My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Berangkat



Semua anak sudah paham dan mengerti dengan pengarahan yang diberikan oleh guru kelas masing masing. Di sana terdapat 3 yang akan dipakai tiap-tiap kelas 6 yang berjumlah 3 kelas. Setiap kelas berjumlah 20 anak, sedangkan tempat duduk bus ada 28 setiap busnya. Jadi nanti sisa duduk bangku di dalam bus akan ditempati oleh bapak ibu guru serta pegawai di sekolahan.


Bus yang mereka tumpangi adalah bus pariwisata PO Harapan Jaya dengan kelas Executive sleeper seat. Bus tersebut memiliki beberapa fasilitas, diantaranya : Full AC, Audio, bantal, selimut, sandaran kaki, recleaning seat, toilet, smoking area, service makan 2 kali. Serta total tempat duduk sebanyak 28 kursi dengan konfigurasi seat 2- 2.


" Sekarang kalian bergantian urut absen berikan koper kalian ke petugas kernet bus, biar koper kalian dimasukkan ke dalam bagasi" suruh bu Desi selaku wali kelas. " Dan setelah itu kalian pergi temui keluarga kalian untuk berpamitan sekali lagi sebelum kita berangkat" lanjut Bu Desi menyuruh anak anak.


Satu persatu anak anak bergantian mendekat ke bus dan memberikan koper mereka masing kepada kernet bus untuk dimasukkan ke dalam bagasi bus. Lalu setelah itu mereka berjalan mendekati orang tua masing masing untuk berpamitan sekali lagi sebelum mereka berangkat menuju ke Yogyakarta.


Vanno berjalan kembali menemui keluarganya yang berdiri bersama keluarga yang lainnya. Vanno langsung berpamitan pada orang tuanya serta kedua adiknya. " Vanno berangkat dulu ya mi, pi" pamit Vanno bergantian pada kedua orang tuanya sambil mencium tangan kanan mereka dan berpelukan secara bergantian.


" Hati hati di sana, selalu jaga diri baik baik" ucap Alya yang saat ini memeluk putra sulungnya dengan air mata yang tiba tiba menetes karena baru kali ini Vanno pergi rekreasi sendiri tanpa mereka meskipun Vanno perginya bersama teman tanya.


" Iya mi... aku akan selalu mengingat pesan mami dan papi" balas Vanno yang mempererat pelukannya agar mamanya berhenti menangis.


"Kakak berangkat dulu, jangan jahil sama Keisha , kalau dia nangis kamu pasti dimarahi mami papi" mengingatkan Rion sambil memeluk adiknya tersebut.


" Siap kak" sahut Rion memeluk kakaknya dengan erat.


Vanno bergantian menggendong Keisha."Kakak berangkat dulu ya sayang" pamit Vanno dan membawa Keisya ke dalam gendongannya.


" Kakak harus sehat, makan yang banyak" kata Keisha dengan suara cedalnya terdengar menggemaskan.


" Iya sayang nanti kakak belikan oleh oleh , tapi ingat jangan bilang siapa siapa" kata Vanno lirih di telinga Keisha yang langsung mengangguk senang.


Tanpa Vanno sadari ternyata Hanna juga berpamitan dengan kedua orang tuanya yang sedang berdiri di sebelah orang tua Hanna. Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu tapi mereka hanya diam saja tapi Hanna berusaha tersenyum tipis saat melihat Alya yang juga menatapnya dengan tersenyum.


Dan di sana Hanna bisa melihat interaksi yang sangat baik antara Vanno dengan keluarganya. Bahkan bisa terlihat dengan jelas bahwa Vanno sangat menyayangi keluarganya terutama anak kecil laki laki dan perempuan yang menurut Hanna pasti adik Vanno.


