
Tidak ingin membuang buang waktu mereka, keesokan harinya saat di sekolah saat jam istirahat Vanno, Robert dan Dewa pergi ke lantai pertama di mana kelas untuk murid kelas 3 berada. Merek akan mencari langsung sosok cewek yang ada di dalam video yang telah mereka dapatkan.
Kali ini mereka tidak mengajak Dita dan Viona untuk ikut bersama mereka. Bahkan mereka juga tidak banyak mengobrol dengan Dita maupun Viona, apalagi sampai mengatakan rencana mereka untuk mencari keberadaan cewek yang mereka maksud. Biarlah mereka berdua meluangkan waktu bersama mereka tanpa Hanna yang biasanya selalu bersama dengan mereka berdua.
Kedatangan Vanno dan kedua sahabatnya tentu saja membuat kelas 9 m menjadi heboh terutama untuk murid cewek. Bagaimana tidak disaat kelas mereka didatangi oleh ketiga cowok terpopuler di sekolah mereka meskipun ketiganya adalah adik tingkat kelas mereka semua.
Siapa sih yang gak kenal sama mereka bertiga selain wajah tampan mereka yang berada diatas rata rata murid cowok lainnya, wajah mereka yang bersih dan tubuh mereka yang tinggi menjulang. Dan tidak kalah pentingnya mereka juga berasal dari keluarga yang kaya raya memberikan nila plus bagi mereka untuk dijuluki sebagai cowok terpopuler di sekolah mereka.
Julukan yang disematkan oleh semua murid cewek sama selain tidak pernah digubris oleh mereka bertiga. Sikap mereka masih sama seperti saat mereka duduk di bangku Sekolah Dasar, terlihat dingin datar, dingin dan cuek dengan lingkungan sekitarnya namun mereka tidak sombong ataupun arogan layaknya anak anak kaya yang menjadi idola di sekolah.
Setelah beberapa kali bertanya pada salah satu murid kelas 9 yang mereka kenal, akhirnya mereka mengetahui nama dan keberadaan murid yang ada di dalam video. Rupanya cewek tersebut bernama Angel yang merupakan sisiwi populer di sekolah mereka, tapi sayangnya Vanno dan lainnya tidak pernah mengenal mereka.
" Hai Vanno.... Robert.... Dewa" hampir semua cewek langsung menyapa mereka bertiga dengan nada genit.
" Ih.. ganteng banget ya wajah mereka"
" Sumpah cocok banget jadi artis..."
" Vanno.... mau gak jadi pacar gue..."
" Vanno... I love you..."
" Dingin banget sih .. tapi aku suka"
" Imut banget deh ..."
Berbagai sapaan serta pujian terus diucapkan oleh hampir semua cewek yang berpapasan dengan mereka. Namun mereka sama sekali tidak menggubris atau membalas sapaan mereka. Wajah mereka tetap saja dingin, datar tanpa ekspresi dan terus berjalan untuk segera menemukan cewek bernama Angel.
" Hai Vanno...." sapa salah satu cewek bernama teman teman cewek lainnya yang saat ini berdiri menghadang langkah Vanno dan kedua sahabatnya yang membuat langkah mereka bertiga langsung berhenti.
Saat melihat siapa yang ada di hadapan mereka Vanno tersenyum tipis dan licik namun tidak ada yang melihatnya. Rupanya yang Vanno cari, akhirnya muncul sendiri di depannya. Ya, ternyata cewek yang saat ini ada di depan mereka bertiga adalah Angel cewek yang mereka cari.
" Katanya kamu nyariin gue ya?" tanya Angel dengan wajah sombongnya dan terdengar genit.
" Iya" sahut Vanno cepat dan memberikan kode pada Robert untuk menjalankan rencana mereka.
" Bisa ikut dengan kami?" tanya Robert namun terdengar seperti sebuah perintah karena nada suaranya yang dingin.
Tanpa mendengarkan jawaban Angel Vanno segera berbalik dan meninggalkan semuanya yang kemudian langsung diikuti oleh Robert dan Dewa.
" Buruan!" seru Dewa sebelum akhirnya berbalik dan mengikuti Vanno dan Robert yang sudah pergi terlebih dahulu.
Angel yang masih diam ditempatnya langsung tersadar dan dengan senyum sombongnya dia berjalan mengikuti ketiga cowok terpopuler di sekolah mereka. Dengan sombongnya dia berjalan sambil melambaikan tangannya ke arah cewek cewek lain yang merasa iri dengannya.
Rupanya Vanno mengajak Angel dan teman temannya ke lapangan indoor untuk olahraga basket dan badminton. Vanno segera menghentikan langkahnya dan langsung berbalik menghadap Angel yang sudah berdiri di depannya dan tangannya menyilang di dadanya.
" Nama kamu Angel!" ucap Vanno dengan nada tenang namun terdengar mengerikan karena suaranya yang penuh penekanan.
