My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Kembali ke Jakarta



Mereka berenam berjalan bersama menyusuri setiap tempat wisata yang mereka kunjungi. Entah itu berjalan, makan ataupun berfoto mereka akan melakukannya bersama sama.


Karena kedekatan mereka berenam banyak teman teman lain entah itu teman sekelas ataupun teman kelas lainnya merasa iri. Apalagi ketiga cowok itu merupakan cowok idola di sekolah mereka yang sudah tentu membuat banyak teman cewek mereka yang lain iri dan sini saat melihat Hanna,Dita dan Viona.


Beberapa kali mereka mengambil gambar di ponsel mereka ataupun di kamera yang dibawa Vanno. Entah itu gambar pemandangan di sekitar tempat rekreasi ataupun mengambil gambar mereka sendiri.


Di kamera Vanno banyak terdapat gambar Hanna yang beberapa kali di curi oleh Vanno saat mereka bersama. Bahkan saat di dalam bus Vanno mencuri gambar Hanna yang sedang tertidur lelap.


Beberapa tempat rekreasi yang mereka datangi selain di Candi Borobudur. Diantaranya tempat rekreasi yang mereka kunjungi setelah Candi Borobudur adalah Taman Pintar Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Keraton Yogyakarta alun alun Yogyakarta, Jalan Malioboro, Gembira Loka Zoo dan yang terakhir Candi Prambanan.


Mereka benar benar melakukan perjalanan yang jauh dan melelahkan tapi menyenangkan. Karena bisa rekreasi bersama dengan teman teman mereka semua. Meskipun Vanno dilarang Alya membelikan oleh oleh untuk kedua adiknya tapi Vanno tetap membelikan oleh oleh untuk mereka berdua.


" Han.. bantu aku Vatikan oleh oleh buat adikku" ucap Vanno meminta bantuan pada Hanna saat mereka ada di dalam bus.


" Iya... tapi adikmu cewek apa cowok?" tanya Hanna balik.


" Cowok masih kelas 1 dan cewek masih umur 2 tahun" jawab Vanno.


" Rencananya mau kamu belikan apa?" tanya Hanna lagi ingin memastikan keinginan Vanno.


Tanpa menjawab pertanyaan Hanna, Vanno hanya mengangkat bahunya sekilas. Karena dia sendiri juga bingung ingin membelikan apa untuk kedua adiknya. Makanya dia meminta bantuan Hanna untuk mencarikan oleh oleh untuk kedua adiknya.


" Ya sudah nanti kita cari sama sama bareng yang lainnya, nanti kita bisa minta pendapat mereka juga" beritahu Hanna memutuskan.


Akhirnya Vanno bersama dengan sahabat mereka, membeli oleh oleh untuk keluarganya di mall Malioboro. Mereka bukannya tidak ingin membeli oleh oleh di pasar, tapi Karema mereka tidak ingin menawar harga yang bahkan mereka tidak bisa lakukan. Makanya mereka memutuskan membeli oleh olehnya di mall Malioboro karena di sana harganya pasti sudah ditentukan tanpa menawar lagi.


Vanno membeli banyak oleh oleh untuk adik adiknya, bahkan dia juga membelikan untuk semua orang yang bekerja di rumahnya. Dia tidak hanya membelikan oleh oleh makanan khas Yogyakarta tapi juga baju khas dari Yogyakarta.


Uang saku yang diberikan oleh papanya lebih dari cukup untuk membelikan olah oleh untuk semuanya. Bahkan dia juga membelikan makanan khas Yogyakarta untuk Hanna dan keluarganya. Apalagi Hanna hanya anak tunggal jadi dia tidak perlu membeli banyak oleh oleh untuk orang rumah.


" Kenapa kamu belikan aku oleh oleh juga sih Van?" tanya Hanna saat Vanno memberikan bingkisan kantong kresek yang berisi beberapa oleh oleh khas Yogyakarta saat mereka sudah ada di dalam bus.


" Buat orang tua kamu di rumah" sahut Vanno.


" Tapi Van...." Hanna masih berusaha menolak pemberian Vanno.


" Terima! kalau kamu nolak berarti kamu gak mau berteman denganku!" seru Vanno memotong ucapan Hanna dengan sedikit mengancam


Dengan terpaksa Hanna menerima bungkusan kantong kresek yang diberikan oleh Vanno. Vanno meletakkan barang barang belanjaan mereka di loker yang ada di atas kepala mereka. Vanno meletakkan semua barang belanjaannya begitu juga dengan barang belanjaan Hanna, Vanno membantu meletakkannya di sana juga.


Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan kini mereka berad di Candi Prambanan Minggu sore. Mereka berkeliling di candi tersebut hingga menjelang matahari terbenam. Bahkan anak anak bisa melihat dengan jelas matahari yang bergerak akan tenggelam di sebelah barat.


Dari Candi Prambanan mereka langsung naik bus untuk melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Jakarta. Tapi sebelum mereka pulang bus berhenti dahulu di sebuah restoran lagi. Mereka bisa mandi, melakukan ibadah sholat magrib sekaligus isya dan makan malam di sana. Bahkan mereka juga bisa beristirahat sejenak sebelum mereka melakukan perjalanan jauh.


Setelah mereka beristirahat sejenak dan makan malam serta menjalankan sholat magrib dan Isya. Kini jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan saatnya mereka akan pulang ke Jakarta lagi. Anak anak sudah bersiap untuk melakukan perjalanan panjang mereka lagi kembali ke Jakarta.


Setelah itu anak anak langsung masuk ke dalam bus mereka masing masing secara bergantian. Dan mereka duduk di bangku masing masing dengan wajah yang terlihat lelah.


