
Di mansion Keiner, Juvel tengah mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan Chade. Sangat sulit mengumpulkan semua anggota keluarga karena semua sibuk dengan urusan masing-masing.
Jadi Juvel harus mempersiapkan semuanya sebaik mungkin.
"Jangan lupa pulang lebih cepat, okay," pinta Juvel pada suaminya.
"Pasti!" Keiner mengecup bibir istrinya sebelum pergi ke kantor.
Lelaki itu juga menemui Ares dan Athena, kedua anaknya itu tengah liburan sekolah jadi Keiner menemui mereka di kamar mereka masing-masing.
"Daddy akan pulang lebih cepat, apa kau mau sesuatu?" tanya Keiner perhatian.
Ares menggeleng. "Aku ingin Daddy ada waktu weekend ini, aku ingin kita camping bersama!"
Dan Athena tiba-tiba muncul, gadis kecil itu memeluk badan besar Keiner.
"Aku juga ingin itu, tidak ada yang lain," ucapnya.
"Ternyata kalian berdua sudah merencanakan semuanya ya!" seru Keiner dengan menciumi anak-anaknya.
Hal itu dilihat Chade dari celah pintu, dia berdecak pelan sambil berlalu pergi. Dari kecil Chade tidak pernah diperlakukan seperti itu jadi dia merasa kesal sekali jika melihat Keiner yang perhatian.
"Kau sudah dewasa Chade, jangan bersikap kekanakan!" gerutu Chade dalam hatinya.
Lebih baik dia kembali ke kamar dan memeluk bra Sheria.
"Malam ini kita bertemu dan aku harus mengajak Sheria berkencan," ucap Chade penuh tekad.
...°°°°°...
Malam itu, keluarga Jullian yang datang terlebih dahulu. Si kembar empat, Albert, Kenneth, Lily dan Elle berlarian untuk mencari Ares dan Athena.
"Ares... Athena..." teriak mereka.
Jullian dan Irene bisa menghela nafasnya lega karena si kembar empat tidak akan membuat ulah sementara waktu jika bersama sepupu mereka.
"Aku juga akan membantu Juvel!" Irene menuju dapur di mana adik iparnya berada. "Mommy dan daddy belum datang?"
"Mungkin sebentar lagi!" sahut Juvel sambil mempersiapkan hidangan di meja makan.
Kemudian keduanya saling bertukar cerita tentang perkembangan anak-anak mereka yang selisih umurnya hanya beberapa bulan saja. Sampai mereka melihat Sheria yang berlari masuk ke dalam mansion.
"Kakak semua, di mana Chade?" tanyanya.
"Chade ada di kamarnya," jawab Juvel sambil menggelengkan kepalanya. Bukannya menanyakan kabar justru gadis itu mencari pemuda yang seharian mengurung diri di kamarnya. "Di mana mommy dan daddy?"
"Mama dan Papa ada di belakang, aku akan ke kamar tuan muda!" pamit Sheria kembali berlari ke kamar Chade berada.
Sheria mengetuk pintu kamar Chade dan memanggil pemuda itu.
"Apa yang kau lakukan di dalam, ayo cepat buka!" teriaknya.
Chade yang mendengar suara Sheria buru-buru membuka pintu dan menarik tangan gadis itu masuk ke dalam kamarnya. Dia bahkan mengunci pintu supaya tidak ada yang mengganggu mereka.
"Akhirnya kau datang juga!" seru Chade kesenangan.
Pada saat itu Sheria membaringkan diri di ranjang Chade jadi pemuda itu juga ikut berbaring di samping Sheria.
"Jangan turun dulu sampai yang ada di bawah siap!" ucap Chade menggeser tubuhnya supaya lebih dekat dengan Sheria. "Apa kau membawa susu untukku?"
"Memangnya aku pernah lupa!" Sheria mengeluarkan susu yang dia bawa dan memberikannya pada Chade. "Minumlah karena aku ingin mengatakan sesuatu!"
"Mengenai apa?" tanya Chade penasaran.
"Aku sepertinya akan mulai memikirkan teman kencan!" jawab Sheria.
Chade yang minum susu sampai tersedak mendengarnya. "Wah, pas sekali!"