My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Berteman Lagi



Setelah sarapan bersama semua anak anak dan guru kembali lagi naik bus untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat wisata. Dan kebetulan saat ini sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi sehingga udara yang masih segar dan suasana indahnya kota Yogyakarta semakin terlihat dengan jelas.


Bus rombongan bergerak keluar dari parkiran tempat restoran, menyusuri jalanan Yogyakarta yang sudah terlihat semakin ramai. Tujuan tempat awal mereka adalah candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban di dunia.


Hanna dan Vanno duduk bersebelahan seperti saat mereka berangkat dari sekolah tadi malam. Hanna yang masuk terlebih dahulu ke dalam bus dan di ikuti Vanno yang masuk dan langsung duduk di sebelah Hanna dengan tenang.


" Oh ya... makasih karena tadi malam kami sudah membantuku tidur dengan nyaman" ucap Hanna yang sudah dari sebelumnya ingin berterima kasih pada Vanno.


Vanno yang sedang asyik bermain game di ponselnya langsung melihat ke arah Hanna yang juga sedang melihatnya. ' Hemm..." sahut Vanno yang hanya bergumam saja.


Hanna yang sudah terbiasa dengan jawaban Vanno hanya bisa memakluminya saja tanpa protes. Karena memang dari awal dia mengenal Vanno, Hanna sudah terbiasa dengan ucapan Vanno yang sangat irit bicara, bahkan kadang terkesan arogan.


" Sorry" kata Vanno dengan cepat tanpa melihat ke arah Hanna.


" Hah...?" tanya Hanna yang bukannya tidak mendengar ucapan Vanno dengan jelas, tapi dia lebih ingin memastikan atau lebih kearah ragu tidak percaya dengan pendengarannya.


Vanno berdecak kesal sambil memutar matanya karena kesal. Dia tau bahwa sebenarnya Hanna bisa mendengar ucapannya, tapi sepertinya Hanna hanya ingin mengujinya saja.


Vanno menghembuskan nafasnya dengan kasar. " Aku minta maaf, jika beberapa minggu ini aku sudah bersikap cuek dan dingin sama kamu. Aku bukannya ingin menghindari kamu, tapi aku lebih merasa sedikit canggung saja saat orang lain mengartikan pertemanan kita itu berbeda, seperti pemikiran Dewa tentang kita. Aku hanya takut kamu merasa risih karena dekat sama aku. Jadi aku mencoba membuat jarak diantara kita" ucap Vanno dengan panjang lebar sambil sesekali melihat ke arah Hanna dengan wajah sedikit menahan malu.


Hanna hanya diam mendengar dengan seksama ucapan yang keluar dari bibir Vanno. Baginya itu adalah rekor pertama yang dilakukan oleh Vanno selama mereka berteman selama ini. Pasalnya baru kali ini Vanno berbicara dengan panjang bahkan terdengar dengan suara yang lembut.


" Tapi setelah lama kita tidak bertukar sapa dan tidak berbicara seperti biasanya, entah kenapa aku merasa ada yang hilang. Selama ini aku sudah merasa nyaman bisa dekat dan berteman dengan kamu" kata Vanno menatap wajah Hanna yang juga menatapnya " Jadi.... bisakah kita berbaikan dan mulai berteman kayak dulu lagi?" tanya Vanno mengajak Hanna untuk berbaikan dan berteman lagi.


Hanna masih diam mematung melihat wajah Vanno yang juga masih menatapnya. Setelah itu Hanna langsung mengangguk dengan cepat sambil tersenyum cerah. " Iya... aku juga minta maaf karena aku juga sudah marah dan menjauh dari kamu, seharusnya aku bisa mengerti, bukannya malah semakin marah dan menjauh dari kamu" sahut Hanna dengan senyuman yang juga merasa bersalah karena malah ikut menjauhi Vanno.


