
Setelah mendapatkan reaksi penolakan dari rekaman video pertemuan Hanna dan Angel di kantin sebelum kejadian penyekapan yang terjadi pada Hanna. Menurut bapak kepala sekolah video tersebut masih belum bisa dijadikan bukti keterlibatan Angel atas penyekapan terhadap Hanna karena terkendala suara yang tidak didengar di video tersebut.
Bapak kepala sekolah langsung menyodorkan kembali ponsel Vanno ke hadapan Vanno sambil menggelengkan kepalanya. Lalu menyandarkan kembali punggungnya ke belakang dengan menghembuskan nafas dengan kasar.
Vanno menatap ke arah kepala sekolah dengan frustasi, nafasnya ikut mendesah kuat untuk menghirup udara sebanyak banyaknya. Sebelumnya dia sudah sadar bahwa itu memang tidak bisa dijadikan bukti keterlibatan Angel. Lalu dia mengutak atik ponselnya kembali kemudian memberikan kembali kepada kepala sekolah.
" Di sini ada bukti rekaman suara pengakuan dari korban" ucap Vanno kembali memberikan ponselnya pada kepala sekolah. " Dan yang ini rekaman suara pelaku saat kami menanyakan kejadian penyekapan, meskipun tidak ada bukti rekaman gambarnya, bapak bisa mendengar suara pelaku yang ketakutan saat berbicara dengan kami" lanjutnya menunjukkan 2 rekaman suara di ponselnya.
Kepala sekolah langsung memutar rekaman tersebut dan mendengarnya dengan seksama. Memang di sana dapat dia dengar jelas bahwa Hanna membenarkan pelaku penyekapan adalah Angel saat teman temannya menanyakannya.
Lalu di rekaman suara yang satunya beberapa kali kepala sekolah memutarnya dan tidak ada pengakuan pelaku yang mengatakan bahwa benar dia pelakunya. " Mungkin rekaman pengakuan korban bisa dijadikan bukti, tapi di rekaman satunya tidak ada pengakuan sama sekali dari pelaku" beritahu kepala sekolah dan menaruh ponsel Vanno di hadapannya.
Vanno sedikit bernafas lega akhirnya bapak kepala sekolah menerima rekaman pengakuan Hanna sebagai barang bukti. " Jadi... bapak bisa kan mengeluarkan Angel dari sekolah inj?" tanya Vanno yang sudah tidak sabar untuk membalaskan dendam Hanna dengan membuat Angel dikeluarkan dari sekolahan.
Kepala sekolah menghela nafas dengan panjang sambil melihat ke arah Vanno yang duduk di hadapannya. Kembali dia menegakkan tubuhnya dan meletakkan tangannya meja. " Ini masih belum kuat, jika dijadikan barang bukti. Kecuali teman kamu datang langsung ke sini dan mengatakan pada kita semua" ujar kepala sekolah. " Dan satu lagi, kita tidak bisa dengan mudah mengeluarkan murid dari sekolahan ini, apalagi murid yang kamu maksud sudah kelas 9" lanjutnya memberikan penjelasan pada Vanno.
" Tapi pak__" Vanno ingin membantah pernyataan kepala sekolah yang tidak bisa mengeluarkan murid yang sudah menyakiti temannya, tapi sudah dipotong duluan oleh bapak kepala sekolah.
" Sudah saya jelaskan, bukti yang kamu tunjukkan masih belum lengkap, kami akan melakukan penyelidikan langsung terhadap korban dan juga jika terbukti penyekapan dilakukan oleh Angel, kita juga bisa mengeluarkannya begitu saja dari sekolahan ini. Mengingat dia sudah duduk di bangku kelas 9" sela kepala sekolah dengan suara tegas.
Vanno menatap dalam wajah kepala sekolah di hadapannya, mendengus dan menghembuskan nafas dengan kasar. Dia sangat kesal dan kecewa dengan sikap kepala sekolah yang tidak mau membantunya.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi, Vanno beranjak dari duduknya dengan kasar. Lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan kepala sekolah tanpa berpamitan terlebih dahulu.
" Sial!" ucap Vanno dengan geram begitu dia menutup pintu ruangan kepala sekolah.
Vanno terus berjalan keluar dari area sekolahan menuju ke halaman sekolah untuk mencari sopir yang menjemputnya. Kebetulan sekali suasana di sekolahan sudah mulai sepi, hanya ada beberapa murid yang masih menunggu jemputan.
Vanno langsung berjalan mendekati mobilnya begitu melihat sopirnya berdiri dengan menyandarkan tubuhnya di body mobil. Sang sopir langsung membukakan pintu mobil bagian belakang agar Vanno masuk ke dalam. tanpa banyak bicara Vanno langsung duduk di kursi penumpang bagian belakang dan menyandarkan tubuhnya yang terlihat kelelahan serta hatinya yang merasa kesal.
Dengan malas Vanno menutup matanya untuk menenangkan pikirannya yang sempat kacau. Dan mobil terus melaju menyusuri jalan raya yang sudah terlihat macet karena bersamaan dengan jam pulang pegawai kantoran.
Malamnya di salah satu rumah seorang pengusaha yang tidak kalah sukses dengan keluarga Vanno, telah kedatangan seorang tamu. Ternyata tamu tersebut adalah bapak kepala sekolah dimana tempat Vanno mencari ilmu.
