
Sebelumnya Gwen tengah memasak untuk mempersiapkan makan malam, padahal dia tahu baik Trevor atau Sheria tidak akan cepat pulang.
Pasti Trevor ingin membuatnya tidak mengkhawatirkan mereka.
"Semoga mereka baik-baik saja," gumam Gwen dengan mengaduk masakannya di atas kompor.
Tak lama salah satu pekerja yang bertugas membersihkan kandang sapi berteriak memanggil Gwen di depan rumah.
"Ada apa?" Gwen mematikan kompornya lalu berjalan keluar.
Pekerja itu mondar-mandir sambil menunggu kedatangan Gwen.
"Nyonya!" serunya saat melihat Gwen keluar. "Semua sapi di peternakan mati!"
"Apa?" Gwen langsung berlari ke arah peternakan.
Dan benar saja, semua sapi-sapi mati dengan mulut penuh busa.
"Semua mundur, jangan ada yang mendekat!" teriak Gwen yang sangat yakin jika semua sapi telah diracun.
Para pekerja yang sebelumnya memeriksa sapi mulai muntah-muntah.
"Cepat hubungi ambulance!" perintah Gwen pada para pekerja yang masih sehat.
Dari celah kandang sapi terlihat pergerakan yang mencurigakan, Gwen bergegas berlari mengambil busur panahnya yang sengaja dia taruh di kandang. Gwen mengejar orang yang dia curigai meracuni para sapi.
"Berhenti!" teriak Gwen yang berhenti sejenak dan membidik kaki orang itu.
Satu anak panah melesat yang membuat orang itu terjatuh di rerumputan.
Gwen mendekat tapi tetap menjaga jarak karena dia harus hati-hati, siapa tahu ada racun lain.
"Katakan, siapa bosmu? Apa ini jebakan Ronan?" cecar Gwen.
Orang itu tidak menjawab justru dia buru-buru memakan sebuah pil untuk bunuh diri.
"Sial!" umpat Gwen yang bergegas berlari ke rumah lagi. Dia mencari ponselnya dan mencoba menghubungi putrinya Juvel.
"Juvel?" panggil Gwen dengan nafas terengah-engah. "Apa kau baik-baik saja?"
"Kenapa, Mom?" tanya Juvel balik.
Kedua anak itu tengah bermain di taman yang membuat Juvel bernafas lega.
"Kami baik-baik saja," ucap Juvel kemudian.
"Bawa Ares dan Athena ke pulau Biru sekarang! Kita harus memeriksa keadaan Irene!" perintah Gwen yang jadi memusatkan kepanikan pada menantu perempuannya.
"Aku akan mempersiapkan semuanya, aku menunggumu di gedung perusahaan Keiner, Mom!" Juvel akan menggunakan helicopter suaminya untuk menuju pulau Biru.
Setelah sambungan telepon dengan Juvel terputus barulah Gwen menghubungi Trevor.
"Ada apa, Gwen?" tanya Trevor saat menerima panggilan itu.
"Semua sapi yang ada di peternakan mati!" lapor Gwen panik.
"Apa? Bagaimana bisa?" Trevor tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Aku rasa ini jebakan, Trey. Aku akan ke Pulau Biru bersama Juvel!" balas Gwen seraya mematikan panggilannya. Dia tidak mau membuang waktu lagi.
Sementara Trevor mulai menyusun kejadian demi kejadian dan benar kata Gwen jika semua ini adalah jebakan.
Ronan sengaja memancing mereka keluar kemudian menjalankan rencana utamanya.
"Kita harus membantu Gwen!" perintah Trevor pada semuanya.
Didetik itu juga, Jullian menerima panggilan dari anak buahnya di Kafe.
"Bos, Kafe mengalami kebakaran!" lapornya.
"What?" Jullian kaget setengah mati.
"Bukan hanya Kafe utama tapi Kafe cabang juga,"
Jullian mengumpat kasar, Ronan memang licik.
"Kita tidak mungkin mengejar Ronan sekarang, dia mengalihkan perhatian kita semua!"
Perasaan mereka semua menjadi campur aduk sekarang. Mereka bingung harus menyelesaikan masalah yang mana dulu.