My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Mencari Hanna



Wajah mereka berlima langsung terlihat bingung dan mereka juga langsung saling menatap saat mendengar pertanyaan mamanya Hanna. Begitu juga dengan Vita yabg juga bingung saat melihat ekspresi kelima teman Hanna yang terlihat kebingungan saat dia bertanya tentang Hanna.


" Tante... bukannya hari ini Hanna tidak masuk sekolah ya?" tanya balik Dita yang masih merasa bingung.


" Iya Tante, dari pagi Hanna tidak ada masuk ke kelas dan juga tidak ada surat ijin. Kami mengira Hanna tidak masuk sekolah karena sakit, makanya kita tanya sama Tante" Robert menimpali dengan sopan.


Mendengar ucapan teman teman Hanna , langsung membuat Vita membuka matanya dengan lebar. Pasalnya Hanna dari pagi sudah diantar oleh papanya dan sekarang teman temannya bilang Hanna tidak masuk sekolah. Lalu dimana Hanna berada?


" Apa!?" tanya Vita dengan mata terbelalak karena terkejut. " Hanna masuk sekolah kok nak, tadi dia berangkat sama papanya!" jelas Vita pada semua sahabat Hanna.


Kini gantian semua sahabat Hanna yang bingung dan terkejut dengan penjelasan mamanya Hanna. Semua langsung saling pandang dengan satu sama lain karena bingung dengan keberadaan Hanna yang sampai saat ini belum terlihat oleh mereka sama sekali.


" Tapi beneran tante, Hanna sama sekali tidak masuk sekolah bahkan di bangkunya juga tidak ada tasnya" sanggah Dita lagi.


' Hanna berangkat sekolah bareng papanya, tapi kenapa dia tidak ada di sekolah? lalu dimana Hanna berada?' batin Vanno dengan semakin cemas.


" Dari tadi tante hubungi ponselnya gak diangkat sama sekali" beritahu Vita yang semakin cemas dengan keberadaan Hanna.


" Sama tante, dari tadi kita juga sudah menghubungi nomernya juga tidak diangkat bahkan pesan singkat kita juga belum dibaca sama sekali oleh Hanna" sahut Viona.


Kebetulan yang menjemput anak anak adalah sopir keluarga mereka sendiri. Dan mereka melihat dari dalam mobil anak anak dari majikan mereka yang sudah keluar tapi belum ada yang menghampiri mobil mereka.


" Den Vanno ada apa? kenapa dari tadi saya lihat kelihatannya den Vanno kebingungan?" tanya sopir Vanno yang sudah menunggu dari tadi.


" Tunggu dulu" perintah Vanno yang langsung diangguki oleh sopirnya yang juga langsung pergi menuju ke mobil majikannya berada.


Vanno yang merasa cemas bahkan mulai dari mereka masuk kelas hingga mereka dia bertemu dengan mamanya Hanna, kini dia semakin cemas dengan keberadaan Hanna. Dia yakin ada. sesuatu yang sedang terjadi dengan Hanna karena selama ini Hanna belum pernah sama sekali mengacuhkan telepon ataupun pesan singkat darinya. Tapi baru kali ini Hanna benar benar sudah mengacuhkan dirinya tanpa memberinya kabar sama sekali.


Tanpa menunggu teman teman yang lainnya Vanno langsung berbalik dan berlari memasuki gedung sekolahnya lagi. Dia yakin bahwa Hanna pasti ada di sekolah ini sedang mengalami kesulitan. Vanno berlari memasuki semua lorong lorong kelas yang di lewatinya. Entah kemana tujuannya yang dia pikirkan saat ini dia harus bisa menemukan Hanna.


Semua sahabat Vanno yang saat itu sedang berbincang dengan mamanya Hanna langsung melihat ke arah Vanno yang terlihat berlari dengan cepat. Seperti mendapatkan perintah mereka semua juga berbalik dan berlari mengikuti Vanno yang sudah berlari sedikit jauh dari mereka semua. Mereka langsung meninggalkan mamanya Hanna yang masih terlihat bingung dengan situasi yang terjadi saat itu.