Hanna langsung berpamitan pada kedua orang tuanya. " Ma.. pa.. Hanna berangkat dulu ya.. doain Hanna dan teman teman selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke rumah dengan selamat" pamit Hanna sekali lagi sambil bergantian mencium tangan kanan kedua orang tuanya dan memeluk mereka secara bersamaan.


" Ingat pesan papa dan mama jaga diri baik baik dan selalu pergi dengan teman teman dan bapak ibu guru, jangan sampai terpisah dari semuanya" Vita kembali menasehati putri satu satunya.


Hanna mengangguk dengan senyuman yang terbit di bibir Hanna. " Iya ma.." ucapnya menyahuti nasehat mamanya.


Vanno yang masih menggendong Keisha berkali-kali mencuri melihat ke arah Hanna yang sedang berinteraksi dengan kedua orang tuanya.


Setelah berpamitan mereka kembali dan berkumpul lagi di tempat semula. Setelah semua sudah berkumpul kembali dalam kelas masing masing, bapak kepala sekolah mengajak anak anak untuk berdoa bersama sebelum mereka semua masuk ke dalam bus dan berangkat yabg dipimpin oleh guru pengajar agama Islam. Terlihat semua berdoa dengan khusyuk mulai dari anak anak, guru serta semua pengantar yang ikut berdoa bersama.


Akhirnya anak anak satu persatu masuk ke dalam bus setelah wali kelas memanggil nama mereka satu persatu untuk masuk ke dalam bus dan menempati tempat duduk yang sudah diatur sebelumnya. Hingga semua anak sudah masuk semua ke dalam bus dan juga semua guru yang telah dibagi dalam 3 bus.


Setelah siap semua, sang sopir sedari tadi sudah siap di kursi pengemudi menyuruh kernet bus untuk memberikan informasi kepada seluruh penumpang. " Selamat malam untuk seluruh penumpang bus pariwisata kelas executive PO Harapan Jaya, Sebentar lagi kita akan melakukan perjalanan bersama sama menuju ke Yogyakarta. Kalian bisa menggunakan semua fasilitas yang sudah disediakan di dalam bus dengan sepuasnya" kata kernet bus yang berdiri di depan menghadap ke arah anak anak.


Anak anak dengan seksama memperhatikan serta mendengarkan ucapan sang kernet bus.


" Siap!!" jawab semua anak anak di dalam bus dengan semangat dan wajah penuh kebahagiaan.


" Baiklah... pak sopir kita siap berangkat!" beritahu sang kernet pada sopir.


Sang sopir yang mendapatkan aba aba dari kernetnya langsung menjalankan busnya dengan pelan keluar dari halaman sekolah.


" Selamat menikmati perjalanannya dan semoga perjalanan kita menyenangkan" ucap Sanga kernet lalu mengakhiri informasinya dan kembali ke tempatnya yang berada di samping pintu masuk bus di belakang.


Saat bus berjalan keluar halaman sekolahan, anak anak yang awalnya sudah duduk dengan tenang, kini berdiri untuk melambaikan tangan pada orang tua mereka dengan senyum bahagia yang dibalas dengan lambaian juga oleh semua pengantar.


Setelah bus melaju di jalan raya, mereka kembali duduk duduk dengan tenang di atas kursi mereka masing masing. Kebetulan Hanna yang duduk dengan Vanno dan sebelumnya Hanna meminta agar dia duduk di sebelah kaca dan Vanno mengiyakan.


Vanno dan Hanna sama sama duduk diam tanpa ada yang mengajak berbicara duluan. Vanno senang akhirnya bisa duduk bersama dengan Hanna, kalau saja dua duduk dengan cewek lain sudah pasti dia tidak akan mau dan akan marah marah. Dan itulah kenapa Bu Desi menempatkan Vanno duduk bersama Hanna karena dia tau sifat Vanno dan dia bisa melihat kedekatan mereka selama ini.


