My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 25 - Memperbaiki Hubungan



Di sisi lain, Juvel tengah memeriksa barang-barang Chade yang akan dibawa ke asrama. Wanita itu memeriksa dengan teliti supaya Chade tidak kekurangan apapun nantinya.


"Sepertinya semua yang ada di daftar sudah masuk semua," ucap Juvel seraya membaca daftar yang dia buat di kertas.


Kemudian dia mendatangi Chade yang tengah memasang sepatu. Chade ditemani oleh Ares dan Athena yang tidak ingin paman mereka pergi.


"Uncle nanti akan sering menelepon kami, 'kan?" tanya Ares.


Athena mengangguk sambil menahan air matanya yang membuat Chade gemas sendiri.


"Jangan menangis, uncle pasti akan sering menghubungi kalian nanti," bujuk Chade seraya mengusap pipi Athena.


Juvel tersenyum melihat itu kemudian dia meminta kedua anaknya memeluk Chade sebelum pemuda itu meninggalkan mansion.


"Apa benar kau ingin pergi tanpa menunggu kakakmu kembali?" tanya Juvel kemudian.


Sebelumnya memang Chade sendiri yang meminta keberangkatannya ke asrama dipercepat.


"Aku akan mengirim pesan pada kak Keiner," sahut Chade sambil memeluk Juvel.


"Kau harus sering menghubungi kami, okay." Juvel membalas pelukan Chade. Rasanya dia tidak percaya anak laki-laki yang sering menangis dulu sudah tumbuh sebesar sekarang.


Mobil yang membawa Chade pun pergi meninggalkan mansion. Chade memasang headphone dan mendengarkan musik sepanjang perjalanannya ke asrama. Dia ingin mengusir semua pikiran yang ada di kepalanya sejenak.


...°°°°°...


Sheria mencoba mengumpulkan anggota The Eye untuk membicarakan kegagalan misi mereka. Mereka menyalahkan diri mereka sendiri karena tidak segera bertindak sebelumnya.


"Hei, tidak ada yang salah di sini, kita juga tidak mungkin gegabah!" ucap Sheria supaya semua anggota tidak merasa bersalah.


Sheria menggelengkan kepalanya. "Jangan fokus kesitu tapi kita harus menemukan siapa yang membantu Ronan kabur karena musuh kita bertambah sekarang!"


"White Eagle!" timpal J kemudian. Lelaki itu sudah berhasil menemukan kelompok yang membantu Ronan.


"White Eagle? bukankah itu kelompok hacker kelas teri?" cibir O yang tahu mengenai kelompok itu.


Ibaratnya jika The Eye berating 10, White Eagle berating 5, perbedaan mereka sangat jauh.


Sheria memicingkan matanya mendengar pernyataan O. "Jangan meremehkan lawan karena bisa saja mereka bisa melampaui kita tanpa kita sadari, contohnya kasus penjara bawah tanah ini!"


Semua anggota langsung terdiam karena yang dikatakan Sheria benar adanya.


"Yang jelas kita harus berhati-hati, sekarang kita tahu musuh kita siapa jadi mereka pasti juga akan mencari tahu siapa kita. Selama ini kita hanya bersembunyi dibalik inisial, mereka pasti berusaha mencari kita," tambah Sheria.


"Mengenai itu, orang luar satu-satunya yang mengetahui kita adalah Chade. Dan Chade mempunyai hubungan dengan tahanan yang kabur, apa dia bisa di percaya, Miss?" tanya L yang merasa was-was dan tidak percaya pada Chade.


Sheria jadi teringat pemuda itu, setelah kepulangan mereka dari tempat kemah, mereka belum menghubungi satu sama lain.


"Aku percaya pada Chade," ucap Sheria.


Malam itu, Sheria berencana memperbaiki hubungannya dengan Chade. Dia ingin menyelinap masuk ke asrama Chade berada.


Sheria membawa beberapa kotak susu kemudian pergi ke asrama Chade dengan memakai motornya. Dia memakirkan motor agak jauh dari asrama supaya Sheria tidak ketahuan.


Sementara Chade yang berada di dalam kamar asramanya tengah menciumi bra keramat Sheria. Ya, dia membawa bra itu bersamanya.


"Sheria, aku merindukanmu," gumam Chade.