My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 26 - Kunjungan



Chade masih memeluk bra Sheria sampai dia mendengar suara jendela kamarnya diketuk seseorang. Chade segera menyembunyikan bra Sheria di bawah bantalnya.


"Chade... Chade..."


Terdengar suara Sheria memanggil pemuda itu. Chade dengan cepat meloncat dari ranjang dan berlari ke arah jendela.


"Sheria!" seru Chade saat membuka jendelanya. "Kenapa kau ada di sini?"


"Biarkan aku masuk dulu!" Sheria memaksa masuk ke kamar Chade supaya dia tidak ketahuan.


"Bagaimana kau bisa tahu kamarku?" tanya Chade yang masih tidak percaya.


"Itu sangat mudah," jawab Sheria seraya membanting dirinya di ranjang. Matanya menelisik ke kamar asrama Chade yang sempit.


Kemudian dia mengeluarkan susu yang dia bawa.


"Kau sepertinya sudah lama tidak minum susu, Tuan Muda," ucap Sheria seraya memberikan kotak susu itu pada Chade.


Chade tersenyum tipis, dia yakin Sheria sudah tidak marah lagi padanya.


"Kau menyelinap ke kamarku hanya untuk mengantarkan susu?" Chade menerima susu pemberian Sheria dengan berbaring di samping gadis itu.


Chade dan Sheria meminum susu bersama dalam diam. Setelah susu mereka habis, mereka saling menoleh ke samping untuk bertatapan.


"Bagaimana rasanya tinggal di asrama?" tanya Sheria.


"Biasa saja," sahut Chade datar.


Sheria menganggukkan kepalanya. "Kau pasti bisa menghadapinya!"


Sebenarnya Sheria ingin membahas masalah Ronan dan Dylan tapi gadis itu takut akan mengganggu konsentrasi Chade belajar jadi Sheria mengurungkan niatnya.


"Aku hanya ingin melihatmu saja jadi aku akan segera pergi," ucap Sheria lagi.


"Tunggu dulu. Kita belum membicarakan masalah Bryan, 'kan?" tanya Chade. Sebenarnya Chade juga ingin membahas Ronan dan Dylan tapi dia takut hubungannya dengan Sheria akan merenggang lagi jadi dia mengalihkan pembicaraan mereka.


"Bryan? Dia masih mengirim pesan padaku," sahut Sheria.


"Aku tidak tahu tapi aku tidak punya alasan untuk menolak Bryan," ungkap Sheria seraya menghela nafasnya.


Tiba-tiba Chade memeluk Sheria yang membuat gadis itu kaget setengah mati.


"Chade..." panggil Sheria tapi pemuda itu tidak melepas pelukannya.


Sampai tak lama Chade akhirnya tertidur, barulah Sheria bisa melepas pelukannya.


"Dasar labil!" gerutu Sheria, sebelum pergi dia sempat mengelus wajah pemuda itu. "Aku harap kau selalu berada di kubu kami!"


Dan Sheria segera pergi dari kamar Chade, dia menyelinap dan keluar dari asrama dengan aman.


Keesokan harinya, Chade yang terbangun tidak mendapati Sheria lagi.


"Ah, aku ketiduran. Pelukan Sheria memang membuatku lupa diri!" keluhnya.


Chade membersihkan dirinya, rencananya hari ini dia akan ke perpustakaan. Ajaran baru akan di mulai minggu depan jadi Chade akan mempersiapkannya dari sekarang.


Perpustakaan berada di gedung kampus karena semua siswa belum datang ke asrama jadi perpustakaan tampak sepi.


Chade memilih beberapa buku di rak, saat dia menarik satu buku dari celah yang terbuka berdiri sosok lelaki dengan penutup kepala dari jaket yang dia kenakan.


Awalnya Chade ingin mengabaikannya tapi dia terkejut saat mendengar suara lelaki itu.


"Chade!" panggilnya.


Mata Chade membulat karena mengenali suara itu. "Dad?"


Buru-buru Chade ke seberang rak buku untuk memastikan. Dan benar saja itu adalah Dylan.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Chade yang langsung menarik Dylan di pojokan rak perpustakaan.


Di sana keduanya berpelukan.


"Kau tinggi dan besar sekarang," komentar Dylan.