My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Aku Curiga



Vita memberikan tangan kanannya pada Vanno yang langsung dijabat oleh Vanno bahkan diciumnya tangan kanannya tersebut.


" Terima kasih ya, dan sampaikan terima kasih tante pada teman teman kalian yang lainnya yang sudah ikut membantu mencari Hanna" kata Vita lagi.


Vanno mengangguk dan tersenyum tipis lalu berjalan pergi keluar dari ruangan UGD setelah melihat wajah Hanna sekilas. Dia segera berjalan keluar menuju ke tempat parkir dimana sopirnya menunggu. Maminya pasti sudah menunggu kepulangannya yang sedikit terlambat dari biasanya.


Vanno langsung masuk ke dalam mobilnya saat dia sudah berada di parkiran dimana sopirnya sudah menunggunya dari tadi. Tanpa berbicara sang sopir langsung melajukan mobil majikannya menuju ke jalan raya.


" Langsung pulang den?" tanya sang sopir ingin memastikan kalau anak dari majikannya tidak akan pergi kemana mana lagi dan langsung pulang ke rumah majikannya.


" Iya" jawab Vanno singkat yang sudah merasa lelah.


Mobil terus melaju menyusuri jalan raya yang mulai macet karena banyaknya orang kantor yang mulai pulang dari kerjanya. Sejenak Vanno menutup matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terlihat kelelahan.


*


*


*


Sementara itu Doni yang baru saja mendapatkan kabar Hanna yang masuk rumah sakit merasa terkejut. Dan dia langsung pergi menuju ke ruangan pimpinannya untuk meminta ijin pulang terlebih dahulu.


Dia mengatakan yang sebenarnya bahwa putrinya baru saja di rawat di rumah sakit. Dan beruntungnya pimpinannya adalah orang yang baik dan sangat pengertian dengan bawahannya. Akhirnya Doni diperbolehkan untuk pulang lebih dulu dari jam pulang kerjanya seperti biasanya.


Setelah mendapatkan ijin pulang lebih dulu, Doni langsung bergegas membereskan semua berkas berkas yang berserakan di meja kerjanya. Dia juga memasukkan dan membawa beberapa berkas kerjanya yang belum dia selesai kerjakan. Rencananya dia akan menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai nanti di rumah sakit sambil menunggu putrinya.


Doni langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan untungnya suasana jalan raya yang memang ramai tapi masih terpantau lancar. Ada sedikit kekhawatiran yang mengganggu pikirannya akan kondisi putrinya, tapi dia berharap putrinya masih baik baik saja dan tidak terjadi hal yang serius.


" Tunggu papa sayang... papa akan segera tiba di rumah sakit" ucapnya pelan sambil berkonsentrasi melajukan mobilnya dengan pikiran yang sedikit kacau.


Siapa yang tidak cemas mendengar putri semata wayangnya kini di rawat di rumah sakit. Padahal baru tadi pagi dia mengantarkan anaknya pergi ke sekolah dan tiba tiba dia mendapatkan kabar anaknya masuk rumah sakit, hati orang tua mana yang tidak terkejut dan cemas karenanya.


Sekitar dua puluh lima menit mobil yang dikendarai oleh Doni telah sampai di rumah sakit Mitra Keluarga dimana Hanna dirawat saat ini. Dia langsung mencari tempat parkir kosong dan memarkirkan mobilnya di sana.


Doni berjalan langsung masuk ke dalam rumah sakit dan mencoba menghubungi istrinya untuk memastikan ruangan rawat inap Hanna. Sebelum nantinya dia akan bertanya dimana letak ruangan Hanna dirawat.


" Hallo... assalamualaikum ma" ucap Doni saat panggilan ponselnya diangkat oleh istrinya.


" Waalaikumsalam pa.." sahut Vita dibalik telepon.


" Aku sudah ada di rumah sakit, Hanna dirawat di ruangan apa?" tanya Doni langsung tanpa berbelit-belit.


" Hanna dirawat di ruangan Melati 4 pa, di lantai 2" jawab Vita lagi yang langsung memberitahu keberadaan putrinya dirawat.


" Baiklah aku segera ke sana, aku tutup telponnya" Doni langsung menutup panggilannya setelah dia mengakhiri panggilannya terlebih dahulu.


Doni langsung menuju ke tempat resepsionis untuk bertanya langsung letak pasti ruangan Melati yang ditempati oleh putrinya. Dia ingin lebih cepat mengetahui ruangan pastinya agar nanti tidak kelamaan mencari tempat dimana Hanna dirawat.


Begitu dia mendapatkan petunjuk tempat dirawatnya Hanna, Doni langsung berjalan menaiki tangga. Dia tidak mau menunggu lebih lama lift yang masih berada di lantai atas. Dengan menggunakan tangga dia bisa lebih cepat sampai ke lantai atas.


Setelah masuk ternyata hanya ada Hanna yang dirawat di sana tanpa adanya pasien lain yang berada di sana. Hanna yang terbaring di brankar dengan selang infus yang tertancap di punggung tangannya. Sedangkan Vita yang duduk di kursi tunggu di sebelah Hanna.


Hanna yang sedang tertidur karena efek obat yang masuk ke dalam tubuhnya tidak mengetahui kedatangan papanya yang baru saja datang. Vita yang mendengar pintu ruangan dibuka langsung menoleh dan dia melihat suaminya yang masuk ke dalam.


" Sudah sampai pa...?" tanya Vita yang langsung bangun dari duduknya dan menghampiri suaminya yang baru saja datang dari kantornya.


" Iya ma..." jawab Doni yang langsung memberikan tangan kanannya pada istrinya tersebut.


