MY COMPLICATED LOVE

MY COMPLICATED LOVE
52 Chapter 52 : Rencana membangunkan Chriss part 10



“Tidak, batalkan saja jadwal selanjutnya untuk diganti dengan besok! ayo pergi!” perintah Rai lalu masuk mobilnya.


“Baik tuan!” ujar asistentnya mengikuti Rai masuk kemobil setelah menutup pintu mobilnya.


“Kira-kira jam berapa kita bisa kembali untuk istirahat?” tanya Rai yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke hotelnya.


“Sebelum jam 12 malam tuan!” ucap asistent Rai menjawab pertanyaan Rai untuk yang kedua kalinya.


“Akhh…benar juga kau sudah memberitahuku tadi, bagaimana dengan jadwalku besok?” tanya Rai untuk mempertimbangkan sesuatu.


“Anda memiliki banyak jadwal untuk besok, termasuk dengan jadwal anda yang dibatalkan hari ini dan juga nona im hyuna mengajukan makan malam untuk anda. Bagaimana pendapat anda? apakah anda menyetujuinya!” ujar asistent Rai meminta persetujuan Rai lagi.


“Tunggu sebentar, aku harus menelepon seseorang!” setelah mendengar jadwalnya untuk besok Rai teringat dengan chriss. Dia pun mengambil handphonenya dan memanggil JB.


“Hallo Rai, kau dimana? Kondisinya chriss sangat tidak menentu saat ini. Bahkan Dr Park dan Dr Han tidak bisa menanganinya!” ujar JB yang sudah mengangkat telepon dari Rai dan langsung saja menjelaskan situasi yang ada dirumah sakit.


“Tentu saja aku sedang bekerja! Mengapa Dr.han ikut menanganinya?” tanya Rai yang heran kenapa Dr Han juga ikut campur engan kondisi Chriss.


“Dr Park tidak bisa bekerjasama dengan Shin, jadi dia meminta bantuan pada Dr.han!” jelas JB yang mengingatkan Rai tentang perintahnya sendiri.


“Lalu dimana Hyun?” tanya Rai yang beralih penasaran dengan kondisi hyun joong calon kakak iparnya yang super menyebalkan itu.


“Dia sedang menyesali perbuatannya padamu akhir-akhir ini dan tentu saja mengkhawatirkan adiknya tidak sepertimu!” ujar JB yang jadi menyalahkan Rai karena tidak bertanggung jawab dengan kondisi chriss yang sedang kritis saat ini.


“Ayolah JB! Dia akan baik-baik saja. Aku masih memiliki banyak janji malam ini, mungkin aku akan kesana tengah malam nanti! Ini juga aku sudah membatalkan beberapa jadwalnya. Dimana Dr Park?” jelas Rai yang menanyakan keberadaan Dr Park karena ada sesuatu yang harus Rai katakana untuk membantu menenangkan kondisi chriss untuk beberapa saat.


“Sedang menangani chriss, anestesinya terus menurun dan detak jantungnya tidak menentu!” jelas JB yang melihat Dr Park sedang sibuk menangani chriss dibantu oleh Dr Han disampingnya.


“Aku ingin bicara padanya sekarang?” ujar Rai meminta JB menyerahkan handphonenya ke Dr Park.


“Baik Rai, Dr Park! Rai ingin bicara denganmu!” ujar JB menghampiri dan kemudian menyerahkan handphonenya pada Dr Park.


“Hai bocah sekolah! Dimana kau sekarang? Aku akan pergi membunuhmu! Bagaimana bisa kau membuatku frustasi seeperti ini!” Dr Park berteriak pada Rai karena merasa sangat marah dengan Rai yang membuatnya dalam masalah seperti sekarang.


“Hai tenanglah! Memang apa yang terjadi padanya hingga kau sefrustasi itu!” ujar Rai dengan santainya sambil menahan tawanya karena berhasil memberikan pelajaran Pada Dr Park.


“Dia hampir mati beberapa kali, bocah!!” teriak Dr Park yang mendengar Rai menanggapi perkataannya dengan sangat santai.


“Rai, dimana kau? Tolong selamatkan chriss satu kali lagi! Aku mohon padamu!” pinta hyun joong yang langsung merebut teleponnya dari Dr Park dan memohon kepada Rai agar mau menyelamatkan nyawa Chriss sekali lagi.