" Iya... gue Angel" jawab Angel dengan senyum yang terbit di kedua sudut bibirnya begitu senang saat diajak bicara dengan Vanno.
Angel langsung membuka matanya dengan lebar, dia sangat terkejut dengan pertanyaan Vanno yang tiba tiba. ' Gimana dia bisa tau?' matanya menatap ke sana kemari mencoba mencari jawaban yang tepat.
Bukan hanya Angel yang terkejut saat itu, ketiga temennya yang sedari tadi mengikuti Angel juga tak kalah terkejut. Pasalnya mereka sudah menghapus rekaman pada hari kejadian dimana mereka menyekap Hanna di kamar mandi. Liciknya mereka sudah membayar petugas pengawas cctv untuk menghapus beberapa rekaman saat mereka menyeret Hanna sebelum sampai di kamar mandi.
"Ma... maksud Lo....?" tanya Angel dengan suara tergagap.
" Udah gak usah banyak ngeles, jawab aja iya!" seru Dewa yang malas melihat wajah Angel yang dibuat buat.
" Kalian ngomongin apa sih, gue beneran gak tau maksud kalian?" Angel sudah bisa berbicara dengan tenang saat sebelumnya dia melihat teman temannya memberikan kode seperti ' Tenang aja gak usah takut, kita akan selalu ada buat kamu'.
" Ngapain kamu ngancem ngancem Hanna?" tanya Dewa penuh berusaha menginterogasi Angel yang terlihat sudah tenang dan bisa tersenyum seolah tidak ada yang terjadi.
" Memangnya siapa Hanna?" tanya balik salah satu teman Angel yang berusaha membantu Angel.
Robert langsung memutar video rekaman dimana mereka menemui Hanna, Dita dan Viona di kantin. Meskipun mereka tidak bisa mendengar perkataan mereka saat itu, tapi bisa dilihat Angel terlihat memarahi Hanna. Dan bisa saja saat itu Angel memang mengancam Hanna sesuai dengan cerita Dita dan Viona kemarin.
Angel dan teman temannya melihat pura pura melihat video tersebut dengan otak mereka yang terus berputar untuk mencari alasan. Mereka bisa bernafas karena di video tidak ada suara percakapan mereka saat itu.
' Untung gak ada suaranya, kalau gak bisa mampus gue' batin Angel dengan nafas yang sudah naik turun begitu ketakutan saat melihat video di ponsel Robert.
" Ohhh.... maksud kalian cewek yang ini?" ucap Angel dengan telunjuk menunjuk wajah Hanna dan pura pura tersenyum untuk mengurangi rasa takutnya.
" Kamu ngancem dia kan waktu itu?" kini Robert bertanya setelah dia menutup video dan mematikan ponselnya.
" Nggak!" sanggah Angel dengan cepat. " Gue gak ngacem kok, gue cuma tanya aja sama dia" lanjut Angel masih berusaha mengelak.
Robert dan Dewa hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala mereka dengan pelan. Rupanya cewek di hadapan mereka ini memang pandai berbicara.
" Kalau kalian gak percaya, kalian bisa tanya sama mereka kok" berusaha meyakinkan ketiga cowok di hadapannya.
" Iya itu benar!" ucap ketiga cewek di samping Angel bersamaan sambil mengangguk.
Sekali lagi Dewa menghirup udara dengan panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan. " Kalau mau tanya, ngapain mesti gebrak gebrak meja segala?!" tanya Dewa dengan suara keras yang membuat Angel dan ketiga temannya terjingkat karena terkejut.
" Emmm..." Angel hanya berdehem tidak tau harus menjawab apa.
" Karena Hanna tidak menjawab waktu Angel bertanya" sekali lagi salah satu teman Angel yang menjawab.
" I... iya karena Hanna gak mau jawab, makanya aku gebrak meja" sahut Angel dengan cepat dan tersenyum dengan bibir yang terlihat kaku.
Robert dan Dewa hanya bisa tersenyum sinis dan berkali kali menggeleng. Rupanya Angel masih terus mengelak dan tidak mau mengakui kesalahan yang sudah dia perbuat.
" Lagian ngapain aku meski nyekap Hanna di kamar mandi" ucap Angel tanpa sadar telah mengakui kesalahannya sendiri.
" Hahaha.... kena kamu!" seru Dewa yang langsung tertawa setelah Angel membongkar sendiri perbuatannya. Robert sendiri hanya tersenyum lebar namun terlihat sinis sedangkan Vanno hanya diam dengan matanya yang menatap Angel dengan tajam.
Ketiga teman Angel hanya bisa diam dengan wajah lesu tanpa bisa berbuat apa apa karena Angel sendiri yang telah membocorkan kejahatannya di hadapan Vanno. Namun Angel hanya mengerutkan kedua alisnya bingung mendengar Dewa yang tertawa seolah menertawakan dirinya. Karena hingga detik itu juga Angel masih belum sadar dengan apa yang barusan dia ucapkan.