Sekali lagi Vanno bisa bernafas dengan lega, dapat melihat senyuman Hanna yang selama ini membuat dirinya merasa senang. Apalagi mendengar ucapan Hanna barusan yang langsung membuat hatinya bahagia.


" Jadi..?" tanya Vanno ingin memastikan lagi. "Kita sudah baikan dan menjadi teman seperti dulu lagi lagi kan?" tanya Vanno sekali lagi.


" Iya" jawab Hanna menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih melihat ke arah Vanno. Di sana Hanna bisa melihat wajah Vanno yang senang bahkan dia juga tersenyum meskipun sangat tipis. Dan Hanna senang bisa melihat senyuman Vanno meskipun hanya senyuman tipis.


" Iya apa?" tanya Vanno lagi ingin memastikan ucapan Hanna.


" Iya...kita akan menjadi teman lagi seperti dulu" sahut Hanna sambil menunjukkan jari kelingkingnya di hadapan Vanno.


Vanno langsung menautkan jari kelingkingnya di jari kelingking Hanna dan menyatukan ibu jari mereka yang artinya mereka telah berjanji untuk selalu menjadi teman selamanya dan harus ditepati.


Mereka berdua tersenyum bahagia, apalagi sikap mereka berdua yang terasa lucu. Kini keduanya sudah berteman lagi seperti dulu dan berharap pertemanan mereka akan kekal hingga mereka dewasa nantinya, karena memang selama ini mereka sudah merasa nyaman dengan kebersamaan mereka.


Tidak lama suara kernet memberitahu mereka bahwa saat ini bus yang mereka tumpangi sudah sampai di Candi Borobudur. Dan bus yang mereka tumpangi tengah bergerak pelan mencari tempat parkir.


Akhirnya bus berhenti dan semua anak anak satu persatu keluar dari bus yang sudah terparkir. Vanno dan Hanna masih menunggu teman teman mereka keluar terlebih dahulu baru mereka akan turun.


Mereka berjalan bersama dengan keempat sahabat mereka yang tidak jauh dari teman teman sekelasnya. Tiket sudah dibooking sebelumnya jadi mereka hanya tinggal masuk ke dalam dengan salah seorang pemandu wisata setiap kelasnya dengan didampingi beberapa guru di setiap kelasnya.


Vanno memberikan kameranya pada salah satu guru yang bertugas mendokumentasikan semua kegiatan mereka. Vanno meminta tolong guru tersebut untuk mengambil gambar semua teman sekelasnya sebagai kenang kenangan.


Mereka semua masuk satu persatu dan berjalan menuju ke Candi Borobudur. Untuk mencapai ke Candi tersebut mereka harus menaiki banyak tangga. Apalagi untuk mencapai puncaknya, mereka juga harus menaiki beberapa tangga yang akan membuat kaki sakit jika tidak kuat.


Mereka semua berjalan berenam dengan ketiga cewek berjalan di depan para cowok. Robert, Dewa, Dita dan Viona yang merasa kedua sahabat mereka masih belum berbaikan. Mereka hanya bisa berbicara melalui kode mata dan pesan WhatsApp saja agar Hanna dan Vanno tidak melihat kode yang mereka lakukan.


Robert yang berjalan di tengah, pura pura mengajak Dewa berbicara tanpa memperdulikan Vanno yang berjalan di sampingnya. Vanno sendiri tidak ambil pusing dengan perilaku mereka, dia tetap berjalan di sebelah Robert dengan pandangan lurus ke arah depan. Karena memang sifatnya yang cuek.


Menyadari kode yang diberikan Robert dengan mengajak Dewa berbicara dengan sedikit keras. Dita langsung mengerti dan mendekati Viona yang berjalan di sebelah kiri Hanna. Dia merangkul bahu Viona dan pura pura membisikkan sesuatu di telinga Viona. Hal itu dia lakukan agar Hanna merasa sendiri dan tidak ada teman yang mengajaknya berbicara.