Setelah tersadar dari kebingungannya, Vita yang tidak kalah cemas dengan keberadaan putri satu satunya tersebut juga langsung mengikuti murid murid yang mengaku teman baik Hanna. Dengan langkah cepat dia terus berusaha mengejar teman teman Hanna yang sudah memasuki sekolahan.


" Van...!" panggil Robert yang mengejar Vanno duluan, bahkan dia sudah berada tidak jauh di belakang Vanno. " Tunggu dulu Van!" seru Robert sekali lagi dan kini dia sudah berad di sebelah Vanno dan langsung menarik tangan Vanno yang terus berjalan dengan langkah cepat.


" Apaan sih kamu!" bentak Vanno merasa kesal dengan Robert yang menarik tangannya menahan langkahnya.


" Tunggu dulu... kamu mau kemana?" tanya Robert berusaha bersikap tenang melihat sikap Vanno yang terlihat cemas.


" Cari Hanna!" sahut Vanno cepat ingin pergi tapi masih ditahan oleh Robert.


Tidak lama semua teman teman mereka datang dengan nafas yang sudah memburu karena mengejar Vanno dan Robert yang berlari dengan kencang. Dan tidak lama Vita mamanya Hanna juga datang dengan nafas yang tidak kalah memburu dari lainnya.


" Kenapa kamu lari lari sih Van?" tanya Dewa dengan wajahnya terlihat kesal setelah nafasnya sedikit tenang.


" Dia mau mencari Hanna" bukan Vanno yang menjawab melainkan Robert yang membantu menjawab pertanyaan Dewa.


" Tapi kenapa kami malah masuk ke dalam sekolahan lagi?" kini Dita yang ikut bertanya.


Semua melihat ke arah Vanno yang terlihat kesal dengan sikap semua sahabatnya. Dia ingin buru buru mencari keberadaan Hanna dan menemukannya tapi malah dihalangi oleh semua sahabatnya. Vanno hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat.


" Kamu yakin Hanna masih ada di sekolahan?" tanya Dita yang mulai mengerti.


Tanpa menjawab pertanyaan Dita, Vanno hanya mengangkat bahunya sebentar menandakan bahwa dirinya juga tidak begitu yakin dengan keberadaan Hanna saat ini. Tapi entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa Hanna masih ada di sekolahan dan saat ini sedang membutuhkan bantuan.


" Ada apa ini? kenapa kalian masih ada di sini?" tanya salah seorang guru yang saat itu selesai dari kamar mandi dan melihat murid muridnya sedang bergerombol bersama dengan salah seorang wali murid.


" Maaf Bu, teman kami bernama Hanna tadi pagi diantar ke sekolah, tapi kami sedari pagi tidak melihatnya sama sekali. Kami mengira kalau dia masih ada di sekolah ini dan sedang membutuhkan bantuan makanya kami berencana mencari bantuan" sahut Robert dengan tenang.


" Loh... kenapa kalian tidak lapor ke pihak sekolah?" tanya sang guru dengan terkejut saat mengetahui ada salah satu muridnya yang hilang.


" Kami juga baru tau Bu, sebelumnya kami mengira Hanna tidak masuk sekolah tapi ternyata kata beliau mamanya, Hanna tadi pagi diantar sama papanya" jelas Robert sambil menunjuk Vita yang sudah mulai cemas dan menangis.


" Baiklah kalian carilah dulu dibeberapa ruangan, saya akan memberitahu yang lain juga penjaga sekolah untuk ikut membantu kalian" kata sang guru yang langsung berlari untuk memberitahu semuanya guru serta penjaga sekolah untuk ikut mencari muridnya yang hilang.


" Vi.. kamu temani tante, duduk saja di sini biar kami yang pergi mencari Hanna" perintah Robert yang melihat Vita sudah menjatuhkan air mata karena takut dengan keberadaan Hanna.