“Tenanglah Hyun! Aku ada urusan penting sekarang, chriss akan baik-baik saja percaya lah pada adikmu dia akan bertahan!” Rai ang berusaha menenangkan perasaan hyun joong yang terdengar jelas sangat mengkhawatirkan kondisi chriss.


“Rai jangan main-main sekarang!” mendengar Rai yang mengatakan seperti sedang baik-baik saja membuat hyun joong merasa marah dan akhirnya berteriakpada Rai. Dr Park yang mendengar teriakan hyun joong langsung merebut kembali teleponya dari tangan hyun joong.


“Bagaimana?Apa kau akan datang sekarang!” tanya Dr Park berharap Rai datang secepatnya untuk mengurus kondisi chriss sendiri.


“Issh bocah ini, aku tidak ingin bicara denganmu!” teriak Dr Park hampir membuat telinga Rai menjadi tuli saat mendengarnya. Lalu melempar handphone nya pada JB yang untungnya cepat tanggap.


“Hallo Rai?” seru JB yang memastikan apakah panggilannya masih tersambung atau tidak.


“Cepat berikan pada Dr Han!” perintah Rai dengan nada kesal dengan sikap Dr Park.


“Dr Han, dia ingin bicara padamu!” JB menghampiri Dr Han dan menyerahkan handphone nya dengan sopan.


“Ada apa?” Tanya Dr Han yang sudah menerima teleponnya.


“Dengarkan baik-baik, suntikan dia vitamin dan suplemen penambah darah secara bersamaan dan atur infusnya jangan terlalu ditekan perhatikan pernafasannya dan jika masih tidak bisa membuatnya stabil dalam 5 menit, bisikan ini padanya bahwa aku tidak akan melepasnya walaupun dia mati! Aku harus mengurus hal lainnya . Aku tutup sekarang!” perintah Rai yang langsung menutup panggilannya setelah mengatakan semua yang ingin dikatakannya.


“Siapkan suntikan vitamin dan suplemen penambah darah sekarang juga!” pinta Dr Han yang menuruti perkataan dari Rai. Setelah mengembalikan ponsel JB.


“Ini dokter!” ucap perawat menyerahkan apa yang diminta oleh Dr Han.


“Atur tekanan infusnya menjadi lambat!” perintah Dr Han lagi yang saat ini sedang menyuntikannya pada tubuh chriss. Sedangkan sang perawat mengatur infusnya sesuai yang diperintahkan oleh Dr Han.


“Dengarkan aku nona, Rai tidak akan melepaskanmu walaupun kau mati sekarang, kau tahu itu bukan?” bisik Dr Han ditelinga chriss sesuai apa yang dikatakan oleh Rai. Setelah itu kondisi chriss mulai membaik dan pernafasannya juga mulai stabil.


“Apa yang bocah sekolah katakan padamu D r. han?” tanya Dr Park yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Rai sehingga kondisi chriss kembali stabil.


“Dia baik-baik saja sekarang, kalian tidak perlu khawatir!” ujar Dr Park yang mengacuhkan pertanyaan dari Dr.hoon.


“Benarkah! Terima kasih Dr.han!” ucap hyun joong yang merasa sangat lega setelah mendengarnya.


“Kau harusnya berterima kasih pada tuan Rai, aku hanya melakukan sesuai apa yang dia katakan, aku permisi!” Ujar Dr Han lalu pamit pergi untuk mengurus pasien yang lainnya.


“Dasar bocah sekolah tengil! (mengumpat kepada Rai) Dr.han tunggu aku….!” Seru Dr Park mengikuti Dr Han keluar dari ruangan chriss.


Sementara ditempat Rai berada sedang merasa kesal dengan sikap Dr Park yang sangat emosional itu. Asistent Rai pun merasa tidak nyaman dengan Rai yang terlihat sedang terlihat marah.


“Dasar Dr Park bodoh, menyebalkan, tidak guna!” Rai juga mengumpat untuk Dr Park saking kesalnya.


“Ada apa tuan?” tanya asistentnya saat mendengar Rai terus mengumpat dengan kesalnya.


“Tidak ada!” jawab Rai dengan nada dinginnya.


“Tuan! Bagaimana dengan janji makan malam bersama nona Im hyuna?” asisten Rai menanyakan lagi karena sebelumnya belum dijawab oleh bossnya itu.


“Tolak saja!” seru Rai masih dengan nada dinginnya.


“Baik tuan!” ucap asistent Rai yang melihat suasana hati boss nya terus berubah-ubah hari ini.