My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Nanti Kita Pikirkan Lagi



Saat ini anak anak sudah masuk sekolah lagi, tapi kali ini mereka tidak memakai seragam merah putih lagi melainkan seragam biru putih. Ya saat ini sudah masuk dalam ajaran baru, Vanno dan teman temannya kini sudah duduk i bangku kelas 7 atau kelas 1 SMP.


Setelah berunding dengan orang tuanya akhirnya Hanna sekolah di tempat yayasan yang sama ketika dia duduk di bangku Sekolah Dasar. Itu artinya sama seperti kelima sahabatnya yang juga sekolah di tempat yang sama.


Mendengar bahwa Hanna melanjutkan sekolah di tempat sama, keempat sahabatnya sangat senang begitu juga dengan Vanno yang justru dia yang paling senang daripada yang lainnya. Tapi dia tidak memperlihatkan perasaan senang dan bahagianya pada orang lain. Dia terus berusaha menyimpan sendiri dalam hati.


Anak anak baru mulai berdatangan masuk ke dalam lingkungan sekolah baru mereka yang terletak di sebelah gedung yayasan Sekolah Dasar. Terlihat anak anak baru tersebut hampir kesemuanya adalah lulusan dari Sekolah Dasar dari yayasan yang sama.


Viona dan Dita sudah datang duluan dan mereka ditemani oleh Dewa yang duduk di bangku kecil depan gerbang sekolah. Mereka memang sengaja menunggu ketiga sahabat mereka agar bisa masuk sama sama ke dalam.


" Kenapa mereka bertiga belum datang?" tanya Viona yang sudah tidak sabar.


" Sebentar lagi mereka pasti akan datang, kan kita sudah buat janjian ketemu di depan gerbang" sahut Dita berusaha menenangkan.


" Oh ya Ta, menurut kamu apa kita akan bisa masuk dalam satu kelas lagi, sepertinya teman kita semakin banyak saja di SMP ini" ucap Viona yang sedikit merasa cemas.


" Nanti kita bujuk saja Vanno agar menghadap kepala sekolah dan meminta kita berada dalam satu kelas" Dewa yang mendengar obrolan Viona dan Dita langsung menyahuti ucapan Viona.


" Memang bisa?" tanya Dita yang kurang begitu percaya dengan ucapan Dewa.


" Kalian ingat gak mantan teman satu kelas kita Diana?" tanya Dewa yang langsung diangguki oleh kedua secara bersamaan.


" Dia dipindahkan ke kelas lain karena Vanno yang menghadap kepala sekolah langsung dan meminta Diana dipindahkan kelas, bahkan dia sebenarnya meminta agar Diana dipindahkan dari sekolah kita karena dia sudah mengganggunya" mengingatkan keduanya.


" Jadi benar itu semua karena perbuatan Vanno?" tanya Dita yang hanya mendengar sekilas cerita dari teman teman satu kelasnya dulu.


" Iya!" sahut Dewa dengan penuh keyakinan.


" Ya sudah nanti kamu bujuk saja Vanno agar mau menghadap kepala sekolah" kata Viona yang setuju dengan ide Dewa.


" Bujuk saja agar dia juga bisa satu kelas dengan Hanna, pasti dia bakalan mau nantinya" ucap Dita yang bahkan meminta agar Hanna yang dijadikan alasannya. Dewa dan Viona mengangguk membenarkan ucapan Dita.


Tidak lama terlihat Hanna berjalan setelah turun dari mobil papanya. " Hanna..!" panggil Dita dengan suara keras sambil melambaikan tangannya, saat melihat wajah Hanna berjalan dengan seragam barunya.


Hanna yang merasa dipanggil langsung mendongak dan terlihat kedua sahabatnya sedang duduk dengan Dewa yang berdiri di sebelah Viona. Mereka semua tersenyum dan Hanna langsung berjalan menghampiri ketiganya.


" Sudah dari tadi nunggunya?" tanya Hanna saat dia sudah berdiri di depan mereka.


" Tidak... kita baru juga duduk di sini" sahut Viona dengan wajah bahagianya.


" Kita tunggu Vanno dan Robert dulu ya" kini Dewa meminta ketiganya untuk menunggu kedatangan kedua sahabat mereka yang lainnya.


" Mereka belum datang?" tanya Hanna yang mengira dirinya yang sudah datang terlambat.


" Belum... paling sebentar lagi mereka akan datang" sahut Dewa.


Akhirnya mereka berempat menunggu kedua sahabat mereka yang belum juga datang. Mereka mengobrol santai terutama masalah pakaian yang mereka pakai saat ini yang membuat mereka terlihat semakin dewasa berbeda dengan saat mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar.


" Itu mereka!" seru Dewa yang sedari tadi mengamati keluar gerbang. Dia melihat Robert dan Vanno yang berjalan dengan santai memasuki gerbang sekolah.


Ketiga cewek yang sedang mengobrol ringan itu, ikut melihat ke arah gerbang saat mendengar suara Dewa. Dapat mereka lihat dua sahabat mereka yang terlihat semakin dewasa saja dengan seragam baru mereka. Bahkan terlihat wajah mereka yang semakin tampan saja setelah mereka lama tidak bertemu karena sedang liburan.


' Kenapa dia semakin hari semakin tampan aja sih?' gumam Hanna dalam hati melihat Vanno yang berjalan mendekati mereka dengan wajah dinginnya. ' Dia terlihat semakin dewasa dengan seragam yang dia pakai' lanjutnya masih membatin dalam hati.


Dewa melambaikan tangannya kepada kedua sahabat yang sudah dia kenal sejak mereka duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Dia sudah terbiasa melihat sikap dingin keduanya sedikit berbeda dengan dirinya yang memiliki sikap ramah kepada semuanya.


