My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 33 - Villain Baru



Keiner dan Sheria sudah sampai di asrama, mereka segera menuju ke ruangan kepala asrama. Di sana kepala asrama juga baru mengetahui jika Chade telah kabur.


"Maafkan saya, Tuan," ucap kepala asrama.


"Tidak apa-apa, saya yang terlalu memaksa Chade untuk ke asrama jadi ini semua salah saya," sahut Keiner berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah cukup berbicara dengan kepala asrama, Keiner ke kamar Chade untuk mengambil barang-barang pemuda itu.


"Dia tidak membawa apapun saat pergi," ucap Keiner setelah mengemas barang-barang Chade.


Sheria mendengus pelan, dia duduk di tepi ranjang, padahal malam itu saat dia kemari, Chade tampak baik-baik saja.


"Aku akan mencoba melihat rekaman cctv!" Sheria ingin tahu bagaimana caranya Chade kabur.


Tapi, nasib baik tidak berpihak pada mereka. Semenjak beberapa hari yang lalu cctv seluruh asrama rusak dan dalam masa perbaikan.


"Ck! Ini pasti ulah White Eagle," decak Sheria sebal.


"Kenapa mereka melibatkan Chade?" Keiner jadi bingung sendiri. "Aku berusaha memberi masa depan yang baik untuk anak itu!"


Sheria mengerti akan perasaan Keiner, dia kemudian berusaha memberitahu apa yang Chade rasakan selama ini.


"Chade hanya ingin mempunyai kakak sesungguhnya, dia mau dianggap seorang adik olehmu, Kak," ungkap Sheria.


"Dari kecil dia sudah tidak mendapatkan kasih sayang kecuali dari ayahmu jadi saat dia tahu jika Dylan sebenarnya adalah ayah kandungnya dan mengakui dirinya, Chade merasa dianggap ada," tambahnya.


Keiner menghela nafasnya. "Dan jangan lupakan Dylan yang telah membunuh ayahku, aku berbesar hati menerimanya tanpa melihat itu, apa itu tidak cukup membuktikan jika aku menganggapnya ada?"


"Aku hanya tidak pandai mengekspresikan diri seperti di depan Ares atau Athena!"


Keduanya kemudian terdiam karena tidak tahu lagi harus berkata apa. Sampai Sheria membuka laci di kamar Chade dan ada sebuah kotak di sana.


"Apa ini?" gumam Sheria.


"Sepertinya itu untukmu!" Keiner menunjuk tulisan yang tertera di atas kotak.


Untuk Sheria


Sheria membuka kotak itu dan hanya ada fotonya bersama Chade yang ada di dalamnya. Sheria membalik foto itu.


Selanjutnya saat kita bertemu, kita adalah musuh


Jadi, jangan pernah mencariku


"Chade?" gumam Sheria tidak percaya akan mendapat pesan seperti itu.


"Apa yang ada dipikiran anak itu?" Keiner jadi gusar.


Sheria juga tidak mengerti tapi kalau memang Ronan mau, bisa saja dia membunuh mereka sebelumnya. Tapi, Ronan hanya mengalihkan perhatian mereka.


"Sebaiknya kita memang tidak mencarinya, bukan? Dia ingin aku melupakan dendamku pada Ronan jadi ini semua semacam peringatan!" Sheria mulai menyimpulkan.


"Lebih baik kita menyusul yang lain ke Pulau Biru!" Keiner pikirannya benar-benar buntu sekarang yang ada di kepalanya adalah keluarganya.


...°°°°°...


Di sisi lain, Jullian dan Trevor yang sampai di Pulau Biru bernafas lega karena semua anggota keluarga baik-baik saja.


"Aku masih merasa tidak tenang!" Trevor masih saja gelisah.


"Semuanya keluar dari rumah!"


Insting Trevor mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.


"Trey..." Gwen jadi ikut gelisah.


"Percayalah padaku, Gwen!" Trevor berusaha meyakinkan. "Cepat bawa cucu-cucu kita keluar!"


Gwen menurut, dia berlari keluar dan mengajak keenam cucunya.


"Ayo Irene!" Juvel menarik tangan kakak iparnya yang ragu-ragu.


Dan benar saja saat semuanya sudah keluar tak lama rumah meledak begitu saja.


"Mereka memasang bom!" geram Jullian dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Chade....." teriaknya kemudian.