
Butuh waktu 1 jam untuk sampai dilokasi tempat Chriss dan teman - temannya disekap, karena memang lokasinya yang sangat terpencil dan juga jalurnya yang cukup sulit untuk dilewati.
Sebelum memasuki wilayah Lee John, Kim Bum dan JB berhasil melumpuhkan pasukan yang pengintai yang ditempatkan diperbatasan agar tidak bisa melaporkan kedatangan mereka kemarkas pusat. Karena kalau samapai pasukan pengintai ada yang melapor kemarkas pusat tentu saja akan sangat merugikan bagi pasukan Rai.
"Rai, semuanya sudah beres!" Lapor Kim Bum tersenyum senang ketika mengatakannya pada Rai.
"Bagaimana dengan JB!"Tanya Rai yang membalas senyuman Kim Bum tapi juga mencari keberadaan JB yang belum kembali.
“Tentu saja beres!” seru JB yang tiba – tiba muncul dikaca mobil sebelah Rai.
“Baguslah. Cepat naik! Kita harus melanjutkan perjalanan!” perintah Rai yang tersenyum lega ketika melihat JB dan lainnya masih baik – baik saja, karena dia belum kehilangan satu pun anggota pasukanya walaupun untuk saat ini saja.
Merekapun melanjutkan perjalanan menuju markas utama Lee John yang ternyata dijaga begitu banyak orang seakan sudah mengetahui bahwa hal ini akan terjadi.
Sementara Hyun Joong dan Dr.Park Hoon yang sudah selesai menyiapkan sesuai perintah. Sudah mulai bergerak mengikuti alat pelacak yang diberikan Rai sebelum pergi agar bisa menemukan dan menyusul Rai dengan cepat.
Hyun Joong dengan menggunakan nama Rai berhasil membawa pasukan militer yang sangat besar. Begitu juga dengan Dr.Park Hoon yang seakan membawa seisi rumah sakit hanya dengan menggunakan nama Rai.
Ternyata saat Dr.Park Hoon dan Yoon Hee sedang mempersiapkan ambulance, Shin tanpa sengaja mendengar bahwa mereka akan membantu menyelamatkan Chriss. Sehingga Shin memaksa untuk ikut sebagai tim medis, karena Hanni juga sudah sadar dari komanya 3 jam yang lalu.
Alex dengan membawa sebilah pisau Khusus ditangannya berjalan melewati lorong menuju ketempat dimana Chriss dan teman – temannya disekap.
Dan kedatangan Alex, tentu saja untuk melaksanakan perintah yang diberikan Lee John agar menghabisi Chriss dan teman – temannya.
Dan tanpa Alex duga, ternyata J-Hope sudah berada diruangan itu seakan sedang menunggu kedatangan Alex untuk mengantarkan nyawanya sendiri.
J-Hope kini sudah tidak perlu berpura – pura lagi berada dipihak Lee John sesuai perintah Rai, dia sekarang hanya akan melindungi nyonya Cadiz dan teman – temannya saja.
“Lalu kau sendiri, kenapa datang kesini?” tanya J-Hope balik, sebab dia tidak berniat untuk menjawab pertanyaan dari Alex.
“Kau bertanya padaku?” Alex tersenyum sinis, kemudian berjalan menghampiri J-Hope sambil memainkan pisau yang berada ditangannya.
Namun J-Hope hanya diam saja sambil memperhatikan tangan Alex yang tengah memainkan pisaunya. Dengan kewaspadaan penuh, takutnya Alex tiba – tiba menerang pada Chriss maupun dirinya.
“Biar ku beritahu padamu? Aku harus melaksanakan perintah dari tuan Lee John yaitu melenyapkan para gadis ini secepatnya!” bisik Alex tepat ditelinga J-Hope disertai tawanya yang menggelegar memenuhi ruangan itu. J-Hope diam saja, bagaimanapun juga semua yang dikatakan Alex tidak akan pernah terjadi selama ada dirinya.
“Hahahaha! Kau bahkan tidak berkutik hanya dengan mendengar nama tuan John saja!” sindir Alex yang melihat J-Hope diam saja ketika mendengar perkataannya.
“Hahahahahahaha!” J-Hope malahan tertawa sampai terpingkal – pingkal ketika mendengar omong kosong dari Alex.
“Kenapa kau tertawa seperti itu?” ujar Alex yang seketika diam menahan emosinya karena ditertawakan oleh J-Hope.
“Hahahaha…tentu saja karena kau sangat bodoh!” ujar J-Hope yang menekan kata “Bodoh” pada Alex.
“Beraninya kau!” murka Alex yang sudah diubun – ubun kepalanya mendengar J-Hope menghina dirinya.
“Kau ingin membunuhnya bukan, coba saja ambil satu helai rambutnya itu pun kalau kau bisa!” ejek J-Hope yang sedang menantang Alex.
“Sialan kau!” teriak Alex yang benar – benar murka terhadap sikap J-Hope.
Tanpa basa – basi lagi Alex kengayunkan tinjunya kearah J-Hope, namun dengan gesitnya J-Hope terus menghindari pukulan Alex dengan mudahnya. J-Hope malah sedang seperti sedang bermain – main dengan Alex untuk sementara J-Hope tidak ingin membalas pukulan Alex.