My Husband My Puppy Love

My Husband My Puppy Love
Kalian Sudah Baikan



Di Candi Borobudur itu Vanno dan Hanna kembali menjadi teman seperti dulu. Ah.. bukan di Candi Borobudur tapi lebih tepatnya saat mereka berdua baru duduk pertama kali di bus Vanno sudah menunjukkan bahwa dia ingin berteman lagi dengan Hanna. Kini terlihat Vanno yang lebih banyak tersenyum melihat Hanna yang terlihat bahagia.


Setelah mendapatkan sedikit informasi tentang Candi Borobudur dari salah satu petugas pemandu wisata di setiap kelasnya. Kini semua anak anak berjalan jalan berpencar bersama dengan teman dekat mereka. Mereka berkeliling dan naik ke puncak Candi Borobudur yang terlihat sangat megah.


Begitu juga dengan Robert, Dewa, Dita dan Viona yang berkeliling bersama sambil mencari Vanno yang mengajak Hanna pergi duluan dari rombongan. Mereka mencari Hanna dan Vanno, mereka ingin memastikan bahwa mereka berdua benar benar telah kembali berbaikan menjadi berteman.


Saat mengetahui keberadaan Vanno dan Hanna, mereka berempat bersembunyi agar tidak diketahui oleh mereka berdua. Mereka berempat ingin memantau sikap mereka berdua sebelum mendapatkan kepastian.


Mereka terus menyelidiki dan melihat sendiri sikap keduanya yang sudah semakin akrab seperti dulu. Dan saat itu mereka yakin bahwa Vanno dan Hanna sudah berbaikan lagi terlihat interaksi keduanya yang terus ngobrol, bahkan Hanna selalu tersenyum begitu juga dengan Vanno yang tersenyum tipis


" Kali ini aku sangat yakin mereka sudah berbaikan" kata Dita dengan penuh keyakinan. "Lihat saja sikap mereka, sudah terlihat mengobrol satu sama lain, bahkan wajah mereka kembali ceria seperti dulu" lanjut Dita yang masih mengawasi interaksi Hanan dan Vanno.


" Iya... lihatlah, Vanno bahkan sudah bisa tersenyum dan tertawa meskipun hanya sebentar" sahut Dewa yang menyetujui ucapan Dita.


Robert masih serius melihat kebersamaan Hanna dan Vanno, terlihat Vanno yang berulang kali mengambil gambar dengan kameranya. Dia yakin Vanno saat ini diam diam sedang mengambil gambar Hanna dengan kameranya. Dan hal itu membuat Robert tersenyum tipis melihat sikap Vanno yang mencuri curi foto Hanna.


" Gimana? apa perlu kita mendekati mereka?" tanya Viona yang sudah tidak sabar ingin mendekati Hanna.


" Bagaimana Bert?" tanya Dita pada Robert yang sedari tadi hanya diam saja tanpa bicara.


" Ya sudah, yuk kita temui mereka" sahut Robert sambil mengangguk.


Mendengar ucapan Robert, Viona dan Dita langsung berlari menghampiri Hanna yang saat ini sedang menikmati keindahan candi Borobudur dengan ditemani Vanno yang berjalan di belakangnya. Vanno beberapa kali mencuri gambar Hanna yang terlihat tersenyum. Terlihat gambar gambar tersebut terlihat sangat natural.


" Hanna sayang..." seru Viona yang langsung merangkul tubuh Hanna dan tidak kalah Dita juga langsung ikut memeluk Hanna.


Hanna yang sedang berdiri sampai terkejut oleh pelukan Viona yang mendadak. Untung saja tubuhnya masih kuat menahan dorongan dari tubuh Viona yang tiba tiba memeluknya. Tubuh Hanna langsung terdorong ke belakang saat Dita juga memeluk dirinya yang semakin bingung. Tapi untungnya mereka bertiga tidak sampai terjatuh.


" Kalian kenapa sih?" tanya Hanna yang masih mematung berdiri dan bingung dengan sikap kedua sahabatnya.


