My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 41 - Pelampiasan



Sheria yang saat itu tengah berkutat di layar komputernya, menghentikan pekerjaannya sejenak. Dia baru saja berhubungan dengan K,J, O dan L yang berpencar di berbagai negara. Mereka memang sengaja melakukan itu untuk mengintai Ronan.


Kadang Sheria juga bepergian dan Bryan selalu bisa menjadi alibinya.


Karena Bryan akan pulang, Sheria harus mengakhiri pekerjaannya. Dia segera mematikan komputernya, dia akan mandi dulu dan berdandan untuk menyambut kekasihnya.


"Sheria..." panggil Bryan saat sampai.


Pada saat itu Sheria baru selesai mandi, dia pun bergegas memakai baju dan keluar dari kamarnya.


"Kau sudah pulang?" tanya Sheria seraya duduk di meja makan.


Bryan menyiapkan makanan yang telah dia beli sebelumnya. "Makanlah selagi masih hangat, aku akan mandi dulu!"


"Cepatlah, setelah itu bergabung bersamaku!" Sheria akan memperlambat makannya seperti biasa.


Kurang dari lima belas menit, Bryan selesai dan ikut bergabung bersama Sheria di meja makan. Mereka duduk berdampingan dan makan dengan saling mengobrol.


"Bukankah minggu ini jadwal bertemu papamu?" tanya Bryan.


"Hm. Apa kau mau ikut?" Sheria bertanya balik.


"Boleh, aku akan menyesuaikan dengan jadwalku," jawab Bryan.


Selama dua tahun ini baik Trevor, Keiner dan Jullian memang lebih fokus untuk membangun bisnis mereka lagi dari pada meladeni Ronan. Sementara Sheria sendiri yang mengejar dan mengintai Ronan di setiap negara. Dia tidak mau kecolongan lagi.


Sekarang memang belum waktunya tapi jika sudah tiba, Sheria tidak akan memberikan ampun.


"Biar aku yang mencucinya," ucap Bryan saat selesai makan. Lelaki itu membawa semua piring dan gelas ke wastafel dan mencuci semua itu.


Bryan memang laki-laki idaman tapi Sheria tidak bisa membuka hatinya. Jadi, Sheria selalu merasa bersalah pada lelaki itu.


"Kau selalu melakukan ini," ucap Bryan yang langsung membalik badannya.


Lalu Bryan mencium Sheria dan tentu dibalas oleh gadis itu. Bagi Sheria, Bryan adalah lelaki yang memberikan ciuman pertama. Padahal dulu Chade sudah pernah mencuri ciuman darinya.


"Sheria..." bisik Bryan seraya melepas ciuman. Dia menurunkan ciumannya ke leher gadis itu. Biasanya dia selalu sabar dan menahan diri tapi malam ini rasanya Bryan ingin memiliki Sheria seutuhnya. "Apa kita bisa melakukannya?"


Sheria menggigit bibir bawahnya, dia masih bingung tapi Bryan langsung mengangkat tubuhnya ke pantry dapur.


"Baiklah tapi pelan-pelan, okay," jawab Sheria setuju.


Mereka pun saling membuka baju dan berciuman lagi sampai akhirnya tiba-tiba lampu padam.


"Ck! Apa yang terjadi?" decak Bryan karena momen panasnya terganggu. Mau tidak mau, dia harus melepas Sheria dulu.


Sementara Sheria mengira itu adalah ulah salah satu dari anggota The Eye.


"Apa ini ulah K?" gumam Sheria.


Sheria tidak sadar jika itu adalah ulah seseorang yang sudah kembali ke kota tempat asalnya selama dua tahun menghilang.


"Untung aku belum terlambat," ucap seseorang itu yang tak lain adalah Chade. Dia mengawasi Sheria dari seberang gedung semenjak Bryan datang.


Melihat keduanya begitu akrab membuat Chade pergi ke gedung apertemen mereka dan membuat kekacauan di ruang kontrol listrik.


Sebenarnya Chade tidak tahu apa yang akan Sheria dan Bryan lakukan, dia hanya melampiaskan kekesalan saja.


"Apa kita harus bertemu Sheria?" gumam Chade.