
Mendengar suara saat wajah Shin terjatuh diatas meja membuat Hanni tersadar dari keterkejutanya dan menghampiri Shin yang sudah tidak sadarkan diri.
Hanni berusaha membangunkan Shin dengan memanggil namanya dan juga menggoyangkan tubuh Shin dengan cukup kuat, namun sia-sia saja karena Shin tetap tidak bisa bangun juga.
Tak lama kemudian, pandangan Hanni beralih pada ponsel milik Shin yang berada diatas meja. Beruntung ponsel Shin tidak diberi sandi, sehingga memudahkan Hanni untuk menghubungi seseorang.
Dilihatnya daftar kontak yang terakhir Shin hubungi ada nama Hyun Joong disana. Hanni pun memutuskan untuk menghubungi Hyun Joong saja, siapa tahu dia akkan melihat wajah tampannya malam ini.
“Hallo Shin, ada apa?” tanya Hyun Joongyang sudah menerima panggilan atas nama Shin.
“Hallo Hyun, ini aku temannya Chriss, Hanni!” ucap Hanni lembut menaha rasa bahagianya saat mendengar suara Hyun Joong yang membuat jantungnya berdegup kencang.
“Ouh,...bukankah ini ponsel milik Shin?” ujar Hyun Joong terkejut saat mengetahui bahwa Hanni yang menelponnya.
Lalu kenapa menggunakan ponsel milik Shin sambil memastikan kembali bahwa dia tidak salah lihat dengan nomor dilayar ponselnya.
“Iya Hyun, begini sepertinya Shin sudah mabuk berat sekarang dan tidak bisa pulang sendirian!” jelas Hanni yang memberitahu Hyun Joong alasannya.
“Dimana kalian sekarang?” tanya Hyu Joong yang sudah mengerti situasinya sekarang.
“Kami berada ditempat minum ditepi jalan yang tidak jauh dari rumahku. Bisakah kau menjemputnya sekarang?” tanya Hanni yang masih menahan rasa bahagianya seakan melupakan ciuman Shin yang membuatnya terkejut tadi.
“Baiklah, tunggu aku akan segera kesana!” ujar Hyun Joong yang langsung mengambil mantelnya dan berjala terburu-buru menuju mobilnya.
Sementara itu Rai yang sudah menghabiskan makan malamnya dihampiri kepala pelayannya bahwa Chriss sudah siap sesuai dengan perintahnya.
“Tuan, nyonya sudah siap sesuai dengan perintah anda!” ujar kepala pelayan disertai senyuman bahagia diwajahnya. Rai yang mendengarnya sontak langsung menatap kearah kepala palayan yang saat ini berdiri disampingnya sambil tersenyum penuh arti.
“Kau kenapa?” tanya Rai yang benar-benar penasaran apa yang membuat kepala palayannya terus tersenyum kepadanya. Dan kalau lebih diperhatikan semua pelayan yang berada dimanshionnya juga ikut tersenyum saat melihatnya.
“Ini sudah cukup malam tuan,seharusnya tuan beristirahat saja sekarang!” ujar kepala pelayan masih dengan seyumannya.
Tanpa menjawab perkataan dari kepala pelayannya, Rai berjalan kembali menuju kamarnya untuk beristirahat karena dia benar\-benar merasa sangat lelah.
Semenjak Chriss muncul dikehidupannya, Rai tidak bisa tidur dengan nyenyak sebab musuh-musuhnya mulai bermunculan begitu juga dengan saingan bisnisnya.
Bahkan Rai sampai tidak bisa kembali kekampus karena urusan pekerjaannya yang tidak bisa dialihkan kepada orang lain seperti biasanya. Ditambah lagi dengan rencananya membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.
Sampainya Rai berada dikamarnya,dia sangat terkejut melihat Chriss yang dipakaikan lingerie seksi berwarna merah menyala yang menampilkan beberapa bagian tubuh Chriss yang biasanya tertutup. Namun lingerie itu sangat cocok dipakai oleh Chriss yang mempunyai bentuk tubuh yang indah dengan warna kulitnya yang putih bersih.
Rai sejenak tergoda melihat penmpilan seksi Chriss dibuktikan Rai beberapa kali menelan salvinanya dengan kasar dan matanya tidak berkedip saat memandangi tubuh Chriss yang begitu menggoda.
“Astaga Rai! Sadarkanlah dirimu, apa yang sedang kau pikirkan tentang tubuh itu!” ucap Rai menampar dirinya sendiri untuk menyadarkannya dari dunia khayalnya yang berpikiran mesum.