
Vanno dijemput oleh Ferdi dan Alya saja karena kedua anaknya masih tertidur dan tidak ingin membangunkan mereka. Jadi mereka sendiri yang menjemput Vanno di sekolahnya yang pulang dari study tour bersama teman temannya.
Vanno yang melihat kedua orang tuanya langsung berjalan dengan santai menuju kearah mami dan papinya berada. Dia menggeret kopernya dan menenteng kantong belanjaan yang besar berisi oleh oleh yang dia beli dari Yogyakarta.
Diciumnya bergantian punggung tangan kanan Ferdi dan Alya, lalu mereka bertiga berjalan menuju mobil mereka yang terparkir sedikit jauh dari depan sekolahan. Vanno langsung memasukkan barang barang bawaannya ke dalam mobil dan diikuti oleh kedua orang tuanya yang juga masuk ke dalam mobil.
" Kamu kok bawa kantong belanjaan begitu besarnya, isinya apa saja?" tanya Alya menoleh ke belakang melihat putra sulungnya. Karena tadi dia melihat Vanno yang membawa kantong besar seperti kantong belanjaan.
" Oleh oleh" sahut Vanno dengan singkat.
" Kenapa kamu masih saja beli oleh oleh sayang? mami kan sudah bilang tidak usah beli oleh oleh di sana, kan kita bisa beli di sini saja" sahut Alya kesal dengan sikap Vanno yang tidak mendengarkan nasehatnya sebelum Vanno berangkat ke Yogyakarta 3 hari yang lalu.
" Pengen saja mi" sahut Vanno dengan cuek.
Alya hanya bisa memutar matanya malas dan melihat ke arah depan lagi sambil menghembuskan nafasnya dengan berat mendengar jawaban Vanno yang membuatnya kesal.
Ferdi yang duduk di sebelah istrinya bisa mendengar suara hembusan nafas berat Alya. Dia tau istrinya terlihat kesal karena ulah anak sulungnya yang membantah perkataan istrinya.
" Sudahlah sayang... mungkin Vanno memang pengen belikan oleh oleh buat adik adiknya" kata Ferdi mencoba untuk menenangkan istrinya. " Lagian dia kan bawa uang yang cukup buat beli oleh olehnya" lanjutnya Ferdi sesekali melihat istrinya sekilas.
Alya melihat ke arah suaminya yang sedang nyetir di sampingnya. " Tau ah...! kalian memang sama aja susah kalau dibilangin!" seru Alya semakin kesal dengan ucapan Ferdi yang selalu memanjakan anak anaknya bahkan selama ini belum pernah Ferdi sekalipun memarahi ketiga anaknya.
Akhirnya mereka diam saja di dalam mobil, karena Alya yang malas berbicara dengan 2 pria yang memiliki sifat dingin dan cuek dengan sekitarnya. Ferdi yang masih berkonsentrasi menyetir dan membiarkan istrinya diam saja karena dia tau jika sudah di rumah kemarahan istrinya itu akan hilang dengan sendirinya.
Vanno sendiri yang duduk di kursi belakang dan mencoba menghindar dari pertanyaan pertanyaan mamanya lagi dengan berpura pura memejamkan matanya.
Sekitar 20 menit kemudian mobil mereka telah sampai di rumah dan Ferdi segera memarkirkan mobilnya di depan rumahnya tanpa memasukkannya ke dalam garasi. Mereka bertiga langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Barang barang Vanno langsung diambil oleh sopir yang kebetulan ada di sana dan memberikannya pada asisten rumah tangga untuk dibawa masuk ke dalam.
" Rion dan Keisha belum bangun bik?" tanya Alya pada salah satu asistennya yang sedang membawa barang barang Vanno.
" Belum nyonya" sahut asisten tersebut yang bernama Sari. Alya hanya mengangguk mengiyakan tanpa bertanya lagi.
" Ini mau di bawa ke mana den Vanno?" tanya Sari yang berdiri di belakang Vanno.
" Langsung bawa ke kamarku" sahut Vanno memberi perintah.
" Baik den" sahut Sari mengiyakan perintah anak majikannya.
" Bangunkan Rion sekalian suruh sholat subuh dulu" kata Ferdi yang juga menyuruh asisten tersebut yang akan naik ke atas ke kamar Vanno.
" Tadi den Rion sudah sholat subuh tuan, tadi sudah dibangunkan sama mbak Minah dan kelihatannya mas Rion tidur lagi" beritahu Sari.
" Oh ya sudah kalau begitu" ucap Ferdi menyuruh asistennya melanjutkan tugasnya.
Asisten tersebut langsung membawa koper dan semua barang lainnya ke dalam kamar Vanno yang ada di lantai atas.
" Kita sholat dulu, keburu waktunya habis dan kamu bisa istirahat setelahnya" suruh Ferdi pada anak dan istrinya.
Mereka bertiga langsung ke mushola kecil yang ada di rumah mereka untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Vanno langsung ke kamarnya setelah sholat subuh berjamaah dengan mami dan papinya. Dia ingin membersihkan tubuhnya dan setelah itu langsung mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat kelelahan.
Sedangkan Alya sendiri langsung pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk seluruh anggota keluarganya. Apalagi hari juga sudah terang jadi dia meminta bik Minah untuk bersama membantunya membuat sarapan
Ferdi ke kamar dan melihat putri satu satunya masih terlelap di ranjangnya. Dia mencium kening Keisha, lalu ikut merebahkan tubuhnya juga untuk beristirahat sebentar sebelum nanti dia akan berangkat bekerja.
" Aku mau bangunin kakak" ucap Keisha yang ingin membangunkan Vanno dan mengajaknya sarapan bersama.