Setelah Vanno datang menemui dirinya dan memintanya untuk mengeluarkan Angel karena diduga terlibat kasus penyekapan yang terjadi pada Hanna. Ada sedikit rasa khawatir yang dipikirkan oleh bapak kepala sekolah jika sampai hal itu beneran terjadi.
Ternyata kepala sekolah sedang bertamu ke rumah salah satu muridnya yaitu Angel. Dia datang ke sana setelah kedatangan Vanno yang menginginkan Angel keluar dari sekolahan mereka membuatnya kepikiran.
Kebetulan sekali pak Setyo ada di rumah begitu juga dengan Angel dan istrinya sehingga mereka bisa menemui bapak kepala sekolah yang tiba tiba datang ke rumah mereka.
' Kenapa kepala sekolah datang ke rumah? apa ini ada hubungannya dengan masalah Hanna?' batin Angel yang sedang duduk dengan wajah cemas.
Siapa yang tidak cemas, jika Hanna sampai memberitahu Vanno dan teman temannya bahwa dia yang telah menyekap Hanna, apakah dia akan dibawa ke kantor polisi. Apalagi kemarin Vanno dan kedua temannya sudah mencurigai dirinya yang telah menyekap Hanna.
' Bagaimana ini?' Angel duduk dengan tidak nyaman sesekali dia mendesis ketakutan.
" Maaf sebelumnya pak Setyo, saya datang ke rumah bapak tanpa memberi kabar terlebih dahulu" ujar kepala sekolah merasa sungkan karena kedatangannya yang tiba tiba.
" Tidak masalah pak" ujar pak Setyo masih bersikap ramah namun dalam otaknya banyak pertanyaan yang melintas. ' Apa ada masalah dengan Angel, sampai sampai kepala sekolah yang langsung datang kemari?' sekelebat pertanyaan bersarang di otak pak Setyo dengan mata melirik ke arah putrinya yang duduk di sebelah istrinya.
Terlihat raut wajah Angel tidak seperti biasanya yang banyak bicara, ceria dan manja. Kali ini raut wajah Tiara terlihat berbeda ada kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan yang setelah kedatangan kepala sekolahnya.
" Kedatangan saya kemari berkaitan dengan masalah yang mungkin akan dihadapi oleh putri anda, Angel" ujar kepala sekolah memberitahukan kedatangannya.
Pak Setyo mengerutkan kedua alisnya dengan tajam masih bingung dan berusaha mencerna maksud perkataan kepala sekolah. Dilihatnya Angel yang sedang melihat ke arah kepala sekolah, raut wajahnya terlihat cemas.
" Masalah?" tanya pak Setyo tidak sabar. " Ada masalah apa dengan Angel?!" desaknya ingin segera mengetahui masalah yang menimpa putrinya.
Pak kepala sekolah melihat pak Setyo sejenak, lalu menghela nafas dengan panjang dan menghembuskannya dengan berat. " Ada kejadian penyekapan yang terjadi pada salah satu murid kami, dan saat ini korban masih dirawat di rumah sakit karena mengalami trauma bertemu dengan orang lain" cerita pak kepala sekolah.
Pak Setyo dan istrinya menyimak cerita kepala sekolah dengan seksama, tanpa ada niat untuk menyela sebelum ceritanya selesai. Berbeda dengan Angel yang antungnya sudah berdetak dengan kencangnya saking cemasnya dengan cerita yang disampaikan oleh kepala sekolah. Dia benar benar benar khawatir dan takut bahwa kejahatannya akan terbongkar dan dirinya akan dikeluarkan dari sekolah. Dan yang lebih parah dirinya akan dipenjara di kantor polisi karena telah menyekap Hanna.
" Saat ini pihak sekolah sedang menyelidikinya, dan belum menemukan pelaku penyekapan dan kami belum menemui korban untuk menanyainya" beritahu kepala sekolah. " Dan tadi tiba tiba ada salah satu murid kami yang datang menemui saya, dia juga merupakan teman si korban penyekapan dan sedang mencari pelaku penyekapan terhadap temannya tersebut" lanjut pak kepala sekolah terus bercerita tanpa ada yang menyelanya.
Angel sudah ketar ketir saat kepala sekolah bilang ada yang mencari pelakunya. ' Apa yang menyelidiki Vanno dan teman temannya?' tanya Angel dalam hatinya.
Sekali lagi pak kepala sekolah menghirup udara dengan panjang dan mengeluarkannya dengan pelan. " Tadi dia datang dan mengatakan kalau Angel, putri bapak adalah pelaku penyekapan terhadap salah satu murid kami" ujar kepala sekolah.
" An.... Angel?!" terdengar suara pak Setyo yang terbata yang tidak percaya dengan ucapan kepala sekolah.
Tidak hanya pak Setyo yang terkejut, mamanya Angel juga tampak begitu syok saat mendengar perkataan kepala sekolah tentang putrinya.
## Sudah hari Selasa nih kak, buruan klik voucher kalian untuk memberikan vote cerita ini ya kakak. Daripada ditunda ntar lupa habis itu hangus deh voucher kalian kalau sudah hari minggu, kan mubazir jadinya.