
"Akhirnya sampai juga," ucap Chade saat dia sudah sampai di peternakan sapi.
Pemuda itu segera memakirkan mobil, sebelum turun Chade memperbaiki penampilannya terlebih dahulu.
Tiba-tiba kaca mobilnya diketuk seseorang yang tak lain adalah Sheria dengan penampilan femininnya.
"Sheria..." Chade sampai menutup mulutnya tidak percaya. "Apa yang kau pakai?"
Chade menurunkan kaca mobilnya dan melihat Sheria lebih jelas lagi.
"Kau sangat terlambat, Tuan Muda," ucap Sheria sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Sorry." Chade keluar dari mobil sambil tersenyum, dia tanpa ragu mengambil ponselnya dan mengajak Sheria berselfie. "Aku harus mengirimkan foto kita pada teman-temanku!"
Trevor dan Gwen yang melihat interaksi keduanya dari kejauhan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Dilihat dari segi apapun Chade sangat menyukai Sheria," komentar Gwen.
"Aku juga melihatnya dan semua orang pasti akan berpikiran sama. Hanya Sheria saja yang tidak berpikiran seperti itu," sahut Trevor yang tahu bagaimana Sheria selama ini tumbuh.
"Maka dari itu, aku kaget Sheria memutuskan untuk berkencan," tambah Gwen.
Kemudian mereka mengajak Sheria dan Chade untuk cepat pergi ke kediaman tuan Andrew.
Ternyata ada pesta kecil untuk merayakan diangkatnya jabatan anak laki-laki tuan Andrew menjadi kepala bagian tim bedah.
"Selamat datang, Mr. dan Mrs. Brown," ucap tuan Andrew saat melihat Trevor dan Gwen yang datang.
Walaupun Trevor tidak suka membaur dan bersosialisasi tapi dia berusaha untuk memenuhi undangan seperti itu beberapa kali.
"Kami membawakan susu terbaik kami." Gwen memberikan buah tangannya.
"Aku yang memerahnya sendiri!" tambah Trevor yang mendapat sikutan tangan dari Gwen. Dia takut suaminya salah bicara.
Trevor selalu suka jika Gwen memanggilnya sayang dalam keadaan terdesak.
"Gimana ya memang aku yang memerahnya sendiri khusus untuk tuan Andrew, aku memerah susu Balencia," tambah Trevor.
"Balencia?" tanya tuan Andrew yang tidak mengerti.
"Itu nama sapinya," jawab Trevor dengan ketus.
"Jadi setiap sapi yang ada di peternakan mempunyai nama?" tanya tuan Andrew lagi. Dia memang sudah tahu jika pemilik peternakan sapi terbesar itu memang aneh.
"Tentu saja aku memberinya nama satu-satu dan aku hafal semua nama-nama sapiku jadi itulah kunci rahasia suksesnya karena aku merawat sapi-sapi itu seperti anak sendiri," jelas Trevor panjang lebar.
Gwen segera menyikut perut keras Trevor supaya berhenti bicara. "Maaf Tuan Andrew, suami saya jika sariawan memang bicaranya tidak masuk akal!"
"Tidak apa-apa, Mrs. Brown. Saya justru senang mendengar tips sukses beternak sapi," balas tuan Andrew ramah. Dia segera mempersilahkan Trevor dan Gwen masuk.
Sementara Sheria dan Chade yang ada di belakang menahan tawa mereka karena melihat cara aneh Trevor saat membaur.
"Sheria, masuklah!" tuan Andrew menegur gadis itu kemudian atensinya melihat Chade yang baru pertama kali dilihatnya.
"Ini adikku, dia menginap hari ini jadi aku membawanya kemari juga," ucap Sheria berusaha memperkenalkan Chade.
"Pesta pasti akan semakin ramai, mari masuk!" tuan Andrew menyambut kedatangan Chade dengan baik.
Tapi tidak dengan Chade yang wajahnya jadi masam sekali. Apalagi saat masuk ke dalam dan dia melihat target yang akan menjadi teman kencan Sheria.
Seorang lelaki super tampan yang berprofesi sebagai dokter bedah itu berdiri menghampiri Sheria.
"Hai," sapanya. Dia sebenarnya sudah lama memperhatikan Sheria setiap dia berkunjung ke rumah orang tuanya. "Aku Bryan, kau pasti sering melihatku, 'kan?"