
Sheria perlahan membuka matanya, dia ternyata tertidur dengan menyender di bahu Chade.
Saat dia menoleh ke arah Chade, dia jadi kaget karena melihat wajah Chade yang memerah seperti kepiting rebus.
"Chade, kau kenapa?" tanya Sheria khawatir.
Chade berdehem. "Kau sudah bangun? Cepat menjauhlah, Sheria!"
Saat Sheria menjauhkan tubuhnya, Chade berlari ke belakang pohon oak untuk mengatur nafasnya. Dia hampir mati kehabisan nafas, setelah mencuri ciuman dari Sheria rasanya jantungnya berhenti berdetak.
Apalagi bagian bawah tubuhnya dari tadi tidak mau tidur.
"Cepatlah tidur lagi atau Sheria akan menganggapku laki-laki mesum!" Chade mengumpati barang berharganya.
Setelah berhasil menguasai diri, Chade keluar dari balik pohon.
Sheria sudah naik di atas kuda karena waktu sudah menjelang petang.
"Chade, sudah buang air kecilnya, ayo pulang!" Sheria mengira jika Chade sedari tadi menahan kencing.
Mereka akhirnya kembali ke peternakan sapi, sebelum masuk ke rumah, Sheria memasukkan kembali kuda-kudanya ke kandang.
"Pasti mama sudah memasak makan malam, ayo cepat kita masuk!" Sheria menggandeng tangan Chade ke dalam rumah.
Dan benar kata Sheria saat mereka masuk ke dalam rumah, aroma masakan Gwen menguar di indera penciuman kedua anak manusia itu.
"Sepertinya enak," komentar Sheria yang langsung duduk di meja makan.
"Mandi dulu setelah itu baru kita makan bersama," tegur Gwen.
"Tapi aku sangat lapar, tadi di tempat tuan Andrew aku hanya makan kue,"
"Ck, pasti ini salah satu alasanmu karena malas mandi,"
Gwen mengacak rambut Sheria kemudian mereka tertawa bersama.
Hal itu tentu dilihat oleh Chade, Sheria tumbuh dengan kasih sayang, rasa iri itu kembali muncul.
"Mereka juga penyebab orang tuamu mati Sheria!" batin Chade dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Tuan Muda..." panggil Sheria karena melihat Chade yang mematung di tempatnya. "Ayo duduk, sebentar lagi papa pasti akan kesini!"
Sebelum makan, Trevor memimpin doa dan bersyukur atas apa yang mereka makan hari ini.
"Apa tidak salah? Papamu berdoa?" bisik Chade ditelinga Sheria, dia sangat ingat jelas saat acara di mansion Keiner, Trevor tidak melakukannya.
"Papa masih belajar menjadi khusyuk jadi dia takut ditertawakan kak Keiner dan kak Jullian," sahut Sheria yang membuat keduanya tertawa.
"Ingat umur!" batin mereka bersamaan.
"Ada satu kamar kosong, kau bisa tidur di sana Chade," ucap Gwen kemudian.
"Besok pagi-pagi kau harus membantu memberi makan para sapi dan memerah susunya karena sudah waktunya kirim ke pabrik," tambah Trevor.
"Bukahkah ada para pekerja?" tanya Chade.
"Jangan terlalu mudah percaya pada orang, kita harus memeriksa sendiri kualitas produk kita," jelas Trevor yang membuat Chade langsung terdiam.
"Kau memang penjual susu sejati Papa." Chade mengacungkan jempolnya.
Selesai makan, mereka semua masuk ke kamar mereka masing-masing. Tapi Sheria memberi kode pada Chade jika tengah malam nanti mereka harus menyelinap pergi ke markas The Eye.
"Naik apa?" tanya Chade yang tidak mungkin membawa mobilnya. Trevor pasti curiga.
"Lihat saja nanti," sahut Sheria.
Sheria akan menunjukkan bagaimana caranya menyelinap selama ini.
Ternyata di peternakan Sheria mempunyai tempat rahasia yang berisi senjata dan juga kendaraan tersembunyi.
Cukup berjalan sekitar satu kilo meter dari rumah Trevor jadi saat kendaraan dinyalakan tidak akan terdengar.
"Oke, di dalam rahasia ada rahasia lagi, mungkin ini maksudnya," komentar Chade saat melihat tempat persembunyian itu.
*
*
Maaf baru bisa update lagi, diusahakan up setiap hari jadi ikutin terus ceritanya ya bestoy2 ku, Luv❤😘