
Seharusnya Chade senang karena semua anggota keluarga berkumpul hanya untuk merayakan kelulusannya. Tapi dia merasa biasa saja karena suasana hatinya yang buruk.
Dan Sheria menjadi jengah akan sikap Chade yang seperti itu.
Sheria menjulurkan kaki di bawah meja dan menendang kaki Chade di sana.
Rupanya Chade juga melakukan hal yang sama, dia melakukan serangan balasan yang membuat keduanya saling tendang sampai makanan di atas meja ada yang tumpah.
"Sheria... Chade..." seru semua orang yang berada di meja makan karena tingkah kedua anak manusia itu.
Mereka berhenti tapi Chade menendang Sheria sekali lagi dan berlari menjauh.
Sheria yang tidak terima mengejar Chade seperti biasa, semua orang yang ada di meja makan menghela nafas bersama.
"Kapan mereka akan berhenti melakukan itu!" gerutu Trevor yang melihat Sheria selalu bersikap kekanakan jika bersama Chade.
"Sheria bilang padaku jika weekend ini diundang tuan Andrew ke rumahnya, kau pasti memikirkan apa yang aku pikirkan, 'kan?" timpal Gwen.
Tentu saja Trevor jadi memikirkan anak laki-laki tuan Andrew yang super tampan.
"Bukankah pekerjaannya jadi dokter bedah di kota?" tanyanya kemudian.
"Iya, dia cukup manis dan sopan," jawab Gwen.
"Lebih baik jangan ikut campur masalah hubungan percintaan Sheria. Usianya juga masih muda jadi biar dia bermain dulu, merampok bank misalnya. Kadang aku merindukan saat kita gila dulu!" celetuk Jullian tiba-tiba.
Suasana berubah menjadi mencengkam karena semua menatap tajam pada Jullian apalagi anak-anak yang bertanya-tanya maksud dari lelaki itu.
"Ah, maksudku merampok seperti main monopoli!" tambah Jullian.
"Jangan berbicara sembarangan Jullian!" ketus Juvel yang selama ini memang menyembunyikan masa lalu keluarganya pada anak-anaknya.
"Akh!" Sheria kaget, dia baru sadar Chade sudah setinggi itu sekarang. "Kau tumbuh dengan baik, Tuan Muda!"
"Kau tidak menyadarinya?" Chade semakin kesal tapi dia tetap menarik tangan Sheria dan membawa gadis itu untuk duduk di pinggir kolam renang. "Aku ingin bertanya serius padamu!"
"Bertanya mengenai apa?" tanya Sheria, penasaran.
"Apa artiku bagimu?" tanya Chade begitu saja.
Sheria mengernyit karena Chade selalu menanyakan hal aneh jadi dia menyenggol lengan pemuda itu sampai tak sengaja terjatuh di kolam renang.
"Ups! Sorry..." Sheria berdiri dan tertawa melihat Chade yang basah.
Chade segera keluar dari kolam renang untuk menangkap Sheria, dia memeluk gadis itu kemudian menjatuhkan dirinya di kolam renang lagi.
"Chade... aku jadi ikut basah!" seru Sheria yang kepalanya sudah naik ke atas.
Chade tergelak karena melihat Sheria yang ikut basah sepertinya. "Itu hukuman untukmu!"
"Tapi kau sudah tidak marah padaku, 'kan?"
"Memangnya aku bisa marah padamu dalam waktu yang lama?"
"Ya sudah kalau begitu kembali ke poin pertama! Kau harus membantuku berkencan!"
Chade kembali memasang wajah masam, dia jadi teringat Sheria yang selalu memiliki ide gila contohnya memberi bra sembarangan. Chade jadi takut Sheria akan melakukan hal itu lagi.
"Sheria...." Chade mendekat dan merapatkan tubuh gadis itu di pinggir kolam renang. Rambut Sheria yang basah ditambah pantulan cahaya dari kolam renang membuat wajah gadis itu cantik sekali di mata Chade. "Kau tidak akan memberikan bra-mu pada teman kencanmu, 'kan?"