" Kenapa baru nyampai? kita sudah lama nungguin kalian di sini" seru Dita yang terlihat kesal dengan sikap kedua sahabatnya tersebut yang tiba di depan mereka tanpa merasa bersalah sekali.


" Salah siapa datang duluan!" seru Vanno dengan dingin yang sebenarnya malas menjawab. Dia sesekali mencuri pandang pada Hanna dengan pura pura tidak menyapanya dengan wajah dinginnya.


" Bel masuk belum bunyi kan Ta?" Robert selalu berusaha bersikap dewasa jika diantar mereka ada yang sedang terbawa emosi.


" Sudahlah Ta, yuk kita masuk ke dalam" ajak Hanna membujuk Dita agar tidak kesal lagi dan Viona mengangguk setuju.


Tanpa membantah lagi mereka berjalan masuk ke dalam halaman sekolah baru mereka. Bersamaan dengan murid baru yang beberapa diantaranya sudah pee ah mereka lihat ataupun kenal karena mereka satu yayasan saat duduk di Sekolah Dasar. Ataupun baru mereka kenal wajahnya karena mereka berasal dari sekolah lain.


Hari ini mereka akan melakukan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah terlebih dahulu. Mereka akan masuk untuk satu Minggu ke depan dengan diberikan bimbingan oleh kakak kelas mereka yang menjabat sebagai anggota OSIS ataupun anggota Kepramukaan.


Saat ini mereka akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk awal kegiatan mereka dengan saling memperkenalkan diri mereka di depan semua kakak OSIS ataupun teman teman mereka. Mereka semua berdiri berbaris bersama di depan Kaka OSIS yang terlebih dahulu memperkenalkan diri mereka.


Setelah perkenalan semua kakak OSIS kini saatnya mereka mendengar nama nama dan kelompok mereka. Ternyata Hanna satu kelompok dengan Dewa, dan Robert dan Viona satu kelompok. Sedangkan Vanno dan Dita juga dalam kelompok yang berbeda.


Vanno merasa kesal karena dia tidak bisa satu kelompok dengan Hanna. Tapi untungnya Hanna masih ada Dewa yang pasti akan selalu dekat dengan Hanna. Mereka semua terpaksa harus terpisah terlebih dahulu itupun juga hanya kelompok sementara.


" Van gimana kalau kapan kapan kita menemui kepala sekolah dan minta agar nanti kita bisa berkumpul dalam satu kelas" saran Dewa yang ingin mereka tetap bersama dalam satu kelas.


" Iya Van, kamu pasti bisalah melakukan hal itu seperti saat kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar" Robert ikut membujuk Vanno.


Vanno hanya melirik ke arah kedua sahabatnya yang kini sedang berdiri di sebelahnya. "Nanti kita lihat dulu" sahut Vanno sambil mengangkat kedua bahunya.


Dulu pernah saat dia masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Dia menghadap ke kepala sekolah langsung tanpa rasa takut. Dia meminta teman cewek satu kelasnya yang sudah menyatakan rasa sukanya secara langsung untuk dipindahkan di kelas lain. Bahkan dia juga meminta agar cewek tersebut dipindahkan sekolahnya sekalian. Tapi kepala sekolah hanya bisa memindahkan teman cewek satu kelasnya tersebut di kelas lainnya. Dan dari sana tidak ada yang berani mengganggu Vanno lagi.


" Kamu gak mau kan pisah kelas sama Hanna" Dewa berusaha membujuk Vanno lagi agar setuju dengan idenya.


Vanno hanya melihat sekilas ke arah Dewa yang berdiri di sebelah Robert yang berdiri di tengah tengah mereka berdua. Memang benar yang dikatakan oleh Dewa bahwa dirinya memang ingin berada dalam satu kelas dengan Hanna. Tapi dia berfikir lagi apakah mereka berenam harus masuk dalam satu kelas lagi.


" Tenang aja sekarang Hanna aku yang jaga karena dia sekarang masuk ke kelompokku" ucap Dewa masih berusaha membujuk Vanno agar mau menuruti keinginan semuanya.


Vanno tidak menjawab ucapan Dewa lagi, tapi dalam otaknya tentu saja dia masih terus berfikir dengan keras ucapan Dewa. 'Sepertinya ide Dewa boleh juga, daripada nanti aku gak bisa satu kelas degan Hanna, mungkin kita memang harus menghadap kepala sekolah langsung' batik Vanno dalam hati menyetujui ide Dewa dan Robert.


" Gimana Van?" tanya Robert yang juga sudah tidak sabar ingin tau jawaban Vanno. " Lebih cepat lebih baik sebelum para guru menentukan kelas kita nantinya" masih berusaha membujuk Vanno.


" Nanti kita pikirkan lagi" sahut Vanno yang juga meras cemas.


Saat ini mereka sudah bergabung dengan kelompoknya masing masing dengan dipandu oleh 2 orang kakak kelas mereka yang merupakan anggota OSIS. Vanno yang terpisah dengan semua sahabatnya hanya bisa pasrah dan dia semakin bersikap dingin dengan teman teman satu kelompoknya.


Tidak hanya Vanno, Dita yang juga sendirian di dalam kelompoknya juga merasa kesal. Dia pengen bisa bersama dengan kedua sahabatnya. Tapi meskipun begitu dia tidak bisa berbuat banyak hanya bisa mengikuti kegiatan hari ini dengan malas apalagi dia harus berpisah kelompok dengan semua sahabatnya selama seminggu ini.


Mereka berenam sudah terbiasa bersama sejak mereka duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Jadi jika mereka tidak bisa bersama lagi seperti saat ini sudah pasti mereka akan merasa bosan dan kesal.