
Sheria maju sambil menodongkan senjatanya tapi Ronan tidak juga melepaskan Chade.
"Rupanya penjara tidak bisa membuatmu melihat semua dosa-dosamu," geram Sheria.
"Kau memang pantas mati!"
Saat Sheria menarik pelatuk pistolnya, Dylan maju dan menodongkan senjatanya pada kepala gadis itu.
"Lewati aku dulu!" ucap Dylan.
Sheria melirik ke arah Dylan kemudian bergantian ke arah Chade. Rasanya Sheria ingin membunuh Ronan dan Dylan saat itu juga tapi bagaimana dengan Chade?
"Seharusnya dia tidak ikut!" gerutu Sheria dalam hati.
Di detik itu juga, tiba-tiba O dan L memberi laporan mengejutkan, mereka sepertinya tahu rencana The Green Hornet selama ini.
"Miss, kami menemukan bom aktif di berbagai titik, mereka ingin meledakkan penjara bawah tanah!"
Mata Sheria membulat mendengarnya, sepertinya Ronan menyadarinya. Dia melepaskan Chade kemudian mengajak Dylan pergi karena waktu terus berjalan dan bom akan meledak.
"Uhuk-uhuk!" Chade terbatuk dan jatuh tersungkur.
"Kita pasti akan bertemu lagi," ucap Ronan sambil berlalu pergi.
Sheria bingung antara mengejar Ronan atau membantu Chade, akhirnya dia memutuskan untuk membantu Chade dan mencoba menjinakkan bom.
"Kau tidak apa-apa, Chade? Ayo kita cepat temui O dan L!"
Kemudian Sheria membantu Chade untuk berjalan dengan memapah pemuda itu.
"Kita harus mencoba menjinakkan bom sebelum meledak!" seru Sheria.
Saat melihat O dan L, Sheria memerintahkan mereka untuk bersiap menjinakkan bom.
"Ayo kita mulai!" Sheria berusaha membuka bom yang berhasil ditemukan. "Bagaimana keadaan di luar? Minta K dan J untuk bersembunyi!"
"Dan minta mereka untuk menghubungi pihak kepolisian federal!"
Peluh membanjiri kening Sheria, dia meneliti rakitan bom dengan waktu yang terus berjalan mundur.
"Rakitan ini terlalu rumit," komentar Sheria. "Kita tidak akan bisa menjinakkan dengan waktu yang ada!"
"Kita harus mundur!"
Menerima perintah itu, O dan L langsung bergegas mencari jalan keluar.
"Ayo Chade!" Sheria menggandeng tangan Chade untuk pergi dari penjara bawah tanah sebelum kepolisian federal datang.
Chade tidak bisa berkata banyak dan dia juga tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran Sheria tentang dirinya sekarang. Chade merasa menjadi musuh Sheria dan keluarga Brown.
Setelah berhasil keluar, mereka bergegas pergi. Semua anggota hanya diam di perjalanan sampai terdengar suara ledakan.
Mereka semua semakin merasa kecewa, seandainya mereka bertindak lebih cepat pasti mereka bisa mencegah kejadian naas itu.
"Apa semua jejak sudah terhapus?" tanya Sheria pada anggotanya.
"Tenang saja, Miss. Sudah aku bereskan semuanya," sahut K.
"Baguslah!" Sheria memejamkan matanya, kini musuh kembali berkeliaran pasti sebentar lagi Trevor akan mengetahuinya.
Saat mobil memasuki tempat kemah, Sheria bergegas menuju tendanya, sebelum itu dia dan Chade mengganti baju semula dan membuang peralatan yang mereka pakai.
"Kalian cepatlah pergi dan berpencar, nanti akan aku hubungi lagi!" perintah Sheria pada seluruh anggota.
Chade melirik ke arah Sheria yang sedari tadi tidak memandangnya sama sekali.
"Kita terlambat satu jam dari perkiraan," ucap Chade membuka pembicaraan.
"Istirahatlah, Tuan Muda," sahut Sheria acuh. Dia masih kalut dengan apa yang telah terjadi. "Kita bicara besok dan pastikan lehermu tidak ada tanda dari Ronan!"
Sheria masuk ke dalam tendanya begitu saja, dia tidak ingin diganggu.