My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 13 - Selalu Begitu



Awal Bryan melihat Sheria, waktu itu dia tengah berkunjung ke tempat orang tuanya dan ikut kegiatan amal di panti asuhan.


Dari sana Bryan langsung jatuh hati pada Sheria saat melihat gadis itu membagikan susu pada anak-anak. Ternyata Sheria penyumbang dana terbesar di panti asuhan itu.


Semenjak saat itu Bryan sering mencuri pandang pada Sheria.


Sekarang usia Bryan sudah matang, mempunyai pekerjaan dan juga jabatan. Jadi, lelaki itu sudah memikirkan masa depannya.


Bryan meminta ayahnya untuk mengundang Sheria karena dia memang ingin lebih dekat dengan gadis itu.


"Hai," sapa Bryan saat melihat Sheria datang. Dia jadi gugup karena Sheria yang berpenampilan cantik hari ini. "Aku Bryan, kau pasti sering melihatku, 'kan?"


"Tentu saja, kita sering bersinggungan beberapa kali tapi belum pernah bertegur sapa," jawab Sheria.


"Iya, itu benar. Aku tidak pandai bercakap dengan seorang gadis jadi aku takut salah bicara," ungkap Bryan yang tidak mau Sheria menganggapnya sombong.


Bryan dan Sheria terus mengobrol santai sementara Chade hanya bisa menahan emosinya. Dia dibandingkan dengan Bryan tentu tidak ada apa-apanya.


"Setidaknya aku jauh lebih muda," gerutunya.


Bagi orang lain mungkin acara jamuan seperti itu akan menyenangkan tapi tidak bagi Trevor yang buru-buru ingin pergi.


"Aku lupa jika belum memberi makan Tony. Ayo sayang kita pulang!" ajak Trevor pada Gwen.


Trevor menarik tangan istrinya dan berpamitan dengan tuan Andrew.


"Pasti Tony nama salah satu sapi, 'kan?" tebak tuan Andrew.


"Bukan, itu nama kuda! Selain sapi aku juga mempunyai beberapa kuda," jelas Trevor.


Tuan Andrew menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak habis pikir bagaimana cara Trevor menghafal semua hewan peliharaannya.


"Tuan Andrew, terima kasih atas undangannya, kami permisi dulu," ucap Gwen mencoba memutus pembicaraan.


Akhirnya mereka pulang, mereka meninggalkan Sheria dan Chade di sana.


"Sebelum aku kembali ke kota, aku ingin menghabiskan waktuku di sini, apa kau mau menunjukkan tempat-tempat yang menguji adrenalin, Sheria?" tanya Bryan.


"Aku mempunyai beberapa tempat menarik, kalau kau mau, aku bisa menunjukkannya padamu," sahut Sheria.


Tidak biasanya Sheria bersikap seperti itu pada lawan jenis yang baru dikenalnya. Chade semakin tidak suka.


"Ayo kita juga pulang Sheria!" ajak Chade dengan mendekati keduanya. "Aku ingin melihat anak Momo!"


Bryan mengerutkan dahinya melihat Chade, dari tadi dia sampai lupa dengan pemuda itu.


"Bukankah kau datang bersama Sheria?" tanyanya.


"Dia adikku, namanya Chade. Dia tinggal di kota dan akan ke asrama untuk kuliah jadi dia datang ke sini sebelum terkurung di asrama," jelas Sheria.


Sheria kemudian segera berpamitan pada Bryan setelah bertukar nomor ponsel.


"Aku akan menghubungimu, Sheria!"


"Akan aku tunggu!"


Chade jadi tambah jengah, dia menarik tangan Sheria supaya gadis itu tidak terpesona dengan dokter tampan itu.


"Sadarlah Sheria! Dia hanya alibi untuk misimu!" ketus Chade sambil terus berjalan cepat.


"Sikapmu yang seperti ini akan membuat Bryan salah paham," protes Sheria.


"Memangnya kenapa kalau dia salah paham? Aku tidak masalah kalau dia menganggapku laki-laki yang menyukaimu!" balas Chade begitu saja.


Sheria mencoba menyamai langkah Chade, dia menatap pemuda itu kemudian tertawa.


"Ayo kita lihat anak Momo!" ajaknya kemudian.