My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 30 - Genting I



"Aku sudah menduga jika Chade akan menjadi pengkhianat! Apa yang dia akan lakukan sekarang?" kesal Jullian. Amarahnya sudah tak terbendung lagi.


Bukan hanya Jullian yang marah tapi semuanya juga merasakan hal sama ditambah rasa kecewa yang luar biasa.


Tapi, mereka harus mengenyampingkan urusan pribadi. Karena keadaan mereka yang jauh lebih penting sekarang.


"Mereka menghabisi para bodyguard yang aku bawa," ucap Keiner dengan mata melihat beberapa bodyguard-nya yang sudah menjadi mayat.


"Kita harus melepaskan diri dulu, sebenarnya apa tujuan Ronan, dia tidak membunuh kita," balas Trevor yang sedari tadi berusaha lepas dari ikatan.


Sheria menghela nafasnya panjang. "Itu pasti karena Chade. Aku rasa dia telah dimanipulasi oleh Ronan dan Dylan, dia menjadi pengkhianat asal mereka tidak membunuh kita!"


"Jangan naif Sheria jika Chade berada di kubu Ronan. Mereka akan mudah mendapat informasi mengenai kita, bagaimana kalau misalnya Chade memberitahu lokasi Pulau Biru?"


"Irene dan anak-anakku dalam bahaya!"


Jullian mencoba berpikir realistis, posisi mereka semua dalam bahaya.


"Kalau begitu tidak ada cara lain," balas Sheria. Dia mencoba menjangkau pergelangan tangannya di mana ada jam tangan yang sudah di modifikasi sebelumnya.


Sheria kewalahan mencari tombol emergency yang berada di jam tangan itu dalam keadaan terikat.


Sampai dia berhasil menjangkau tombol itu untuk memanggil para anggota The Eye.


"Tunggulah sebentar lagi, Papa!" ucap Sheria kemudian.


"Apa maksudmu? Kita harus berdiri dan membuka tali di tubuh Keiner dan Jullian," sahut Trevor yang memikirkan ide supaya tali di tubuh mereka terlepas semua.


"Tidak perlu, bantuan sebentar lagi akan datang!" sambung Sheria.


Tentu saja sebelumnya Sheria sudah memberi instruksi pada para anggotanya tapi Sheria meminta mereka menjaga jarak. Jika dalam keadaan genting, barulah Sheria akan memanggil mereka.


Beberapa menit berlalu, K, J, O dan L tampak berlari ke arah lokasi di mana Sheria berada.


Sheria tersenyum dan bernafas lega. "Cepat lepaskan kami!"


Tanpa menunggu lama lagi, mereka mengambil pisau dan memotong tali-tali yang membelenggu tubuh bos mereka.


"Sekarang kita harus melacak keberadaan Ronan, kita harus menyeret Chade kembali!" perintah Sheria setelah tali di tubuhnya terlepas.


"Chade lagi? Dia selalu membawa masalah, Miss..."


Sementara Trevor masih kebingungan dengan anak buah Sheria, dia memang sudah curiga jika selama ini Sheria bermain-main dengan membobol data-data penting bahkan melakukan perampokan bank tapi dia tidak menduga jika Sheria membentuk sebuah organisasi.


"Aku bisa menjelaskan nanti Papa, kita harus segera mengejar Ronan!" Sheria seakan tahu apa yang ada dipikiran Trevor.


"Kau ada di penjara bawah tanah saat Ronan kabur?" tanya Trevor setelah sadar apa yang sebenarnya terjadi.


Sheria mengangguk. "Kami datang terlambat, rencana Ronan sudah sembilan puluh persen waktu itu! Kami tidak bisa mencegahnya!"


"Itu semua karena Chade!" sela J tidak suka.


Keiner menepuk pundak Sheria untuk meminta penjelasan. "Jadi kau membawa Chade ke penjara bawah tanah? Chade sudah bertemu dengan Dylan sebelumnya?"


"Maafkan aku kak Keiner tapi bisakah kita jangan membahas ini terlebih dahulu, kita membuang banyak waktu, jejak Ronan akan menghilang," ucap Sheria.


"Sheria benar, ayo cepat bergerak!" perintah Trevor.


Mereka akhirnya berusaha melacak keberadaan Ronan dengan drone yang merekam jejak Ronan dan Chade.


Tapi, bersamaan dengan itu, Gwen menghubungi Trevor.


"Ada apa, Gwen?" tanya Trevor saat menerima panggilan itu.


"Semua sapi yang ada di peternakan mati!" lapor Gwen panik.