
Sheria mengamati keadaan penjagaan luar dari teropong miliknya. Dia menghitung jumlah penjaga dan di mana saja mereka berada.
"Penjagaan di luar tidak terlalu ketat," komentar Sheria kemudian.
Penjara bawah tanah itu berada beberapa meter di bawah bangunan, keadaan di sana tentu sangat pengap dan kurang pencahayaan.
Jadi, mereka harus teliti menyusuri semua tempat dan menyelidiki hal mencurigakan yang terjadi.
"Jika memang terjadi konspirasi di penjara bawah tanah, kita harus memikirkan cara lagi untuk menanganinya, kita bisa meretas akses pemerintah...."
Sheria tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena mulutnya dibungkam oleh tangan Chade..
"Kita sudah membuang waktu!" Chade mencoba memberi peringatan.
Sheria mengangguk kemudian memberi komando sesuai rencana awal.
"K akan mengawasi situasi di luar, J membuka akses masuk, O dan L ikut bersama kami masuk ke dalam!"
Semua mengangguk dan siap menjalankan perintah.
K yang bertugas untuk membuka akses jalan masuk maju duluan dan menyelinap dan berusaha mengelabui penjagaan luar. Dia mengeluarkan suara-suara yang membuat para penjaga mencari suara-suara mencurigakan yang dibuat K.
"Kamera cctv sudah aku ambil alih jadi aman!" lapor J.
Sheria membawa kelompoknya masuk dan bersembunyi di titik yang sudah ditentukan.
"Kita berpencar dan bagi jadi dua kelompok!" perintah Sheria.
O dan L menyelidi di sisi kanan sementara Sheria dan Chade di sisi kiri. Mereka masuk seperti bayangan dan menyelinap untuk mencari hal yang mencurigakan.
"Untuk standar penjara bawah tanah, penjagaan di sini tidak terlalu ketat," komentar Chade.
"Karena keamanan mereka tinggi jadi tidak terlalu banyak penjaga seperti penjara lainnya," sahut Sheria.
"Tapi seharusnya tidak sesepi ini, kita harus ke sel tahanan," tambahnya.
Mereka terus menyusup dan memutuskan untuk masuk ke lubang udara supaya bisa mengawasi dari dekat.
Pada saat itu, para nara pidana tengah makan bersama, suara begitu riuh.
Sebaliknya, Sheria terlihat geram melihat kedua sosok itu apalagi saat keduanya masih saja menindas bawahan mereka.
"Sepertinya tidak terjadi apa-apa, kau terlalu berlebihan Sheria," ucap Chade kemudian.
"Kita awasi dulu, apa yang mereka lakukan setelah selesai makan, coba lihatlah mata Ronan terus menelisik ke arah para penjaga!" sahut Sheria yang berusaha menganalisa keadaan.
Tak lama O dan L memberi laporan kemudian meminta Sheria dan Chade untuk ke titik mereka berada.
Sheria dan Chade bergegas menuju titik itu.
"Miss..." seru O dan L bersama.
Mereka menunjukkan apa yang mereka temukan.
Ada sebuah ruangan berbau busuk dan terdapat beberapa mayat yang tak lain adalah para penjaga, bisa dilihat dari seragam mereka.
"Siapa yang melakukan ini? Kalau para nara pidana yang melakukan ini, bukankah terlalu ceroboh?"
"Pantas saja keamanan di sini semakin menurun!"
"Kecuali..."
Sheria mengepalkan kedua tangannya. "Pegang senjata kalian!"
Pada saat itu ada suara datang ke arah mereka, Sheria meminta para anggotanya bersiap menghadapi apa yang ada di depan mereka.
"Siapa kalian!?" seru dua orang nara pidana yang membawa mayat penjaga.
Sheria maju dan menodongkan senjatanya. "Apa yang kalian lakukan!?"
"Cepat beritahu Bos!" perintah salah satunya.
Tapi Sheria dengan cepat menembak kaki laki-laki itu begitu juga dengan yang satunya. Tembakan tidak menimbulkan suara karena ada alat peredamnya.
"Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi di sini!?" tanya Sheria kemudian.