My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Menjenguk Hanna



Dewa masih saja terus berteriak memanggil Angel dan ketiga temannya yang sudah berjalan keluar dari lapangan dengan terburu buru. Bahkan saat tubuh mereka sudah tidak terlihat lagi, Dewa masih saja terus berteriak dengan kata kata buruk.


Robert yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Lalu bejalan menghampiri Dewa yang berdiri tidak jauh darinya.


" Biarkan saja mereka pergi, yang penting kita sudah tau siapa pelaku di balik penyekapan terhadap Hanna" ucap Robert menepuk bahu Dewa lalu memeluk bahunya agar sahabatnya tersebut bisa tenang.


" Tapi Bert__" ingin Dewa memprotes ucapan Robert namun sudah terpotong terlebih dahulu oleh Robert.


" Serahkan pada ahlinya" potong Robert dengan mengatakan ahlinya yang dimaksud adalah Vanno dan Dewa langsung mengerti dan tersenyum saat melihat Vanno.


Sementara itu Vanno yang sedari tadi tidak berkata sama sekali masih setia dengan keterdiamannya. Dengan santainya Vanno melepas tangannya yang menyilang di dadanya lalu memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Vanno langsung beranjak pergi dari tempatnya untuk keluar dari lapangan tanpa mengatakan sepatah kata saja.


Robert dan Dewa yang melihat kepergian Vanno langsung tergesa gesa berjalan mengikuti langkah Vanno untuk pergi dari lapangan tersebut. Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelas mereka yang ada di lantai atas dengan wajah cerah karena saat ini mereka telah menemukan pelaku penyekapan Hanna, meskipun mereka belum mendapatkan bukti kuatnya.


" Kita tanya Hanna aja yang lebih tau siapa pelakunya" ucap Dewa dengan suara lirih sambil berjalan menuju ke kelas mereka.


" He em, gimana kalau nanti kita jenguk Hanna" sahut Robert yang setuju dengan ucapan Dewe untuk segera menemui sekaligus bertanya pada Hanna.


Vanno diam saja tanpa menjawab semua ucapan kedua sahabatnya yang terus berbicara dari tadi. Terutama Dewa yang sudah dari awal bertemu dengan Angel, dirinya selalu bicara terus bahkan terlihat marah marah.


Mereka segera masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku masing masing untuk mendengarkan pelajaran dari guru pengajar. Vanno masih saja diam tanpa berbicara berbeda dengan Dewa yang langsung menghampiri tempat duduk Dita dan Viona. Dia langsung bercerita pada Dita dan Viona yang tidak tau menahu tentang rencana ketiga teman pria mereka saat mereka bertiga mencari pelaku penyekapan terhadap Hanna.


Kebetulan banget jam pelajaran kali ini di kelas mereka sedang kosong karena guru pengajar ada kepentingan di luar sehingga mereka hanya diberikan tugas saja. Meskipun begitu mereka tetap mendapatkan tugas mengerjakan soal soal. Dari sekian banyaknya murid di kelas hanya Rivan yang terlihat diam tanpa berbicara dengan yang lainnya. Sedangkan murid yang lainnya banyak yang mengobrol dengan teman temannya ada juga yang berjalan tugas secara bersamaan.


" Gimana kalau nanti kita jenguk Hanna bareng bareng?" tanya Dewa.


" Iya aku setuju" sahut Dita dengan begitu semangat dan juga langsung diangguki oleh Viona yang juga menyetujui saran Dewa.


" Sama mereka berdua juga?" tanya Dita saat melihat Robert yang sedang asyik main game di ponselnya sementara itu Vanno seperti biasa hanya akan menelungkupkan kepalanya di atas meja.


Mendengar pertanyaan dari Dita Dewa langsung melihat ke arah Robert dan Vanno lalu mengangkat kedua bahunya bertanda dia tidak tau. Dia hanya bisa mendengus kesal dengan kedua sahabatnya yang selalu terlihat cuek bebek.


" Kalau mereka gak mau, kita berangkat bertiga aja" kali ini otak Viona seolah dapat diajak bekerjasama dengan baik.


Dewa langsung menunjuk dahi Viona dengan pelan. " Tumben otak kamu encer, hahaha...." goda Dewa yang tertawa lucu. " Aku setuju banget, makanya aku tadi ngajak kalian" lanjut Dewa begitu senang karena dia sudah kangen ingin melihat Hanna yang sudah beberapa hari ini tidak masuk sekolah.


" Ya udah, ntar biar kita berangkat bareng aja" kata Dita yang langsung diangguki oleh Viona dan Dewa dan mereka setuju akan naik mobil jemputan Dewa saja daripada nanti mereka naik mobil jemputan sendiri sendiri, akan lebih efisien jika mereka berangkat bareng bareng biar lebih seru.


