
Gwen mendengar suara ketukan pintu di dini hari, perempuan yang tak lagi muda itu terbangun dan mencoba membangunkan suaminya.
"Trey..." panggil Gwen seraya menggoyangkan bahu Trevor. "Ada yang mengetuk pintu!"
Trevor ikut terbangun dan langsung mengambil tongkat bisbol. Lelaki yang sudah bercucu itu berjalan ke arah pintu depan rumahnya yang ada di peternakan sapinya.
"Papa, ini aku!"
Suara Sheria terdengar yang membuat Trevor bergegas membuka pintu.
"Sheria..." Trevor kebingungan karena anak gadisnya yang datang tiba-tiba. "Bukankah jadwalmu datang beberapa hari lagi?"
"Aku datang lebih cepat, maaf membuat papa terganggu," sahut Sheria seraya memeluk Trevor.
"Hei, apa terjadi sesuatu padamu? Apa Bryan membuat kesalahan? Berani-beraninya dia, aku akan menebas kepalanya dan akan aku lempar ke rumah tuan Andrew," ucap Trevor geram. Dia tidak akan membiarkan Bryan lolos darinya dengan mudah.
Sheria memukul dada Trevor karena selalu bersikap berlebihan. "Kami tidak kenapa-kenapa, aku hanya ingin menemui papa lebih cepat!"
"Kebetulan sekali, ada banyak susu yang harus diantar besok!" Trevor pun menutup pintu rumahnya.
Setelah pengakuan yang dia lakukan pada Bryan, Sheria memberi laki-laki itu waktu untuk berpikir jadi gadis itu memutuskan untuk mendatangi orang tua angkatnya lebih awal.
...***...
"Ambilkan garam dan gula," titah Gwen yang tengah memasak.
Sheria yang mencoba membantu mengambil garam dan gula. Kemudian gadis itu mencoba mencicipi masakan Gwen.
"Yummy, aku selalu merindukan masakan mama," ucap Sheria yang menikmati sup buatan ibunya.
"Maka sering-sering lah datang," sahut Gwen seraya mengambilkan Sheria sup di mangkok. "Makanlah kemudian temui papamu!"
"Baik walaupun tidak besar dan sampai bisa membuat pabrik susu seperti dulu," jawab Gwen yang merasa cukup untuk sekarang. "Begini lebih baik!"
Sheria memakan supnya dan tidak mau bertanya lagi, dia akan menanyakan semuanya pada Trevor. Apa benar tidak apa-apa membiarkan Ronan berkeliaran di luar sana, bisa saja saat mereka sudah bangkit seperti sekarang akan diserang lagi.
"Aku akan menemui papa!" pamit Sheria seraya berlalu keluar rumah. Dia ingin mendatangi Trevor yang tengah memerah sapi.
Saat Sheria sampai sudah ada beberapa tempat susu dan Trevor sudah memberinya nama karena semua susu adalah pesanan.
"Papa..." panggil Sheria.
"Hm. Apa kau sudah siap mengantarnya?" Trevor membuka sarung tangan setelah selesai memerah susu. "Lebih enak memerah susu memakai tangan apalagi tanganku sudah terlatih!"
Kemudian Trevor berdehem, dia lupa tengah berbicara pada anak gadisnya.
"Kenapa wajahmu itu?" tegur Trevor yang melihat perubahan wajah Sheria.
"Papa benar-benar sudah melupakan dunia mafia, padahal waktu itu aku melihat papa begitu ingin membalas Ronan tapi sekarang?" Sheria merasa Trevor sudah berubah.
Trevor menghela nafasnya panjang. "Dendam akan membuatmu sakit sendiri Sheria, saat kita berhasil membalasnya pun tidak akan mengubah apapun!"
"Aku dan Gwen memutuskan untuk melupakan semuanya," sambungnya.
Ada sedikit rasa kecewa di hati Sheria akan sikap Trevor yang seperti itu. Jadi, hari itu setelah mengantar semua susu pesanan, Sheria pergi ke bukit dan mendatangi pohon oak yang dulu sering dia jadikan tempat untuk menenangkan diri.
Tempat di mana Chade yang dulu mencuri ciuman darinya.
Dan seperti biasa, Sheria akan tertidur di pohon itu. Dia tidak menyadari ada seseorang yang mendekat padanya.
"Sheria..." panggil orang itu.