My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 39 - Menahan Semuanya



Sesuai dengan rencana Sheria, dia akan tinggal bersama Bryan di apartemen lelaki itu. Sheria tidak membawa barang apapun dari mansion Keiner karena semua barang Sheria ada di peternakan sapi.


"Kau yakin?" tanya Gwen yang berat melepas kepergian Sheria.


"Aku sudah memikirkan semuanya. Saat papa sudah tenang, aku akan berbicara dengannya," jawab Sheria seraya memeluk Gwen.


"Berhati-hatilah dan jangan lupa menghubungi kami," ucap Gwen berat hati.


Setelah berpamitan dengan Gwen, Sheria melihat para keponakannya sejenak. Di sana mereka tengah belajar bersama dengan sesekali berteriak dan tertawa karena si kembar empat yang usil suka mengganggu Ares dan Athena.


"Kalian harus tetap tertawa, aku tidak akan membiarkan tawa kalian direnggut," gumam Sheria.


Sheria tidak mau berpamitan dengan mereka karena mereka pasti akan menahan kepergiannya.


Dan di luar mansion, Sheria tengah ditunggu oleh anggota The Eye.


"Kau yakin akan tinggal bersama dokter itu, Miss?" tanya K yang tidak setuju.


Sebenarnya ada alasan tersendiri kenapa Sheria ingin tinggal bersama Bryan. Kalau Chade benar-benar menyukainya sebagai wanita pasti pemuda itu akan mengawasi dan merasa cemburu padanya.


Karena hanya dengan rasa cemburu, Sheria akan memancing Chade keluar.


"Tentu saja yakin," jawab Sheria.


Sebelum ke apartemen Bryan, mereka pergi ke peternakan sapi untuk mengambil barang-barang berharga Sheria yang berada di tempat rahasianya.


Beruntung tempat itu masih aman, semua perangkat komputer di keluarkan dari sana dan barang-barang lainnya diangkut oleh anggota The Eye.


Sheria juga menyempatkan diri ke rumahnya dan mengambil beberapa lembar baju dan barang yang dianggapnya penting.


"Sudah selesai?" tanya Sheria.


K, J, O, dan L mengangguk bersama kemudian mereka saling berpelukan karena mereka akan berpisah sementara waktu.


"Kita akan bertemu di negara dan waktu yang telah kita tentukan untuk bertukar informasi!" perintah Sheria.


Semua menurut, mereka berpisah hari itu juga dan Sheria segera pergi ke apartemen Bryan dengan wajah pucat.


Saat sampai, Sheria hampir pingsan saat akan naik dalam lift. Beruntung tubuhnya ditangkap seseorang.


"Bryan..." Sheria memanggil nama laki-laki yang menolongnya.


Bryan memeriksa keadaan Sheria yang badannya demam. Lelaki itu segera membawa Sheria masuk ke apartemen, dia akan memeriksa luka gadis itu karena Bryan curiga jika luka Sheria terkena penyakit infeksi.


"Aku sudah bilang untuk istirahat tapi kenapa kau malah pergi ke sana kemari," gerutu Bryan.


Tanpa mau membuang waktu, Bryan membuka kaos yang dikenakan Sheria sampai gadis itu terlihat hanya memakai bra saja. Bryan harus segera memberikan pertolongan pertama.


"Akh..." Sheria berteriak karena merasa kesakitan saat Bryan membuka lukanya.


Bryan segera membersihkan luka itu dan memberi Sheria obat.


"Istirahatlah!" Bryan menutupi tubuh Sheria yang setengah telanjang.


Karena pengaruh obat, Sheria tertidur perlahan. Dan hal itu diperhatikan oleh Bryan, lelaki itu sambil mengompres tubuh Sheria.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Bryan yang sebenarnya sudah curiga bahwa Sheria bukan hanya gadis pengantar susu.


Tapi, Bryan akan menunggu sampai Sheria mengatakan semuanya sendiri.


Pada saat itu, Bryan tidak menutup gorden apatemennya jadi dari seberang gedung seseorang yang mengawasi Sheria bisa melihat semuanya menggunakan teropong nya.


"Sheria, syukurlah kau baik-baik saja," batin Chade dibalik teropong itu.


Dia harus melakukan hal itu supaya Ronan percaya padanya. Walaupun cemburu setengah mati, dia akan menahan semuanya.