Vanno yang mendengar suara Viona yang memanggil nama Hanna langsung menoleh ke belakang dan langsung menyingkir memberikan ruang untuk Viona yang terlihat berlari mendekati Hanna. Coba saja jika dia tidak menyingkir pasti dirinya akan terdorong ke belakang dan langsung terjatuh saking terkejutnya. Belum hilang rasa terkejutnya Dita juga berlari menghampiri Hanna dan kini mereka berdua tengah memeluk Hanna dengan erat.


" Ceh.." mulut Vanno berdecih melihat melihat sikap lebay Viona dan Dita pada Hanna. " Tadi mereka mengacuhkan Hanna, coba lihat sekarang mereka memeluk Hanna seenaknya saja" gumam Vanno kesal dengan sikap Viona dan Dita.


" Kalian ini ada apa?" tanya Hanna yang kesusahan ingin melepaskan pelukan kedua sahabatnya.


Dita dan Viona hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan kedua sahabatnya yang masih asyik memeluknya. Pandangan matanya melihat ke arah Vanno yang berdiri tidak jauh dari mereka bertiga. Vanno masih menatapnya bahkan kedua alisnya terlihat menyatu.


" Vi...Ta... lepasin aku dulu, malu dilihat sama teman teman yang lain" ucap Hanna yang melihat ke sekitarnya yang melihat interaksi mereka yang sedang berpelukan. Tentu saja pandangan mereka terlihat sinis dengan keakraban mereka bertiga, apa lagi tidak jauh dari mereka ada Vanno yang berdiri dengan tatapan mata tertuju pada Hanna.


" Biarin... kita gak peduli sama yang lainnya, yang penting kamu gak marah sama kita dan kita akan selalu bersahabat kan?" sahut Viona dengan wajah bahagianya memeluk Hanna dengan erat untuk memastikan persahabatan mereka.


" Iya... jangan marah sama kita ya Han, kita gak bermaksud cuekin kamu tadi" Dita ikut menimpali ucapan Viona.


" Iya... sekarang lepas dulu, baru kita bisa bicara apa yang sedang terjadi" kata Hanna yang kekeh ingin dilepaskan oleh kedua sahabatnya.


Dita akhirnya melepaskan pelukannya di tubuh Hanna dan diikuti Viona yang akhirnya juga melepaskan pelukannya di tubuh Hanna. Mereka berdua tersenyum melihat Hanna yang masih terpaku berdiri dan masih bingung dengan sikap kedua sahabatnya.


" Sebenarnya kalian kenapa sih?" tanya Hanna sekali lagi dan kini mereka berdiri sambil berhadapan.


" Gak pa pa" sahut Dita dengan tersenyum tipis. " Sorry tadi kita gak sengaja sudah cuekin kamu" lanjutnya mencari alasan padahal tadinya dia memang sengaja bersikap cuek sama Hanna untuk melancarkan rencana merek agar Hanna tidak mencurigai mereka.


" Iya... tadi kamu tiba tiba pergi gitu aja sama Vanno, kayak marah sama kita" Viona menimpali ucapan Dita wajah yang dibuat cemberut sehingga terlihat lucu di mata Hanna.


" Trus apa namanya kalau bukan marah, kamu pergi gitu saja dan tanpa kasih tau kita?" tanya Dita pura pura kesal dengan sikap Hanna yang pergi dengan Vanno.


" Huh .." Hanna menghembuskan nafasnya dengan berat. " Aku bukannya sengaja pergi menghindari kalian, tadi tiba tiba Vanno tarik tangan aku gitu aja dan mengajak aku pergi dari kalian" Hanna menjelaskan semuanya pada kedua sahabatnya yang tengah berpikiran jelek terhadapnya.


Dita dan Viona saling menatap dan tersenyum tipis masih berpura pura kesal dengan Hanna sekaligus ingin memastikan semuanya. " Jadi kamu sama Vanno sudah baikan nih ceritanya?" tanya Dita yang masih berdiri di hadapan Hanna dengan senyuman menggoda.


