My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Perpisahan 1



Semua anak kelas 6 sudah mengikuti ujian sekolah dan mereka semua berharap bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Setelah mereka ujian sudah pasti mendapatkan libur dari pihak sekolah setelah mereka berjuang untuk mendapatkan nilai yang baik.


Kedekatan Vanno dan kelima sahabatnya terlihat sangat akrab terutama Hanna yang sangat dekat denganya. Dia merasa nyaman dan bahagia saat bisa bersama dengan Hanna dibandingkan dengan keempat sahabatnya yang lainnya.


Begitu juga dengan Hanna, dia juga merasakan bahwa persahabatan dirinya dan Vanno sangatlah dekat dibanding dengan yang lainnya. Bahkan banyak teman kelas lainnya yang mengira bahwa mereka sedang menjalin hubungan yang lebih dari seorang sahabat seperti kekasih.


Hanna dan Vanno biasa saja menanggapi pemikiran orang lain tentang mereka. Sempat memiliki pengalaman saat pertanyaan Dewa tentang hubungan mereka hingga pertemanan mereka menjadi renggang. Dan mereka tidak ingin hal itu terjadi makanya mereka tidak pernah menanggapi pemikiran teman teman sekitarnya.


Bagi mereka berdua cukup keempat sahabat mereka yang mengetahui kedekatan pertemanan mereka. Meskipun sebenarnya dalam hati mereka sedikit ada rasa suka dan sayang satu sama lain. Tapi mereka berdua berusaha memendamnya dalam hati, agar hubungan pertemanan mereka tidak pernah berakhir.


" Han, lanjutin sekolah dimana?" tanya Vanno yang sedang duduk di belakang bangku Hanna dan saat ini mereka sedang ada di dalam kelas tanpa ikut keempat sahabat mereka yang sedang makan di kantin.


Hanna mengangkat bahunya sekilas tanpa menengok ke belakang di mana Vanno sedang tiduran di atas mejanya. " Gak tau, masih bingung nyari sekolah di mana?" ucap Hanna dengan wajah tanpa menoleh ke belakang.


Saat ini Hanna memang masih bingung mau lanjut sekolah dimana karena dia belum meminta pendapat kedua orang tuanya. Dia tidak mungkin memutuskan sendiri mau sekolah dimana, karena biaya sekolah yang menanggung kedua orang tuanya.


*


*


*


*


Hari ini adalah acara perpisahan untuk pelepasan murid murid kelas 6. Acara diadakan di salah satu gedung mewah yang ada di sebuah hotel. Karena memang seperti itu tradisi di sekolahan mereka untuk mengadakan acara perpisahan dan pelepasan anak anak kelas 6 yang akan melanjutkan di sekolah jenjang berikutnya.


Acara akan dihadiri oleh seluruh murid kelas 6, seluruh guru dan karyawan serta seluruh wali murid kelas 6. Suasana di gedung tersebut juga sangat ramai karena akan adanya beberapa penampilan tari kreasi yang dilakukan oleh adik kelas mereka di setiap kelasnya.


Seluruh orang tua dan anak anak sudah datang dan duduk di tempatnya masing masing. Anak anak duduk sendiri di bangku depan dengan dibedakan per kelasnya. Dan para orang tua duduk di belakang sesuai dengan tempat duduk yang sudah disediakan.


Saat ini Dita dan Viona sudah duduk di bangku mereka dan memberikan tempat kosong di sebelah Dita untuk diduduki oleh Hanna. Sedangkan Vanno dan yang lainnya sudah barang tentu akan duduk di belakang mereka karena itu memang sudah menjadi kebiasaan bahwa mereka akan duduk bersamaan.


" Kok Hanna belum datang ya?" tanya Dita pada kelima keempat temannya. Dia merasa cemas karena Hanna yang belum datang sedangkan acara baru saja dimulai.


" Iya ya, kenapa dia belum datang juga?" tanya Viona yang ikut mencemaskan kedatangan satu sahabat mereka.


Mereka berdua berusaha menghubungi ponsel Hanna bahkan beberapa kali memberikan pesan singkat tapi belum dibalas juga oleh Hanna.


Vanno yang duduk di belakangnya hanya diam dan cuek saja tanpa merespon pertanyaan kedua sahabat Hanna dan juga temannya. Meskipun begitu dalam hatinya dia juga merasa cemas menantikan kedatangan sahabat spesialnya tersebut.


Tapi dia berusaha agar tidak terlihat oleh keempat temannya dan tetap memperlihatkan sikap dingin dan cueknya saja. Dia juga sudah beberapa kali mengirimkan pesan singkat untuk Hanna tapi belum juga dibaca.


" Mungkin mereka masih dalam perjalanan" sahut Robert yang duduk di belakang Dita.


" Hanna gak kasih kabar sama kamu Van?" tanya Dewa yang duduk di sebelah Robert.


Vanno melirik sebentar ke arah kedua sahabatnya yang saat ini tengah menatapnya begitu juga dengan Dita dan Viona. Tanpa menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya sebentar dengan berusaha mengalihkan matanya melihat ke arah panggung.


" Ya sudah ditunggu saja, sebentar lagi Hanna pasti datang" Robert berusaha menenangkan Dita dan Viona.


Hanna yang baru saja datang terlambat setengah jam dari jadwalnya acara bersama kedua orang tuanya masuk ke dalam gedung. Dia terlambat karena masih menunggu papanya yang harus rapat mendadak dengan pimpinan di kantornya. Saat ini acara sedang menampilkan beberapa tarian yang dilakukan oleh adik kelas Hanna.


Begitu masuk Vita dan Doni langsung diarahkan oleh seorang karyawan untuk menempati tempat duduk yang sudah disediakan untuk para wali murid.


