My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 17 - Pawang Sheria



Sheria melemparkan kunci mobil pada Chade. "Kau yang menyetir, Tuan Muda!"


Ada sebuah mobil anti peluru yang dimiliki oleh Sheria.


"Oh my God! Aku tidak menyangka akan menjadi bagian dari The Eye!" Chade merasa kesenangan.


"Kau sebagai bintang tamu. K, J, O dan L, tidak terlalu ramah dengan orang baru jadi kau maklumi saja kalau mereka begitu," ucap Sheria.


Akhirnya mereka keluar dari peternakan dan menuju markas The Eye.


Ini baru pertama kalinya Chade ke markas itu jadi saat sampai dia bingung dengan toko tua yang tampak terbengkalai tapi saat masuk matanya membulat karena banyaknya komputer canggih di sana.


"Miss..." sapa K, J, O dan L. Mereka kemudian memicing menatap Chade.


"Kenalkan namanya Chade, misi kali ini, dia akan ikut serta," ucap Sheria.


Seperti perkataan Sheria sebelumnya, keempat pria itu tidak menyambut baik kedatangan Chade.


Tapi Chade tidak memperdulikan itu, saat penyusunan rencana pun, Chade hanya diam dan menyimak.


"Semua harus tepat waktu atau kita bisa tidak mempunyai alibi lagi," ucap Sheria memberi peringatan.


"Kalau tidak ada pengganggu pasti semua akan tepat waktu," sahut K sambil melirik ke arah Chade tidak suka.


Chade kesal sendiri karena selalu dianggap anak kecil.


"Kita akan bertemu lagi saat misi nanti," ucap Sheria mengakhiri pertemuannya. Dia tidak mau anggotanya semakin menunjukkan ketidak sukaan mereka pada Chade.


Saat keluar dari markas, Chade dan Sheria tidak langsung pulang ke peternakan tapi mereka pergi ke suatu tempat dan berbaring di atas mobil sambil melihat langit malam.


"Maafkan para anggotaku," ucap Sheria membuka pembicaraan.


"Aku sudah biasa diremehkan seperti itu," sahut Chade yang tidak menoleh ke arah Sheria sama sekali.


"Aku tidak pernah meremehkanmu, aku percaya setiap orang pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing!" Sheria selalu saja berusaha membuat suasana hati Chade membaik.


"Lebih baik kita fokus pada misi dulu!"


Sebenarnya Trevor melarang karena mengira Sheria akan pergi berdua saja dengan Bryan tapi karena Chade ikut bersama mereka jadi Trevor mengijinkan.


"Lindungi Sheria dengan nyawamu, anak muda!" Trevor memberi tugas penting untuk Chade.


Chade menepuk tangannya di dada dan bersimpuh dengan satu kakinya menjadi tumpuan. "Aku berjanji seperti seorang kesatria!"


Tingkah laku keduanya membuat Gwen geleng kepala, Gwen membuatkan beberapa makanan untuk dibawa Sheria.


"Kalau ada apa-apa, cepatlah memberi kode pada kami. Dan hanya 2 hari saja tidak boleh lebih!" ucap Gwen yang tahu banyak hewan buas di dalam hutan.


"Ayeye kapten!" Sheria memeluk Gwen sebelum pergi. "Aku merasa seperti akan pergi bertahun-tahun lamanya!"


"Itu karena kami mencemaskanmu!"


"I know,"


Sheria kemudian mengajak Chade untuk pergi ke rumah tuan Andrew. Di sana Bryan sudah siap dengan mobilnya menunggu Sheria.


"Kau membawa Chade?" tanya Bryan karena sebelumnya Sheria tidak memberitahu. Dia mengira jika akan berkemah berdua.


"Memangnya kenapa kalau aku ikut?" sela Chade sebelum Sheria menjawab.


"Aku kan hanya tanya,"


"Aku juga tanya,"


Sheria menepuk jidatnya, belum apa-apa kedua lelaki berbeda usia itu sudah bertengkar.


"Lebih baik kita cepat berangkat!" ajak Sheria.


"Kau duduk di kursi depan Sheria!" pinta Bryan.


"Maaf kursi depan adalah punyaku!" sela Chade yang berperan menjadi pawang Sheria. Dia tidak akan membiarkan Bryan berduaan dengan Sheria.