Vita langsung mengambil tangan kanan suaminya dan menciumnya dengan khidmat seperti biasanya saat dia menyambut kedatangan suaminya saat pulang kerja. Lalu diambilnya tas kerja yang dibawa Doni dan meletakkan di meja kecil tempat makanan serta kebutuhan pasien.


" Apa yang sebenarnya terjadi pada Hanna?" tanya Doni pada Vita dan dia langsung duduk di kursi yang tadi diduduki oleh istrinya. Dia langsung memegang tangan Hanna yang terbebas dari jarum infus.


Vita sendiri mengambil kursi lain yang ada di sana dan duduk di sebelah suaminya yang sedang memegang tangan Hanna dengan sayang. Dia tau bahwa suaminya sangat menyayangi dan mencintai putri semata wayang mereka.


" Aku sendiri juga tidak tau pastinya dia kenapa, tadi waktu aku jemput Hanna dia gak keluar keluar. Karena bingung aku mau masuk sekolah dan aku ketemu teman temannya Hanna dan mereka mengira kalau Hanna gak masuk sekolah, karena dari pagi mereka gak lihat Hanna sama sekali" Vita mulai bercerita pada suaminya kejadian yang dialami oleh putri mereka.


Dengan telinga yang terus mendengar cerita istrinya dengan seksama, Doni masih setia menatap wajah putrinya yang terlihat pucat. Dan tangannya masih setia menggenggam tangan Hanna.


" Dari sana teman teman Hanna merasa kalau sedang terjadi sesuatu dengan Hanna karena ponsel Hanna tersambung tapi sama sekali tidak ada respon dari Hanna" Vita kembali bercerita. " Akhirnya mereka semua masuk kembali ke dalam sekolah dan mencari keberadaan Hanna dibantu oleh guru dan para staf sekolahan" lanjut Vita lalu menghembuskan nafasnya dengan berat.


Doni sendiri tidak ingin menyela terlebih dahulu cerita istrinya karena dia ingin mendengarkan sampai selesai hingga Hanna dibawa ke rumah sakit.


" Entah bagaimana ceritanya mereka semua menemukan Hanna yang sudah dalam keadaan tidak sadar, dengan dibopong oleh salah satu teman Hanna dan dia langsung menyuruh sopirnya untuk mengantarkan Hanna ke rumah sakit" kembali Vita mengingat Hanna yang saat sedang tidak sadarkan diri dan dibopong oleh Vanno. Kembali Vita mendesah dan menutup matanya sekilas saat mengingat keadaan Hanna saat itu.


" Apa kata dokter? apa ada sesuatu yang serius yang dialami oleh Hanna?" tanya Doni lagi tentang keadaan Hanna saat ini.


" Beruntungnya kita tidak terlambat membawa Hanna ke rumah sakit, dia mengalami dehidrasi berat dan tadi dia sudah sadar" jawab Vita. "Dan saat ini dia memang sedang tidur karena dokter memberinya obat penenang agar Hanna bisa beristirahat dulu dan memulihkan tubuhnya yang masih lemas" lanjut Vita.


Akhirnya mereka berdua terdiam setelah mendengarkan cerita Vita tentang kejadian yang dialami putri semata wayang mereka. Mereka menatap wajah Hanna yang masih tertidur seolah tidak ingin bangun dan membuka matanya karena obat yang diberikan oleh dokter.


Doni tidak pernah menyangka kalau putrinya bisa mengalami hal buruk seperti saat ini. Padahal selama ini dia tidak pernah mengalami hal hal yang buruk. ' Apakah ini memang karena kesialan yang dialami oleh Hanna. Atau justru ini adalah kejadian disengaja oleh seseorang yang ingin mencelakai Hanna' batin Doni yang memiliki firasat tidak baik atas kejadian yang menimpa Hanna.


' Aku curiga, sepertinya memang ada yang sengaja ingin melukai Hanna, kira kira siapa orangnya dan apa motif orang tersebut ingin mencelakai Hanna?' Doni masih bertanya tanya dalam hati dengan perasaan geramnya.


Doni akan berusaha mencari tau akan kejadian yang dialami oleh putrinya. Tapi dia tidak akan pernah mengatakan hal itu pada Vita, karena jika Vita sampai tau ada orang yang ingin mencelakai putri mereka. Maka kemungkinan besar Vita akan mengajak Doni dan Hanna untuk pergi jauh dari kota tersebut. Karena dia akan selalu merasa cemas dan khawatir berlebihan jika menyangkut keselamatan suami dan anaknya.


Untuk itulah dia tidak akan pernah mengatakan apapun tentang kejadian yang dialami Hanna jika dia mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dia akan diam diam mencari tau sendiri entah itu dari Hanna ataupun dari teman temannya.


" Apa kamu sudah makan?" tanya Doni berusaha mengalihkan perhatian Vita dengan kondisi Hanna.


Vita hanya menggeleng karena kebiasaan mereka selama ini, mereka akan selalu makan malam bersama. Dan karena sekarang Hanna ada di rumah sakit mereka semua pasti belum ada yang makan malam.


Doni hanya bisa mendesah pelan. " Ya sudah kita pesan makanan saja dari luar dan kita makan berdua disini" ucap Doni yang tidak akan mungkin bisa dibantah oleh Vita yang selalu menjadi istri penurut tanpa pernah membantah sedikitpun.


Doni segera mengambil ponselnya dan memesan makanan dari luar melalui salah satu aplikasi di ponselnya. Dan hal itu akan lebih efektif untuk mereka makan malam bersama tanpa harus meninggalkan Hanna yang masih terbaring di ranjangnya.