" Iya sayang" sahut Vita sebelum akhirnya dia bersama suaminya bergabung dengan wali murid yang lainnya.


Hanna sendiri berjalan ke depan mencari tempat duduk yang masih kosong. Matanya mencari ke sana kemari mencari tempat duduk kelima sahabatnya. Dia sedikit kebingungan mencari mereka karena semua teman temannya semua memakai baju toga sama seperti dia.


Apalagi dia ada di deretan belakang pasti sulit untuk mencari mereka. Karena dia tidak ingin mengganggu teman teman lainnya yang sedang asyik melihat penampilan seni tari di panggung, akhirnya dia duduk di kursi yang terlihat kosonb.


" Kamu kelas 6 apa?" tiba tiba ada satu teman cewek yang duduk di sebelahnya bertanya pada Hanna.


" Aku kelas 6A" jawab Hanna dengan tersenyum.


" Tempat duduk kelasnya ada di samping kanan sana, kamu bisa duduk di sana" beritahu cewek tersebut dengan ramah menunjukkan tempat duduk untuk kelas Hanna.


" Oh gitu ya, ya sudah aku ke sana dulu ya, makasih sudah kasih tau" Hanna berterima kasih pada teman seangkatannya tapi tidak sekelas.


Cewek tersebut hanya mengangguk dan tersenyum tipis pada Hanna. Sedangkan Hanna sendiri melihat ke arah kanan di mana teman teman sekelasnya duduk. Dia juga memperhatikan tempat duduk yang masih kosong. Setelah dilihat ada bangku kosong yang ada di tengah tengah. Hanna langsung berjalan dengan sedikit membungkuk menuju kursi kosong yang ada di sana.


Hanna mendekati tempat duduk kosong tersebut dan begitu dia sampai di sana semua melihat ke arahnya. Tanpa dia sadari ternyata tempat duduk tersebut memang disediakan untuk dia.


Kelima orang yang sedang menunggu kedatangan Hanna sontak langsung melihat teman yang akan duduk di bangku yang disiapkan untuk Hanna. Jika yang akan duduk bukan Hanna maka mereka akan langsung mengusirnya tapi ternyata yang datang Hanna mereka semua senang dengan kedatangan Hanna.


" Hai Han, kok baru datang?" tanya Dita yang beru saja melihat Hanna datang.


" Loh... kalian?!" seru Hanna terkejut saat tau bahwa kursi kosong yang akan dia tempati bersebelahan dengan semua sahabatnya. " Iya, tadi papaku masih harus rapat dulu di kantornya makanya aku terlambat" jawab Hanna dengan tersenyum lalu duduk di sana dengan tenang.


" Gak pa pa, untung saja acaranya baru dimulai" Viona ikut menyahut karena dia senang akhirnya sahabatnya datang juga.


" Makasih ya sudah mencarikan tempat duduk buat aku" ucap Hanna senang karena dia tau bahwa tempat duduk itu memang mereka sisakan untuk dirinya.


" Bukan kita, tapi Vanno yang dari tadi ngusir anak anak lain yang mau duduk di situ" sahut Viona dengan tersenyum sambil matanya menunjuk ke arah Vanno yang duduk tepat di belakang Hanna.


Hanna langsung melihat ke belakang dan terlihat Vanno juga menatapnya dan tersenyum tipis. " Makasih ya" ucap Hanna dengan bibir tersenyum senang. Tanpa menjawab Vanno hanya mengangguk dengan bibir yang terlihat tersenyum tipis sekali.


Hanna kembali melihat ke dapan di mana acara penampilan seni tari sedang dilakukan begitu juga dengan yang lainnya. Saat sedang konsentrasi melihat acara demi acara tiba tiba ponsel Hanna yang ada di dalam tas kecilnya bergetar.


Dia langsung mengambil ponselnya dan melihatnya. Di sana terlihat satu pesan singkat dari seseorang. Tanpa dia sadari ternyata banyak pesan singkat yang masuk di ponselnya sejak tadi tanpa dia sadari. Mungkin karena dia terlalu panik datang terlambat ke acara perpisahannya sehingga dia tidak menyadari ada banyak pesan masuk setelah ada satu pesan masuk barusan.


Hanna langsung membaca pesan pesan tersebut yang ternyata dari kedua sahabatnya dan juga dari Vanno. Ternyata Vanno yang barusan mengirimkan pesan singkat tersebut.


' Kenapa pesanku dari tadi gak dibalas?' tanya Vanno yang menulis di pesan singkat Hanna.


Hanna langsung membalas pesan dari Vanno. 'Sorry tadi lagi panik karena terlambat datang ke sini jadi gak sempat lihat hp' balas Hanna.


Hanna juga membuka pesan yang dikirim oleh Dita dan Viona. Langsung saja dia mendekat ke Dita. " Sorry tadi gak sempat lihat hp, jadi pesan kalian belum sempat aku baca" beritahu Hanna merasa tidak enak sama kedua sahabatnya.


Selama ini Hanna dan Vanno memang sering sekali berkirim pesan singkat atau bertelepon jika mereka ada di rumah. Dan hal itu tidak pernah diketahui oleh sahabat mereka yang lainnya. Makanya meskipun mereka tidak berbicara langsung seperti kali ini, mereka masih bisa berkirim pesan singkat.


" Gak pa pa yang penting sekarang kamu sudah datang" sahut Dita yang langsung diangguki oleh Viona sambil tersenyum.


" Kalian memang sahabat terbaikku" kata Hanna ikut tersenyum senang.


Coba saja saat ini mereka ada di luar gedung sudah pasti mereka akan berpelukan dengan suara seru dan bahagia mereka. Hanna kembali duduk dengan posisi awal dan melihat lagi ke depan begitu juga dengan yang lainnya.