Mereka kemudian mengobrol ringan masalah lainnya dan mengerjakan tugas mereka secara bersamaan. Rupanya Vanno dan Robert tidak hanya diam saja, ternyata mereka berdua juga sudah mengerjakan tugas mereka masing masing.


*


Waktu terus bergulir hingga akhirnya bel tanda waktunya pulang sekolah telah berbunyi dan semua guru segera mengakhiri pelajarannya dan keluar dari kelas lalu kembali ke kantor guru. Sedangkan semua murid segera bersiap siap untuk segera pulang ke rumah mereka masing masing.


" Kalian sudah bilang minta jemput sopir kalian di rumah sakit aja?" tanya Dewa pada Dita dan Viona.


" Sudah, nanti kalaupun mau pulang dari rumah sakit baru kita akan hubungi mereka lagi" jawab Dita sekaligus mewakili jawaban Viona sekalian.


Dewa dari tadi tidak mengajak Robert dan Vanno berbincang sama sekali. Karena dia sudah begitu kesal dengan mereka berdua yang tidak menjawab ajakannya untuk menjenguk Hanna. Bahkan mereka juga tidak bilang apa apa sama Dewa ataupun yang lainnya, mereka masih saja diam tanpa ada yang berucap.


" Itu mobil jemputanku" tunjuk Dewa pada salah satu mobil yang berjejer terparkir dengan mobil penjemput lainnya.


Kali ini Dewa dijemput dengan mobil yang berbeda dari biasanya. Sebelumnya tadi Dewa sudah menghubungi sopirnya agar menjemput dirinya dengan menggunakan mobil yang lebih besar dari biasanya. Karena hari biasanya dia akan dijemput dengan menggunakan mobil sedan.


Dewa segera mengajak Dita dan Viona untuk segera berjalan mendekati mobil jemputan. Dan tanpa mereka sadari Robert dan Vanno juga mengikuti mereka bertiga.


" Kalian berdua ngapain?" tanya Dewa pada Robert.


" Mau jenguk Hanna" jawab Robert dengan entengnya.


Dewa, Dita dan Viona hanya bisa terbengong dengan jawaban Robert barusan. Bukannya tadi mereka berdua begitu tidak peduli saat mereka bertiga sedang membicarakan rencana untuk menjenguk Hanna. Tapi kenapa sekarang mereka bertiga tiba tiba langsung ikut begitu saja tanpa mengatakan kalau mereka juga akan ikut serta.


" Bukannya tadi kalian gak mau ikut?" tanya Dita yang melihat kedua wajah temannya yang begitu dingin dan datar, terutama Vanno yang tidak memiliki ekspresi sama sekali.


" Lama!" seru Vanno yang langsung membuka pintu mobil Dewa bagian belakang, karena dia akan duduk di kursi penumpang bagian belakang sendiri.


Semua berempat terlihat kebingungan melihat sikap dingin Vanno yang selalu berbuat seenaknya saja. Namun sejurus kemudian tanpa sepatah kata Robert juga langsung mengikuti Vanno dan ikut duduk di kursi bagian belakang karena bagian tengah sudah pasti akan ditempati oleh Dita dan Viona.


Dewa, Dita dan Viona saling pandang seolah penuh selidik satu sama lain tanpa ada yang bertanya. " Dasar manusia es" ejek Dewa pada kedua sahabatnya yang kini sudah duduk dengan tenang di dalam mobil. " Biarkan saja mereka, yuk masuk" ajak Dewa menyuruh kedua teman cewek mereka untuk segera masuk ke dalam mobil.


Akhirnya Dita dan Viona masuk kedalam mobil milik Dewa dan mereka duduk di kursi penumpang bagian tengah. Sementara itu Dewa masuk dan duduk di sebelah kursi kemudi.


" Rumah sakit Mitra Keluarga" beritahu Dewa langsung pada sopirnya nama rumah sakit di mana Hanna dirawat sat ini. Dan dengan cepat sang sopir langsung mengemudikan mobilnya keluar dari halaman sekolah menuju ke rumah sakit yang dimaksud. Dan hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit mereka akhirnya tiba di rumah sakit yang dimaksud.


Mereka segera keluar dari mobil dan mereka langsung bertanya pada petugas resepsionis di mana ruangan Hanna di rawat.


" Mau tanya ruangan pasien Hanna di mana bu?" tanya Dita dengan sopan pada resepsionis.


" Sebentar ya" petugas resepsionis langsung mencari keberadaan rawat Hanna. " Pasien Hanna dirawat di ruangan Melati 4 di lantai 2" beritahu petugas resepsionis yang sudah menemukan ruangan rawat Hanna berada.


" Terima kasih" ucap Dita dan segera mengajak semua teman temannya untuk mencari ruangan rawat inap Hanna berada.


Vanno memang tidak tau dimana ruangan Hanna berada karena saat dia pulang selesai mengantar Hanna saat itu Hanna masih ada di ruangan UGD.