
"Sheria...." panggil Gwen seraya mengetuk pintu kamar Chade yang ditempati gadis itu. "Ayo makan dulu!"
Tapi, tidak ada sahutan apapun dari dalam kamar yang membuat Gwen akhirnya membuka pintu sendiri.
"Di mana Sheria?" gumam Gwen yang tidak mendapati Sheria di sana.
Gwen kembali turun ke bawah untuk mencari suaminya.
"Trey, anak gadismu tidak ada di kamar," ucap Gwen.
Trevor hanya bisa menghela nafasnya. "Biarkan saja, Gwen. Sheria pasti kembali!"
"Apa maksudmu?" tanya Gwen tidak mengerti.
"Kita percaya saja pada Sheria, pergerakan kita terkunci sekarang jika salah langkah, cucu-cucu kita jadi korban," sahut Trevor.
Memang benar keenam cucu Trevor dan Gwen hidup di era yang berbeda. Jadi, mereka pasti syok melihat apa yang telah terjadi kalau sampai mereka kehilangan orang tua atau mengalami insiden penyekapan pasti akan menimbulkan trauma. Mental mereka tidak dilatih untuk menjadi mafia.
"Baiklah!" Gwen berusaha tenang walaupun di hati sangat cemas.
Sementara Sheria sendiri berusaha mencari Chade sendirian. Dia akan membawa pemuda itu kembali apapun caranya.
Para anggotanya tidak mau membantu mencari Chade begitu juga dengan semua keluarga yang kecewa pada pemuda itu tapi Sheria akan tetap berusaha membuat Chade kembali.
Beruntung dia bisa melacak keberadaan Chade melalui GPS dari ponsel Chade yang masih aktif.
Sheria pergi ke tempat itu menggunakan salah satu mobil yang berada di garasi mobil Keiner.
"Awas kau Chade!" Sheria tidak sabar bertemu dengan pemuda itu.
Dan ternyata Chade memang sengaja masih mengaktifkan ponselnya karena tahu jika Sheria akan mencarinya.
GPS itu terlacak di sebuah bangunan tua yang terbengkalai. Chade menggunakan baju serba hitam dan coat sampai menutupi kepalanya. Dia hanya sendirian.
"Kau sudah sampai Sheria," komentar Chade yang melihat gadis itu turun dari mobil dan mencarinya.
Sheria berteriak memanggil Chade di dalam gedung tua itu sampai dia menemukan sosok yang dia cari berdiri di pinggir bangunan.
"What are you doing, Chade?" Sheria tidak pernah semarah ini pada pemuda itu, terbukti pukulannya sampai membuat sudut bibir Chade berdarah.
Chade menyeka darah itu. "Aku sudah bilang padamu, jangan mencariku!"
"Bagaimana mungkin aku tidak mencarimu?" Sheria sampai meneteskan air matanya. "Semua orang tidak percaya padamu lagi tapi aku masih berusaha mempercayaimu jadi ayo kembali denganku!"
"Kau sangat lucu Sheria, sekarang akan aku perjelas hubungan kita!" Chade mendekat dan mengeluarkan pisau dari dalam sakunya.
Chade menusuk perut Sheria dengan cepat. "Kita adalah musuh Sheria jadi jangan percaya padaku!"
Karena tidak siap dan tidak menduga Chade akan menyerangnya, Sheria hanya terdiam menerima tusukan itu.
Sheria ambruk dengan bersimbah darah, dia bisa melihat jelas punggung Chade yang menjauh meninggalkan dirinya.
"Chade..." Sheria masih berusaha memanggil tapi sia-sia.
Sebelum kesadarannya hilang, Sheria mencoba menghubungi Bryan dan meminta lelaki itu menjemputnya.
Sheria menekan perutnya supaya darah yang keluar berhenti tapi nyatanya darah itu tidak mau berhenti.
Sampai hampir satu jam Sheria menunggu, Bryan akhirnya datang.
Saat itu, Sheria sudah tak sadarkan diri dipelukan Bryan.
"Sheria, apa yang terjadi?" Bryan bergegas membawa masuk Sheria ke dalam mobil.
Beruntung dia membawa peralatan medisnya jadi Bryan bisa memberi penanganan pada luka Sheria.
...°°°°°...
Ada yang masih baca gak nih? Maaf gaes baru up karena aku down banget Sheria levelnya turun🤧
Cerita ada lebel end tapi belum tamat ya, aku bakal lanjut dan percepat alur mungkin 50-60 bab udah tamat.
Jadi, ikutin terus ya, author gak bikin karya baru dulu kalo Sheria belum bener2 tamat.