
"Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu!" jawab Sheria tak habis pikir. "Waktu itu aku melepas bra hanya untuk meminjamkan padamu!"
Sheria meraup wajah Chade dengan kedua tangannya. "Aku tidak mau kau direndahkan!"
"Jadi kau akan melakukan hal seperti itu hanya padaku, 'kan?" tanya Chade memastikan.
"Tentu saja!" jawab Sheria tegas.
Chade tersenyum smirk, dia mendekatkan wajahnya pada gadis itu. "Jangan sampai kau juga menyerahkan isi bra pada laki-laki lain, tunggu aku dewasa! Setidaknya sampai aku lulus kuliah!"
"Ternyata hormon remaja membuatmu menjadi pemuda mesum! Kenapa kau berpikir ke arah situ!" kesal Sheria sambil mendorong dada Chade.
"Aku kan hanya berkencan pura-pura supaya papa tidak curiga padaku! Aku akan melakukan misi ke penjara bawah tanah!"
Akhirnya Sheria mengungkapkan tujuan utamanya.
Mendengar itu, Chade jadi membatu kalau Sheria ke penjara bawah tanah itu artinya akan bertemu dengan Dylan juga.
"Apa yang akan kau lakukan Sheria?" tanya Chade mulai serius.
"Ada aktivitas mencurigakan di sana, aku dan anggota The Eye ingin menyelidiki hal itu. Aku tidak mau Ronan dan antek-anteknya kabur!" jelas Sheria.
Sebenarnya Sheria selalu tidak nyaman membahas masalah Ronan karena Dylan pasti akan terseret.
"Aku akan membantumu untuk bisa berkencan dan menyembunyikan The Eye tapi imbalannya, aku harus ikut dalam misi," ucap Chade mencoba bernegoisasi.
"Apa? Bukankah kau akan ke asrama?" Sheria tidak setuju.
"Masih ada waktu sebelum aku pindah ke asrama jadi lakukan misi sebelum itu!" sahut Chade yang ingin memastikan keadaan Dylan.
Walau bagaimanapun Dylan adalah ayah kandungnya.
"Baiklah! Tapi kau harus mengikuti semua peraturanku karena aku adalah pemimpin misi," tegas Seria.
"Tidak masalah, Nona hacker!" celetuk Chade sambil tertawa.
...°°°°°...
Saat weekend tiba, Chade mengenakan pakaian semi formal karena dia akan menemani Sheria untuk pergi ke kediaman tuan Andrew.
"Kau mau kemana?" tegur Juvel yang membuat Chade beralih menatap wanita itu.
"Aku akan pergi bersama Sheria," jawab Chade sambil memperlihatkan kunci mobil. "Aku menyetir sendiri karena jaraknya lumayan ke peternakan sapi, aku tidak mau merepotkan Lucas!"
"Jangan pulang sampai larut karena kita akan camping, kau juga harus ikut karena kita akan pesta barberque," ucap Juvel perhatian.
"Sepertinya aku akan menginap di peternakan sapi!" Chade menjawab dengan berlalu pergi.
Juvel hanya bisa menghela nafasnya, baik Chade atau Keiner sama-sama tidak mau membuka diri. Kalau begitu kapan mereka akan dekat?
Wajar saja karena Dylan telah membunuh ayah Keiner tentu saja Keiner masih sulit memberi ruang tapi seharusnya Chade tidak salah paham dan mencoba meluluhkan hati Keiner, bukan bersikap bebal seperti sekarang.
"Mereka sama saja," keluh Juvel.
...°°°°°...
Chade menambah kecepatan mobilnya karena dia sudah sangat terlambat. Dia tidak mau ditinggal oleh Sheria ke tempat tuan Andrew.
Sementara di peternakan, Sheria sibuk berdandan supaya terlihat seperti gadis feminin, selama ini dia selalu bergaya tomboy. Kali ini Sheria ingin terlihat imut.
"Aku membenci warna pink!" keluhnya sambil melempar sebuah bando kepala.
"Aku harus kelihatan cantik supaya anak tuan Andrew itu tertarik padaku!"
Tak lama Gwen masuk ke kamar Sheria, dia tertawa melihat gadis yang memakai dress selutut itu.
"Nah kan, kau terlihat cantik kalau begini," komentarnya.
Gwen mencoba membetulkan tatanan rambut Sheria supaya lebih rapi.
"Mama, kita harus menunggu Chade datang karena dia akan menyeleksi calon kekasihku!" ucap Sheria kemudian.
"Ck! Kenapa harus ada proses seleksi? Dan kenapa harus Chade? Kalian berdua benar-benar aneh!" sahut Gwen tak habis pikir.
"Kalian seperti AKTM, adik kakak tapi mesra!"