Perjalanan pulang kali ini akan lebih cepat sekitar 1 jam daripada saat mereka berangkat tempo hari. Dan mereka diperkirakan akan tiba di Jakarta pukul 4 pagi hari Senin.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 6 - 7 jam perjalanan, mereka akhirnya tiba juga di Jakarta tepatnya di sekolahan mereka pada pukul 4 pagi lebih 15 menit.


" Akhirnya kita sudah sampai di sekolahan dengan selamat. Saya beserta perusahan mengucapkan terima kasih telah melakukan perjalanan study tour kalian bersama kami" ucap sang kernet sebelum bus berhenti di sekolah mereka.


Di luar sudah banyak kendaraan yang terparkir di luar sekolahan serta para orang tua penjemput yang sudah menunggu kepulangan anak anak dari Yogyakarta. Semua orang tua merasa lega karena anak anak mereka telah kembali ke Jakarta dengan selamat.


Anak anak disuruh untuk berkumpul sebentar oleh para guru yang akan memberikan pengumuman seputar sekolah mereka. Dan tidak lupa mereka berdoa kembali karena semuanya telah pulang kembali dengan selamat.


" Van... makasih ya" kata Hanna setelah mereka selesai berkumpul.


" Hmmm.." Vanno hanya bergumam dengan senyum tipis terbit di bibirnya sambil mengangguk.


Lalu mereka berjalan bersama sama untuk mencari keluarga mereka yang sudah menjemput mereka.


Sebelum mencari orang tuanya Hanna berpelukan terlebih dahulu dengan kedua sahabatnya. Mereka merasa sangat bahagia sudah bisa pergi rekreasi bersama sama. Apalagi Hanna dan Anno sudah berbaikan lagi dan menjadi teman mereka lagi.


" Ya sudah, yuk kita pulang" ajak Hanna setelah mereka selesai berpelukan. Mereka berjalan bersama sambil mencari orang tua masing masing.


" Itu orang tuaku, aku duluan ya" pamit Hanna saat dia sudah melihat kedua orang tuanya yang sedang berdiri tidak jauh darinya sambil melambaikan tangan mereka.


" Aku juga sudah di jemput" beritahu Viona yang menunjukkan orang tuanya pada Hanna dan Dita.


Dita masih mencari ke sana kemari untuk melihat orang tuanya yang juga berkerumun dengan banyaknya para penjemput. Hingga akhirnya dia bisa melihat kedua orang tuanya yang berada di belakang saking banyaknya penjemput yang berkumpul di sana.


" Aku juga sudah dijemput, itu mereka ada di sana" tunjuk Dita pada orang tuanya yang masih sibuk melihat ke sana kemari.


" Ya sudah... sampai ketemu lagi besok waktu masuk sekolah" ucap Viona yang langsung diangguki oleh Hanna dan Dita.


Mereka berjalan sendiri menuju orang tua masing masing yang sudah menunggu mereka sedari jama setengah 4. Karena mereka tidak ingin sampai terlambat menjemput anak anak mereka yang sudah kelelahan karena perjalanan jauh mereka.


Hanna berjalan mendekati Vita dan Doni, dan langsung mencium punggung tangan kanan mereka secara bergantian. Vita memeluk putri semata wayangnya yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu karena sedang pergi ke Yogyakarta.


" Mama kangen banget sama kamu sayang.." kata Vita sambil memeluk putri satu satunya tersebut dengan erat.


" Mama kamu sampai gak bisa tidur, karena memikirkan kamu terus" beritahu Doni dengan wajah bahagianya melihat 2 wanita beda generasi yang sangat dia sayangi saling berpelukan erat.


" Kenapa mama gak bisa tidur, Hanna kan lagi senang senang sama teman teman Hanna" sahut Hanna yang masih memeluk mamanya.


" Gimana mama bisa tidur sayang... mama terus kepikiran sama kamu apalagi selama ini kita belum pernah berpisah sehari saja" sahut Vita dengan air mata yang tiba tiba turun membasahi pipinya saking bahagianya melihat putrinya sudah kembali dengan selamat.


" Sudah pelukannya nanti bisa dilanjutkan lagi di rumah" ucap Doni menyindir istrinya yang terus memeluk putrinya dan tidak segera melepaskannya. " Ayo kita pulang dulu" ajak Doni kemudian.


Vita melepaskan pelukannya setelah suaminya mengajak dirinya dan putrinya untuk pulang ke rumah mereka. Lalu mereka berjalan bersama menuju ke mobil mereka yang terparkir di luar area sekolahan.


Doni menyeret koper Hanna sedangkan Vita membawa kantong kresek yang berisi oleh oleh yang dibelinya dan juga yang diberikan oleh Vanno. Sedangkan dia sendiri hanya memakai tas selempang di tubuhnya.


Begitu sampai di mobil mereka langsung masuk ke dalam. Doni segera menyalakan mobilnya dan melajukan ke jalan raya bergabung dengan beberapa mobil para penjemput juga.


Karena hari masih terlalu pagi, suasana jalan raya masih terlihat lengang, hanya beberapa mobil dan sepeda yang berlalu lalang. Bahkan jalan raya terlihat sangat sepi.


Satu persatu para orang tua yang menjemput anak anaknya pergi menuju ke mobil masing masing. Beberapa mobil penjemput bergantian keluar meninggalkan sekolahan menuju ke rumah mereka masing masing setelah bertemu dengan anak anak mereka.


Sekolahan yang awalanya ramai kini terlihat sepi setelah kepergian semua orang tua penjemput dan anak anak.