
Sheria memicingkan matanya pada Chade, dia tidak suka identitas aslinya disebut. Bukannya Trevor tidak memberinya uang tapi Sheria menggunakan uang-uang hasil curian untuk membangun organisasi The Eye.
Uang-uang itu juga Sheria gunakan untuk perakitan senjata dan membeli komputer-komputer canggih.
Secara tidak langsung Sheria membentuk organisasi mafia lagi dan dia tidak mau Trevor tahu.
"Jaga bicaramu, Tuan Muda! Aku hanyalah gadis pengantar susu, tidak lebih dari itu," ketus Sheria.
"I'm sorry, okay." Chade segera meminta maaf.
Akhirnya mereka sampai juga di tempat yang dituju, Sheria dan Chade membiarkan kuda-kuda mereka memakan rumput sementara mereka duduk dan berteduh di bawah pohon oak yang rindang.
Di depan mereka ada hamparan rumput yang luas.
"Lumayan," komentar Chade dengan menyederkan punggungnya di pohon.
Sheria duduk di samping Chade dan menikmati tempat itu.
"Aku membawa susu." Sheria mengeluarkan isi dari kantong yang dia bawa sedari tadi. "Minumlah!"
Chade menerima susu itu dan tertawa geli. "Saat kecil aku memang kekurangan minum susu tapi saat dewasa aku justru kelebihan minum susu!"
"Kata-katamu sungguh ambigu!" Sheria juga ikut tertawa.
Sampai Chade mengingat tentang Bryan.
"Jadi apa rencananya?" tanyanya.
"Dari obrolanku bersama Bryan, aku bisa menangkap jika dokter itu suka sesuatu yang mengasah adrenalinnya. Jadi aku berencana mengajaknya untuk berkemah di hutan," jawab Sheria yang mulai memikirkan rencananya.
"Lalu setelah itu?" tanya Chade.
"Setelah itu aku akan berusaha membuatnya pingsan jadi sebelum dia terbangun kita harus segera melakukan misi dan kembali tepat waktu. Itu adalah alibi yang kuat supaya kita tidak dicurigai," jelas Sheria panjang lebar.
"Untuk itu diperlukan perhitungan waktu yang tepat!" ucap Sheria lagi. "Aku harus membahas misi ini dengan anggota The Eye yang lain!"
"Kita tidak bisa lepas dari dunia mafia bukan?" Chade menghela nafasnya panjang sekali.
"Daddy ku pernah berkata di dalam rahasia ada rahasia lagi. Aku dulu tidak mengerti tapi sekarang aku berpikir, itu maksudnya adalah misteri kehidupan," balas Sheria yang jadi mengingat mendiang ayahnya.
Sheria kemudian mengepalkan kedua tangannya. "Aku akan tenang jika sudah mencabut jantung Ronan!"
"Kenapa suasananya menjadi seperti ini?" Chade mencoba mencairkan suasana. "Katamu udara di sini menyejukkan, itu memang benar! Aku jadi ingin tidur sebentar!"
Chade memejamkan matanya dan mencoba membuang pikiran-pikiran yang mengganggu di kepalanya.
Tapi tanpa dia duga, Sheria tertidur dan kepalanya jatuh ke pundaknya.
"Jadi kau sudah terkena sihir tidur ya?" Chade mencoba membenahi kepala Sheria supaya gadis itu nyaman.
Sampai fokusnya tertuju pada bibir merah muda Sheria, jantung Chade jadi berpacu semakin cepat.
Chade refleks mengusap bibir itu dengan ibu jarinya.
"Kau sudah membuatku gila Sheria!" geram Chade.
Pertahanan Chade runtuh juga, pemuda itu mencoba mendekatkan wajahnya pada Sheria. Dia mengusap anak-anak rambut gadis itu supaya tidak menghalangi wajah cantik Sheria.
Secara perlahan Chade mendekatkan bibirnya dan mencoba menyatukan dengan bibir Sheria. Ini adalah pengalaman pertamanya.
Saat bibir itu menyatu, Chade jadi bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya.
"Apa aku harus membuka mulutku? Atau bibir Sheria aku sesap dan gigit, ya? Bagaimana kalau dia bangun?"
Chade bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati.