My Hot Villain

My Hot Villain
MHV BAB 27 - Mulai Bergerak



Chade memandangi wajah Dylan lekat-lekat saat di penjara bawah tanah, dia hanya melihat ayah kandungnya itu sekilas.


"Kenapa kau kabur, Dad?" tanya Chade kemudian.


Dylan memicingkan matanya. "Jadi, kau ingin aku berada di penjara seumur hidup?"


"Ada yang perlu kita bicarakan tapi tidak di sini!"


Akhirnya Dylan dan Chade mencari tempat aman untuk berbicara empat mata.


"Kenapa kau bisa berada di penjara bawah tanah?" tanya Dylan memulai pembicaraan.


"Aku tidak mau menjawabnya," balas Chade yang sudah berjanji merahasiakan kelompok The Eye.


"Kalau kau tidak mau mengatakannya, hidupmu akan dalam bahaya!" jelas Dylan.


"Bos Ronan akan mencarimu dan membunuhmu, aku tidak mau hal itu terjadi!"


Chade menghela nafasnya panjang, dia menatap Dylan dengan sendu. "Apa kau tidak mau berhenti, Dad? Apa kau tahu jika mommy sudah meninggal?"


"Clara meninggal?" Dylan tidak terlalu kaget, walaupun dia tidak tahu sebelumnya, dia tidak peduli karena Dylan tidak mencintai ibu kandung Chade itu. "Jadi, kau diasuh oleh keluarga Volstaire selama ini?"


Chade mengangguk tanpa berkata-kata. Pemuda itu dihadapkan pada pergolakan batin yang sulit.


"Tapi, mereka tetap musuh kita, apalagi mereka berani menipu bos Ronan dengan tipuan murahan!" Dylan tetap pada pendiriannya.


"Kita?" batin Chade merasa ambigu dengan kata-kata itu. Entah dia dipihak siapa sekarang, yang jelas Chade ingin bersikap netral.


Chade kemudian berdiri dan mencoba mengusir Dylan. "Aku ingin belajar dengan tenang, jangan libatkan aku dalam masalah ini. Jangan menganggu keluarga baruku, aku harap kau bisa lepas dari Ronan, Dad!"


Setelah berkata seperti itu, Chade segera pergi meninggalkan Dylan begitu saja.


"Mereka semua telah mencuci otak anakku!" geram Dylan di sana. Dia harus memberi alasan yang tepat pada Ronan nanti.


...°°°°°...


Di sisi lain, Trevor memanggil Sheria ke kandang sapi untuk melihat perkembangan anak Momo. Dia juga ingin berbicara empat mata mengenai misi mencari keberadaan Ronan.


"Kau belum memberinya nama," ucap Trevor sambil melihat Sheria bermain dengan anak sapi itu.


Sheria mengerti jika Trevor sedang memikirkan kalimat yang tepat untuk membicarakan misi. Sang papa saja yang tidak tahu jika Sheria sudah berusaha melacak keberadaan Ronan.


Trevor ingin Sheria menjalani hidup layaknya gadis biasa tapi sepertinya semua itu tidak akan bisa melihat bagaimana latar belakang mereka.


"Ronan berada di markasnya dulu," ucap Sheria kemudian.


Awalnya Trevor terkejut tapi kemudian dia menghela nafasnya, dia tidak punya pilihan lagi.


"Kita harus ke sana!" perintah Trevor. "Ambil senjatamu, kali ini akan aku tebas kepala Ronan!"


Saat keduanya ingin berangkat, Gwen menghadang kepergian mereka.


"Aku ikut!" ucap Gwen.


Trevor menggelengkan kepalanya. "Kau tinggal saja, akan aku pastikan Ronan ke alam baka supaya tidak mengganggu kita lagi!"


"Maafkan aku, Gwen. Kali ini pasti misi terakhir kita!"


Entah kenapa Gwen jadi merasa sangat cemas mendengar kalimat Trevor. Dia mencium suaminya sebelum pergi.


"Berjanjilah pulang dengan selamat," pinta Gwen.


Trevor tersenyum tipis. "Masaklah makanan yang enak malam ini! Aku dan Sheria pasti pulang sebelum jam makan malam!"


"Aku menunggu kalian!" ucap Gwen.


Dengan terpaksa Gwen melepas kepergian keduanya, walaupun begitu dia tidak boleh lengah dan harus terus waspada.


Di dalam perjalanan, Sheria mencoba melacak keberadaan Ronan dan anehnya Ronan masih berada di titik yang sama.


Sebelumnya juga K memberi laporan jika Ronan menampakkan dirinya sampai mereka dengan mudah melacak keberadaan Ronan.


Ronan memakai mobil dengan plat nomor yang mudah dilacak.


"Papa, Ronan sepertinya sengaja," ucap Sheria menyimpulkan.