My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Jaga Emosi Kamu



" Masalahnya siapa yang berani meminta rekaman cctv, jika kita yang meminta pasti pihak sekolah tidak akan memberi kita ijin" kali ini Dewa memikirkan kendala yang harus mereka hadapi.


Sejenak mereka terdiam memikirkan cara untuk meminta ijin meminta rekaman cctv di hari kejadian Hanna terkurung di kamar mandi. Tidak lama kemudian semua orang menatap ke arah Vanno yang hanya terdiam tanpa berkata sama sekali.


Semua orang tersenyum dan akhirnya tertawa bersama kecuali Vanno yang hanya diam dan menutup matanya dengan malas. Dia tau maksud tatapan dan tawa mereka serta apa yang dipikirkan oleh semua sahabatnya.


Mereka tau siapa orang yang bisa membantu mereka meminta rekaman cctv di sekolah mereka saat kejadian yang menimpa Hanna. Siapa lagi kalau bukan Vanno yang memiliki seorang papi sebagai andil donatur terbesar di sekolah mereka. Jadi apapun yang diinginkan oleh Vanno sekolah tidak akan ada yang berani menolaknya.


Karena jika sampai hal itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan papinya akan langsung mendatangi ke pihak sekolah atau yayasan. Dan pastinya beliau akan langsung turun tangan sendiri jika saja hal itu sampai terjadi.


" Kamu pasti bisa melakukannya Van, kita mengandalkan kamu" mohon Robert dengan sedikit candaan sambil menepuk bahu Vanno pelan.


" Iya Van" yang lain ikut mengiyakan ucapan Robert.


Mereka semua kembali mengikuti pelajaran selanjutnya dan mereka akan meminta rekaman cctv nanti setelah pulang sekolah. Mengingat waktu istirahat yang hanya sebentar akan menyita waktu mereka apalagi si istirahat pertama mereka tidak makan jadi waktu istirahat kedua mereka ke kantin untuk mengisi perut kosong mereka. Untuk itu agar lebih leluasa saat meminta rekaman cctv mereka memintanya nanti saat pulang sekolah.


Begitu bel pulang telah berbunyi semua murid di sekolah tersebut berhamburan untuk pulang ke rumah mereka masing masing. Berbeda dengan sahabat sahabat Hanna yang masih dengan santainya memasukkan buku buku mereka ke dalam tas.


Mereka menunggu semua teman teman mereka yang lainnya agar pulang terlebih dahulu. Sehingga tidak akan ada yang melihat saat mereka akan ke ruangan guru untuk meminta rekaman cctv.


Setelah dirasa semua teman sekelas mereka sudah berhamburan pulang, mereka akhirnya juga bergegas untuk keluar dari kelas mereka. Dan hanya terlihat beberapa murid lain yang masih ada di sekitaran sekolah. Tapi tujuan mereka adalah ke ruang guru untuk menemui wali kelas mereka terlebih dahulu.


" Siapa yang masuk? tidak mungkin kan kita masuk semuanya?" tanya Dita begitu mereka telah berdiri di depan ruang guru yang ada di lantai bawah.


Vanno yang tidak ingin mengulur waktu lagi tanpa menggubris pertanyaan Dita langsung masuk ke dalam ruang guru setelah dia mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Biar aku yang ikut, kalian tunggu saja di sini" sahut Robert langsung saat melihat Vanno yang sedang mengetuk pintu ruang guru. Sebelum mengikuti Vanno yang sudah masuk ke dalam, Robert terlebih dahulu menyuruh teman yang lainnya untuk menunggu mereka di sana.


Robert langsung masuk ke dalam untuk mengikuti Vanno yang sudah masuk terlebih dahulu. " Selamat siang pak" sapa Vanno yang sudah berdiri di meja salah satu guru yang tidak lain adalah wali kelasnya.


" Siang ada apa kamu kesini Vanno?" tanya sang guru yang sudah mengenal Vanno karena papinya yang menjadi donatur terbesar di sekolah dia bekerja.


Robert yang baru saja masuk ke dalam ruang guru langsung berjalan menghampiri Vanno yang sedang berdiri di depan meja kerjanya.


" Kamu sendiri kenapa kesini?" tanya pak wali kelas mereka yang bernama pak Indra begitu melihat kedatangan Robert.


" Tidak pak saya hanya menemani Vanno yang ingin menghadap bapak" jawab Robert dengan tersenyum tipis.


" Duduk!" suruh pak Indra pada kedua muridnya agar mengambil kursi dan duduk di depannya dengan dibatasi oleh meja kerjanya. Robert mengambil kursi di sebelahnya satu lagi karena di sana hanya tersedia satu kursi yang berada di depan Vanno. Mereka kemudian duduk di bersebelahan menghadap pak Indra.


" Sekarang katakan apa maksud kedatangan kalian ke sini mencari saya?" tanya pak Indra karena pertanyaannya yang tadi belum sempat dijawab oleh Vanno, keburu Robert datang yang menghentikan percakapan mereka.


" Maksud kamu apa?!" tanya pak Indra dengan suara sedikit keras dengan tangan menggebrak meja pelan sehingga hampir semua guru yang ada di sana melihat ke arah mereka. Dia sangat kesal mendengar jawaban Vanno yang menurutnya seenaknya saja meminta pada dirinya.


Robert yang melihat semua guru sedang menatap ke arah mereka hanya bisa menghela nafas dengan berat karena ucapan Vanno yang terdengar memerintah pak Indra. Dia sudah yakin hal ini pasti akan terjadi karena Robert sudah terbiasa dengan ucapan Vanno yang seenaknya saja tanpa basa basi terlebih dahulu karena memang seperti itulah sikap Vanno yang selalu bicara singkat dan to the point.


