My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 3 - Bra Keramat



Setelah acara kelulusan selesai, Chade meminta Sheria untuk bergabung bersama teman-temannya, mereka akan pergi ke sebuah penginapan untuk melakukan pesta.


"Aku tidak suka membaur seperti itu Chade!" tolak Sheria.


"Mereka akan terus mengejekku jika kau tidak ikut, come on Sheria!" Chade terus memaksa.


Sheria menghela nafasnya. "Kenapa kau butuh pengakuan dari mereka, Chade?"


"Supaya mereka tahu kalau aku tidak bisa direndahkan, kau tahu statusku hanyalah anak buangan yang dipungut dan diberi marga Volstaire," keluh Chade yang masih belum menemukan jati dirinya.


Dengan statusnya itu, Chade tidak mau dipandang sebelah mata.


"Kau tahu sendiri saat aku masih sekolah seperti apa, aku tidak punya teman. Tapi aku juga tidak butuh pengakuan dari mereka," sahut Sheria santai.


"Tapi kau pemimpin The Eye sementara aku?" Chade masih kukuh dengan pendiriannya.


Hanya Chade yang tahu siapa Sheria sebenarnya karena Sheria lebih nyaman dengan image pengantar susu dari pada hacker.


"Mengenai itu, aku mendapat laporan dari penjara bawah tanah, aku akan menyelidikinya," ucap Sheria.


Chade terdiam karena hal itu pasti berhubungan dengan ayah kandungnya.


"Kau masih ingin membalas dendam atas kematian orang tuamu?" tanya Chade kemudian.


"Itu tujuan utamaku membentuk The Eye," jawab Sheria tanpa ragu.


Tapi buru-buru Sheria mengalihkan pembicaraan karena suasana menjadi tegang karena pembahasan mereka.


"Aku punya cara supaya kau terlihat keren di depan teman-temanmu," ucap Sheria sambil membuka jaket yang dia pakai kemudian Sheria berusaha menarik bra yang dia pakai.


Sheria memberikan bra-nya pada Chade yang membuat badan pemuda itu bergetar. Apa maksudnya?


"Katakan pada teman-temanmu jika kita sudah bercinta, aku pastikan mereka tidak akan pernah menyepelekanmu lagi!" ucap Sheria sangat yakin.


"Aku memintamu untuk menunjukkan pada teman-temanmu bukan malah menciumnya!" teriak Sheria yang membuat Chade langsung sadar.


"Ba--baiklah!" Chade dengan cepat mendatangi di mana teman-temannya berada.


Seperti biasa jika Chade datang, mereka akan meledek Chade.


"Akhirnya Tuan Muda kita datang juga, ayo cepat pergi dari sini, mana kekasihmu?"


"Jangan bilang kau tidak bisa membawanya!"


"Hahaha!"


Chade memutar bola matanya malas, dia kemudian memperlihatkan bra Sheria pada teman-temannya.


"Sorry, aku tidak bisa ikut karena aku sibuk dengan kekasihku! Aku berencana merayakan kelulusan dengan cara lain, kalian mengerti maksudku, 'kan?" Chade balik menyindir. "Makanya cepatlah kalian dewasa!"


Chade bangga karena sudah pamer bra Sheria, dia ingin mendatangi gadis itu lagi yang menunggunya bersama Lucas di parkiran.


Di sana, Sheria menunggu Chade karena ingin memakai bra-nya lagi tapi Chade tidak mau memberikan bra itu.


"Aku hanya meminjamkan bra-ku, cepat kembalikan!" ucap Sheria.


"Tidak mau! Bra ini milikku, aku akan menyimpannya sebagai bra keramat!" tolak Chade yang memasukkan bra itu ke dalam setelan jas yang dipakainya.


"Chade!" Sheria mengejar Chade seperti yang mereka lakukan dari kecil.


Lucas menggelengkan kepalanya melihat kedua anak yang sudah tumbuh remaja itu. Tentu dia tahu jika Chade selama ini yang menyukai Sheria.


"Semoga Sheria cepat peka, Tuan Muda," gumamnya.