarahi anak anak mereka langsung di depan orang lain.


Dia juga tau bagaimana awak putrinya yang satu itu, dia anak yang ceria dan manja. Karena dia putri satu satunya di keluarga tersebut dan anak bungsu yang memiliki 2 kakak laki laki. Makanya sifatnya sangat manja dan selalu dimanja oleh kakak kakaknya dan kedua orang tuanya.


Dan kebetulan kedua putranya masih ada di luar rumah jadi mereka tidak tau dengan ini semua. Jika mereka ada di sana mereka pasti akan mencoba menenangkan dan menghibur adik perempuan mereka satu satunya.


" Sudah nak, jangan nangis lagi" kata wanita paruh baya tersebut dengan masih mengelus punggung Angel. " Katakan yang sebenarnya nak pada papamu, nanti kita akan cari jalan keluarnya" lanjutnya membujuk putrinya agar segera mengatakan yang sebenarnya sebelum suaminya benar benar semakin marah padanya.


Angel yang masih menangis terisak langsung memeluk mamanya dengan erat dan masih saja terus menangis. Mamanya juga balas memeluk putrinya untuk memberikan kekuatan. " Sekarang katakan sama papamu" masih terus berusaha membujuk Angel lagi.


Angel yang masih berada di pelukan mamanya masih saja tidak memberikan jawaban, dia masih menangis dan tidak mau melepaskan pelukan mamanya karena dia masih takut untuk menatap wajah papanya.


" Katakan semuanya nak, sebelum papa kamu semakin marah sama kamu. Apa benar kamu yang melakukan penyekapan?" tanya mamanya dengan lembut namun suaranya masih bisa didengar oleh semua orang yang ada di sana.


Angel yang terlihat sesenggukan namun suara tangisannya sudah menghilang dari dan sudah mereda. " Iya" masih di dalam pelukan sang mama akhirnya Angel menjawab dengan suara pelan dan mengangguk mengiyakan.


Pak Setyo langsung menghela nafas dengan berat sambil menutup matanya mencoba menenangkan emosinya yang sudah meletup letup di kepalanya. Sementara pak kepala sekolah hanya bisa membuka matanya dengan lebar dengan jawaban yang baru didengarnya namun dia tidak berani menegur Angel karena saat ini yang memiliki hak menegur Angel adalah papanya sendiri.


" Bagaimana kamu bisa melakukan itu Angel!" seru pak Setyo dengan suara yang tidak begitu keras namun terdengar penuh penekanan menahan amarahnya.


Tidak ada jawaban yang didapat pak Setyo dari Angel karena Angel hanya diam dalam pelukan mamanya yang juga terus memeluk putrinya dengan erat berusaha melindungi.


" Katakan Angel! kenapa kamu melakukan itu semua!?" tanya lagi pak Setyo yang terus berusaha menahan amarahnya. Rasanya dia ingin sekali menampar putrinya tapi dia tidak akan mungkin sanggup melakukannya karena dia begitu menyayangi putri satu satunya tersebut.


" Sudah pah, gak usah marahin Angel terus, dia pasti punya alasan sendiri kenapa melakukan itu" ucap mama Angel meminta suaminya untuk tidak memarahi Angel lagi yang masih ketakutan dengan bentakan papanya.


Selama ini belum ada yang pernah memarahi Angel, semua anggota keluarga tersebut sangat menyayangi dan memanjakan Angel. Meskipun Angel melakukan kesalahan mereka tidak pernah sekalipun memarahi Angel. Tapi entah kenapa kali ini pak Setyo merasa tindakan Angel sungguh di luar batas karena perbuatan tersebut menjurus pada tindakan kriminal.


" Iya pak, sebaiknya kita tidak memarahi Angel" pak kepala sekolah juga menenangkan pak Setyo untuk tidak terus memarahi Angel. " Kita sebaiknya mencari jalan keluar, sebelum korban melaporkan perbuatan Angel pada pihak sekolah" lanjut kepala sekolah.


Iya, pah... apa yang dikatakan pak kepala sekolah ada benarnya, sebaiknya kita segera menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan sebelum semuanya tau" kata mama Angel yang menyetujui pemikiran kepala


sekolah.


Pak Setyo melihat kepala sekolah bergantian melihat ke arah istrinya yang langsung mengangguk untuk mendengarkan apa yang barusan dia katakan. Lalu pak Setyo langsung terdiam dan berfikir mengenai ucapan pak kepala sekolah begitu juga dengan ucapan istrinya. ' Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah, sebelum korban mengatakan keterlibatan Angel, aku harus bisa membuat dia tutup mulut' gumam pak Setyo dalam hati.


" Baiklah pak kepala sekolah, bisa saya minta tolong untuk mencarikan informasi mengenai data diri korban beserta keluarganya" ucap pak Setyo ingin mencari tau terlebih dahulu tentang keluarga korban.


Jangan sampai dia belum tau semuanya tapi sudah bertindak terlebih dahulu dan takutnya dia berurusan dengan orang yang salah mengingat sekolah tempat Angel merupakan sekolah elit yang ditempati oleh anak anak orang kaya entah dari lapangan pengusaha ataupun pejabat tinggi pemerintahan.


" Iya baik pak, besok saya akan mencarikan data mengenai korban serta keluarganya" sahut pak kepala sekolah yang sedikit bisa bernafas karena memang dari awal dia ingin pak Setyo yang menyelesaikan masalah putrinya.


" Sekalian cari tau dimana korban dirawat" ucap pak Setyo lagi minta kepala sekolah untuk mencarikan informasi mengenai Hanna.


Akhirnya suasana rumah tersebut menjadi tenang kembali setelah beberapa menit yang lalu terdengar bentakan serta teriakan dari pak Setyo yang marah. Tidak lama kemudian kepala sekolah berpamitan setelah dirasa dirinya sudah selesai dengan urusannya