My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 20 - Misi Penjara Bawah Tanah III



"Cepat katakan!?" teriak Sheria karena dia tak kunjung-kunjung menerima jawaban.


Bersamaan dengan itu, rekan dari dua orang yang ditangkap Sheria datang untuk melihat keadaan.


"Hei!?" O dan L segera membekuk orang itu.


"Kenapa para nara pidana bisa berkeliaran seperti ini?" Chade yang melihat situasinya jadi bingung sendiri.


"Sudah aku duga, ada konspirasi dan ada yang membantu The Green Hornet untuk kabur dari penjara!" ucap Sheria menarik kesimpulan.


"Pasti ini semua ada hubungannya dengan mata-mata yang selalu mengintai peternakan sapi," tambahnya.


Kemudian Sheria menatap satu persatu tawanannya.


"Apa rencana kalian sebenarnya?"


Ketiga tawanan itu justru tertawa mendengar pertanyaan Sheria.


"Kalian hanya anak-anak kecil, lebih baik kalian pulang! Entah apa tujuan kalian kemari jika ingin hidup, cepatlah pergi!" ucap salah satunya.


Di detik itu, K dan J yang berjaga di luar memberi laporan jika ada beberapa mobil datang ke penjara bawah tanah. Dan itu bukan mobil polisi.


Bunyi alarm kebakaran berbunyi yang membuat Sheria dan timnya jadi panik.


"Ini adalah rencana kabur!" seru O menyimpulkan.


"Tapi apa rencananya? Tidak mungkin hanya membuat kebakaran jika memang semudah itu pasti dari dulu sudah dilakukan!" timpal L.


"Semua pasti sudah direncanakan dengan matang!"


Mereka akhirnya mencoba mencari tahu, anehnya penjaga yang tersisa ikut membantu para nara pidana kabur.


"Mereka pasti menyamar," komentar Sheria.


Chade yang melihat situasi tidak kondusif berusaha mencari Dylan berada. Dia memisahkan diri dari Sheria untuk mencari informasi lebih lanjut.


Dengan mempelajari cara Sheria menyelinap sebelumnya, Chade bergegas ke sel tahanan untuk mencari Dylan.


Ternyata Dylan di selnya bersama dengan Ronan, mereka tampak santai, tidak seperti yang lainnya.


"Berapa lama lagi?" tanya Ronan.


"Sekitar satu jam lagi," jawab Dylan.


Ya, Ronan sudah tahu kebenaran mengenai kutukan dan rumor tentang hantu Irene. Merasa tidak terima, Ronan ingin membalas dendam pada keluarga Trevor.


Sebelumnya ada kelompok mafia lain yang memberi informasi dan juga membantu Ronan untuk merencanakan kabur dari penjara.


"Dad..." Chade memanggil Dylan, dia mendengar semuanya tapi masih belum mengerti rencana mereka. Tapi yang jelas Ronan tahu jika Irene belum mati.


"Kenapa kau bisa ada di sini!?" seru Dylan yang tidak menyangka. Dia berdiri dan menelisik Chade yang tumbuh besar, dia ingin memeluk putranya tapi ditahan oleh Ronan.


Ronan mendekat dan mencekik leher Chade di sana. "Kau dulu sering mengunjungi Dylan tapi kau tidak pernah mengatakan jika Irene masih hidup!"


"Kau dan Trevor pasti menertawakan aku di sini!"


Chade berusaha menjauhkan tangan Ronan tapi cekikan Ronan terlalu kuat.


"Lepaskan dia, Bos!" Dylan juga berusaha meredam amarah Ronan. "Dia pasti bingung waktu itu, terakhir aku bertemu dengannya saat dia masih kecil.


"Walaupun dia anakmu tapi dia musuh kita sekarang!? Dan bagaimana dia bisa berada di sini? Apa yang kau rencanakan?"


"Aku sudah menduga, kalian pasti memata-matai kami!"


Ronan mulai menarik kesimpulan, ini semua bukan kebetulan.


"Lepaskan dia!"


Tiba-tiba Ronan mendengar suara wanita berteriak. Saat dia menoleh, dia melihat Sheria berdiri dengan jarak beberapa meter darinya.


Awalnya Ronan merasa asing dengan Sheria sampai dia mengingat gadis kecil yang pernah ditawannya dulu.


"Hahaha... ternyata peliharaan keluarga Brown berkumpul di sini," cibirnya.


...°°°°°...


Terima kasih yang setia baca, judulnya aku ganti ya gaes biar cocok sama jalan ceritanya nanti.


Maaf jika sering telat up, tetep like dan komen atau beri dukungan cerita Sheria ya.


Cerita ini gak aku promoin kaya biasanya jadi pure yang baca titisan keluarga Brown😅 nanti aku ciduk 5 pembaca setia yang berhak dapat GA.


Luv semua❤