My Hot Villain

My Hot Villain
MTV BAB 42 - Kejujuran



"Ternyata yang mati semua unit," ucap Bryan saat kembali dari luar.


"Listrik masih diperbaiki oleh teknisi," sambungnya.


Awalnya Sheria mencoba bersabar sampai listrik menyala kembali tapi akhirnya dia tidak tahan juga karena sampai tengah malam listrik tak kunjung menyala.


"Bryan, aku tidak tahan lagi, aku akan memeriksa kontrol listrik apartemen," ucap Sheria kemudian.


Gadis itu pun keluar dari apartemen, sebenarnya Bryan tidak setuju tapi dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Sheria.


Sheria terus berjalan menggunakan senter karena genset apartemen pun tidak menyala.


Di ruang kontrol listrik, teknisi masih sibuk memperbaiki. Rupanya Chade benar-benar merusaknya sampai tahap sulit untuk diperbaiki dengan cepat.


"Biar saya membantu," ucap Sheria seraya melihat kerusakan.


Sheria mencoba menyambungkan komponen demi komponen listrik dengan cekatan. Dan hal itu disaksikan oleh Bryan, dia semakin curiga dengan Sheria sepertinya dia tidak tahan untuk menunggu Sheria bercerita sendiri.


Beberapa menit berlalu akhirnya listrik pun menyala.


"Terima kasih atas bantuannya, Nona. Anda pasti seorang insinyur muda," ucap salah satu teknisi.


"Jangan salah paham, aku hanya seorang pengangguran. Aku hanya suka bermain-main dengan teknologi kebetulan aku sedikit menguasai komponen listrik," sahut Sheria.


Bagaimana tidak, Sheria memang harus menguasai itu ketika melakukan misi karena misinya tak jauh dari sabotase.


Selesai dengan urusan listrik, Sheria kembali ke unit apartemen Bryan.


Tidak seperti biasanya lelaki itu menunggu Sheria dengan gusar.


"Bryan, lebih baik kita tidur!" Sheria mendekati Bryan dengan mengelus pipi lelaki itu. Dia mengira jika Bryan marah karena gagal unboxing. "Next time, okay!"


"Siapa kau sebenarnya Sheria? Pertanyaan ini sudah lama ingin aku tanyakan!" Bryan tampak serius sekali dan dia berharap Sheria mau menjelaskan semuanya.


"Aku yakin kau bukan gadis pengantar susu biasa bahkan semua keluargamu juga tidak biasa, bagaimana mungkin mereka bisa bangkrut di waktu bersamaan? Itu tidak masuk akal jika semua terjadi di satu waktu!"


"Malam kau tertusuk, aku yakin kau pasti melakukan sesuatu karena kau tidak mau melaporkan kejadian itu pada polisi!"


"Dan satu hal lagi, setiap kau ke luar negeri, kenapa selalu menggunakan identitas baru? Aku selalu mengeceknya diam-diam!"


Bryan mengeluarkan semua yang ada di kepalanya. Dan hal itu membuat Sheria bingung harus menjawab apa, jujur salah bohong pun pasti salah.


"Kau memendam semua itu selama ini?" tanya Sheria.


"Aku selalu bersabar menunggumu untuk mengatakannya sendiri," sahut Bryan seraya mengecup telapak tangan Sheria. "Katakan semuanya, apapun itu aku akan menerimanya!"


"Kau akan kecewa jika mengetahui semuanya, Bryan. Apa kau siap?" tanya Sheria memastikan.


Bryan mengangguk dan menunggu kalimat selanjutnya dengan jantung berdebar.


"Orang tuaku adalah pasangan mafia, mereka orang kepercayaan papaku. Mereka tewas saat melakukan misi dan aku dibesarkan oleh papaku semenjak itu," ucap Sheria menjelaskan dari awal.


"Tunggu! Jadi tuan Brown adalah mafia?" tanya Bryan supaya lebih jelas.


"Lebih tepatnya mantan mafia karena memang semenjak misi terakhir, mereka semua keluar dari dunia hitam," sambung Sheria.


Kemudian Sheria melanjutkan dengan rencana balas dendamnya pada Ronan yang berujung kegagalan karena Chade. Bagaimana Chade mengkhianati mereka selama ini sampai di titik di mana Sheria akan melanjutkan misi balas dendamnya.


"Sekarang kau sudah tahu semuanya. Jadi, apa kau masih mau bersamaku?" tanya Sheria.