My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 46 - Tahu gak, ya?



Sheria bersiap-siap pergi menyusul Bryan ke tempat tuan Andrew. Dia memakai baju sesopan mungkin, dia tidak ingin membahas masalah pernikahan tapi Sheria ingin memperjelas hubungan mereka.


Gadis itu hanya berjalan kaki menuju tempat tuan Andrew. Saat sampai Sheria disambut hangat oleh orang tua Bryan.


"Bryan..."


Ibunya memanggil putranya dan Bryan langsung keluar dari kamarnya. Dia tidak menyangka jika Sheria akan secepat itu datang.


"Di mana orang tuamu? Kenapa tidak ikut datang?" tanya tuan Andrew.


"Papa dan mama sedang keluar jadi aku sendirian," jawab Sheria.


"Makanlah yang banyak." Ibu Bryan menyiapkan makan malam spesial.


Sheria benar-benar harus memperjelas semuanya supaya mereka semua tidak salah paham.


Selesai makan malam, Sheria mengajak Bryan untuk bicara berdua. Mereka berjalan-jalan menikmati angin malam.


"Kau kedinginan?" tanya Bryan seraya merangkul Sheria. "Aku selalu menyukai suasana di sini, tenang dan jauh dari hiruk pikuk seperti di kota!"


"Hm. Karena itu papa dan mamaku memilih tetap mengelola peternakan sapinya," balas Sheria.


Mereka akhirnya duduk di sebuah bangku, Bryan masih merangkul Sheria bahkan kepala gadis itu menyender di pundaknya. Satu tangan Bryan meraih tangan Sheria dan menggenggamnya.


"Jangan mengatakan hal yang membuat hubungan kita akan menjauh Sheria, berpura-puralah seperti dua tahun yang telah kita habiskan bersama," ucap Bryan yang peka. Dia sudah mengenal Sheria cukup lama jadi bisa membaca gelagat Sheria yang seakan meminta hubungan mereka berakhir.


"Apa kau ingin seperti itu, Bry? Aku akan terus menyakitimu," sahut Sheria.


Sheria pun menatap Bryan dengan derai air mata dan Bryan sangat paham apa yang dirasakan gadis itu. Sepertinya memang dia tidak mempunyai kesempatan.


"Apa kau akan terus membalaskan dendammu?" tanya Bryan kemudian.


Belum sempat Sheria menjawab, gadis itu mendapati ponselnya yang berdering. Sheria buru-buru membuka ponselnya karena nada dering itu khusus dia gunakan untuk anggota The Eye.


"Miss..." suara K di ujung sana. Suara itu tampak panik.


"J, O dan L tertangkap The Green Hornet!" lapornya.


"Apa!?" Sheria kaget sampai berdiri dari tempat duduknya. "Aku akan menyusulmu karena pasti kau incaran The Green Hornet selanjutnya!"


Kemudian Sheria berpamitan dengan Bryan di sana.


"Aku harus pergi, Bry!" Sheria langsung berlari begitu saja meninggalkan Bryan. Dia sudah tidak peduli apapun sekarang.


Bryan pun tidak bisa mencegah Sheria lagi.


...***...


Tanpa berpamitan dengan Trevor atau Gwen, Sheria pergi ke bandara. K sebelumnya sudah mengurus penerbangan Sheria dengan menyewa jet pribadi.


Di dalam pesawat, Sheria sibuk berkutat dengan layar laptopnya. Sebelum berangkat, Sheria menyempatkan diri untuk pulang ke apartemen dan mengambil barang-barang yang dianggapnya penting untuk dibawa.


Tapi, tiba-tiba ada yang menutup layar laptopnya dan atensi Sheria jadi teralihkan.


"Minum dulu supaya kau rileks!"


Sheria memicingkan mata pada pemilik suara. "Kenapa kau bisa ada di sini?" cecarnya.


Orang yang tak lain adalah Chade itu tertawa geli karena sikap Sheria itu. Dengan santai dia duduk berhadapan dengan Sheria, dia memberikan satu gelas berisi wine pada gadis itu.


"Sangat mudah bagiku," ucap Chade yang kepalanya sudah diperban karena benjol sebelumnya.


Sheria mengambil gelas berisi wine dari tangan Chade dan langsung menyiramkan wine itu pada wajah Chade.


"Kau pasti tahu semua ini!?" kesal Sheria.


"Tahu gak, ya?" Chade menyeka wajahnya dengan santai.