" Keisha sayang... kak Vanno masih capek biarkan dia istirahat dulu, nanti kalau kak Vanno sudah bangun kamu boleh minta oleh oleh darinya nanti" ucap Alya melarang putrinya yang ingin membangunkan Vanno.
" Kak Vanno gak jadi beliin Keisha oleh oleh" goda Rion yang duduk di sebelah Keisha.
" Gak mau aku mau oleh oleh dari kak Anno" ucap Keisha yang ingin menangis karena digoda Rion yang bilang Vanno tidak membelikan dia oleh oleh.
" Kak Vanno gak beli" Rion masih ingin menggoda adiknya.
" Beli..." ucap Keisha dengan bibi yang sudah cemberut akan menangis.
" Rion!" seru Ferdi pada Rion yang suka sekali menggoda adiknya hingga menangis.
Rion langsung diam tidak berani berbicara lagi, meskipun dia anak yang jahil pada semua orang tapi begitu mendengar papinya berbicara keras padanya Rion akan langsung diam dan melaksanakan perintahnya tanpa berani membantah.
" Jangan menangis sayang.... kak Vanno beliin Keisha oleh oleh kok" Alya menenangkan putrinya yang hampir saja menangis. " Jangan dengerin kak Rion" lanjutnya.
" Weeekk... kak Vanno beliin Keisha oleh oleh" giliran Keisha yang menggoda kakaknya Rion. "Kak Rion yang gak dapat oleh oleh dari kak Vanno" balik menjahili Rion dan Rion hanya diam dengan matanya melirik adiknya dengan sinis dan kesal karena dia tidak mau dimarahi oleh papinya lagi.
" Ya sudah sekarang kita sarapan dulu, nanti papaku sama kak Rion terlambat berangkatnya" suruh Alya pada kedua anaknya.
Mereka langsung memulai sarapan tanpa adanya Vanno yang telah mereka lewati beberapa hari ini tanpa Vanno.
Setelah selesai sarapan Ferdi langsung berpamitan berangkat bekerja di kantornya. Sedangkan Rion diantar sopir berangkat ke sekolah di sekolah yang sama dengan Vanno tapi beda gedungnya.
Siangnya Vanno terbangun saat makan siang karena perutnya sudah kelaparan. Dia segera mandi untuk membersihkan tubuhnya dan langsung turun ke bawah. Alya langsung mengajak ketiga anaknya untuk makan siang bersama.
Setelah makan siang mereka semua duduk bersama di depan ruang televisi untuk bersantai. Dan seperti sebelumnya Keisha sudah tidak tahan ingin menagih oleh oleh yang dibelikan oleh kakaknya. Dia sudah gak sabar ingin mendapatkan oleh oleh kakaknya yang rekreasi ke Yogyakarta.
" Kak... oleh olehnya mana?" tanya Keisha langsung meminta pada Vanno setelah mereka berempat selesai makan siang.
" Iya sayang ada di atas, biar kakak ambilkan dulu ya" beritahu Vanno yang akan naik ke ke kamarnya mengambil oleh oleh.
Setelah mengambil kantong belanjaan Vanno langsung mengeluarkan semua barang belanjaannya. " Kok banyak sekali kamu belinya sayang... itu buat siapa saja?" tanya Alya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat banyaknya belanjaan dari kantong belanjaan yang dibawa Vanno.
Vanno hanya bisa mengangkat bahunya sebentar tidak ingin menjawab pertanyaan dari mamanya. Kemudian dia memberikan oleh oleh punya Keisha terlebih dahulu. " Ini untuk adik kakak yang sangat cantik" beritahu Vanno dan memberikan beberapa baju khas Yogyakarta dan mainan khas dari sana.
" Hore...! makasih kak Anno" Keisha sangat senang saat menerima hasil oleh oleh dari Yogyakarta. " Aku dapet oleh oleh dari kak Vanno dan kak Rion gak dapet hehehe..." kali ini Keisha yang gantian menggoda Rion yang belum mendapatkan oleh oleh dari kakaknya.
" Kok kamu belinya banyak banget sayang... itu buat siapa saja?" tanya Alya yang mulai kesal dengan anak pertamanya.
" Buat semua" sahut Vanno dengan singkat dan cepat tanpa embel embel yang lainnya. Alya hanya bisa memutar matanya malas dengan sikap seenaknya dari Vanno.
Rion yang kesal tapi tidak ingin meladeni adiknya yang menggoda dirinya. Dia lebih asyik melihat ke arah televisi. Sebenarnya terlihat Rion yang kesal dengan kakaknya karena saat ini kakaknya Vanno masih membe ikan beberapa oleh oleh untuk para asisten di rumah mereka.
Vanno memang sengaja juga ingin menggoda Rion yang biasanya suka menjahili yang lainnya. Makanya Vanno ikut saja menggoda adik keduanya bersama degan adik perempuannya yang sudah mulai menjahili Rion.
" Nih... buat adik tampanku yang suka jahil sama semua orang" Vanno langsung mengeluarkan beberapa barang yang akan diberikan Rion yang terlihat cemberut.
"Ini buat aku kak?" tanya Rion ingin memastikan dan menerima pemberian kakaknya Vanno berupa kaos dan gantungan kunci khas dari sana. " Kakak juga dapat oleh oleh dari Kaka Vanno" ucap Rion yang balik menggoda adiknya.
Keisha hanya bisa terlihat kesal karena bibirnya cemberut saat melihat tingkah kakak keduanya yang gantian menjahilinya.
Vanno sudah membagi bagikan semua oleh oleh yang dia beli di Yogyakarta. Mulai dari makanan, baju serta gantungan kunci. Untuk makanan dia memberikan satu bungkus pada bik Minah agar dibagikan pada semua teman kantornya.