Dita duduk dengan teman kelasnya yang bernama Miko, Robert dengan teman ceweknya yang bernama Alexa. Dan Viona saat ini duduk bersama dengan Dewa. Tapi tempat duduk mereka terpisah beberapa jarak karena tempat duduk Vanno dan Hanna berada di kursi paling paling depan.


" Ayo anak anak, biar senang kita nyanyi bersama-sama" kata Bu Desi mengajak anak anak untuk bernyanyi bersama. Suasana bus yang tadinya tenang kini ramai dengan suara anak anak yang bernyanyi bersama dengan penuh kegembiraan. Semua anak tampak sangat senang dan bahagia sambil menyanyikan beberapa lagu. Ini adalah hari mereka kebersamaan mereka pergi rekreasi bersama dengan teman teman sekelas mereka.


Vanno yang hanya diam tanpa ikut bernyanyi sepeti teman temannya, seperti biasa wajahnya terlihat dingin tapi dalam hatinya dia juga senang apalagi dia bisa sebangku dengan Hanna. Sedangkan Hanna sendiri ikut bernyanyi bersama teman teman yang lainnya dengan senyum ceria di wajahnya.


Tidak lama suara riuh anak anak yang sedang bernyanyi semakin lama semakin terdengar lirih karena banyak yang sudah mengantuk dan ingin tidur. Dan ibu guru langsung mengajak berhenti dan menyuruh mereka untuk tidur.


" Gak tidur?" tanya Vanno sambil melihat sekilas ke arah Hanna yang sedang bermain ponselnya.


" Belum ngantuk" sahut Hanna yang masih sibuk dengan ponselnya.


Vanno sendiri juga sedang sibuk dengan ponselnya dan bermain game online, dia juga memakai headphone di telinganya agar suara yang ditimbulkan oleh ponselnya tidak mengganggu yang lainnya.


Setelah memainkan permainan gamenya Vanno melihat ke arah Hanna lagi dan terlihat Hanna yang tertidur dengan posisi headset di telinga dan ponsel yang masih menyala di tangannya.


" Ck.... katanya belum ngantuk tapi langsung tertidur" Vanno berdecak melihat kelakuan Hanna.


Vanno melihat ke belakang dan samping, terlihat semuanya sudah tertidur karena waktu yang memang sudah tengah malam. Ada juga yang masih terbangun terutama teman cowok Vanno karena mereka sedang asyik bermain game di ponselnya.


" Kenapa gak dimatikan dulu sih kalau mau tidur?" katanya ngomel sendiri masih dengan suara lirihnya karena melihat ponsel Hanna yang masih menyala dan headset masih menempel di telinga Hanna. Lalu Vanno mengambil ponsel dan melepaskan headset yang menempel di telinga Hanna dengan pelan dan memasukkan ke dalam tas Hanna yang ada di pangkuannya.


" Kalau tidur kayak gini, tidur kamu gak akan nyaman Hanna... ck...!" Vanno hanya bisa berdecak kesal melihat posisi tidur Hanna yang terlihat kurang nyaman. Dia membantu Hanna mengangkat kakinya agar bisa berselonjor. Lalu menurunkan sandaran kursinya agar badan Hanna bisa nyaman saat tidur. Dan tidak lupa merapikan bantal dan menyelimuti tubuh Hanna agar tidak kedinginan.


Vanno melakukan semuanya dengan senyum tipis di wajahnya melihat kelakuan Hanna yang sedang tidur di sebelahnya. Dia membantu Hanna agar tidur dengan nyaman dan melakukannya dengan hati hati agar Hanna tidak sampai terbangun karena goyangan tubuhnya.


Sejenak Vanno melihat wajah Hanna yang terlihat menggemaskan saat tidur seperti saat ini. Baru kali ini dia melihat seorang cewek duduk di sampingnya dengan dibatasi oleh kursi mereka. Karena belum mengantuk Vanno kembali memainkan ponselnya dan melanjutkan gamenya setelah sebelumnya membantu posisi tidur Hanna.