Semua orang setuju dengan ucapan Robert karena mamanya Hanna sudah mulai terlihat menangis dan terisak. " Bu... percayakan semuanya pada kami, kami akan berusaha dengan keras untuk segera menemukan Hanna" kali ini Dita yang mulai ikut membujuk Vita.


" Tapi nak__" belum sempat mamanya Hanna membantah tapi sudah dipotong oleh Vanno.


" Hanna pasti kembali, tan" potong Vanno meyakinkan Vita yang sudah menangis tersedu di pelukan Viona yang sudah memegangi tubuh mamanya Hanna.


Tanpa mendebat lebih lama lagi, Vanno langsung kembali pergi dari sana untuk mencari Hanna dibeberapa ruangan di sekolahan tersebut. Begitu juga dengan semua sahabatnya yang lain mereka juga langsung pergi mengikuti VannoSesuai perintah Robert, Viona menjaga mamanya Hanna dan mengajaknya duduk di bangku panjang sambil menunggu kabar dari semuanya.


Vanno dan semua sahabatnya yang lain terus mencari Hanna di ruangan kelas 7, Vanno membuka semua ruangan yang tidak dikunci dan langsung masuk untuk mencari Hanna. Dan langsung diikuti oleh semua sahabatnya. Semua sudah mulai merasa cemas dan takut dengan keberadaan Hanna yang sudah dari pagi menghilang.


Tidak lama hampir semua guru datang dan langsung membantu mencari Hanna dengan perasaan khawatir. Begitu juga para penjaga sekolah yang langsung membuka kunci ruangan yang sudah dia kunci sebelumnya.


Mereka berpencar dibagi beberapa orang mulai mencari dari ruangan paling atas yakni ruangan Rooftop hingga ruangan lantai paling bawah. Bahkan mereka juga mencari di halaman sekolah.


Beberapa ruangan sudah mereka buka dan cari hingga kemudian Vanno dan yang lainnya pergi mencari di ruangan kamar mandi kelas 7. Saat mereka masuk di kamar mandi kelas 7 khusus cewek, tanpa berfikir lagi Vanno ikut masuk ke dalamnya. Mereka membuka satu persatu ruangan kamar mandi.


Saat di kamar mandi paling ujung Vanno langsung terkejut melihat tulisan di kertas yang tertempel di pintu kamar mandi. Tulisan tersebut mencurigakan bagi Vanno karena tidak mungkin kamar mandi di sekolah elit tempat mereka sekolah sampai rusak. Dia langsung berusaha membuka pintu kamar mandi tersebut, tapi setelah dia berusaha membukanya ternyata pintu tersebut terkunci.


Robert dan yang lainnya yang melihat Vanno berusaha membuka kamar mandi tersebut langsung mendekatinya. " Kenapa Van?" tanya Robert.


" Apa kamar mandi ini sudah rusak sebelumnya Ta?" tanya Vanno pada Dita.


" Aku gak tau Van,sebelumnya kita tidak pernah ke kamar mandi yang paling ujung" sahut Dita dengan perasaan was was.


" Mintakan kunci kamar mandi ini pada guru atau penjaga sekolah" suruh Robert pada Dewa.


Dewa langsung keluar dari kamar mandi tersebut dan mencari guru dan penjaga yang lainnya untuk meminta kunci kamar mandi.


Tapi karena sudah tidak sabar Vanno langsung mencoba mendobrak pintu kamar mandi tersebut. Robert yang melihat juga langsung membantu Vanno untuk mendobrak kamar mandi tersebut. Dengan menggunakan tubuh, mereka mendobrak dengan sekuat tenaga. Hingga dobrakan yang kelima kalinya mereka sudah bisa mendobrak pintu tersebut hingga terbuka.


Dan saat itu Dewa juga beberapa guru dan penjaga sekolah datang berbondong bondong untuk masuk ke kamar mandi tersebut. Begitu pintu terbuka semua langsung terkejut dan membuka matanya lebar saat melihat pemandangan yang sangat mengerikan bagi mereka.