" Emmm... tolong tenang dulu pak. Begini pak, maksud kedatangan kami ke sini meminta bantuan pada bapak karena kami ingin melihat rekaman cctv hari kemarin. Kejadian dimana teman kami Hanna yang terkunci di dalam kamar mandi" Robert berusaha meredam emosi pak Indra dan akhirnya menjelaskan dengan pelan maksud kedatangan mereka.


Semua guru yang tadinya melihat ke arah mereka, akhirnya berpaling dan mengalihkan pandangannya dari mereka bertiga. Apalagi setelah dirasa pak Indra sudah bisa meredam emosinya pada kedua murid barunya yang terbilang murid terpopuler di sekolah mereka.


Pak Indra yang sudah mengenal Vanno dan Robert hanya diam mendengar penjelasan dari Robert. Dia tadi kesal dan sedikit marah dengan sikap Vanno yang seenaknya saja meminta rekaman cctv tanpa menjelaskan lebih rinci untuk apa. Dan saat mendengar Robert yang berbicara akhirnya dia diam terlebih dahulu mendengar penjelasan salah satu muridnya tersebut.


" Pasti bapak sudah mengetahui tentang kejadian yang dialami oleh Hanna kemarin, makanya kami ke sini untuk mencari bukti keterlibatan seseorang dalam kejadian itu. Makanya kami ke sini meminta bantuan pak Indra untuk mencarikan rekaman cctv di sekolah kita" sambung Robert begitu berhati hati memberikan penjelasan pada pak Indra.


" Apa menurut kalian ada yang sengaja ingin mencelakai Hanna?" tanya pak Indra pelan, kini dia sudah bisa mengontrol emosinya. Saat kejadian pak Indra memang tidak tau pastinya karena dia sudah pulang lebih dulu setelah ijin pulang lebih awal karena sedang ada keperluan mendadak. Dan dia baru tau ceritanya tadi pagi saat para guru lainnya menceritakan kejadian yang menimpa Hanna.


" Kami tidak tau pastinya pak, makanya kami ingin mencari bukti dan meminta bantuan bapak untuk mencarikan rekaman cctv tersebut" sahut Robert dengan tetap bersikap sopan. " Terlebih kemarin Hanna terkurung di kamar mandi dengan tangan dan mulut diikat oleh kain dan pintu kamar mandi yang terkunci" lanjut Robert meyakinkan pak Indra.


Sejenak pak Indra terdiam, namun dia berfikir akan ucapan Robert yang membuatnya sedikit yakin. Menurutnya memang benar apa yang terjadi dengan Hanna sepertinya memang ada yang ingin sengaja menyakiti muridnya tersebut.


" Gimana pak?" tanya Vanno yang sudah tidak sabar mencari bukti-bukti. Menurutnya jika pak Indra tidak bisa membantunya maka dia akan langsung menghadap pada kepala sekolah dengan mengatasnamakan nama papinya.


" Kita harus bertanya dulu pada kepala sekolah" sahut pak Indra kemudian. Dia sendiri ingin membantu tapi dia tidak bisa berbuat seenaknya tanpa memberitahukan semuanya terlebih dahulu pada kepala sekolah.


Sebenarnya Vanno kesal dengan jawaban pak Indra, karena beliau harus bertanya dulu pada kepal sekolah. Seharusnya tadi Vanno tidak perlu menghadap pak Indra dan langsung saja menghadap kepala sekolah sendiri.


Dia ingin bangkit dari duduknya tapi sudah dicegah oleh Robert terlebih dahulu yang sudah tau reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh Vanno. Robert tau dia kesal karena mendengar jawaban dari pak Indra tapi dia berusaha mencegah tindakan Vanno yang akan pergi dari sana dengan menahan tangan Vanno yang ingin berdiri dari duduknya.


" Baiklah kami akan tunggu di sini menunggu bapak menghadap kepala sekolah terlebih dahulu" sahut Robert yang langsung mendapat tatapan tajam dari Vanno yang terlihat kesal dan geram.


" Ya sudah kalian tunggu dulu di luar dan saya akan bicara dulu dengan kepala sekolah" ucap pak Indra yang langsung berdiri dan pergi untuk menghadap kepala sekolah.


Robert mengajak Vanno untuk pergi keluar dari ruang guru menemui sahabatnya yang lain sambil menunggu pak Indra yang masih berbicara dengan kepala sekolah. Vanno yang kesal dengan ucapan Robert hanya bisa berusaha menahan emosinya untuk memarahi Robert saat itu juga.


" Seharusnya kamu gak perlu nahan aku bertemu dengan kepala sekolah" ucap Vanno dengan pelan tapi penuh penekanan karena dia berusaha menahan emosinya saat mereka baru keluar dari pintu ruangan guru.


" Jaga emosi kamu!" sahut Robert balik kesal dengan sikap Vanno. " Kamu mau ada yang tau dengan rencana kita untuk mencari bukti rekaman cctv, dan akhirnya mereka duluan yang menghilangkan jejak kejahatan mereka!" lanjut Robert menjelaskan maksudnya yang berusaha menahan Vanno tadi saat di hadapan pak Indra.


Robert tadi menahan Vanno yang akan pergi dan langsung menghadap kepala sekolah karena dia tidak ingin Vanno berbuat gegabah. Sehingga nantinya akan ada yang mengetahui rencana mereka yang ingin mencari bukti keterlibatan seseorang dengan kejadian yang dialami Hanna.


Vanno akhirnya terdiam tanpa ingin mendebat Robert lagi. Dalam hatinya dia membenarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut yang selalu mengerti dan memahami situasi dan kondisi sekitarnya. Robert juga adalah orang selalu bisa mengatasi masalah yang sedang terjadi saat itu dan bagaimana menyelesaikannya tanpa membuat masalah yang baru lagi.