Hanna ikut tersenyum pada kedua sahabatnya dan langsung mengangguk malu. Karena kedua sahabatnya sudah bisa menerka sebelum dia memberitahu mereka bahwa dirinya dan Vanno sudah berbaikan dan menjadi teman lagi.


" Selamat ya Hanna... akhirnya kalian bisa berteman lagi dan kita semua akan kembali seperti dulu lagi" sahut Viona bahagia memeluk Hanna sekali lagi.


" Sejak kapan?" tanya Dita saat Viona sudah melepaskan pelukannya pada Hanna.


" Sejak kita ada di bus saat menuju ke sini tadi" jawab Hanna singkat.


" Syukurlah kalian akhirnya bisa berteman lagi seperti dulu" kata Dita juga bahagia.


Kini mereka berempat tidak perlu susah susah menjalankan rencana yang sudah dita dan teman teman lainnya susun, untuk menyatukan Hanna dan Vanno kembali. Dan kini mereka sudah kembali berteman lagi hanya karena duduk bersebelahan di dalam bus.


Vanno masih berdiri terpaku di tempatnya melihat Hanna yang masih berpelukan dengan kedua sahabatnya. Dan tiba tiba bahunya ditepuk dari belakang oleh seseorang. Sontak saja Vanno terkejut dan langsung menoleh ke belakang.


Ternyata Dewa yang tadi menepuk bahunya hingga membuatnya terkejut. Disampingnya ada Dewa yang sudah berdiri di sebelahnya dengan senyuman menyebalkan.


" Sialan kalian!" seru Vanno saking terkejutnya.


" Hai Van" sapa Dewa tersenyum dengan menaik turunkan alisnya seperti menggodanya.


" Apa?!" sahut Vanno dengan juteknya.


" Mulai kumat lagi dinginnya" seru Dewa mengejek sikap Vanno yang dingin dan menyebalkan.


" Jangan marah lah Van..." bujuk Robert yang kini merangkul bahu temannya tersebut agar tidak marah marah lagi.


" Ngapain kalian ke sini?" tanya Vanno seakan tidak ingin melihat kedua sahabatnya ada di sana.


" Kita kan sahabat, kan harus selalu bersama sama, ya gak Bert?" sahut Dewa santai dengan senyuman jahilnya.


Robert yang ditanya langsung mengangguk mengiyakan dengan tangan masih merangkul bahu Vanno.


" Sahabat menyebalkan!" seru Vanno yang langsung pergi melepaskan tangan Robert yang ada di bahunya dan berjalan menjauh dan pergi dari kedua sahabatnya.


Vanno berjalan menjauh dari kedua sahabatnya bahkan dia melewati Hanna dan kedua sahabatnya yang masih asyik mengobrol dengan seru. Hanna menatap Vanno sekilas begitu juga dengan Vanno yang menatap Hanna saat dia melewatinya.


" Van!" panggil Dewa lalu menatap ke Robert yang juga melihatnya dan langsung memutus tatapan mereka karena Vanno tidak menoleh sama sekali saat dipanggil oleh Dewa.


Robert dan Dewa langsung berlari mengejar Vanno yang sudah berjalan menjauh dari mereka. " Van.... kamu mau kemana?" tanya Dewa lagi dengan suara keras sambil mengejar Vanno bersamaan dengan Robert.


Hingga kemudian mereka bisa mengejar Vanno dan berjalan bersama dengan tangan mereka yang memegang bahu Vanno. Vanno masih kesal terus berusaha melepaskan tangan kedua sahabatnya. Vanno berhenti sejenak untuk mengambil gambar pemandangan luas yang terlihat sangat bagus dari atas puncak Candi Borobudur.


Dan kali ini mereka benar benar bisa kembali seperti dulu, rekreasi dengan teman sekelas mereka bahkan bersama dengan para sahabat. Hal yang sangat membuat semua anak anak lain iri karena kedekatan mereka berenam.


*** Maaf buat para reader saya baru bisa update. Di rumah sedang ada masalah, karena kemarin kakak saya masuk rumah sakit jadi harus bantuin segala keperluan kakak yang sedang di rawat di RS.