Hanna yang memang masih remaja, tentu saja ada perasaan sedih saat melihat kedua sahabatnya berbisik bisik tanpa mengajaknya. Tapi meskipun begitu dia tidak berniat untuk menegur mereka berdua.


Vanno yang melihat Hanna yang seolah dicuekin sama kedua sahabatnya, membuat dia menjadi kesal dengan sikap Dita dan Viona yang berbisik bisik. Vanno merasa kasihan dan dia berjalan mendekati Hanna yang berjalan dengan wajah sendunya.


Vanno langsung menarik tangan Hanna dan mengajaknya pergi tanpa sepatah kata. Mereka pergi meninggalkan kedua sahabatnya dan sahabat Hanna yang dari tadi sedang asyik sendiri tanpa memikirkan perasaan Hanna.


" Ehhh....." Hanna berusaha menarik tangannya yang tiba tiba ditarik oleh orang lain hingga Hanna menyadari bahwa yang menarik tangannya adalah Vanno akhirnya dia diam saja mengikuti langkah Vanno tanpa memberontak lagi.


Kini Hanna dan Vanno berjalan bersama menuju ke arah Candi Borobudur tanpa menghiraukan teman mereka.


Keempat sahabat mereka yang tadi berpura pura mengacuhkan keduanya, seketika langsung menghentikan tindakan mereka melihat Hanna yang ditarik oleh Vanno menjauh dari mereka semua.


Keempatnya langsung saja tertawa bahagia melihat Vanno mengajak Hanna pergi menjauh dari mereka. Tangan mereka langsung berhigh five bergantian diantara keempatnya dengan senyuman bahagia. Bahkan semua teman lainnya melihat kebahagiaan mereka tanpa ada yang tau.


" Sepertinya mereka berdua sudah baikan" ucap Robert yang mulai sedikit demi sedikit melihat sikap Vanno terhadap Hanna sudah kembali seperti dulu.


" Iya betul... bahkan tanpa kita repot repot melakukan semua rencana lainnya, aku yakin mereka pasti sudah berbaikan dan berteman lagu" sahut Dita dengan penuh kebahagiaan.


" Apa Hanna tidak akan marah dengan kita, karena tadi kita sudah mengabaikannya tadi?" kini Viona yang merasa takut Hanna akan marah dengan mereka semuanya.


" Hanna tidak akan mungkin melakukan hal itu, dia itu teman yang baik pasti nanti dia akan memaafkan kita" kata Dita meyakinkan Viona.


" Pokoknya kalau dia marah, kamu harus tanggung jawab. Aku gak mau kehilangan sahabat baik kayak Hanna..." ucap Viona memberitahu.


Bibir Dita berdecak mendengar ucapan Viona yang terdengar lebay. " Kalau kamu kehilangan aku gimana?" tanya Dita dengan wajah kesalnya.


" Kalau kehilangan kamu aku gak masalah, kamu itu anaknya bar bar, judes gak kayak Hanna" sahut Viona yang selalu berkata jujur dan apa adanya.


" Apa kamu bilang! bentak Dita terlihat kesal wajahnya sudah memerah menahan amarah mendengar ucapan Viona. " Ya sudah! kamu pergi sana gak usah berteman lagi sama aku!" usir Dita merasa tersinggung dengan ucapan sahabatnya tersebut yang memiliki sikap plin plan. Saking kesalnya dia bahkan sampai mendorong bahu Viona pelan untuk mengusirnya.


" Aku gak mau, meskipun kamu mengusirku aku gak akan pergi. Kamu itu memang bar bar dan judes tapi kamu selalu baik sama aku, selalu belain aku, makanya kita bertiga akan terus menjadi sahabat" kata Viona dengan tulus.


Dita menjadi terharu mendengar ucapan Viona yang memang selalu jujur. Dia juga senang bisa bersahabat dengan Viona selama ini meskipun mereka berdua memiliki sifat yang berbanding terbalik.